Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Hisprung atau megakolon adalah penyakit tidak adanya sel-sel ganglion
dalam rectum atau bagian rektosigmoid colon. Akibat ketidakadaan ini
menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltic serta tidak adanya
evakuasi usus spontan (Betz, Cecily & Sowden, 2000).
Penyakit hisprung atau megakolon adalah kelainan bawaan penyebab
gangguan passase usus tersering pada neonates, dan kebanyakan terjadi pada
bayi aterm dengan berat lahir kurang dari 3 kg dan lebih banyak pada laki-laki
dari pada perempuan (Arief Mansjoer, 2000).
Kolostomi adalah pembuatan stoma atau lubang pada kolon atau usus
besar (Smeltzer & Bare, 2002). Melville & Baker (2010) mengatakan
kolostomi merupakan tindakan pembedahan untuk membuka jalan usus besar
ke dinding abdomen anterior. Akhir atau ujung dari usus besar yang
dikeluarkan pada abdomen disebut sebagai stoma. Stoma itu sendiri berasal
dari bahasa Yunani yang berarti mulut. Stoma bersifat basah, mengkilat dan
permukaannya berwarna merah, seperti membrane mukosa pada oral. Stoma
tidak memiliki ujung syaraf sehingga tidak terlalu sensitif terhadap sentuhan
ataupun nyeri. Akan tetapi stoma kaya akan pembuluh darah dan mungkin
dapat berdarah jika dilakukan pengusapan. Hal ini termasuk normal, hanya
perlu diwaspadai jika darah yang keluar terus menerus dan dalam jumlah
banyak. Kolostomi memungkinkan pasien dengan kanker kolorektal
melakukan proses eleminasi BAB dengan lancar. Akan tetapi, berbeda dengan
proses eliminasi normal, pasien tidak dapat mengontrol pengeluaran feses.
Feses yang keluar dari stoma akan ditampung pada kantung kolostomi yang
direkatkan pada abdomen. Pada awal pembedahan, konsistensi feses akan
nampak lebih cair, namun akan membaik secara bertahap hingga mencapai
konsistensi yang normal, sesuai dengan letak stoma pada kolon.

89
Penyakit hisprung merupakan penyakit yang sering menimbulkan masalah.
Baik masalah fisik, psikologis maupun psikososial. Masalah pertumbuhan dan
perkembangan anak dengan penyakit hisprung yaitu terletak pada kebiasaan
buang air besar. Orang tua yang mengusahakan agar anaknya bisa buang air
besar dengan cara yang awam akan menimbulkan masalah baru bagi
bayi/anak. Penatalaksanaan yang benar mengenai penyakit hisprung harus
difahami dengan benar oleh seluruh pihak. Baik tenaga medis maupun
keluarga. Untuk tecapainya tujuan yang diharapkan perlu terjalin hubungan
kerja sama yang baik antara pasien, keluarga, dokter, perawat maupun tenaga
medis lainnya dalam mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.
B. Saran
1. Bagi mahasiswa
Hendaknya mahasiswa menerapkan asuhan keperawatan pada
pasien dengan kolostomi hisprung, tidak hanya bersifat kolaboratif namun
disertai non farmakologi yang merupakan tindakan keperawatan mandiri.
Dalam melakukan tindakan, mahasiswa memulai dengan pengetahuan
yang baik, mempraktikkan dan mengingatkan kembali kepada perawat
ruangan di Rumah Sakit tempat praktik.
2. Bagi Rumah Sakit
Rumah sakit hendaknya memperbanyak dan memperbarui
penerapan implementasi keperawatan yang terus berkembang. Hal ini
membantu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan pada klien. Dengan
pemberian asuhan keperawatan yang tepat diharapkan proses
penyembuhan klien sesuai dengan prognosis penyakitnya.

90