Anda di halaman 1dari 5

SPTK DAN SOP TAK HARGA DIRI RENDAH

Disusun Oleh :

1. MOCH DANNY SUSANTO (15010076)


2015 B

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN dr. SOEBANDI JEMBER


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2017/2018

Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536


E_mail : jstikesdr.soebandi@yahoo.com,web:http://www.stikesdrsoeban
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan pada Harga Diri Rendah

1. Tindakan pada pasien


SP 1 Pasien: Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien,
membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, membantu pasien
memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang sudah
dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana
harian
Orientasi :
“Assalamualaikum, bagaimana keadaan T hari ini ? T terlihat segar“.
”Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah T
lakukan?Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih dapat T dilakukan di rumah sakit.
Setelah kita nilai, kita akan pilih satu kegiatan untuk kita latih”
”Dimana kita duduk ? bagaimana kalau di ruang tamu ? Berapa lama ? Bagaimana kalau 20
menit ?
” T, apa saja kemampuan yang T dimiliki? menyapu. Bagus, apa lagi? Saya buat daftarnya ya!
Apa lagi kegiatan rumah tangga yang biasa T lakukan? Bagaimana dengan mencuci
piring?merapikan dan melipat pakaian ?.”. “ Wah, bagus sekali ada 3 kemampuan dan kegiatan
yang T miliki “.
” T, dari 3 kegiatan/kemampuan ini, yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah sakit ?
Coba kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua.......sampai 3 (misalnya ada 3 yang masih
bisa dilakukan). Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini.
”Sekarang, coba T pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini”.” O yang
nomor satu, menyapu?Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita latihan menyapu lantai
kamar T”. Mari kita lihat lantai kamar T. Coba lihat, sudah bersih apa belum lantai kamar T?
“Nah kalau kita mau menyapu , mari kita siapkan sapu dan cikrak, lalu kita memulai menyapu
dari dalam menuju pintu kamar T. Bagus ! Sekarang kita kumpulkan kotoran ke cikrak , dan
kemudian kita buang ke tong sampah yang ada di luar kamar. Nah, begitu pak cara menyapu
yang benar. ” T sudah bisa menyapu dengan bersih sekali. Coba perhatikan bedakah dengan
sebelum disapu dan yang sudah di sapu, Bagus
“ Coba T lakukan dan jangan lupa memberi tanda M (mandiri) kalau T lakukan tanpa disuruh,
tulis B (bantuan) jika diingatkan bisa melakukan, dan T (tidak) melakukan.
Terminasi :
“Bagaimana perasaan T setelah kita bercakap-cakap dan latihan menyapu yang benar ? Yach,
T ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di rumah sakit ini. Salah
satunya, menyapu tersebut, yang sudah T praktekkan dengan baik sekali. Nah kemampuan ini
dapat dilakukan juga di rumah setelah pulang.”
”Sekarang, mari kita masukkan pada jadual harian. T. Mau berapa kali sehari menyapu
kamar,”jika kamar kotor saya akan menyapu”. bagus
”Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua. T masih ingat kegiatan apa lagi yang
mampu dilakukan di rumah sakit selain menyapu kamar?ya bagus, cuci piring.. kalu begitu kita
akan latihan mencuci piring besok jam 8 pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi Sampai
jumpa ya”

SP 2 Pasien: Melatih pasien melakukan kegiatan mencuci piring yang sesuai dengan
kemampuan pasien.
Orientasi :
“Assalammua’laikum, bagaimana perasaan T pagi ini ? Wah, tampak cerah ”
”Bagaimana T, sudah dicoba menyapu kamar T sore kemarin/ Tadi pagi? Bagus (kalau sudah
dilakukan, kalau belum saya bantu lagi, sekarang kita akan latihan kemampuan kedua. Masih
ingat apa kegiatan itu T?”
”Ya benar, kita akan latihan mencuci piring di dapur ruangan ini”
”Waktunya sekitar 15 menit. Mari kita ke dapur!”
Kerja :
“ T, sebelum kita mencuci piring kita perlu siapkan dulu perlengkapannya, yaitu sepon untuk
membersihkan piring, sabun khusus untuk mencuci piring, dan air untuk membilas., T bisa
menggunakan air yang mengalir dari kran ini. Oh ya jangan lupa sediakan tempat sampah untuk
membuang sisa-makanan (plastik)
“Sekarang saya perlihatkan dulu ya caranya”
“Setelah semuanya perlengkapan tersedia, T ambil satu piring kotor, lalu buang dulu sisa
kotoran yang ada di piring tersebut ke tempat sampah. Kemudian T bersihkan piring tersebut
dengan menggunakan sabut/tapes yang sudah diberikan sabun pencuci piring. Setelah selesai
disabuni, bilas dengan air bersih sampai tidak ada busa sabun sedikitpun di piring tersebut.
Setelah itu T bisa mengeringkan piring yang sudah bersih tadi di rak yang sudah tersedia di
dapur. Nah selesai…
“Sekarang coba T yang melakukan…”
“Bagus sekali, T dapat mempraktekkan cuci pring dengan baik. Sekarang dilap tangannya
Terminasi :
”Bagaimana perasaan T setelah latihan cuci piring ?”
“Bagaimana jika kegiatan cuci piring ini dimasukkan menjadi kegiatan sehari-hari
T. Mau berapa kali T mencuci piring? Bagus sekali T mencuci piring tiga kali setelah makan.”
”Besok kita akan latihan untuk kemampuan ketiga, setelah menyapu kamar T dan cuci piring.
Masih ingat kegiatan apakah itu? Ya benar kita akan latihan melipat dan merapikan pakaian”
”Mau jam berapa ? Sama dengan sekarang apa gimana ? Sampai jumpa ”

SP 3 Pasien: Melatih pasien melakukan kegiatan melipat dan merapikan pakaian sesuai
dengan kemampuan pasien.
Orientasi :
“Assalammua’laikum, bagaimana perasaan T pagi ini ? Wah, tampak cerah ”
”Bagaimana T, sudah dicoba mencuci piring T sore kemarin/ Tadi pagi? Bagus (kalau sudah
dilakukan, kalau belum saya bantu lagi, sekarang kita akan latihan kemampuan ketiga . Masih
ingat apa kegiatan itu T?
”Ya benar, kita akan latihan melipat dan merapikan pakaian T”
”Waktunya sekitar 15 menit. Mari kita lihat pakaian T yang ada di lemari T”
Kerja :
“ T, sebelum kita merapikan dan melipat pakaian, coba T rapikan dan lipat pakaian T ini dari
awal, wah bagus T, tapi, sebaiknya seperti ini cara merapikan dan melipat dengan benar.
“Sekarang saya perlihatkan dulu ya caranya”
“Coba saya ambil pakaian T satu saja, untuk memberikan contoh kepada T cara merapikan dan
melipat pakaian dengan benar” “praktek”
“Sekarang coba T yang melakukan…”
“Bagus sekali, T dapat merapikan pakaian dengan baik sekali. Sekarang kita masukan pakaian
yang telah di lipat dan dirapikan kedalam lemari
Terminasi :
”Bagaimana perasaan T setelah latihan merapikan dan melipat pakaian dengan benar ?”
“Bagaimana jika kegiatan tersebut ini dimasukkan menjadi kegiatan sehari-hari
T. Maunya kapan saja merapikan dan melipat pakaian? Bagus sekali T,
”Besok kita bertemu kembali untuk menilai mengenai jadwal kegiatan yang T lakukan untuk
sehari-hari dari awal sampai akhir . Masih ingat kegiatan apa saja itu? Ya benar kita akan
mengulang kegiatan yang sudah terjadwal dari awal lagi
”Mau jam berapa ? Sama dengan sekarang apa gimana ? Sampai jumpa ”

SP 4 Pasien: Mengevaluasi kegiatan yang sudah terjadwal dengan klien


Orientasi :
“Assalammua’laikum, bagaimana perasaan T pagi ini ? Wah, tampak bersemangat sekali ya T”
”bagaimana T masih ingat dengan kegiatan apa saja yang mau kita lakukan sekarang ?(
menyapu, mencuci piring, merapikan & melipat pakaian).
“ saya bisa lihat jadwal kegiatan T “
“ nah, sekarang coba T praktekkan kegiatan yang sudah terjadwal ini dari awal sampai akhir”
“wah bagus sekali, T dapat melakukan dan mengingat kegiatan yang sudah terjadwal ini dengan
benar sekali,

Terminasi :
“Bagaimana perasaan T setelah dapat melakuan semua kegiatan yang terjadwal semua ini ?”
mulai dari menyapu,mencuci piring, merapikan dan melipat pakaian ?”
“Jadi sekarang dan seterusnya T bisa melakukan kegiatan ini sebagai kegiatan
keseharian/rutinitas T
“Bagaimana, apakah ada yang di tanyakan kembali terkait jadwal” yang sudah kita tulis ini
“(sambil menyodorkan jadwal)
“baik T, mungkin itu saja latihan yang kita lakukan, kalau ada yang di tanyakan atau di
butuhkan T bisa menemui saya/perawat yang lain di ruang perawat”.
“Semoga bermanfaat untuk T, selamat beristirahat dan beraktivitas kembali T,