Anda di halaman 1dari 21

KERANGKA MODUL PEMBELAJARAN

MATA KULIAH: KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

Nama : Ns. Mulyadi, M.Kep


dr. Lucky T Kumaat, Sp.An
Ns. Hendro Bidjuni, S.Kep., M.Kes
Ns. Reginus Malara, S.Kep
Institusi : Universitas Sam Ratulangi Manado
Fakultas : Kedokteran
Program Studi : Ilmu Keperawatan

TAHUN 2015
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Modul Ajar : Keperawatan Gawat Darurat


Nama Dosen Penyusun :
Ns. Mulyadi, M.Kep
dr. Lucky T Kumaat, Sp.An
Ns. Hendro Bidjuni, S.Kep., M.Kes
Ns. Reginus Malara, S.Kep

Mengetahui dan Menyetujui: Manado, .................................. 2015


Dekan Penyusun,

(Prof. Dr. dr. Adrian Umboh, Sp.A (K) (Ns. Mulyadi, M.Kep)
NIP. 195808261987031003 NIP. 197804162012121002

Menyetujui, Mengesahkan,
Direktur Eksekutif PIU, Ketua LP3,

Prof. Dr. Ir. Dody M.J. Sumajouw, M.Eng, Ph.D, Prof. Dr. Ir. Odi R. Pinontoan, MS
NIP. 195812171988031002 NIP. 19581007198621002
RANCANGAN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Semester : 5 (Lima);


Darurat SKS : 5 (4 Teori -1 Praktek)
Program Studi : Ilmu Keperawatan Dosen : Ns. Mulyadi, M.Kep
dr. Lucky T Kumaat, Sp.An,
Ns. Hendro Bidjuni, S.Kep., M.Kes
Ns. Reginus Malara, S.Kep

CAPAIAN PEMBELAJARAN:
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Keperawatan kegawatdaruratan mahasiswa akan mampu :
1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai
tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.
2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan, kedaruratan, kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai
tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.
3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berbubungan dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem dan
menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan
4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem
pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis
5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan, kedaruratan pada berbagai tingkat usia
6. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang
berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif
Matriks Pembelajaran :
Kemampuan Waktu Deskripsi Tugas Luaran Kriteria Bobot Refer
Bahan Kajian/Materi Bentuk
Ming akhir yang Belajar Penilaian Nilai ensi
Pembelajaran Pembelajaran
diharapkan (Menit) (Indikator) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Penjelasan Umum Diskusi 100 Kesepakatan
Pelaksanaan Perkuliahan Dosen dengan
Mahasiswa
2-3 - Menerapkan - Konsep Keperawatan SGD,Diskusi 300 - Mahasiswa Hasil tes - Keaktifan 1,2,3
filosofi, konsep Gawat Darurat Kelompok mendengar dan formatif dalam
holistik dan - Peran dan fungsi memperhatikan (perorangan) diskusi
proses perawat gawat darurat - Mahasiswa kelompok
keperawatan - Proses keperawatan mendiskusikan - Hasil tes
gawat darurat pada area keperawatan permasalahan yang formatif
gawat darurat sudah disusun dosen perorangan 20
- Efek kondisi dalam kelompok
kegawatan terhadap kecil
pasien dan keluarga - Diskusi kelas
- Mahasiswa
mengikuti tes
formatif
4-5 - Menerapkan - Pengkajian Primer SGD,Diskusi 300 - Mahasiswa Hasil tes - Keaktifan 10 1,2,3
Proses dan skunder Kelompok mendiskusikan formatif dalam
keperawatan - Triage permasalahan yang (perorangan) diskusi
dalam perbagai - Bantuan Hidup Dasar sudah disusun dosen kelompok
kondisi dalam kelompok - Hasil tes
kecil formatif
- Mahasiswa perorangan
mengikuti tes
formatif
6-7 Melakukan 1. Patofisiologi, SGD,Diskusi 300 - Mahasiswa Ringkasan - Keaktifan 10 1,2,3
simulasi asuhan farmakologi pada Kelompok mendiskusikan hasil diskusi dalam ,4
keperawatan gangguan permasalahan yang kelompok diskusi
gawat darurat kardiovaskuler: infark sudah disusun dosen kelompok
terkait gangguan miokard, cardiac dalam kelompok
sistem arrest, Congestif kecil
Kardiovaskuler Heart Failure - Diskusi kelas
dengan 2. Macam-macam
memperhatikan kegawatdaruratan
aspek legal dan jantung, EKG normal
etis dan abnormal,
3. Penatalaksanaan pada
kegawatdaruratan
jantung
4. Algoritma-algoritma
5. Terapi elektrik pada
kegawat daruratan
jantung.
8- 9 Melakukan Kegawatdaruratan SGD,Diskusi 300 - Mahasiswa Ringkasan - Keaktifan 10 1,2,3
simulasi asuhan system pernapasan: Kelompok mendiskusikan hasil diskusi dalam ,4
keperawatan Pulmonary embolus , permasalahan yang kelompok diskusi
gawat darurat Pulmonary edema, sudah disusun dosen kelompok
terkait gangguan Asthma ,status dalam kelompok
sistem Pernapasan kecil
asthmaticus, COPD,
dengan - Diskusi kelas
memperhatikan ARDS dan Drowing
- Mahasiswa
aspek legal dan mengikuti tes
etis formatif
10-11 Melakukan 1. Kegawatan system SGD,Diskusi 300 - Mahasiswa Ringkasan - Keaktifan 10 1,2,3,
simulasi asuhan akut pankreatitis, Kelompok mendiskusikan hasil diskusi dalam 5
keperawatan permasalahan yang kelompok diskusi
cholecystitis, coma
gawat darurat sudah disusun dosen kelompok
terkait gangguan hepatikum, dalam kelompok
sistem pencernaan hematemesis melena kecil
dan perkemihan 2. Kegawatan system - Diskusi kelas
dengan urinaria: trauma
memperhatikan saluran kemih,
aspek legal dan retensio urine, urinary
etis calculi, trauma uretra,
rupture bladder, acut
renal failure, terapi
dialisis

11-12 Melakukan - Asuhan keperawatan Problem based 300 - Mahasiswa Ringkasan - Keaktifan 10 1,2,3
simulasi asuhan gawat darurat pada learning, Case mendiskusikan hasil diskusi dalam ,5
keperawatan trauma mata, hidung Stdy permasalahan yang kelompok diskusi
gawat darurat dan telinga sudah disusun dosen kelompok
terkait gangguan - Asuhan keperawatan dalam kelompok
sistem persepsi pada klien dengan kecil
sensori dan depresi, anxietas, - Diskusi kelas
kegawatan PTSD (Post
psikiatrik dengan Traumatic Stress
memperhatikan Disorder)
aspek legal dan
etis
13-14 Mengintegrasikan Diskusi hasil penelitian Telaah jurnal - Mahasiswa Ringkasan Hasil test 10 1,2,3
hasil-hasil terkait masalah pada menemukan hasil- hasil diskusi formatif ,4,5
penelitian kegawatdaruratan sistem hasil penemuan kelompok perorangan
kedalam ashan terbaru terkait
keerawatan dalam maslah
mengartasi kegawatdaruratan
masalah yang sistem
berhubungan
kegawatdaruratan
terkait beragai
sistem dengan
memperhatikan
aspek legal dan
etis
15-16 Mendemonstrasik Prosedur keperawatan Aktivitas P= - Mahasiswa Ringkasan - Keaktifan 20 1,2,3
an intervensi pada kegawatdaruratan: praktikum 2x200 melakukan praktek hasil dalam
keperawatan pada - Pengkajian dilaboratorium berdasarkan standard pelaksanaan praktek
kegawatdaruratan keperawatan Gawat keperawatan ( prosedur yang berdasarkan laboratorium
sesuai standard darurat Lab skills) berlaku standard yang
yang berlaku - Pengkajian primer ada
dengan berpikir dan pengkajian
kreatif dan skunder
inovatif sehingga - Triage
menghasilkan - Bantuan Hidup Dasar
pelaynan yang - Pembebasan jalan
efisien dan efektif napas dan control
cervical
- Pemeriksaan Elektro
Kardio Grafi (KG)
Daftar Referensi:
1. Emergency Nurses Assosiation. 2013. Sheehy”s Manual of Emergency Nursing: princles and practise. 7 thed. St Louis: Elseiver Inc
2. Proehl, Jean. A. 2009. Emergency Nursing Procedures. St Louis: Saunders
3. Musliha. (2010). Keperawatan Gawat Darurat. Yogyakarta : Nuha Medika.
4. Sudoyo.,et al. (2006). Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas indonesia
5. Syamsuhidayat, R., Jong, W.D. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi II. Jakarta : EGC
FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat Sks : 5 (4-1)


Program Studi : Ilmu Keperawatan Pertemuan ke : 2
Fakultas : Kedokteran

A. TUJUAN TUGAS:
- Menjelaskan Proses keperawatan pada area keperawatan gawat darurat
- Menjelaskan Efek kondisi kegawatan terhadap pasien dan keluarga

B. URAIAN TUGAS:
1. Obyek Garapan: Proses keperawatan pada area keperawatan gawat darurat
2. Batasan yang harus dikerjakan:
a. Proses keperawatan secara umum dan proses keperawatan gawat darurat
b. Mengidentifikasi Pengkajian pada Pasien gawat darurat
c. Mengidentifikasi Diagnosa Keperawatan pada Pasien gawat darurat
d. Menyusun Intervensi, Implementasi &Kriteria Evaluasi Asuhan keperawatan pada pasien Gawat Darurat
e. Mengidentifikasi efek kondisi kegawatan terhadap pasien dan keluarga
3. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara pengerjaan):
1) Mahasiswa mendiskusikan permasalahan yang sudah disusun dosen dalam kelompok kecil
2) Jelaskan pengertian Proses keperawatan secara umum dan proses keperawatan gawat darurat
3) Menjelaskan pengkajian pada pasien gawat darurat
4) Mengidentifikasi Diagnosa Keperawatan pada pasien gawat darurat
5) Menyusun Intervensi, Implementasi & Kriteria Evaluasi Asuhan keperawatan gawat darurat
6) Mengidentifikasi efek kondisi kegawatan terhadap pasien dan keluarga
7) Mahasiswa mengikuti tes formatif
4. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan:
Hasil tes formatif (perorangan) yang dilaksanakan selama 50 menit terakhir pada tahap ini.

C. KRITERIA PENILAIAN (20%):


- Keaktifan dalam diskusi kelompok
- Hasil tes formatif perorangan
FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat Sks : 5 (4-1)


Program Studi : Ilmu Keperawatan Pertemuan ke : 7
Fakultas : Kedokteran

A. TUJUAN TUGAS:
- Menjelaskan Macam-macam kegawatdaruratan jantung, algoritma-algoritma

B. URAIAN TUGAS:
1. Obyek Garapan: Proses keperawatan pada kegawatan jantung
2. Batasan yang harus dikerjakan:
a. Proses keperawatan kegawatan jantung
b. Algoritma-algoritma penanganan kegawatan jantung

3. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara pengerjaan):


a. Mahasiswa mendiskusikan permasalahan kegawatan jantung
b. Algoritma Pulseless arrest
c. Algoritma Bradicardia
d. Algoritma Tachycardia
e. Mahasiswa mengikuti tes formatif
4. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan:
Hasil tes formatif (perorangan) yang dilaksanakan selama 50 menit terakhir pada tahap ini.

C. KRITERIA PENILAIAN (20%):


- Keaktifan dalam diskusi kelompok
- Hasil tes formatif perorangan
FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat Sks : 5 (4-1)


Program Studi : Ilmu Keperawatan Pertemuan ke : 13-14
Fakultas : Kedokteran

A. TUJUAN TUGAS:
- Telaah jurnal keperawatan gawat darurat

B. URAIAN TUGAS:
1. Obyek Garapan: melakukan pencarian jurnal nasional/internasional tentang keperawatan gawat darurat
2. Batasan yang harus dikerjakan:
a. Searching jurnal keperawatan gawat darurat
b. Membuat simpulan/summary dari jurnal yang ditemukan
c. Analisis jurnal dihubungkan dengan pelaksanaan di lapangan
3. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara pengerjaan):
a. Mahasiswa mencari jurnal keperawatan gawat darurat nasional/internasional
b. Maahsiswa membuat simpulan/point penting dari jurnal yang ditemukan
c. Melakukan analisis jurnal dihubungkan dengan pelaksanaan di lapangan praktek

4. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan:


Hasil tes formatif (perorangan) yang dilaksanakan selama 50 menit terakhir pada tahap ini.

C. KRITERIA PENILAIAN (20%):


- Keaktifan dalam diskusi kelompok
- Hasil tes formatif perorangan
SPO PRAKTIKUM
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM
RATULANGI MANADO

EKG MONITOR
No. Kode SOP ……………………. Tanggal mulai berlaku :

Disusun Kasubag Akademik Tanggal revisi terakhir :

Diferifikasi Sekprodi Kronologi Revisi :


Disahkan Kaprodi : 1. Revisi pertama, tanggal ….

2. Revisi kedua, tanggal ….


Dr. Lucky T. Kumaat., SpAn
NIP. 195508111987031001

DEFINISI :
Alat yang dihubungkan dengan listrik untuk merekam aktifitas listrik jantung melalui
elektrode yang ditempelkan ke dada dan dimonitor perubahan gambarnya pada monitor
rekaman.
TUJUAN : Memonitor aktifitas gerakan listrik jantung berkesinambungan (terus-menerus)
KOMPONEN ALASAN TINDAKAN

PENGKAJIAN
Kaji indikasi akan pemasangan EKG monitor Menentukan penggunaan EKG untuk monitor
kondisi pasien
PERENCENAAN

Persiapan Alat
WKG Monitor Persiapkan alat memfasilitasi pelaksanaan
Kabel EKG (sistem 3-5 lead) tindakan
Disposable elektroda yang belum diberi jelly
(pelumas)
Alat cukur
Kapas Alkohol
Kassa

Persiapan Pasien
Beritahu pasien Menyiapkan pasien secara mental dan
terinformasi penuh
Persiapkan lingkungan yang aman ; Lingkungan aman untuk pasien dan perawat
Menjaga privasi pasien
Tutup tirai Mengurangi kontak tubuh dengan alat yang
Anjurkan pasien melepaskan alat-alat logam dapat mengganggu konduktivitas listrik
yang melekat pada tubuh jantung
PELAKSANAAN

1. Nyalakan monitor Hubungkan power listrik ke alat


2. Pilih lead yang sesuai dengan instruksi Menetukan rekaman yang akan diambil
(biasanya lead II)
3. Hubungkan elektroda ke kabel lead Agar listrik jantung dapat terkonduksi dengan
dan pasang elektrode pada kulit pada baik
kering dan bersih dilokasi yang tepat.
Pemasngan elektrode untuk lead II
adalah :
 G (ground) di ICS 5 Linear Lokasi listrik jantung
Midclavicularis Dextra
 (-) di ICS I Linea Midclavicularis
Dextra
 (+) di ICS 5vLinea
Midclavicularis Sinistra
4. Hindari memasang elektroda diatas Menghindari gambran listrik jantung yang
massa otot yang besar dan struktru tidak terkonduksi dengan baik
tulang
5. Observasi hasil rekaman EKG, harus Menetukan batasan normal rekaman aktifitas
bebas dari berbagai bentuk yang listrik jantung
menyimpang dan mempunyai
gelombang R yang cukup memadai
untuk dapat menghitung (determinasi)
denyut jantung (HR)
6. Atur alarm untuk batasan HR dan Bila terjadi sesuatu yang menandakan
nyalakan alarn perubahan signifikan dari rekaman jantung,
alarm akan segera memberitahu
EVALUASI

1. Laporkan adnya rasa tidak nyaman, Keluhan penyerta pada gangguan jantung
palpitasi, sesak napas, dan gejala lain
segera
2. Laporkan adnya permasalahan sistem Sistem yang bermasalah dapat menyebabkan
penghubung EKG monitor hasil rekaman yang tidak valid
DOKUMENTASI

1. Catat gambar yang didapatkan pada Pelaporan yang adekuat dan bertanggung
rekaman EKG monitor dan laporkan jawab sebagai gambaran aspek legal
adanya temuan yang tidak normal
2. Catat respon pasien selama rekaman

SUMBER :
Tim Ajar Keperawatan Gawat Darurat – Kritis. (2010). Prosedur Ketrampilan Klinik
Keperawatan Gawat Darurat – Kritis. Jakarta : STIK “ Sint Carolus “.
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM
RATULANGI MANADO

PROSEDUR SURVEI PRIMER


No. Kode SOP ……………………. Tanggal mulai berlaku :

Disusun Kasubag Akademik Tanggal revisi terakhir :

Diferifikasi Sekprodi Kronologi Revisi :


Disahkan Kaprodi : 3. Revisi pertama, tanggal ….

4. Revisi kedua, tanggal ….


Dr. Lucky T. Kumaat., SpAn
NIP. 195508111987031001

DEFINISI: Suatu tindakan yang dilakukan saat pertama kali bertemu dengan pasien yang
mengalami kondisi kritis (gawat darurat)
TUJUAN: Mengkaji dan mengintervensi kondisi yang mengancam kehidupan pada pasien
gawat darurat atau kritis.

KOMPONEN ALASAN TINDAKAN

PENGKAJIAN Sebagai data dasar/awal dan titik tolak untuk


Mengkaji kondisi awal pasien saat pertama evaluasi lanjutan
kali ditemukan perawat
PERENCANAAN
Persiapan alat Kesiapan alat memfasilitasi survei primer yang
Alat penyangga kepala (contoh:gulungan baik alam upaya mendapatkan data dan
handuk) melakukan tindakan yang sesuai
Plester
Stetoskop
Senter
Alat resusitasi

Persiapan pasien Memfasilitasi pertolongan yang diberikan


Siapkan pasien dan lingkungan yang aman. aman terhadap pasien, penolong maupun
lingkungan.
PELAKSANAAN

1. Kaji kepatenan jalan napas dengan tetap Airway (jalan napas) yang bermasalah
mempertahankan kestabilan (imobilisasi) merupakan penyebab kematian utama dan
spina cervicalis. Kepatenan jalan napas dikaji harus segera ditangani.
dengan:
-Inspeksi gerakan naik turun dada
-Dengarkan dan rasakan hembusan udara dari
hidung dan mulut. Jika jalan napas tersumbat
sebagian atau total, lakukan tindakan yang
sesuai (lihat prosedur pembebasan jalan
napas)

2. Jika pasien beresiko terhadap injuri spina Trauma spina cervica lebih lanjut dapat
cervicalis, imobilisasikan kepala dengan mengakibatkan kematian.
gulungan handuk atau penyokong kepala
lain. Pertahankan imobilisasi kepala sampai
hasil foto rontgen atau pemeriksaan lain
menyatakan tidak ada injuri cervical.

3. Kaji adekuasi pernapasan dengan Pernapasan sebagai prioritas II setelah jalan


mengobservasi kecepatan, kedalaman, dan napas yang paten
kesulitan bernapas. Auskultasi suara napas
bilateral. Jika respirasi absen/abnormal,
pasang pulse oxymetry dan tindakan yang
sesuai (lihat prosedur perbaikan pernapasan)

4. Kaji sirkulasi dengan mengevaluasi Sirkulasi yang cukup menghasilkan perfusi


kekuatan dan kecepatan nadi karotis dan yang memadai ke seluruh tubuh
radialis. Cek adanya perdarahan eksternal.
Jika sirkulasi absen/berubah, pasang EKG
monitor dan tindakan yang sesuai (lihat
prosedur perbaikan sirkulasi)

5. Evaluasi status neurologis: (Alert), respon Untuk menentukan tingkat kesadaran pasien
terhadap rangsang suara (Verbal), respon
terhadap rangsang nyeri (Pain) dan tidak
berespon terhadap semua rangsangan
(Unresponsive). Kaji ukuran pupil, simetris
dan reaksi terhadap cahaya.

EVALUASI
1. Evaluasi kembali Airway, Breathing dan Untuk melihat efektifitas tindakan yang telah
Circulation pasien serta status neurology diberikan
DOKUMENTASI Sebagai dokumen tertulis untuk melihat proses
1. Catat kondisi Airway, Breathing dan yang berkesinambungan dari spek legal
Circulation serta status neurologi pasien. perawatan
2. Catat intervensi yang telah dilakukan serta
respon yang ditampilkan pasien
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM
RATULANGI MANADO

PROSEDUR SURVEI SEKUNDER


No. Kode SOP ……………………. Tanggal mulai berlaku :

Disusun Kasubag Akademik Tanggal revisi terakhir :

Diferifikasi Sekprodi Kronologi Revisi :


Disahkan Kaprodi : 5. Revisi pertama, tanggal ….

6. Revisi kedua, tanggal ….


Dr. Lucky T. Kumaat., SpAn
NIP. 195508111987031001

DEFINISI: Tindakan pengkajian yang dilakukan setelah survei primer untuk mengetahui
kondisi pasien secara menyeluruh dalam upaya mencegah cacat ataupun kematian

TUJUAN:
 Mengkaji pasien injuri secara cepat dan sistematis dari ujung kepala – ujung kaki
 Mengkaji pasien sakit kritis yang tidak diketahui secara jelas penyebab sakit maupun
manifestasi klininsnya secara cepat dan sistematis

KOMPONEN ALASAN TINDAKAN


PENGKAJIAN

Mengkaji kembali kondisi pasien setelah Acuan dasar bahwa jalan napas, pernapasan
dilakukan survey primer yaitu kepatenan dan status sirkulasi pasien sudah stabil
jalan napas (Airway), pernapasan (Breathing) sehingga perawat dapat melangkah ke
dan sirkulasi (Circulation) pengkajian lanjutan (skunder)
PERENCANAAN

Persiapan Alat Kesiapan alat memfasilitasi survei primer


Stetoskop yang baik dalam upaya mendapatkan data
Pulse oximeter dan melakukan tindakan yang sesuai
EKG Monitor
Sphigmomanometer
Termometer
Jam tangan dengan detik
Selimut
Persiapan Pasien
Siapkan pasien dan lingkungan yang aman

PELAKSANAAN

1. Pertahankan kestabilan (imobilisasi) Mencegah pergerakan spina cervical lebih


spina cervicalis untuk pasien trauma lanjut, karena dapat mengakibatkan henti
sebagaimana dilakukan pada survei napas
primer.
2. Lepaskan seluruh pakaian pasien dan
selimuti pasien. Memudahkan pengkajian pasien secara
menyeluruh
Menjaga temperatur tubuh pasien
3. Ukur tekanan darah, nadi, pernapasan
pasien. Pengukuran temperatur harus Data dasar tanda-tanda vital tubuh serta
segera dilakukan terutama pada mereka yang beresiko terhadap perubahan
pasien sangat muda, sangat tua dan tanda-tanda vital tubuh
mereka yang mengalami hipo-
hipertemia

4. Pasang EKG monitor dan pulse Memperoleh gambaran aktifitas jantung dan
oximeter perfusi oksigen ke seluruh tubuh

KOMPONEN ALASAN TINDAKAN


5. Jika pasien sadar, kaji rasa nyeri Riwayat sakit menunjukkan kemungkinan
pasien dan lakukan palpasi. Kaji komplikasi yang dihadapi serta menentukan
riwayat / mekanisme terjadinya injuri, pilihan tindakan / terapi yang dilakukan
riwayat penyakit saat ini, penyakit
kronis, alergi, imunisasi dan
pengobatan.

6. Inspeksi daerah telinga, hidung, wajah Mendapatkan data spesifik pada area kepala
dan kepala. Periksa mata dan mulut.
Observasi adanya deformitas, jejas,
perdarahan / drainase lain pada
hidung, telinga, wajah dan kepala.

Evaluasi pergerakan ekstraokular


Evaluasi bau mulut yang tidak biasa
(bensin/alkohol)
Imobilisasi spina cervical bertujuan menjaga
7. Kalau perlu, lepaskan bagian anterior status pernapasan pasien yang dapat
collar cervical sementara orang lain dipengaruhi akibat trauma cervical
mempertahankan / imobilisasi leher
dan kepala secara manual. Inspeksi
bagian anterior leher akan adanya
luka, distensi vena jugular, perubahan
warna maupun nyeri tanpa ditekan.
Palpasi bagian anterio leher akan
adanya deformitas, krepitas, nyeri
tanpa tekan ataupun deviasi trakea.
Dengan perlahan palpasi bagian
posterior leher mulai dari belakang
kepala sampai punggung belakang
bagian atas untuk melihat adanya
luka, deformitas, nyeri tanpa tekan
ataupun spasme otot Data spesifik dari area thoraks untuk
menggambarkan permasalahan jantung-paru
8. Inspeksi bagian anterior dan lateral
dada untuk melihat adanya luka,
deformitas, perubahan warna, gerakan
dan kesimetrisan ekspansi respirasi.

Palpasi bagian anterior fan lateral


dada akan adanya deformitas, nyeri
tanpa tekan dan krepitasi. Auskultasi
suara napas, absen dan bilateral, catat
adanya bunyi tambahan (crackels-
wheezing). Auskultasi bunyi jantung Data spesifik dari area abdomen untuk
(tunggal-ganda) menggambarkan permasalahan area
gastrointestinal

Inspeksi abdomen akan adanya luka,


perubahan warna dan distensi.
Auskultasi bising usus di seluruh
kuadran. Perlahan palpasi abdomen
akan adanya nyeri, kekakuan dan
massa.
9. Inspeksi area pelvis dan genitalia Data spesifik dari area pelvis dan genitalia
akan adanya luka, deformitas, untuk menggambarkan permasalahan area
perubahan warna atau perdarahan dari pelvis-genitalia
meatus uretra, vagina maupun rektum.
Palpasi nyeri pada pelvis, krepitasi
ataupun ketidakstabilan dengan
perlahan mendorong SIAS bilateral
dan mendorong ke bawah pada
simpisis pubis. Palpasi nadi femoral
bilater bilateral.

10. Inspeksi semua ekstremitas akan Data spesifik dari area ekstremitas untuk
adanya nyeri, deformitas, spasme otot, menggambarkan permasalahan area motorik-
nadi distal. Jika pasien sadar, tentukan sensori
fungsi motorik dan sensorik dengan
menganjurkan pasien angkat tangan
bila merasakan sentuhan

11. Pada pasien injuri, pertahankan spina Imobilisasi area spina cervica berguna untuk
cervical dan bantu memiringkan mempertahankan status pernapasan
dengan teknik log-roll untuk mengkaji
area posterior. Inspeksi adanya luka,
deformitas, perubahan warna. Palpasi
semua permukaan akan adanya nyeri,
deformitas dan spasme otot.

12. Pada pasien trauma, lakukan Trauma fisik pada are persarafan dapat
pemeriksaan rectal untuk mengkaji mengakibatkan kelemahan sphincter
kekuatan sphincter dan prostat (pada
pria)
EVALUASI

1. Kaji kembali bahwa area luka sudah Untuk melihat efektifitas tindakan yang telah
ditutup (perdarahan dihentikan), tidak diberikan
terjadi hipotermi dan pasien sudah
stabil sebelum dipindahkan
DOKUMENTASI

1. Catat temuan survey skunder tentang Sebagai dokumen tertulis untuk melihat
perdarahan, hipotermi ataupun spina proses yang berkesinambungan dari aspek
cervica dan tindakan yang telah legal perawatan
dilakukan serta respon pasien
RUBRIK PENILAIAN

KRITERIA 1:Keaktifan dalam diskusi (20%)


DIMENSI Sangat Memuaskan Batas Kurang Di bawah SKOR
Memuaskan (71-85,9) (63-70,9) Memuaskan standard
(≥86) (56-62,9) (<55)

Keaktifan Sangat aktif Aktif Cukup Kurang aktif Tidak aktif


mencari aktif
literatur
Keaktifan Sangat aktif Aktif Cukup Kurang aktif Tidak aktif
berdiskusi aktif
TOTAL

KRITERIA 2: Keaktifan dan Ketepatan dalam Kegiatan Praktikum(50%)


DIMENSI Sangat Memuaskan Batas Kurang Di bawah SKOR
Memuaskan (71-85,9) (63- Memuaskan standard
(≥86) 70,9) (56-62,9) (<55)

Kemampuan Sangat Lengkap Cukup Kurang Tidak


Mengenal & lengkap (melebihi lengka lengkap lengkap
Mempersiapkan (mampu konsep p (dibawah (konsep
Alat mengembangk minimal pada (sesuai konsep tidak
an konsep modul) konsep minimal pada sesuai)
secara minima modul)
optimal) l pada
modul)
Ketepatan Sangat tepat Tepat Cukup Kurang tepat Tidak tepat
Prosedur Tetap (sesuai dengan tepat
Praktik logika ilmiah)
dilaboratorium
Kemampuan Sangat baik Baik Cukup Kurang baik Tidak baik
Menyelesaikan (memunculka (memunculka baik (ide di bawah (miskin
Tahapan n beberapa ide n ide baru) (ide tuntutan ide)
Praktikum baru) seperti modul)
pada
modul)
Total
GARIS BESAR MATERI PEMBELAJARAN

No. Pertemuan Materi Pembelajaran Garis Besar Materi Pembelajaran

1. 1 Penjelasan Umum Pertemuan membahas capaian pembelajaran, metode dan


Pelaksanaan strategi dalam pembelajaran, evaluasi, serta tugas-tugas
Perkuliahan yang akan dicapai selama pembelajaran
2. 2-3 Menerapkan filosofi, Pertemuan ini akan membahas konsep Dasar
konsep holistik dan keperawatan gawat darurat terdiri dari:
proses keperawatan - Konsep Keperawatan Gawat Darurat
gawat darurat - Peran dan fungsi perawat gawat darurat
- Proses keperawatan pada area keperawatan gawat
darurat
- Efek kondisi kegawatan terhadap pasien dan keluarga

3. 4-5 Menerapkan Proses Pertemuan ini akan membahas penerapan proses


keperawatan dalam keperawatan gawat darurat dalam beberapa kondisi
perbagai kondisi terdiri dari:
- Pengkajian Primer dan skunder
- Triage
- Bantuan Hidup Dasar
4. 6-7 Melakukan simulasi Pertemuan ini akan membahas penerapan proses
asuhan keperawatan keperawatan gawat darurat terkait gangguan sistem
gawat darurat terkait Kardiovaskuler dengan memperhatikan aspek legal dan
gangguan sistem etis terdiri dari:
Kardiovaskuler dengan - Patofisiologi, farmakologi pada gangguan
memperhatikan aspek kardiovaskuler: infark miokard, cardiac arrest,
legal dan etis Congestif Heart Failure
- Macam-macam kegawatdaruratan jantung, EKG
normal dan abnormal,
- Penatalaksanaan pada kegawatdaruratan jantung
- Algoritma-algoritma
- Terapi elektrik pada kegawat daruratan
jantung.

5. 8-9 Melakukan simulasi Pertemuan ini akan membahas Kegawatdaruratan


asuhan keperawatan system pernapasan:
gawat darurat terkait - Asuhan keperawatan gawat darurat pasien
gangguan sistem dengan Pulmonary embolus
Pernapasan dengan - Asuhan keperawatan gawat darurat pasien
memperhatikan aspek
dengan Pulmonary edema
legal dan etis
- Asuhan keperawatan gawat darurat pasien
dengan Asthma
- Asuhan keperawatan gawat darurat pasien
dengan status asthmaticus,
- Asuhan keperawatan gawat darurat pasien
dengan COPD,
- Asuhan keperawatan gawat darurat pasien
dengan ARDS dan Drowing
6. 10-11 Melakukan simulasi Pertemuan ini akan membahas asuhan keperawatan
asuhan keperawatan gawat darurat terkait gangguan sistem pencernaan terdiri
gawat darurat terkait dari:
gangguan sistem - Kegawatan system akut pankreatitis,
pencernaan dan cholecystitis, coma hepatikum, hematemesis
perkemihan dengan melena
memperhatikan aspek - Kegawatan system urinaria: trauma saluran
legal dan etis kemih, retensio urine, urinary calculi, trauma
uretra, rupture bladder, acut renal failure, terapi
dialisis

7. 11-12 Melakukan simulasi Pertemuan ini akan membahas asuhan keperawatan


asuhan keperawatan gawat darurat terkait gangguan sistem persepsi sensori
gawat darurat terkait dan kegawatan psikiatrik terdiri dari:
gangguan sistem - Asuhan keperawatan gawat darurat pada trauma mata,
persepsi sensori dan hidung dan telinga
kegawatan psikiatrik - Asuhan keperawatan pada klien dengan depresi,
dengan memperhatikan anxietas, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)
aspek legal dan etis
8. 13-14 Mengintegrasikan Pertemuan ini akan membahas tentang hasil penelitian
hasil-hasil penelitian gawat darurat terdiri dari:
kedalam ashan - Diskusi hasil penelitian terkait masalah pada
keerawatan dalam kegawatdaruratan sistem
mengartasi masalah
yang berhubungan
kegawatdaruratan
terkait beragai sistem
dengan
memperhatikan
aspek legal dan etis
9 15-16 Mendemonstrasikan Pertemuan ini membahas tetang ketrampilan
intervensi keperawatan pada kegawatdaruratan, terdiri dari:
keperawatan pada - Pengkajian keperawatan Gawat darurat
kegawatdaruratan - Pengkajian primer dan pengkajian skunder
sesuai standard yang - Triage
berlaku dengan - Bantuan Hidup Dasar
berpikir kreatif dan - Pembebasan jalan napas dan control cervical
inovatif sehingga - Pemeriksaan Elektro Kardio Grafi (KG)
menghasilkan
pelaynan yang efisien
dan efektif

Lampiran – Lampiran :

1. Materi (Power Point)


2. Lembar Kerja Format Kelompok
3. Modul
4. SOP pelaksanaan praktek
5. Literatur ( Buku, Print out artikel )