Anda di halaman 1dari 1

PANCASILA SEBAGAI JALAN TENGAH

Bidang politik/Negara : Pancasila pada 1 Juni 1945 telah menyelamatkan sengketa politik berbasiskan
sentimen teologis. Pancasila merupakan jalan tengah yang mengintegrasikan nilai agama dan kearifan
lokal. Pancasila juga menjadi jalan tengah dari pertentangan ideologi kapitalisme dan sosialisme.
Pancasila adalah jalan tengah antara bentuk negara sekuler dan negara agama.

Bidang ekonomi : ekonomi diletakkan dalam kerangka keadilan dan kesejahteraan social. Keadilan
adalah aspek utama dan harus didahulukan. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan
asas kekeluargaan.

Bidang kebudayaan : Negara adalah beranekaragam tetapi satu, mengikatkan diri dalam suatu
persatuan yang diliukiskan dalam Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan bukan untuk diruncingkan menjadi
konflik dan permusuhan melainkan diarahkan pada suatu sintesa yang saling menguntungkan yaitu
persatuan dalam kehidupan bersama untuk mewujudkan tujuan bersama.

Bidang agama : Pancasila hadir dengan tanpa menghadirkan agama dalam wujud kongkret, tetapi
meletekkan agama sebagai ruh subtansial bernegara. Pancasila diterima sebagai prinsip bernegara yang
tidak dipandang bertentangan dengan agama tertentu, justru memayungi dan memberikan jaminan
terhadap keragaman agama dan keyakinan.