Anda di halaman 1dari 6

Prarancangan Pabrik Akrilonitril dari Asetilen dan Asam Sianida

dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun

BAB I
PENGANTAR

A. Latar Belakang

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan manusia semakin


bertambah. Salah satu barang yang sangat dibutuhkan adalah peralatan yang
menunjang kehidupan sehari-hari. Barang-barang tersebut memiliki sifat
yang tahan lama, ringan, tidak mudah terdegradasi, kuat, tahan terhadap
suhu tinggi, dan tidak mudah terkorosi. Salah satu bahan tersebut adalah
poliakrilonitril yang dibuat dari monomer akrilonitril. Akrilonitril adalah
suatu senyawa monomer yang aplikasinya begitu banyak dalam kehidupan
sehai-hari.
Akrilonitril atau sering disebut vinil sianida merupakan senyawa
organik yang berbetuk cairan tak berwarna dengan rumus kimia C3H3N
yang memiliki sifat reaktif, volatil, flammable, dan korosif. Karena
keunggulannya maka, penggunaan akrilonitril begitu luas dalam industri
polimer. Pemanfaatannya antara lain sebagai pembentuk bahan kimia lain
seperi plastik, karet sintetik, serat akrilik.
Kebutuhan akrilonitril di Indonesia mengalami peningkatan setiap
tahunnya. Namun, hal ini kurang didukung dengan adanya pabrik
akrilonitril dalam negeri. Indonesia masih mengimpor akrilonitril dari
negara lain, seperti negara-negara dari Eropa dan Amerika (www.ihs.com,
2015). Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai kebutuhan
akrilonitril Indonesia dari tahun 2010-2015 ditunjukkan pada tabel di bawah
ini.

Danang Tri H. (12/333312/TK/39711)


Tri Harfan (12/333644/TK/39988)
1
Prarancangan Pabrik Akrilonitril dari Asetilen dan Asam Sianida
dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun

Tabel 1. Data Kebutuhan Akrilonitril di Indonesia (bps.go.id, 2015)

Tahun Kebutuhan, ton/tahun

2010 26070,57
2011 27815,57
2012 30972,07
2013 31919,95
2014 32645,36
2015 32074,53

Tabel di atas menunjukkan bahwa kebutuhan akrilonitril meningkat


sepanjang tahun. Diperkirakan pendirian pabrik ini dilakukan pada tahun
2020 sehingga dibutuhkan ekstrapolasi kebutuhan akrilonitril di Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan akrilonitril dan mewujudkan Indonesia yang
mandiri, maka didirikan pabrik akrilonitril. Dari hasil ekstrapolasi,
akrilonitril tahun 2020 di Indonesia sebesar 39.990,46 ton atau jika
dibulatkan menjadi 40.000 ton.
Pada perancangan pabrik akrilonitril ini, ditentukan lokasi pendirian
pabrik yang strategis agar mendapatkan keuntungan teknis dan ekonomis
seoptimal mungkin. Pada perancangan ini lokasi yang dipilih adalah daerah
Cilegon, Banten. Alasan pendirian pabrik di sana karena raw material
oriented, yang mana Cilegon merupakan daerah industri yang menghasilkan
berbagai bahan kimia yang dapat dijadikan bahan dasar untuk pembuatan
akrilonitril. Serta, Cilegon memiliki persentase usia produktif (15-64 tahun)
68,96 % dengan total jumlah penduduk 405.503 jiwa. Tingkat
pengangguran di Cilegon pada tahun 2014 ialah 11,38 %
(http://banten.bps.go.id, 2015). Oleh karena itu, dengan membangun pabrik
tersebut diharapkan dapat menunjang kehidupan masyarakat di daerah
Cilegon.

Danang Tri H. (12/333312/TK/39711)


Tri Harfan (12/333644/TK/39988)
2
Prarancangan Pabrik Akrilonitril dari Asetilen dan Asam Sianida
dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun

B. Tinjauan Pustaka
Pembuatan akrilonitril dapat dilakukan melalui berbagai cara, yaitu :
1. Proses Amoksidasi Propilen
Amoksidasi merupakan metode paling terkenal di dunia industri
dalam produksi/sintesis senyawa akrilonitril. Metode ini dikenal pula
dengan nama SOHIO process. Bahan baku yang digunakan berupa
propilen dan ammonia yang direaksikan dengan udara pada tekanan 50–
200 kPag dan suhu 400–510 °C dalam suatu fluidized bed reactor
dengan katalis bismuth-molybdenum oxide. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut:
2CH3 - CH = CH2 + 2NH3 + 3O2  2CH2 = CH - C  N + 6H 2O (1)
Propilena Ammonia Akrilonitril

Reaksi samping yang terjadi adalah sebagai berikut:

CH2 = CH - CH3 + O2  CH2 = CH - CHO + H2O (2)


Propilena Akrolein
9 1 1
CH 2 = CH - CH 3 + NH 3 + O 2  CH 3 - CN + CO 2 + CO + H 2O (3)
4 2 2
Propilena Asetonitril
1
CH 2 = CH - CHO + NH 3 + O 2  CH 2 = CH - C  N + 2H 2O (4)
2
Akrolein Akrilonitril
3
CH 3 - CN + O 2  HCN + CO 2 + H 2O (5)
2
Asetonitril Asam sianida
Kelebihan dari proses ini adalah konversi yang direaksikan yaitu
63%, sedangkan kelemahan dari proses ini adalah banyaknya reaksi
samping yang dihasilkan sehingga dibutuhkan unit pemisahan yang
lebih banyak dan kompleks.

Danang Tri H. (12/333312/TK/39711)


Tri Harfan (12/333644/TK/39988)
3
Prarancangan Pabrik Akrilonitril dari Asetilen dan Asam Sianida
dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun

2. Proses pembentukan akrilonitril dari reaksi asetilen dengan asam


sianida
Reaksi ini dengan penambahan langsung asam sianida ke dalam
reaktor yang telah ditambahkan asetilen dengan katalis CuCl. Suhu
reaksi 90-110°C (Luscher et al, 1955), dan tekanan sistem 2-5 atm.
Perbandingan asetilen dengan asam sianida adalah 6:1.
Reaksi sebagai berikut:
CH = CH + HCN  CH2 = CH - C  N (6)
Asetilen Asam sianida Akrilonitril
Reaksi samping :
2CH = CH  CH2 = CH - C  CH (7)
Asetilen Monovinylacetylene
Pada reaksi di atas menghasilkan yield akrilonitril sebayak 75-
80 % terhadap asetilen yang dipakai dan 85-90% umpan hidrogen
sianida. (Keller et al, 1951). Konversi yang didapat dalam pembentukan
akrilonitril terhadap asam sianida adalah 85,2 % dan konversi
pembentukan monovinilasetilen terhadap asam sianida adalah 1,6 %
(Fischer, 1946).
Kelebihan dari proses ini adalah yield yang dihasilkan cukup
tinggi, sedangkan kelemahan dari proses ini adalah proses pengaktifan
katalis harus cepat, karena katalis mudah kehilangan aktifitasnya.
Untuk memudahkan perbandingan kedua proses maka dibuat
tabel yang tersaji di tabel 2.

Danang Tri H. (12/333312/TK/39711)


Tri Harfan (12/333644/TK/39988)
4
Prarancangan Pabrik Akrilonitril dari Asetilen dan Asam Sianida
dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun

Tabel 2. Reaksi Pembentukan Akrilonitril dengan Berbagai Metode

Reaksi asetilen dan asam


Parameter Amoksidasi Propilen
sianida

Propilen : mudah diperoleh, Asetilen : mudah


namun harga relatif diperoleh dalam

Kemudahan naik tiap tahun pasar domestik

bahan baku Amonia : mudah diperoleh Asam sianida : impor dari luar
dalam pasar negeri
domestic

Propilen : extremely Asetilen : flammable,


flammable gas, korosif,

Sifat bahan exsplosive exsplosive

Ammonia: flammable, korosif, Asam sianida : korosif, toxic


toxic

Katalis Molybdenum-bismuth (Mo-Bi) Larutan CuCl anhidrat

Perbandingan molar Perbandingan molar

C3H6 : NH3 : O2 = 1 : 1 : 1,5 C2H2 : HCN = 6 : 1


Kondisi operasi
Tekanan = 1,5 – 3 atm Tekanan = 2 - 5 atm

Suhu reaksi = 400 – 500 ˚C Suhu reaksi = 70 – 100 ˚C

Gas Gas
Fasa reaksi
Dengan katalis padat Dengan katalis cair

Danang Tri H. (12/333312/TK/39711)


Tri Harfan (12/333644/TK/39988)
5
Prarancangan Pabrik Akrilonitril dari Asetilen dan Asam Sianida
dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun

Kondisi reaksi Sangat eksotermis, banyak Reaksi samping ditunjukkan


dan hasil reaksi samping ditunjukkan pada persamaan (7)
samping persamaan (2), (3), (4), (5)

Yield 75 – 80% terhadap


Konversi/yield Konversi 0,63 asetilen, 85 – 90% terhadap
HCN

Dari penjabaran kedua proses di atas, proses yang dipilih dalam


pembuatan akrilonitril adalah reaksi asetilen dengan asam sianida, karena
konversi yang dihasilkan pada proses ini tinggi yaitu sekitar 85,2 % dari
umpan asam sianida, dan dari kondisi operasi dan bahan yang digunakan yang
lebih safety.

Danang Tri H. (12/333312/TK/39711)


Tri Harfan (12/333644/TK/39988)
6