Anda di halaman 1dari 5

 online shopping, karena orang-orang menganggap belanja online lebih mudah

dan efisien. Salah satu keuntungan dari belanja online adalah kita tidak perlu
keluar rumah untuk membeli barang yang dibutuhkna. Selain itu ketika jam
kerja yang sangat sibuk, belanja online merupakan pilihan yang terbaik untuk
membeli barang tanpa harus menyita banyak waktu.
 Internet sebagai wahan hiburan, dimana selain sebagai sumber informasi
internet juga berperan sebagai media hiburan bagi orang-orang. Dimana
pengguna bisa menghibur diri dengan mengakses media sosial, mendengarkan
musik, dan lain-lain.
 Dapat digunakan sebagai media untuk saling bertukar data.
 Menunjang dalam aktivitas bisnis, mengingat internet dapat digunakan dan
dimanfaatkan dalam segala bidang tidak terkecuali dalam bidang bisnis. Tidak
sedikit para pelaku bisnis yang menggunakan internet untuk menunjang
bisnisnya.
 Mempermudah urusan manusia dalam berbagai hal. Internet pun berdampak
pada semakin mempermudahkan urusan manusia, dimana internet dapat
digunakan untuk menciptakan komunitas, mengobrol dengan teman,
berdagang, menyediakan jasa, dan lain-lain.
Dari definisi dan manfaat adanya internet , dapat disimpulkan bahwa layanan
utama internet sebagai media untuk menyebarkan dan memperoleh informasi,
umumnya disajikan dalam bentuk website, informasi dapat berupa teks, grafik, suara,
video atau dalam bentuk file yang dapat didownload. Berkomunikasi, baik melalui
media chatting berbasis teks, grafik, maupun berkomunikasi suara, layaknya
menggunakan telepon kabel. Dapat digunakan untuk bertukar data. Dan berguna untuk
menunjang kepentimgan bisnis.

Internet merupakan bagian dari teknologi informasi yang terus akan


berkembang sebagaimana yang sudah terjadi selama ini. Di masa depan pasti akan
muncul new media yang akan menggantikan media yang ada sekarang yang nantinya
akan bergeser sebagai old media. Siklus seperti ini akan terjadi selama peradaban
manusia dengan Internetnya masih berlangsung (Situmorang, 2012).

Penggunaan internet dalam bisnis akhir-akhir ini mengalami perkembangan,


dari pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis, seperti:
pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan. Internet mendukung komunikasi dan
kerja sama global antara pegawai, konsumen, penjual, dan rekan bisnis yang lain.
Internet memungkinkan orang dari organisasi atau lokasi yang berbeda bekerja sama
sebagai satu tim virtual untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan
memelihara produk atau pelayanan.

Adha & Virianita (2010) menyatakan sebagian besar pengguna memiliki sikap
yang positif terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis, baik dilihat dari
komponen kognitif, afektif maupun konatifnya. Hal ini menandakan bahwa ada
keyakinan dari individu bahwa lingkungannya mendukung untuk memanfaatkan
internet dalam kegiatan bisnis. Sebagian besar responden juga memiliki intensi yang
positif. Intensi yang positif ditandai dengan adanya niat dari pengusaha UKM untuk
memanfaatkan dan mengoptimalkan pemanfaatan internet untuk menunjang kegiatan
bisnisnya.

Dengan adanya internet, pemasaran terhadap perusahaan, produk, dan


pelayanan menjadi proses yang interaktif saat ini. Situs Web perusahaan bukan hanya
sekedar menyajikan katalog produk dan media promosi, melainkan digunakan untuk
berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan konsumen secara Online, bulletin
boards, kuesioner elektronik, mailing lists, dan pengiriman surat elektronik. Sehingga
konsumen dapat dilibatkan secara langsung dalam perancangan, pengembangan,
pemasaran, dan penjualan produk. Berikut ini merupakan gambar persentase
pemanfaatan internet dalam bidang ekonomi pada tahun 2017 berdasarkan hasil survei
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), seperti yang ditampilkan pada
gambar 1 berikut ini:
Gambar 1 Pemanfaat internet di bidang ekonomi

Dari gambar 1 diatas dapat diketahui selain menggunakan internet untuk cari
harga, membantu pekerjaan, mencari informasi, dan lain-lain. Hal lain yang dilakukan
oleh pengguna internet di bidang ekonomi adalah untuk melakukan beli barang (online
shopping) yaitu sebesar 32,19%. Semakin banyaknya atau semakin diminatinya online
shopping tentunya didasarkan atas beberapa hal.
Manfaat online shopping untuk pembeli atau konsumen adalah sebagai berikut:
1. Kemudahan: Pelanggan dapat memesan produk 24 jam sehari dimana mereka
berada. Mereka tidak harus berkendara, mencari tempat parkir, dan berbelanja
melewati gang yang panjang untuk mencari dan memeriksa barang-barang. Dan
mereka tidak harus berkendara ke toko, hanya untuk menemukan bahwa barang
yang dicari sudah habis.
2. Informasi: Pelanggan dapat memperoleh setumpuk informasi komparatif
tentang perusahaan, produk, dan pesaing tanpa meninggalkan kantor atau
rumah mereka. Mereka dapat memusatkan perhatian pada kriteria objektif
seperti harga, kualitas, kinerja, dan ketersediaan.
3. Tingkat keterpaksaan yang lebih sedikit: Pelanggan tidak perlu menghadapi
atau melayani bujukan dan faktor-faktor emosional.
Manfaat online shopping bagi pemasar adalah sebagai berikut :
1. Penyesuaian yang cepat terhadap kondisi pasar: dimana perusahaan dapat
dengan cepat menambahkan produk pada penawaran mereka serta mengubah
harga dan deskripsi produk.
2. Biaya yang lebih rendah: dimana pemasar online mencegah biaya pengelolaan
toko dan biaya sewa, asuransi dan prasarana yang menyertainya. Mereka dapat
membuat katalog digital dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada
percetakan dan pengiriman katalog kertas.
3. Pemupukan hubungan: Pemasar online dapat berbicara dengan pelanggan dan
belajar lebih banyak dari mereka. Pemasar juga dapat meng-upload laporan
yang berguna, atau demo gratis perangkat lunak mereka, atau contoh gratis surat
berkala mereka ke dalam sistem. Pelanggan kemudian dapat mendownload
perangkat-perangkat tersebut ke dalam kotak surat elektronik mereka.
4. Pengukuran besarnya pemasar: Pemasar dapat mengetahui seberapa banyak
orang yang mengunjungi situs online mereka dan berapa banyak yang singgah
ditempat tertentu dalam situs tersebut. Informasi ini dapat membantu pemasar
meningkatkan penawaran dan iklan mereka. ( Ollie, 2008)
Perkembangan pengguna internet mendorong adanya suatu potensi besar
terciptanya online shopping, menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet
Indonesia (APJII) setiap tahunnya terjadi peningkatan signifikan pemakai dan
pelanggan internet. Pada data APJII tahun 2015 jumlah pengguna internet di Indonesia
sebanyak 110,2 juta jiwa, kemudian pada tahun 2016 sebanyak 132,7 juta jiwa, dan
pada tahun 2017 sebanyak 143,26 juta jiwa dari 262 juta penduduk Indonesia. Dengan
kata lain 54,68% orang di Indonesia sudah menggunakan internet.