Anda di halaman 1dari 3

Bangsa belanda

Proses kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia dimulai dengan keinginan Belanda menemukan jalur
langsung perdagangan rempah-rempah, sehingga mereka megirim eksedisi yang dipimpin oleh Corelis
De Houtman pada tahun 1592.

2. Latar belakang berdirinya VOC adalah keinginan mengkonsolidasikan usaha dagang pedagang Belanda
di Indonesia, agar bisa bersaing dengan pedagang Portugis dan Inggris dalam memonopoli perdagangan
rempah-rempah. VOC dibubarkan setelah hampir bankrut karena jatuhnya harga rempah-rempah di
dunia dan banyaknya korupsi oleh pejabat VOC.

3. VOC dapat di katakan negara dalam negara karena VOC memiliki kekuasaan mendeklarasikan perang,
membuat perjanjian, memiliki pasukan dan mencetak mata uang, seperti layaknya negara

Bangsa Portugis
Pada tahun 1486 Bartholomeus Diaz berlayar menyusuri pantai Benua Afrika dengan tujuan India.
Meskipun gagal mencapai India, namun ekspedisi Bartholomeus Diaz berhasil menemukan jalur baru ke
Hindia Timur. Selanjutnya, pada tahun 1498 Raja Portugis mengirim ekspedisi di bawah pimpinan Vasco
da Gama dengan menempuh jalur yang ditemukan Bartholomeus Diaz.

Pada tahun 1511 Portugis di bawah pimpinan Alfonso d Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka.
Setahun kemudian rombongan Portugis mengadakan ekspedisi ke Maluku. Sejak itu, Portugis membeli
rempah-rempah langsung dari Maluku dan dibawa ke Lisabon.
Bangsa Inggris
Pada akhir abad XVI, EIC mengadakan hubungan dengan beberapa tempat diIndonesia, seperti Aceh,
Jayakarta, Banjar, Gowa, dan Maluku. Oleh karena terdesak Belanda, akhirnya Inggris tersingkir dari
kawasan Indonesia.

d. Bangsa Belanda

Ekspedisi pertama bangsa Belanda untuk menemukan daerah rempah-rempah dipimpin oleh van Neck.
Ekspedisi ini mengalami kegagalan. Selanjutnya. pada tahun 1595 berangkatlah empat kapal di bawah
pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Kaizer menuju Indonesia melalui Lautan Atlantik. Pada
tahun 1596, para pelaut Belanda itu tiba di pelabuhan Banten. Pada saat itu armada Belanda kurang
mendapat sambutan karena bertindak semena-mena dan kasar. Dari Banten, mereka bermaksud
mencapai Maluku untuk memperoleh rempah-rempah. Akan tetapi, gagal sehingga terpaksa kembali ke
Belanda. Belanda datang untuk kedua kalinya pada tahun 1598 dengan membawa delapan buah kapal.
Rombongan ini dipimpin oleh Jacob van Neck dan Warwijle.

Bangsa spanyol

Christophorus Columbus bermaksud mencari wilayah Hindia Timur melalui arah barat. Setelah berlayar
lebih dari dua bulan mengarungi Lautan Atlantik, sampailah Columbus di Kepulauan Bahama, Karibia.
Columbus menganggap bahwa ia telah sampai di Hindia dari arah barat. Oleh karena itu, ia menamai
penduduk daerah itu dengan nama Indian. Kekeliruan Columbus ini telah menghasilkan sebutan Hindia
Barat untuk Amerika.

Pengalaman Columbus banyak dipelajari oleh Ferdinand Magelhaens dan Yuan Sebastian del Cano
dalam penjelajahan samudra. Pada bulan Agustus 1519 Magelhaens berlayar ke arah barat dengan cara
menyusuri pantai selatan Benua Amerika dan Lautan Pasifik. Pada tahun 1520 mereka tiba diFilipina dan
mendirikan tugu peringatan yang menyatakan bahwa Filipinamerupakan daerah milik Raja Spanyol.

Sewaktu berada di Filipina, terjadi perang antara kerajaan-kerajaan di Filipina. Magelhaens terbunuh
dalam sebuah pertempuran. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Maluku oleh Yuan Sebastian del Cano.
Di Maluku rombongan bangsa Spanyol ini bertemu dengan bangsa Portugis. Kedua bangsa tersebut
terlibat dalam persaingan perdagangan. Akhirnya, melalui perjanjian Saragosa pada tahun 1521, Spanyol
harus meninggalkan Maluku. Setelah menandatangani perjanjian Saragosa, rombongan Yuan Sebastian
del Cano melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Eropa dan tiba di Eropa pada tahun 1522.
Rombongan itu menjadi rombongan pertama yang melakukan ekspedisi mengelilingi dunia dan
membuktikan bahwa bumi itu bulat. Kisah perjalanan Magelhaens ditulis oleh Pigafetta.
“Om Swastiastu”

Kaping ajeng ngiring sareng sareng ngaturang puja pangastuti ring Ida
Hyang Parama Kawi , Ida Sang Hyang Widhi Wasa saantukan ring
keledangan lan wara nugrahan Ida, Ida dane prasida rauh ring galah lan
genah sane becik puniki. Titiang iriki pinaka ngwalinin sisia , dahat
angayubagia sepengrauh ida dane para atiti uleman sareng sami
nyaksisnin saha nyarengin ngastitiang karahajengan acara puniki. Bapak
/ ibu guru makesami sane wangiang titiang, sane kapertama titiang iriki
lakar nguncarang suksmaning manah ring para guru sekadi guru rupaka
sane sampun teleb ngajahin titiang sareng sami nyantos tigang tiban.
Titiang rumasa akeh mapiutang ring para guru mawinan kapradnyanan
sampun ngicenin peplajahan nganter iraga sami nuju karahayuan.
Titiang nunas majeng ring para guru sareng sami mangde nenten surut-
surut ngicenin titiang makesami piteket-piteket sane becik mangdane
nemonin kedirgayusan ring peplajahan. Ring acara puniki, titiang
makesami taler nunas geng rena sinampura ring para guru lan pegawai
iriki yening ring tigang tiban niki titiang makesami mekarya sane nenten
becik. Inggih para atiti sinamian, wantah asapunika sane prasida atur
titiang, titiang nunas geng rena sinampura, mawinan kakirangan
panyambran titiang puniki. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi nganugrahin
iraga sareng sami karahajengan, inggih tiang untatin antuk
Paramasanthi,
“Om Shanti, Shanti, Shanti, Om”