Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

Kuku merupakan salah satu adneksa kulit yang mengandung lapisan


tanduk, terdapat pada ujung jari tangan dan kaki. Fungsinya selain membantu jari-
jari untuk memgang, juga digunakan sebagai cermin kecantikan. Lempeng kuku
terbentuk dari sel-sel keratin yang mempunyai dua sis , satu sisi berhubungan
dengan udara luar dan sisi lainnya tidak.1

Produksi lempeng kuku terjadi terus-menerus, dimulai dari minggu ke 15


kehidupan embrio sampai mati. Dalam kondisi normal, tingkat pertumbuhan rata-
rata kuku tangan adalah 3 mm/bulan dan kuku jari kaki adalah 1 mm/bulan.
Tingkat pertumbuhan kuku dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk usia,
penyakit sistemik dan riwayat pengobatan.2

Pada manusia dewasa sekitar usia 20 tahun, piring kuku memiliki panjang
sekitar 0,1 mm per hari. Piring kuku terus bertambah panjang sepanjang masa.
Mengenai ketebalan pelat kuku, pelat kuku ibu jari paling tebal tapi paling banyak
sekitar 0,7-1,0 mm. Pelat kuku jari kelingking setebal 0,3-0,5 mm. Pada
permukaan pelat kuku ada garis membujur yang tipis. Garis tersebut paling tidak
mencolok sekitar usia 20 tahun, dan menjadi semakin mencolok dengan penuaan.3

1
BAB II

TINAJUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi dan Fisiologi Kuku


Kuku terdiri dari lempeng kuku, matriks kuku, dan alas kuku di bagian
bawah serta bagian yang mengelilingi kuku.

Gambar 1 : Bagian dan Struktur dari Kuku3

Gambar 2 : Gambar Stematis Kuku Potongan Memanjang2

Matriks kuku bertanggung jawab untuk produksi lempeng kuku


dan terdiri dari epitel yang berkelatin tanpa disertai pembentukan lapisan
granular. Keratinisasi matriks kuku terjadi di sepanjang sumbu
mencerminkan pergerakan sel ke atas dan bagian distal selama proses
pematangan dan diferensiasi. Untuk alasan ini, bagian proksimal dari
matriks kuku menghasilkan bagian dorsal dari lempeng kuku, sedangkan
matriks distal bertanggung jawab untuk produksi lempeng kuku bagian
depan. Bagian distal dari matriks kuku terlihat melalui lempeng kuku

2
transparan sebagai bulan paruh putih cembung yang dikenal sebagai lunula.
Matriks mengandung melanosit yang biasanya diam; Namun, mereka
mungkin menjadi aktif dan mensintesis melanin, yang dipindahkan ke
keratinosit di sekitarnya.2
Produksi lempeng kuku terjadi terus-menerus, dimulai dari minggu
ke 15 kehidupan embrio sampai mati. Dalam kondisi normal, tingkat
pertumbuhan rata-rata kuku tangan adalah 3 mm/bulan dan kuku jari kaki
adalah 1 mm/bulan. Tingkat pertumbuhan kuku dipengaruhi oleh beberapa
faktor, termasuk usia, penyakit sistemik dan riwayat pengobatan.2
Bagian – bagian kuku :1
a. Matriks kuku
Merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru
b. Dinding kuku (Nail wall)
Merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas
c. Dasar kuku (nail bed
Merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku
d. Alur kuku (nail grove)
Merupakan celah antara dinding dan dasar kuku.
e. Akar kuku (nail root)
Merupakan bagian proksimal kuku
f. Lempeng kuku (nail plate)
Merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku
g. Lunula
Merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih, dekat akar kuku ,
berbentuk bulan sabit dan sering tertutup oleh kulit.
h. Eponikium
Merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupi bagian
permukaan lempeng kuku
i. Hiponikium
Merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku

3
2.2 Macam-Macam Kelainan Pada Kuku
Tabel 1. Kerusakan kuku berdasarkan struktur anatomi kuku2
Bagian yang terkena Manifestasi klinis
Matriks proksimal Beau’s lines
Pitting
Lomgitudinal ridging
Longitudinal fissuring
Trakionikia
Matriks distal Leukonikia sejati
Matriks proksimal dan distal Onkomadesis
Koilonikia
Kuku menipis
Nail bed Onikolisis
Hiperkeratosis subungual
Apparent leukonikia
Splinter hemorhage
Secara umum, kelainan kuku dibagi menjadi 3 bagian , yaitu :1
 Dermatosis yang menyebabkan kelainan kuku
 Kelainan lempeng kuku
 Perubahan warna pada kuku

Dermatosis Yang Menyebabkan Kelainan Kuku

A. PARONIKIA
Paronikia adalah infeksi atau pembengkakan yang sering terjadi di
sekitar pangkal lipatan kuku. Bisa mulai tiba-tiba (paronikia akut) atau secara
bertahap (paronikia kronis).4 Infeksi paronikia pada lipatan kuku bisa
disebabkan oleh bakteri, jamur dan beberapa virus. Lipatan kuku bagian
proksimal dan lateral bertindak sebagai penghalang atau pelindung antara
piring kuku dan jaringan sekitarnya. Jika terjadi kerusakan pada bagian ini
maka bakteri dapat mudah masuk5.

4
 Klasifikasi Paronikia
1. Paronikia Akut
Paronikia akut biasanya terlihat di sisi kuku. Jenis infeksi kuku ini
sering disebakan oleh infeksi bakteri tapi mungkin juga disebabkan oleh
herpes, sejenis infeksi virus. Paronikia akut dapat terjadi pada usia
berapapun tapi sangat umum terjadi pada anak-anak. Paronikia virus
terjadi lebih sering pada orang dewasa dan dapat terlihat dengan infeksi
herpes genital atau pada orang yang bekerja di industri perawatan
kesehatan. Manifestasi klinis yang didapatkan adalah lipatan kuku bagian
proksimal berwarna merah, bengkak, nyeri dan bisa mengandung nanah.
Biasanya hanya mempengaruhi satu kuku6. Paronikia akut biasanya
sembuh total dalam beberapa hari, dan jarang terjadi berulang kali.4

Gambar 3 : Paronikia akut4


2. Paronikia Kronis
Paronikia kronis dianggap sebagai bentuk infeksi jamur yang
mempengaruhi lipatan kuku dengan anti fungi menjadi andalan
pengobatan. Paronikia kronis memiliki patogenesis yang kompleks dan
disebabkan oleh kerusakan multifaktor pada kutikula, sehingga membuka
lipatan kuku dan alur kuku. Sebelumnya, diyakini bahwa paronikia
kronis disebabkan oleh Candida. Namun, data terakhir menunjukkan
bahwa itu adalah bentuk dermatitis tangan yang disebabkan oleh paparan
lingkungan7.

5
Banyak penyebab langka dari paronchia kronis, yang harus selalu
diingat dan beberapa di antaranya meliputi:
a. Infeksi (Bakteri, mikobakteri, atau virus)
b. Penyakit Raynaud
c. Kanker metastatik, melanoma subungual, karsinoma sel skuamosa.
Neoplasma jinak dan ganas harus selalu dikecualikan saat paronchia
kronis tidak merespons pengobatan konvensional
d. Kelainan papulosquamous seperti psoriasis, kelainan vesikobullous-
pemfigus
e. Toksisitas obat dari obat-obatan seperti retinoid, inhibitor penghambat
faktor pertumbuhan epidermal (cetuximab), dan protease inhibitor 7.

Gejala klinis paronikia kronis yaitu Lipatan kuku bagian proksimal


membengkak, merah dan tidak memiliki kutikula (lapisan kulit yang
mengeras di pangkal dan sisi kuku jari atau kuku kaki. Satu atau lebih
kuku mungkin terpengaruh6. Paronikia kronis bisa berlangsung bertahun-
tahun.8

Gambar 4 : Paronikia kronis4

6
 Pemeriksaan penunjang
Pada keadaan kronis, dapat dilakukan biakan pus untuk mengetahui kuman
penyebab. Paronikia yang disebabkan oleh pseudomonas menyebabkan kuku
berwarna kehijauan.1
 Diagnosis banding :
1. Dermatitis kronis
2. Psoriasis pada lipatan kuku
3. Pemfigus pada kuku1
 Tatalaksana
 Non Medikamentosa
Memperbaiki faktor predisposisi. Mencegah adanya trauma dan menjaga
agar kulit tangan dan kaki tetap kering. Pada paronikia yang disebabkan
oleh Candida, sumber-sumber Candida yang lain, seperti pada rongga
mulut, vagina, dan rektum harus di obati. Pada anak-anak, kebiasaan
menghisap jari harus dicegah karena air ludah lebih mengiritasi daripada
air biasa.
 Medikamentosa
Topikal diberikan antiseptik, seperti povidon yodium atau klorheksidin.
Sistemik diberikan antibiotik sesuai dengan kuman penyebab atau
flukloksasilin 4 kali 500 mg/hari. Paronikia akut yang disertai supurasi
harus di insisi.1

B. LIKEN PLANUS KUKU


Sekitar 10 % pasien dengan liken planus mengalami perubahan kuku.
Paling sering adalah penipisan lempeng kuku yang reversibel dengan alur
longitudinal yang tidak beraturan. Namun, liken planus kuku paling sering
terlihat jika tidak ada keterlibatan kulit, kulit kepala atau mukosa. Temuan
klinis yang bersifat diagnostik meliputi penipisan kuku, pengerutan dan
pembengkakan, dan pterygium dorsal. Tanda-tanda ini menunjukkan
keterlibatan kulit dan membutuhkan perawatan segera untuk menghindari
jaringan parut.2,8

7
 Manifestasi klinis
1. Kulit. Bengkak dengan warna biru atau merah pada lipatan kuku
proksimal
2. Matriks :
a. Fokus kecil pada matriks: Bulge di bawah lipatan kuku proksimal
b. Garis merah longitudinal berikutnya: Tulang kuku yang menipis
berkembang menjadi kuku terbelah distal (onychorrhexis)
c. Keterlibatan matriks diffuse: Atrofi selektif pada pelat kuku dengan
onychorrhexis dan atau pemisahan melintang.
d. Red lunula: Fokal atau disebarluaskan.
e. Melanonikia, longitudinal: Transitory
f. Lubang kuku lengkap.
g. Pembentukan pterygium (bekas luka, matriks hancur)
h. Idiopathic atrophy of nails
3. Nail bed : onikolisis, hiperkeratosis, pembentukan bulla, anonikia
permanen.9
Tiga bentuk liken planus , yaitu :
 Sandpaper dystrophy
 Asymptomatic and scaring dystrophy
 Symptomatic and progressive dystrophy1
 Pemeriksaan Penunjang
Pada pemeriksaan histopatologik, terdapat hiperkeratosis, degenerasi sel
basal, dan infiltrat limfosit serta histiosit yang menyerupai susu
 Diagnosis
Dengan pemeriksaan histopatologik. Diagnosis banding Brittle Nail dan
Koilinikia
 Tata laksana
Pengobatan liken planus kuku umumnya tidak memuaskan, dicoba dengan
steroid kuat topikal dioleskan dari bagian distal ke proksimal selama 6 bulan.
Penyuntikan triamsinolon asetonid 0,5 ml dosis 40 mg/ml dengan 1 %
lignokain setiap bulan selama 6 bulan.1

8
Gambar 5 : Liken Planus Kuku2

C. KUKU PSORIASIS

Kuku psoriasis adalah adanya kelainan kuku pada penderita psoriasis,


yaitu berupa pit, Beau’s lines, onikolisis, atau oilspot1. Psoriasis dapat
mempengaruhi kuku jari tangan dan kuku jari kaki. Persentase orang dengan
psoriasis yang memiliki keterlibatan kuku diperkirakan mencapai 50 %. Pada
arthritis, psoriasis ini bisa naik sampai 80 %. Untuk beberapa alasan yang tidak
diketahui, kuku jari tangan lebih sering dilibatkan daripada kuku jari kaki.10

 Gambaran Klinis
Adanya pits, terowongan, dan cekungan yang transversal (Beau’s
line), leukonikia dengan permukaan yang kasar atau licin. Pada dasar
kuku, terdapat perdarahan yang berwarna merah. Hiponikia berwarna hijau
kekuningan pada daerah oikolisis.1
Karena adanya keratosis subungual, zat tanduk di bawah lempeng
kuku, dapat menjadi medium untuk pertumbuhan bakteri atau jamur. Pits
terbentuk dari kegagalan pembentukan kuku, biasa terdapat pada bagian
proksimal kuku. Beau’s line adalah terowongan tranversal yang berjalan
ke arah distal sesuai pertumbuhan kuku disebabkan oleh penghentian
sementara fungsi matriks. Onikolisis adalah terpisahnya kuku dari
dasarnya terutama pada bagian distal atau lateral. Warna kuku berubah

9
menjadi kuning karena adanya pus, udara atau skuama. Infeksi
Pseuomonas akan memberikan warna hijau, sedangkan adanya perdarahan
akan memberikan warna coklat. Adanya eksudat yang mengandung
glikoprotein akan mebentuk oily spot pada kuku penderita psoriasis.1
 Diagnosis Banding
Diagnosis banding pit, adanya trauma pada kuku. Diagnosis
banding Beau’s Lines dijumpai pada penyakit morbili atau karena reaksi
obat. Diagnosis banding onikolisis adalah penyakit jamur dermatofita
trauma atau bahan kimia.1
 Tatalaksana
Dicobakan dengan pengobata psoriasis secara umum1
Perawatan medis meliputi :
1. Penggunana steroid topikal.
2. Suntikan steroid di bawah kuku. Ini biasanya memerlukan injeksi
anastesi lokal tambahan
3. Pelepasan kuku. Kuku dapat diangkat tanpa rasa sakit dengan
menggunakan urea konsentrasi tinggi. Kuku juga bisa dilepas dengan
terapi sinar X atau pembedahan
4. Perawatan sistemik. Biasanya pada kuku psoriasis yang parah dan
tidak dapat berjalan atau menggunakan tangan dengan baik, maka
dapat menggunakan perawatan berbasis tablet atau sistemik lainnya
untuk memperbaiki psoriasis pada kuku dan kulit.10
Kuku psoriasis mungkin adalah bagian yang paling sulit dari
psoriasis untuk diobati. Di masa lalu, sejumlah perawatan besar telah
dicoba, tidak ada yang memberikan hasil yang sangat baik. Hal
pertama yang perlu dipertimbangkan adalah aspek non medis dalam
merawat kuku seseorang.10

10
Gambar 6 : Kuku Psoriasis10

KELAINAN LEMPENG KUKU

A. Pakionikia
Pakionikia adalah adanya penebalan pada lempeng kuku. Tebal kuku
jari tangan yang normal adalah 0,5 mm dan kuku jari kaki dua kali lebih
tebal. Penebalan kuku terjadi karena adanya hiperkeratosis dari dasar kuku
atau perubahan matriks kuku. Pakionikia dapat menyertai kelainan palmo,
plantar hiperkeratosis, atau kongenital iktiosis. Penebalan kuku pada orang
tua merupakan normal. Penebalan ini juga terjadi trauma yang berulang atau
pekerja yang banyak menggunakan tangan (manual workers).1
B. Onkokauksis dan Onikogrifosis
Onkokauksis dibuktikan dengan penebalan lempeng kuku yang
banyak dan kemungkinan disebakan oleh gangguan internal, seperti dapat
menyertai penyakit akromegali, penyakit darier, psoriasis, dan pitiriasis rubra
pilaris atau herediter.1,5
Onikogrifosis adalah kuku berbentuk cakar yang ditandai oleh pelat
kuku yang menebal dan sering merupakan hasil trauma. Jenis pelat kuku ini
akan melengkung ke dalam, mencubit kuku dan terkadang memerlukan
intervensi bedah untuk menghilangkan rasa sakit. Onikogrifosis merupakan
onikaukauksis dengan kelainan bentuk.5,9

11
Gambar 7 : Onkokauksis dan Onikogrifosis9
C. Hippocratic Fingers atau Clubbed Fingers
Hippocratic fingers adalah kuku menggembung dan berbentuk
konveks dengan arah transversal dan longitudinal seperti gelas arloji. Ini
disebabkan karena adanya hipertrofi pada jaringan lunak di ujung jari dan
dihubungkan dengan terjadinya hipervaskular sebagai akibat adanya
anastomosis. Dasar kuku menebal lebih dari 2 mm. Jenis ini banyak dijumpai
pada penderita penyakit paru dan jantung.1
 Gambaran klinis
a. Tanda lovi bond : diukur sudut antara lempeng kuku dan lipat kuku
proksimal. Sudut lovi bond pada keadaan normal kurang dari 160
derajat pada clubbing lebih dari 180 derajat
b. Tanda curth : diukur sudut antara falang tengah dan falang terminal.
Pada keadaan normal, sudut curth lebih dari 180 derajat pada
clubbing kurang dari 160 derajat
c. Tanda Schamroth : bila kedua jari didekatkan ada celah yang disebut
jendela Schamroth pada clubbing. Celah tersebut tidak ada.1
 Tata laksana
Tidak diperlukan pengobatan.1

Gambar 8 : Clubbde Fingers8

12
D. Koilonikia
Koilonikia yaitu kuku berbentuk sendok. Lebih sering terjadi
karena faktor lokal bukan sistemik, seperti : keturunan dan bawaan,
Sindroma plummer-vinson (anemia tidak pasti, disfagia, glositis). Gejala
yang ditemukan, pada tahap awal , lempeng kuku rata, kemudian tei
menjadi terbalik ke atas dan kuku tampak cekung.9

Gambar 9 : Koilonikia9

E. Onkoreksis atau Britle Nails


Onkoreksis adalah kuku yang rapuh yang sering terbelah secara
vertikal, terkelupas dan atau memiliki punggung vertikal. Ketidakteraturan
ini bisa terjadi akibat turun-temurun, penggunaan pelarut kuat di tempat
kerja atau di rumah. Seringkali dikaitkan dengan penipisan kuku, dan
mengindikasikan kerusakan pada matriks kuku. Penyakit yang biasanya
bertanggung jawab untuk onkoreksis meliputi liken planus, gangguan
suplai vaskular, dan tumor yang memampatkan matriks kuku.5,2

Gambar 10 : onkoreksis5

13
F. Hapalonikia
Hapalonikia merupakan kuku yang melunak. Dapat disebabkan
oleh defek pada matriks sehingga kuku tipis, lunak dan mudah sobek.
Jenis kuku ini sering menyertai malnutrisi, miksedema, lepra dan
fenomena Raynaud.1
G. Onikoatrofi
Onikoatrofi adalah kuku menjadi tipis dan lebih kecil. Disebabkan
oleh gangguan vaskular, epidermolisis bulosa, liken planus dan penyakit
Darier. Juga terdapat pada nail patella syndrome. Mula-mula
pertumbuhan kuku normal kemudian mengalami regresi sebagian atau
seluruhnya.1
H. Hang Nail
Hang nail adalah adanya eponikium yang tumbuh berlebih dan
berbelah sehingga timbul fisura pada pinggir kuku lateral. Kelainan ini
menimbulkan rasa nyeri. Disebabkan oleh trauma atau hidrasi berlebihan.
Tatalaksana dengan menggunting kutikula. Pemakaian emolien untuk
menjaga agar kutikula selalu lunak.1
I. Onikofagia (Nail biting)
Onikofagia adalah Kebiasaan seseorang sering menggigit gugu
merupakan gejala psikis.1
J. Onikoplomania
Gejala neurosis, penderita merobek sendiri kukunya.1
K. Median Nail Dystrophy
Biasa disebut sebagai sistrofia unguis mediana kanaliformis,
distrofia longitudinalis fissuriformis. Gambaran klinisnya yaitu adanya
celah yang longitudinal pada tengah-tengah ibu jari kuku. Biasanya
simetris pada kedua ibu jari. Hal ini disebabkan oleh trauma karena TIC
atau kebiasaan.1

14
L. Pterygium Unguis
Kutikula yang tumbuh abnormal sehingga menutupi lempeng kuku
bagian proksimal, seperti liken planus. Tatalaksana untuk pterygium
unguis yaitu kuku dilindungi dari trauma.1

Gambar 11 : Pterygium unguis.5

Perubahan Warna Pada Kuku

A. Leukonikia
Leukonikia berarti kuku berwarna putih. Leukonikia dapat dibagi atas :
1. Leukonikia murni dan
2. Pseudoleukonikia1

Leukonikia Murni

 Gambaran klinis
Kelainan terletak pada matriks kuku. Dapat meliputi seluruh kuku atau
berupa garis longitudinal (Leukonikia striata), transversal atau hanya
sebagai bintik-bintik putih (leukonikia pungtata). Leukonikia pungtata
dapat terjadi pada penyakit tifus, nefritis, karena trauma, dan infeksi jamur
bahkan pada orang normal. Leukonikia striata ada perubahan warna kuku
berupa garis-garis putih dapat disebabkan oleh kelainan herediter,
keracunan talium atau trauma otak yang hebat.1

15
Pseudoleukonikia
 Gambaran klinis
Warna putih disebabkan oleh penyakit di luar matriks kuku, seperti
onikomikosis atau cat kuku. Leukonikia juga dapat terjadi pada perubahan
jaringan di bawah kuku, misalnya pada anemia dan hipoalbuminemia,
akan memberikan gambaran kuku berwarna putih. Half and half nails
adalah warna kuku pada bagian proksimal putih sedang bagian distal
berwarna merah muda dengan batas yang jelas. Perubahan warna ini
ditemukan pada penderita gagal ginjal kronis. Meen’s transverse band
adalah pita putih yang melintang ketika keracunan arsen. Pada penderita
pelagra berat, juga ditemukan pita putih susu berbatas tegak yang
menyeluruh.1,9

Gambar 12 : Leukonikia9
B. Green Nails
Green nails biasa disebut kuku yang erwarna hijau. Terjadi pada kuku
yang mengalami onikolisis dan paronikia yang berat akibat infeksi kuman.
Green nails disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa yang menghasilkan
pigmen piosianin yang berwarna hijau yang diendapkan pada lempeng kuku.
Kelainan warna ini dapat mengenai seluruh permukaan kuku atau hanya
sebagian kuku. Menurut Shellow dan Koplow (1968), bila infeksi terjadi
berulang, akan timbul garis hijau yang horizontal atau disebut Green Striated

16
Nails. Warna hijau dapat disebabkan oleh candida albicans atau aspergilus
flavus. Pada hematoma yang lama, kuku juga berwarna kehijauan.1

Gambar 13 : Onikolisis dengan Pseudomonas9


C. Blue Nails
Blue nails biasa disebut dengan kuku yang berwarna biru. Bearn dan
Mc Kuisck (1958) menemukan lunula berwarna biru pada penderita penyakit
Wilson, yaitu penyakit bawaan dengan degenerasi hepatolentikular. Pada
penyakit ini terdapat kelainan metabolisme tembaga (Cu) sehingga terjadi
peninggian kadar Cu dalam badan yang memberi warna biru pada lunula.
Koplon (1966) melaporkan warna biru ini dijumpai pada penderita argiria.
Obat yang dapat membuat kuku menjadi biru adalah obat antimalaria
misalnya atabrin, warna tersebut tidak hanya terbatas pada lunula. Warna biru
ini juga dapat disebabkan oleh adanya hematoma subungual pada pemakaian
obat-obatan minosiklin dan fenotiazin. Kuku berwarna biru terdapat juga
pada penyakit anemia pernisiosa kongenital.1
D. Yellow Nails
Sindrom kuku kuning pertama kali dijelaskan oleh Samman dan White
pada Tahun 1964. Hal ini tidak umum dan patogenesisnya masih belum
diketahui. Kuku menebal dan longitudinal diliputi dengan hilangnya kuku.
Warna kuku bervariasi dari kuning pucat hingga hijau kuning gelap.
Onikolisis sering terlihat, seperti penumpukan piring kuku. Pada kebanyakan
pasien, semua kuku terlibat. Secara khas, kelainan kuku ini berhubungan

17
dengan lymphedema dan keterlibatan saluran pernapasan, termasuk bronchitis
kronis, bronkiektasi sinusitis dan efusi pleura.2,9

Gambar 14 : Yellow nail syndrome.9

E. Kuku berwarna hitam(Black Nails)


Warna hitam pada kuku dapat disebakan oleh melanogenesis yang
berlebihan. Dapat ditemukan pada penyakit pinta, defisiensi vitamin B12,
melanoma maligna, dan sindrom Peutz-Jegher. Infeksi jamur yang dapat
membuat kuku berwarna hitam adalah Candida albicans dan Blastomyces
dermatitidis. Junction naevi yang berada di bawah kuku, dapat membuat kuku
berwarna hitam. Pada penderita sindrom Cushing yang disertai peningkatan
MSH, dijumpai kuku berwarna hitam. Zuehlke dan Taylor (1970) melaporkan
infeksi kuku oleh Proteus mirabilis yang menghasilkan hidrogen sulfida yang
bergabung dengan logam-logam yang ada pada kuku akan membentuk logam
sulfida yang berwarna.1
F. Kuku berwarna tengguli, coklat atau merah tua (Brown nails)
Warna coklat kuku dapat disebabkan oleh obat antimalaria (klorokuin,
kinakrin, dan amodiakin) dan fenoftalin. Pada penyakit Addison dan
akantosis nigrikans, dapat dijumpai hal ini. Juga dapat terjadi setelah kuku
dikompres dengan larutan permanganas kalikus atau larutan perak nitrat.1

18
G. Melanonikia
H. Splinter hemorrhages
 Perdarahan splinter distal terlihat pada trauma ringan (penyebab paling
umum, terjadi hingga 20 % dari populasi normal), psoriasis, dermatitis
atopik.
 Perdarahan splinter proksimal :Trauma, sidorepenic anemia, endokarditis
bakteri, trisinosis, sindrom antibodi antifosfolipid9.
 Gambaran Klinis
Perdarahan berbentuk alur panjang antara 2-3 mm. Umunya hanya
mengenai satu jari. Pertama kali berwarna merah cerah, kemudian akan
berubah dalam dua hari menjadi cokelat kehitaman yang selanjutnya
bergerak lambat ke arah distal sesuai pertumbuhan kuku.1
 Pemeriksaan penunjang
Secara histokimia terbukti bahwa perubahan warna berasal dari darah
 Diagnosis
Bila disebabkan oleh trauma, lebih sering mengenai 3 jari pertama kedua
tangan.1

Gambar 15 : Splinter Hemorrhages pada Endocarditis9


I. Kutil sekitar kuku (Periungual atau subungual wart)

19
Ini disebabkan oleh Infeksi Papiloma virus humanis pada hiponikium dan
dasar kuku. Sering pada penderita yang mempunyai kebiasaan menggigit atau
merobek kuku.1
 Gambaran klinis
Biasanya asimptomatik, kecuali jika ada fisura. Kutil di hiponikium, akan
membesar melalui dasar kuku dan mencapai lempeng kuku. Kutil yang
terletak subungual sering memberi rasa sakit
 Diagnosis
a. Adanya pin point bleeding bila permukaan digosok
b. Adanya kutil di bagian tubuh lain
 Tatalaksana
Pengobatan sering mengecewakan. Plester asam salisilat 40% dilekatkan
selama 2-3 hari. Setelah 1-2 minggu, kutil terangkat. Pernah dicobakan
Cantharidin 0,07% ditutup plester selama 24 jam dan menyebabkan bula
dan kutil terangkat. Pengobatan dengan nitrogen cair memberi rasa sakit.
Jadi, tidak boleh diberikan pada anak-anak. Tindakan bedah harus
dihindari karena risiko terjadinya jaringan parut.1

20