Anda di halaman 1dari 5

JIDAN

Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hiperemesis gravidarum di


Rumah Sakit Umum Daerah dr. Sam Ratulangi Tondano Kabupaten
Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.
1 2 3
Elfanny Sumai , Femmy Keintjem , Iyam Manueke
1,2,3. Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manado

Abstrak
Latar belakang : Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan sehingga menimbulkan
gangguan aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Hiperemesis
gravidarum yang tidak mendapatkan penanganan yang baik dapat pula menyebabkan kematian pada Ibu
hamil .. Untuk itu perlu adanya pengawasan dan penanganan yang baik bagi Ibu hamil.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungandengan kejadian
Hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Sam Ratulangi Tondano Kabupaten
Minahasa Provinsi Sulawesi Utara .
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional dengan rancangan
penelitian Retrospektif . populasi Ibu hamil sebanyak 2060 orang dengan jumlah sampel sebanyak 95
orang yang diambil dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan format
pengumpulan data menggunakan uji chi- square
Hasil : uji chi-square untuk umur Ibu dengan p value = 0,00 < α (0,05), dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa. Hasil uji chi-square untuk paritas dengan p value = 0,04 < α (0,05), pendidikan p
value = 0,12 > α (0,05)
Kesimpulan : ada hubungan umur dengan kejadian Hiperemesis gravidarum, ada hubungan paritas
dengan kejadian Hiperemesis gravidarum, tidak ada hubungan pendidikan dengan kejadian Hiperemesis
gravidarum.
Kata kunci : Umur, Paritas, Pendidikan, kejadian Hiperemesis Gravidaru

PENDAHULUAN
hal ini merupakan gejala yang wajar dan
Hiperemesis Gravidarum adalah mual
sering didapatkan pada kehamilan trimester
muntah yang berlebihan sehingga
I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari,
menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari
tetapi dapat pula timbul setiap saat dan
dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu
(1) malam hari. Gejala-gejala ini 40-60%
hamil. Disamping itu Hiperemesis dialami oleh multigravida. Gejala-gejala ini
Gravidarum juga yaitu mual dan muntah kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari
yang berat sehingga menyebabkan pekerjaan pertama haid terakhir dan berlangsung
sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan selama kurang lebih 10 minggu. Pada
umum Ibu menjadi buruk Mual dan muntah umumnya wanita dapat menyesuaikan
60-80% sering terjadi pada primigravida, dengan keadaan ini, meskipun gejala mual

Volume 2 Nomor 1. Januari – Juni 2014 61


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731
dan muntah yang berat dapat berlangsung menyebabkan ibu memiliki sedikit informasi
(2) mengenai deteksi dini
sampai 4 bulan. .
komplikasi/gangguan–gangguan yang terjadi
Penyakit ini biasanya dapat selama masa kehamilan, termasuk di
membatasi diri, namun pada tingkatan yang dalamnya informasi mengenai Hiperemesis
berat dapat mengancam jiwa ibu dan janin. Gravidarum.
Pemberian terapi yang baik jarang sekali Dari survey awal yang dilakukan
menyebabkan kematian atau melakukan peneliti di Rumah Sakit Umum Daerah dr.
abortus therapeuticus yang sering menjadi Sam Ratulangi Tondano Kabupaten
alternatif untuk mengakhiri kehamilan Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, jumlah
dengan mempertimbangkan ibu atau bayi. Ibu hamil untuk Januari 2012 s/d 5 Februari
Penilaian maju mundurnya pasien ialah 2013 yaitu 2060 orang, terdapat 116 (6%)
adanya aceton dan acidura diacelicum Ibu hamil yang mengalami Emesis
dalam urine dan berat badan. Gravidarum terbanyak pada Primigravida
yaitu 73 0rang (63%) dan sebagian besar
Perilaku adalah tindakan atau berusia ≤ 20 tahun dan yang mengalami
perubahan suatu organisme yang dapat Hiperemesis Gravidarum 74 Ibu (3%)
diamati dan bahkan dapat dipelajari. terbanyak pada Primigravida yaitu 45 orang
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah (60%) dan sebagian besar berusia ≤ 20
suatu respon seseorang terhadap stimulus tahun.
yang berkaitan dengan sakit dan penyakit,
system pelayanan kesehatan, makanan dan
lingkungan. (3). Perilaku kesehatan
seseorang termasuk di dalamnya Ibu hamil
yang mengalami kejadian Hiperemesis METODE
Gravidarum dipengaruhi oleh beberapa
faktor diantaranya umur, pendidikan, sikap, Metode dalam penelitian ini adalah
(4) metode penelitian cross sectional dengan
pengetahuan, penghasilan, budaya dll .
(5)
Data Dinas Kesehatan Provinsi rancangan penelitian Retrospektif. .
Sulawesi Utara tahun 2011, menunjukkan Sampel diambil dari sebagian jumlah
jumlah ibu hamil yaitu 47. 097 orang, populasi 2060 ibu hamil yang mengalami
dengan presentase K1 88,62% dan K4 80,12 Hyperemesis Gravidarum pada bulan
%, sementara menurut Kementrian Januari 2012 sampai Februari 2013 yang
Kesehatan tahun 2010 untuk target nasional berjumlah 95 sampel. Pengumpulan Data
periode tahun 2010-2014 untuk capaian K1 mengunakan buku Register, bulan Februari
dan K4 yaitu 95%. Berdasarkan data sampai Juni 2013 di Rumah Sakit Umum
tersebut dapat dilihat masih kurangnya Daerah dr. Sam Ratulangi Tondano
capaian kunjungan Ibu hamil untuk Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi
memenuhi target nasional. Kurangnya Utara. Analisis data adalah Univariat dan
kunjungan selama masa kehamilan dapat Bivariate menggunakan uji Chi-Square

Volume 2 Nomor 1. Januari – Juni 2014 62


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

HASIL grandemultipara (14%). Hasil analisis uji


Uji univariate statistik Chi-square diperoleh nilai p =
Golongan umur responden terbanyak 0,049 < α = 0,05 dan X2hitung>X2tabel artinya
pada umur < 20 tahun ada 41 responden ada hubungan yang signifikan antara paritas
(43%) dan golongan umur paling sedikit dengan kejadian Hiperemesis gravidarum.
yaitu umur >35 tahun sebanyak 20 orang Hubungan Pendidikan dengan kejadian
(21%). Paritas menunjukkan bahwa Hiperemesis Gravidarum
kelompok paritas terbanyak pada primipara Menunjukkan bahwa responden
yaitu 53 responden (56%) dan kelompok terbanyak yang mengalami Hiperemesis
paritas paling sedikit yaitu grandemultipara gravidarumberada pada tingkat pendidikan
19 responden (20%). menunjukkan tingkat dasar (48%) dan paling sedikit yaitu tingkat
pendidikan responden yang terbanyak pada perguruan tinggi (24%). Hasil analisis uji
pendidikan dasar sebanyak 48 responden statistik Chi-squarediperoleh nilai p = 0,12
(50%), dan yang paling sedikit yaitu pada > α = 0,05 dan X2hitung<X2tabelartinya tidak
perguruan tinggi 23 responden (24%). Yang ada hubungan yang signifikan antara
mengalami kejadian Hyperemesis pendidikan dengan kejadian Hiperemesis
Gravidarum yang terbanyak berjumlah 68 gravidarum.
responden (71%) dan tidak mengalami
kejadian Hiperemesis Gravidarum 27
responden (29%). PEMBAHASAN

Ada hubungan yang signifikan antara


Uji Bivariate umur dengan kejadian Hiperemesis
Hubungan umur dengan kejadian gravidarum bahwa nilai p = 0,00 < 0,05.
Hiperemesis Gravidarum Menurut Ridwan A dan Wahidudin (2007),
Responden terbanyak yang umur reproduksi yang sehat dan aman
mengalami Hiperemesis gravidarum pada adalah umur 20-35 tahun. Kehamilan diusia
umur < 20 tahun (51%) dan paling sedikit kurang dari 20 tahun dan diatas 35 tahun
yaitu responden dengan umur > 35 tahun dapat menyebabkan Hiperemesis karena
(8%). Hasil analisis uji statistik Chi-square pada kehamilan diusia kurang 20 secara
diperoleh nilai p = 0,00 < α = 0,05 dan biologis belum optimal emosinya,
X2hitung>X2tabel artinya ada hubungan yang cenderung labil, mentalnya belum matang
signifikan antara umur dengan kejadian sehingga mudah mengalami keguncangan
Hiperemesis gravidarum. yang mengakibatkan kurangnya perhatian
Hubungan paritas dengan kejadian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi
Hiperemesis Gravidarum selama kehamilanya, sedangkan pada usia
Menunjukkan bahwa responden 35 tahun terkait dengan kemunduran dan
terbanyak pada kelompok paritas yang penurunan daya tahan tubuh serta berbagai
mengalami Hiperemesis gravidarum yaitu penyakit yang sering menimpa di usia ini,
primipara (57%) dan paling sedikit hal ini sejalan dengan penelitian oleh

Volume 2 Nomor 1. Januari – Juni 2014 63


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Rochmawati tahun 2011 dari 50 responden (2%), Sedangkan dari 34 orang (68%)
didapatkan 16 orang (32 %) mempunyai (8)
mempunyai paritas berisiko rendah.
umur berisiko tinggi, terdapat 9 orang Tingkat pendidikan dan kejadian
(18%) mengalami hiperemesis gravidarum Hyperemesis Grfavidarum tidak ada
dan 7 orang (14%) tidak mengalami hubungan yang signifikan yang nampak dari
(6)
hiperemesis gravidarum. Sedangkan dari hasil bahwa nilai p = 0,12 > 0,05.
34 orang (68%) mempunyai umur berisiko Pendidikan adalah suatu bentuk intervensi
rendah, terdapat 7 orang (14%) mengalami yang ditunjukkan pada individu atau
hiperemesis gravidarum dan 27 orang (54 masyarakat yang dapat berpengaruh positif
%) yang tidak mengalami hiperemesis terhadap pemeliharaan kesehatan. Data
(7) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
gravidarum.
Ada hubungan yang signifikan antara jumlah terbanyak tingkat pendidikan
paritas dengan kejadian Hyperemesis responden adalah tingkat pendidikan dasar
Gravidarum nilai p = 0,049 < 0,05 Paritas dibandingkan dengan tingkat perguruan
2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau tinggi, hal ini mungkin menyebabkan hasil
dari sudut kematian maternal paritas 1 dan analisanya tidak ada hubungan antara
paritas tinggi (lebih dari 3) mempunyai pendidikan dengan kejadian Hiperemesis
angka kematian maternal lebih tinggi Gravidarum. Pendidikan dapat
(2) mempengaruhi pengetahuan seseorang,
kematian maternal . Hal ini dikarenakan
makin tinggi pendidikan seseorang makin
pada Paritas 1 (Primipara) faktor psikologis mudah menerima informasi, sehingga makin
Ibu hamil yang masih belum siap dengan baik pengetahuannya, akan tetapi seseorang
kehamilannya, masih menyesuaikan diri yang berpendidikan rendah belum tentu
menjadi orangtua dengan tanggung jawab berpengetahuan rendah. Pengetahuan tidak
yang lebih besar sehingga dapat memicu hanya bisa diperoleh dari pendidikan formal
terjadinya kejadian Hiperemesis akan tetapi bisa diperoleh melalui
gravidarum, sedangkan untuk Paritas yang pendidikan non formal seperti pengalaman
lebih dari 3 (grandemultipara) penurunan pribadi, media, lingkungan, dan penyuluhan
fungsi organ tubuh yang menyebabkan kesehatan, sehingga bisa juga seseorang
berkurangnya daya tahan tubuh dapat dengan pendidikan tinggi dapat terpapar
menimbulkan berbagai faktor resiko selama (4)
(2) dengan penyakit begitu pula sebaliknya.
hamil. Hasil penelitian terdahulu
menunjukkan dari 50 responden didapatkan KESIMPULAN
16 orang (32 %) mempunyai paritas berisiko Ada hubungan umur Ibu dengan kejadian
tinggi, dan yang mengalami Hiperemesis Hiperemesis gravidarum,
Gravidarum15 orang (30 %) dan tidak
mengalami Hiperemesis Gravidarum1 orang Ada hubungan paritas dengan kejadian
Hiperemesis gravidarum

Volume 2 Nomor 1. Januari – Juni 2014 64


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Ada hubungan pendidikan dengan kejadian faktor resiko dalam kehamilan khususnya
Hiperemesis gravidarum kejadian Hiperemesis Gravidarum.

SARAN Bagi Ibu hamil agar lebih rajin


melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan dan
Tempat Penelitian dalam untuk paritas yang berumur < 20 tahun agar
memberikan pelayanan kesehatan dapat menunda kehamilan, serta lebih
diharapkan untuk lebih banyak memberikan banyak mencari informasi kesehatan baik
promosi kesehatan kepada masyarakat melalui media, internet serta dari tenaga
tentang informasi kesehatan untuk lebih kesehatan.
meningkatkan mutu pelayanan khususnya Bagi peneliti selanjutnya diharapkan
pelayanan kebidanan dalam bentuk dapat meneliti faktor-faktor lain yang
penyuluhan yang berkaitan dengan faktor- berhubungan dengan kejadian Hiperemesis
Gravidarum.

DAFTAR PUSTAKA

1. Manuaba. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan KB. Jakarta: EGC; (2010).
2. Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; (2006).
3. Mubarak W, Chayatin N, dkk. Promosi Kesehatan. Gresik: Graha Ilmu; (2007).
4. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan & ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; (2007).
5. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; (2010).
6. Amiruddin R, dan Wahiduddin. Studi Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Terhadap Kelainan
Kesehatan Pada Ibu Hamil. (2007) [diakses 20 Januari 2013]; dari
http://ridwanamiruddin.wordpress.com/.
7. Rocmawati. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu
hamil trimester I di Puskesmas Mattirobulu, Kabupaten Pinrang. (2011).
8. Wahidudin. Penelitian Hiperemesis Gravidarum. (2007) [diakses 30 Januari 2013 ]; dari
http://www.slideshare.net

Volume 2 Nomor 1. Januari – Juni 2014 65