Anda di halaman 1dari 2

Analisis Masalah dan Rekomendasi

1. Masalah: Perusahaan menerapkan strategi low cost dengan didukung low reservation and
ticketing cost (rendahnya biaya reservasi dan ticketing), jenis pesawat terbang, biaya
makanan yang murah (low food cost), dan quick turnaround (maksudnya, dalam waktu
beberapa menit misal 25 menit setelah mendarat, pesawat harus terbang atau lepas landas
lagi. Aktivitas menurunkan dan menaikkan penumpang, mengisi bahan bakar dan lepas
landas kembali diperhitungkan siap dalam tempo 25 menit).Sehingga perputaran waktu
cepat dan meminimalkan jumlah pesawat mengeluarkan layanan lebih dan
memungkinkan perusahaan untuk menyewa bandara lebih sedikit gerbang

Rekomendasi: mulai memperkenalkan boarding passbaru otomatis yang akan


menggantikan Southwest boarding pass lama (plastiktradisional). Boarding pass yang
baru akan tersedia 90 menit sebelum keberangkatan di tiga lokasi bandara di counter
Skycap, counter tiket, dan gerbang keberangkatan. Dua puluh menit sebelum
keberangkatan, boarding pass akan tersedia di pintu keberangkatan saja. Southwest
memperkenalkan boardingpass baru untuk mengurangi jumlah penumpang menghabiskan
waktu di garis bandara (layanan yang terletak paling depan saat kita ke bandara).

2. Masalah: Southwest tidak memiliki tempat duduk yang telah dijatahkan, membayar
awaknya menurut trayek dan menggunakan bandara yang kurang padat.

Rekomendasi: Untuk alasan effisiensi, para penumpang tidak dapat memilih tempat
duduk, seharusnya diatur agar setiap kursi dapat diisi tanpa ada yang tersisa. Southwest
Airlines juga membayar awak menurut trayek yang dilayaninya. Hal ini membuat upah
awak kabin sesuai dengan beban pekerjaan yang diterimanya, awak kabin dengan
frekuensi terbang yang tinggi dan trayek yang padat mendapatkan upah yang lebih tinggi
jika dibandingkan awak kabin yang terbang lebih sedikit.

3. Masalah: 46% dari pendapatan penumpang Southwest Airlines dihasilkan dari


pemesanan tiket online melalui southwest.com
Rekomendasi: Seharusnya memakai online strategy yang dapat memangkas biaya tiket
penerbangan jika dibanding dengan melakukan pemesanan di agen perjalanan. Sebagai
perbandingan pada tahun 2002 biaya booking jika memesan melalui internet adalah $1
sedangkan bila mengunakan agen sebesar $6-$8. Strategi ini cukup berhasil dengan
tingkat pencapaian 50% lebih tinggi daripada maskapai penerbangan pesaingnya.