Anda di halaman 1dari 8

Bab 8 Kekuatan Politik

1. a. Apa itu ideologi?


b. Mengapa hal tersebut penting bagi bisnis internasional?
Jawaban :
a. Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani “idea” dan “logos”. idea mengandung arti
mengetahui pikiran, melihat dengan budi. Adapun kata logos mengandung arti
gagasan, pengertian, kata, dan ilmu. jadi, ideologi berarti kumpulan ide atau gagasan,
pemahaman-pemahaman, pendapat-pendapat, atau pengalaman-pengalaman. Jadi
ideologi adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan serta kepercayaan yang
bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang
kehidupan.
b. karena ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam dunia bisnis seperti
kondisi politik, sumber alam dan cuaca di negara yang bersangkutan. Selain itu, perlu
juga diperhatikan stabilitas dan hastrat pemerintah dalam mendorong pertumbuhan
investasi, juga perkiraan geografis dan sumber alam. Banyak kekuatan politik yang
harus dihadapi bisnis, mempunyai sumber-sumber ideologi dan ada banyak lagi
sumber-sumber lainnya. Hal ini meliputi masalah nasionalisme, terorisme, budaya,
tingkat stabilitas pemerintah, hubungan dengan organisasi internasional dan badan
usaha milik negara.

Sumber : https://jickribsykes.wordpress.com/2014/01/02/bisnis-internasional-kekuatan-
sosiokultural-kekuatan-politik-dan-kekuatan-hukum/

2. a. Apa yang dimaksud dengan kapitalis, harapan perusahaan bebas?


b. Bagaimana kondisi nyata di negara-negara kapitalis?
Jawaban :
a. Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana alat-alat produksi dan distribusi sebagian
besar dimiliki dan dioperasikan oleh swasta untuk keuntungan pribadi. Realitas dalam
negara kapitalis benar-benar sangat kompleks. Pemerintah kapitalis biasanya
mengatur usaha milik swasta dengan cukup ketat dan pemerintah memiliki badan-
badan usaha.
b. Kodisi kapitalisme : Penyebab kemiskinan dan pengangguran, Menghasilkan
pengangguran di negara- negara.

Sumber : https://jickribsykes.wordpress.com/2014/01/02/bisnis-internasional-kekuatan-
sosiokultural-kekuatan-politik-dan-kekuatan-hukum/

3. Dampak apa yang ditimbulkan oleh terorisme dalam bisnis?


Jawaban :
Terorisme Risiko Ini adalah serangan yang mungkin berasal dari kurangnya
harapan kepercayaan perbedaan budaya dan filsafat agama dan / atau hanya benci
perusahaan oleh warga negara tuan rumah. Hal ini menyebabkan sikap bermusuhan
potensial sabotase perusahaan asing dan / atau penculikan pengusaha dan karyawan.
Situasi frustasi tersebut membuat sulit untuk beroperasi di negara-negara.Meskipun
keuntungan dalam bisnis internasional melebihi risiko perusahaan harus mengambil
penilaian risiko dari masing-masing negara dan juga termasuk kekayaan intelektual
birokrasi dan korupsi pembatasan sumber daya manusia dan pembatasan kepemilikan
dalam analisis untuk mempertimbangkan semua risiko yang terlibat sebelum bertualang
ke salah satu negara.

4. Mengapa bisnis takut dengan perubahan yang tiba-tiba dalam kebijakan pemerintah?
Jawaban :
Karena jika kebijakan pemerintah yang tiba-tiba berubah akan membawa dampak
terhadap kinerja perusahaan. Dampaknya seperti : Ancaman buat pemain yang satu bisa
jadi merupakan peluang bagi pemain lainnya. Bagi perusahaan, langkah pertama tentu
saja melakukan pemantauan terus menerus. Penting untuk di cermati, bahwa jarang sekali
ada kebijakan yang dikeluarkan secara mendadak tanpa adanya sinyal-sinyal atau berita-
berita yang mendahuluinya. Sebelum sebuah peraturan disahkan menjadi UU, pihak
pemerintah akan mengeluarkan RUU terlebih dahulu. Perusahaan yang proaktif tentu
akan mencurahkan waktu dan energi untuk mempelajari dampak RUU tersebut terhadap
dirinya di masa depan. Selain itu, biasanya terdapat tren yang bisa diamati. Belakangan
ini, misalnya, yang mencuat adalah tren deregulasi. Perusahaan yang masih memegang
kekuasaan monopoli tentunya sudah bisa bersiap-siap mulai sekarang. Globalisasi juga
membuat pemerintah perlahan-lahan harus membuka pasar domestiknya dan kebijakan-
kebijakan yang mendukung hal tersebut pasti akan dikeluarkan satu demi satu.
Sumber : http://wiekepuspadevi.blogspot.co.id/2015/10/topik-pengaruh-kebijakan-
pemerintah.html
5. Bagaimana pertikaian antara suku mempengaruhi bisnis?
Jawaban :
Keberagaman suku bangsa merupakan kenyataan bangsa kita. Kalau kita tidak
menghormati suku bangsa sendiri, kita tidak akan menjadi bangsa yang kuat. Kita tidak
boleh hanya membanggakan suku bangsa sendiri dan merendahkan suku bangsa lain.
Kalai kita tidak menghormasti keanekaragaman suku bangsa, tidak akan tercipta
kedamaia dalam hidup bersama. Hal ini akan mempengaruhi dalam bisnis. Contoh :
china dengan jawa, yang menyebabkan :
 Tidak terjadinya perubahan pola kultur etnis Cina ke dalam penduduk pribumi,
sehingga perasan senasip orang-orang Cina terhadap komunitasnya sangat tinggi.
 Prasangka negatif bahwa etnis Jawa itu malas, bodoh, tidak dapat memanfaatkan
kesempatan dan sebagainya. Sebaliknya prasangka negatif yang terjadi pada etnis
Cina oleh Jawa bahwa orang Cina ialah etnis yang mau untung sendiri tanpa
melihat halal dan haram.
 Adanya perbedaan agama dan kesenjangan ekonomi antara pribumi dan etnis
Cina. Kesenjangan ini terjadi karena adanya suatu perbedaan akses terhadap
sumber daya ekonomi.

Sumber : http://historycomunity.blogspot.co.id/2009/04/pengaruh-persaingan-bisnis-
dan.html

6. Bagaimana IC menggunakan kekuatannya untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah?


Jawaban :
Kebijakan atau kajian kebijakan dapat pula merujuk pada proses pembuatan
keputusan-keputusan penting pada organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif
seperti prioritas program maupun pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan
dampaknya. Kebijakan bisa juga diartikan sebagai mekanisme politis,
finansial, manajemen, atau administratif untuk mencapai suatu tujuan eksplisit.
Merupakan salah satu kebijakan pelaksanaan yang secara hirarki dibuat setingkat
menteri, gubernur, walikota/bupati berupa surat keputusan yang mengatur tata laksana
kerja dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Pengertian
strategi merupakan serangkaian sasaran organisasi yang kemudian mempengaruhi
penentuan tindakan komprehensif untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan atau alat
dengan mana tujuan akan dicapai.
Sumber : http://gusasta.blogspot.co.id/2014/05/peranan-pemerintah-dalam-
perdagangan.html
7. Apakah penilaian risiko negara adalah sebuah bidang keilmuan? Jelaskan.
Jawaban :
Penilaian risiko berbeda dengan analisis risiko atau dengan manajemen risiko,
akan tetapi antara ketiga hal tersebut terdapat hubungan yang saling berkaitan satu
dengan yang lain. Analisis risiko sendiri kegiatan menganalisa untuk menentukan besar
kecilnya suatu risiko dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya dan besarnya
akibat yang ditimbulkan. Setelah menganalisis risiko yang ada dan sebelumnya
mengidentifikasi terlebih dahulu risiko sepert apa yang akan terjadi dan bagaimana suatu
bisa terjadi maka tahapan selanjutnya memberikan penilaian tentang besarnya tingkatan
terkait risiko tersebut. Hal itulah menjadi bagian dari penilaian risiko itu sendiri dimana
memberikan makna terhadap suatau bahaya yang teridentifikasi untuk memberikan
gambaran seberapa besar risiko tersebut. Sehingga dapat diambil tindakan lanjutan
terhadap bahaya yang teridentifikasi, apakah bahaya itu dapat diterima atau tidak.
Pertumbuhan jasa manajemen resiko yang cepat menunjukan bahwa manajemen
dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan resiko keuangan. Jika
perusahaan menyamai nilai kini arus kas masa depannya, manajemen potensi resiko yang
aktif dapat dibenarkan dalam beberapa alasan. Pertama, manajemen eksposur membantu
dalam menstabilkan ekspektasi arus kas perusahaan. Aliran arus kas yang lebih stabil
dapat meminimalkan kejutan laba sehingga meningkatkan nilai kini ekspektasi arus kas.
Manajemen eksposur yang aktif memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada
risiko bisnisnya yang utama. Para pemberi pinjaman, karyawan dan pelanggan juga
memperoleh manfaat dari manajemen eksposur. Akhirnya karena kerugian yang
ditimbulkan oleh risiko harga dan suku bunga tertentu dialihkan kepada pelanggan dalam
bentuk harga yang lebih tinggi, manajemen eksposur membatasi risiko yang dihadapi
oleh konsumen.
Sumber : http://rahmatcorp9.blogspot.co.id/2015/04/risiko-politik-dan-risiko-ekonomi-
dalam.html
8. a. Dalam hal eksposur terhadap risiko politik (misalnya pengambilalihan), manakah
bisnis di bawah ini yang anda anggap paling rendah? Jelaskan.
Bank
Pertambangan
Ladang minyak
Penyulingan minyak
Manufaktur peralatan berat
Hotel
Industri kosmetik
Industri produk kebersihan pribadi
Industri otomotif
b. apakah bisnis yang paling rentan memiliki profil yang tinggi atau rendah? Apa cara
yang dapat digunakan untuk mengubah profil bisnis di negara asing?
Jawaban :
a. Pertambangan, karena pertambangan memerlukan banyak persyarat yang harus
dipenuhi sebelum membuka bisnis dan apabila ada gejolak politik tentu risiko
pertambangan terbilang tinggi.
b. Bisnis ini memiliki Profil yang tinggi, dan cara mengubah profil bisnis ini bisa
dengan memperbaiki dan meningkatkan kualitas perusahaan.
9. Diskusikan pelajaran yang seharusnya diambil oleh analis CRA melalui krisis utang
dunia.
Jawaban :
Country risk analysis, Analisis risiko Negara penting bagi perusahan-
perusahan multinasinal untuk alasan-alasan, berikut :
 Risiko Negara dapat digunakan oleh Negara-negara yang memiliki risiko
berlebihan.
 Risiko Negara dapat digunakan unutk memonitor Negara-negara yang
menjadi tempatMNC melakukan bisnis saat ini.
 Risiko Negara dapat dipakai untuk menilai bentuk-bentuk risiko tertentu yang
akandihadapi suatu proyek yang berlokasi di sebuah Negara asing
Sumber : https://id.scribd.com/doc/44400534/Country-Risk-Analysis-and-Manajemen-
Risiko
10. Fundamentalis islam merupakan ancaman teroris yang berkembang. Mengapa?
Jawaban :
Karena menurut undang-undang internasional setiap individu dijamin kebebasan
untuk menjalankan agamanya, akan tetapi undang-undang ini hanya dinikmati oleh orang
non-muslim yang berada di negara-negara Muslim. Adapun untuk orang muslim yang
berada di negara-negara non-muslim, undang-undang tersebut tidak diberlakukan.
Mereka dikekang dan dibelenggu dalam menjalankan ajaran agama mereka secara
sempurna. Ketimpangan ini memicu sebagian umat untuk memperjuangkan hak mereka
dengan cara teror-teror di Negara-negara non-muslim. Berbagai konflik perebutan
kebijakan dalam kekuasaan antara aktifis dakwah dengan sebagian penguasa tidak jarang
bermuara kepada penculikan dan pembunuhan karakter dari pihak penguasa terhadap
para aktifis dakwah. Ditambah lagi dengan adanya berbagai pihak yang tidak
bertanggung jawab yang secara sengaja membenturkan antara umat Islam dengan
penguasa, kemudian lahirlah kekhawatiran dari pihak penguasa akan terjadinya Islamisasi
terhadap sebuah bangsa dan dianggap dapat mengganggu keamanan dan persatuan
bangsa.
Sumber : http://muhammadtasdik.blogspot.co.id/2012/03/ancaman-terorisme-dan-
fundamentalisme.html
11. Faktor-faktor apa yang meningkatkan biaya perdagangan barang dan jasa antar
perbatasan? Dapatkan biaya-biaya ini dikurangi? Bagaimana caranya?
Jawaban :
a. Faktor- faktor :
 Terwujudnya suatu kemakmuran bagi masyarakat (factor pendorong utama).
 Memenuhi kebutuhan (barang/jasa) yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri
maupun melalui kegiatan impor.
 Menyebarluaskan dan mengembangkan penggunaan teknologi bagi percepatan
pertumbuhan ekonomi.
 Memperoleh dan mengembangkan penggunaan teknologi bagi percepatan
pertumbuhan ekonomi.
 Memperoleh manfaat yang ditimbulkan oleh adanya spesialisasi.
b. Dapatkan biaya” :
12. Tidak terbatas, di mana masing-masing negara memproduksi dan mengekspor produk-
produk yang memiliki keunggulan komparatif, akan memungkinkan tiap orang untuk
memiliki standar hidup yang lebih tinggi. Lalu mengapa masing-masing negara masih
memberlakukan pembatasan bea impor?
Jawaban :
Karena mencegah barang-barang yang penting berada di tangan negara lain, untuk
menjamin tersedianya barang-barang di dalam negeri dalam proporsi yang cukup, untuk
mengadakan pengawasan produksi serta pengendalian harga guna mencapai stabilitas
harga di dalam negeri.
13. “Kita sudah pasti membutuhkan industri-industri terkait perdagangan, dan kita harus
melindungi dari barang impor persaing dnegan menempatkan hambatan terhadap barang-
barang persaingan ini.” Benar atau salah? Apakah ada alternatif dari hambatan
perdagangan yang bisa lebih masuk akal secara ekonomis?
Jawaban :
1. Kebijakan Tarif yang Menjadi Hambatan Perdagangan Internasional : Tujuan
diterapkannya kebijakan tarif adalah untuk membatasi masuknya produk-produk
yang diimpor dari luar negeri. Melalui kebijakan ini setiap barang-barang yang
masuk ke dalam suatu negara akan dikenai pajak. Peraturan ini berguna untuk
melindungi produk-produk dosmetik agar tidak kalah dengan barang impor.
2. Kebijakan Non-Tarif yang Menghambat Perdagangan Internasional : Kebijakan
larangan impor diterapkan kepada sebuah produk yang melanggar beberapa
persyaratan. Salah satu syaratnya adalah tidak mencemari lingkungan. Semua
barang masuk ke dalam negeri harus dipastikan tidak mengandung bahan-bahan
berbahaya bagi manusia, tanaman, dan binatang. Barang tersebut juga tidak boleh
berasal dari bahan yang didapatkan dengan cara tidak sah seperti perburuan hewan
liar atau penambangan ilegal.
3. Terdapat Lembaga-lembaga Ekonomi di Suatu Daerah : Lembaga perdagangan
internasional atau organisasi perdagangan internasional merupakan sebuah
perkumpulan yang mengatur kebijakan ekspor dan impor antar negara. Peraturan
antar negara tersebut dibuat agar negara yang tergabung dalam organisasi tersebut
bisa mendapat keuntungan dan tidak mengalami kerugian yang besar.
4. Tidak Samanya Jenis Mata Uang di Setiap Negara : Setiap negara di dunia memiliki
mata uang yang berbeda-beda. Perbedaan jenis mata uang ini dapat menjadi
hambatan bagi perdagangan internasional. Kerugian paling dirasakan oleh negara
yang memiliki nilai mata uang yang kecil. Sehingga menyebabkan negara tersebut
harus membayar lebih ketika melakukan transaksi antar negara.
5. Buruknya Kualitas Produk yang Perdagangkan : Kualitas suatu produk juga
menentukan kesuksesan perdagangan internasional. Jika produk tersebut memiliki
kualitas yang buruk maka akan kalah bersaing dengan produk yang lebih baik.
Hambatan perdagangan internasional ini dipengaruhi oleh rendahnya kualitas
sumber daya manusia di suatu negara.

Sumber : https://informazone.com/hambatan-perdagangan-internasional/

14. Misalkan sebuah negara melakukan negoisasi sebuah kesepakatan dengan mitra
dagangnya melalui pembatasan ekspor suka rela. Dampak apa yang dapat diharapkan dari
implementasi VER ini?
Jawaban :
Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang
diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary
Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk
membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
VER mempunyai keuntungan-keuntungan politis dan legal yang membuatnya
menjadi perangkat kebijakan perdagangan yang lebih disukai dalam beberapa tahun
belakangan. Namun dari sudut pandang ekonomi, pengendalian ekspor sukarela persis
sama dengan kuota impor dimana lisensi diberikan kepada pemerintah asing dan karena
itu sangat mahal bagi negara pengimpor. VER selalu lebih mahal bagi negara pengimpor
dibandingan dengan tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang sama. Bedanya
apa yang menjadi pendapatan pemerintah dalam tariff menjadi (rent) yang diperoleh
pihak asing dalam VER, sehingga VER nyata-nyata mengakibatkan kerugian.
sumber : http://gioakram13.blogspot.co.id/2013/04/pengaruh-perdagangan-
internasional.html
15. “Pekerja dibayar 20 dolar per jam di Amerika Serikat akan tetapi hanya 4 dolar di
Taiwan. Tentu saja, kami tidak bisa bersaing. Kita harus melindungi pekerjaan di negara
kita dari pekerja asing yang murah.” Apa permasalahan-permasalahan yang mungkin
terjadi dari pernyataan ini?
Jawaban :
1. Masuknya Tenaga Kerja Asing Adalah Salah Satu Konsekuensi Dari Globalisasi
Bisnis : Tenaga Kerja Asing yang bekerja pada perusahaan asing atau nasional
dengan mendapat status khusus biasanya disebut “ekspatriat” (Expatriate). Istilah ini
banyak digunakan oleh perusahaan, konsultan, penulis, dan bahkan oleh para pekerja
asing itu sendiri. Istilah ini tak hanya populer di kalangan perusahaan asing di
Indonesia, tetapi juga di negara lain.
2. Krisis Moneter 1998 dan Dampaknya TERHADAP tenaga kerja asing.
3. Pendapat tenaga kerja Indonesia Mengenai Kehadiran Tenaga Kerja Asing di Sektor
Swasta : Menjelang dan selama Krisis Moneter berlangsung, masalah
“membanjirnya” TKA di Indonesia dalam jumlah sedemikian besar telah
menimbulkan bermacam reaksi dari orang Indonesia, baik yang sudah bekerja, masih
kuliah dan masyarakat biasa. Banyak orang Indonesia yang merasa khawatir dengan
segala keterbukaan tersebut.
Sumber : https://achmadruky.com/430/permasalahan-tenaga-kerja-asing-di-indonesia/

16. Apa dua klasifikasi umum pajak impor. Hambatan tarif dan nontarif.
a. Deskripsikan berbagai jenis hambatan tarif.
b. Apa saja yang termasuk hambatan nontarif?

Jawaban :
a. 1. Ad valorem duties, yakni bea pabean yang tingginya dinyatakan dalam presentase
dari nilai barang yang dikenakan bea tersebut.
2. Specific duties, yakni bea pabean yang tingginya dinyatakan untuk tiap ukuran fisik
daripada barang.
3. Specific ad valorem atau compound duties, yakni bea yang merupakan kombinasi
antara specific dan ad valorem. Misalnya suatu barang tertentu dikenakan 10% tarif
ad valorem ditambah Rp 20,00 untuk setiap unit.
b. 1. Pembatasan spesifik
2. Peraturan bea cukai
3. Partisipasi pemerintah
4. Import charges
Sumber : http://bunda-bisa.blogspot.co.id/2013/03/kebijakan-impor-hambatan-tarif-
hambatan.html