Anda di halaman 1dari 3

Mari Kenali 6 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/27/150049520/mari-kenali-6-t...

Mari Kenali 6 Tipe Sakit Kepala dan


Penyebabnya

Kompas Cyber Media

KOMPAS.com - Banyak orang mengalami sakit kepala dalam intensitas tang


tergolong sering. Lantas, tak sedikit pula dari mereka yang mengabaikan, dan tidak
tahu penyebab sakit kepala tersebut.

Padahal, ada banyak tipe sakit kepala dan penyebabnya. Tipe sakit kepala yang kita
alami ternyata bisa memiliki arti yang berbeda bagi kondisi kesehatan.

Dokter Luke Powles, Kepala Dokter di Klinik Kesehatan Bupa, di London Inggris,
mencoba menjelaskannya, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.co.uk.

Baca juga: Sakit Kepala hingga Doyan Tidur, Waspadai Beragam Gejala
Depresi

1. Sakit kepala tegang (tension headache)

Tension headache adalah tipe sakit kepala yang paling sering dialami. Mereka yang
mengalaminya merasakan sakit kepala konstan di kedua bagian kepala, belakang
mata atau terkadang leher.

"Banyak pula yang merasa kepalanya seperti diikat," kata Powles.

Tipe sakit kepala ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti stres, kurang tidur, atau
lapar.

Nah, untuk menghilangkannya, banyak orang mengkonsumsi obat penghilang rasa


sakit (painkiller).

Namun sebenarnya ada hal lainnya yang bisa dilakukan.

Powles menjelaskan, kita bisa berbaring di sebuah tempat yang gelap dan sepi atau
meletakkan kain hangat di dahi atau leher.

"Jika masih merasakan gejala sakit yang berkepanjangan, berkonsultasilah pada


dokter untuk mencari tahu alasan di balik sakit kepala itu," ujar dia.

Baca juga: 9 Cara Sederhana Mengobati Sakit Kepala

2. Sakit kepala di belakang mata

Bergantung dari tingkat sakitnya, sakit kepala di belakang mata juga sangat umun
terjadi.

Sakit kepala semacam itu bisa menjadi gejala beberapa tipe sakit kepala lainnya,

1 of 3 23/7/2018, 8:25 PM
Mari Kenali 6 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/27/150049520/mari-kenali-6-t...

termasuk sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, migrain, atau masalah pada mata.

"Pengobatannya bergantung pada penyebab sakit kepala tersebut."

"Jika tak yakin dengan sakit kepala apa yang dialami tersebut, coba konsultasikan
pada dokter," kata dia.

3. Sakit kepala belakang leher atau kepala

"Postur tubuh yang salah bisa membuat leher keseleo dan cedera tulang belakang
bagian atas. Ini bisa menyebabkan sakit kepala disertai sakit leher," kata Powles.

Untuk mengobatinya, ia merekomendasikan langkah koreksi postur tubuh, olahraga


leher, hingga fisioterapi.

4. Sakit kepala dehidrasi

Dehidrasi atau kurang minum juga bisa menyebabkan sakit kepala. Dalam kondisi
tersebut, otak akan berkontraksi sementara, karena kekurangan cairan dan
menyebabkan sakit kepala.

Obat penghilang rasa sakit bisa membantu, namun redehidrasi harus menjadi pilihan
pertama.

Tidak perlu minum terlalu banyak dalam sekali teguk. Mulailah dengan meminum
beberapa teguk dan mengkonsumsi air dalam jumlah cukup secara rutin.

"Dalam beberapa jam rasa sakit kepalamu akan hilang."

"Tapi jika tidak, mungkin ada penyebab lainnya. Seperti terlalu banyak
mengkonsumsi kafein atau stres," kata Powles.

Baca juga: Bagaimana Menghindari Sakit Kepala Saat Terbang?

5. Migrain

Menurut The Migraine Trust, hampir sekitar 15 persen populasi global menderita
migrain.

Migrain menjadi penyakit terpopuler ketiga di dunia. Jika kita pernah merasakannya,
tentunya bisa memahami rasa sakit yang amat parah yang dialami penderita migrain.

Mereka yang menderita migrain mengalami sakit kepala sebelah yang bisa semakin
parah karena gerakan.

Di samping sakit kepala, penderitanya juga mengalami mual dan sensitif terhadap
cahaya dan suara.

"Beberapa orang mengalami sensasi seperti pengelihatan yang memburam atau sakit
kepala seperti ditusuk-tusuk."

"Namun, intensitas migrain bisa berkurang seiring bertambahnya umur," ujar


Powles.

2 of 3 23/7/2018, 8:25 PM
Mari Kenali 6 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/27/150049520/mari-kenali-6-t...

Sayangnya, tidak ada obat untuk mengatasi migrain, namun ada hal yang bisa
dilakukan untuk menghindarinya.

Powles menjelaskan, hal yang bisa dilakukan adalah istirahat di tempat yang gelap
dan sepi, mengkompres bagian yang sakit dengan es atau air hangat.

Beberapa pengobatan medis juga bisa diberikan dengan bantuan tenaga medis di
sekitarmu.

"Migrain bisa dipicu banyak hal seperti alkohol, stres, kelelahan dan makanan
tertentu. Jadi coba identifikasi penyebab migrainmu jika bisa," kata Powles.

Untuk mengurangi risiko migrain, minumlah banyak air, tidur cukup, terapkan diet
sehat, dan hindari melewatkan makan.

Jika masih belum berhasil mengobati migrain, cobalah bicara dengan dokter.

6. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster terasa sangat menyakitkan, intens, dan biasa terjadi selama enam
hingga 12 minggu.

Mereka yang mengalaminya biasa merasakan sakit kepala di salah satu bagian
kepala. Biasanya di sekeliling mata atau pinggir dahi.

Mengalami mata berair bahkan terkadang memerah, hingga kelopak mata


membengkak dan hidung berair bersamaan.

Rasa sakit tersebut dirasakan di sisi yang sama dengan sakit kepala yang dirasakan.

Meskipun banyak dokter yang belun memahami alasan timbulnya sakit kepala ini,
sakit kepala cluster dipercaya terkait dengan cidera kepala yang pernah terjadi.

Sama seperti perokok berat atau peminum berat.

Powles menyarankan bagi mereka yang mengalami sakit kepala cluster untuk
berkonsultasi dengan dokter. Informasikan, mulai dari kapan mengalaminya, berapa
lama dan rasa sakit yang dialami.

"Sayangnya, obat penghilang rasa sakit kadang tidak membantu mengatasi sakit
kepala ini."

"Namun, para dokter biasanya mengusulkan perawatan spesifik. Mulai dari terapi
oksigen dan tindakan medis lainnya," ujar Powles.

3 of 3 23/7/2018, 8:25 PM