Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

MATAKULIAH GEOLISTRIK

Oleh:
Shabila Gadis Halida
3715100054

DEPARTEMEN TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL LINGKUNGAM DAN KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2017/2018
1. menghitung faktor geometri dari Wenner , schlumberger , Dipole-dipole, pole-
dipole
2. jarak maksimal a dan b pada wenner dan schlumberger
3. na maksimal pada dipole-dipole
4. menghituyng faktor geometri Resistivitas

1. a. Wenner

b. Schlumber

Dengan :

ρ : nilai resistivitas

k : faktor geometri
V : tegangan
I : arus yang diinjeksikan

R1 : C1P1

R2 : C2P1

R3 : C1P2

R4 : C2P2
C. dipole-dipole
d. Pole-dipole

2.
 jarak maksimal pada wenner
Pada konfigurasi Wenner, elektrode arus dan elektrode potensial diletakkan seperti
pada gambar
Dalam hal ini, elektrode arus dan elektrode potensial mempunyai jarak yang sama
yaitu C1P1= P1P2 = P2C2 = a. Jadi jarak antar elektrode arus adalah tiga kali jarak
antar elektrode potensial. Perlu diingat bahwa keempat elektrode dengan titik datum
harus membentuk satu garis., Batas pembesaran spasi elektrode ini tergantung pada
kemampuan alat yang dipakai. Makin sensitif dan makin besar arus yang dihasilkan
alat maka makin leluasa dalam memperbesar jarak spasi elektrode tersebut, sehingga
makin dalam lapisan yang terdeteksi atau teramati.

 jarak maksimal Schlumberger

pembacaan tegangan pada elektroda MN adalah lebih kecil terutama ketika jarak
AB yang relatif jauh, sehingga diperlukan alat ukur multimeter yang mempunyai
karakteristik ‘high impedance’ dengan akurasi tinggi yaitu yang bisa mendisplay
tegangan minimal 4 digit atau 2 digit di belakang koma. Atau dengan cara lain
diperlukan peralatan pengirim arus yang mempunyai tegangan listrik DC yang sangat
tinggi.
Sedangkan keunggulan konfigurasi Schlumberger ini adalah kemampuan untuk
mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan, yaitu dengan
membandingkan nilai resistivitas semu ketika terjadi perubahan jarak elektroda
MN/2.
Agar pembacaan tegangan pada elektroda MN bisa dipercaya, maka ketika jarak AB
relatif besar hendaknya jarak elektroda MN juga diperbesar. Pertimbangan perubahan
jarak elektroda MN terhadap jarak elektroda AB yaitu ketika pembacaan tegangan
listrik pada multimeter sudah demikian kecil, misalnya 1.0 milliVolt.
Umumnya perubahan jarak MN bisa dilakukan bila telah tercapai
perbandingan antara jarak MN berbanding jarak AB = 1 : 20. Perbandingan yang
lebih kecil misalnya 1 : 50 bisa dilakukan bila mempunyai alat utama pengirim arus
yang mempunyai keluaran tegangan listrik DC sangat besar, katakanlah 1000 Volt
atau lebih, sehingga beda tegangan yang terukur pada elektroda MN tidak lebih kecil
dari 1.0 milliVolt.

3. jarak na maksimal

Konfigurasi Dipole-Dipole yaitu konfigurasi dimana sepasang elektroda antara


arus dan potensial terpisah, jarak spasi antar elektroda C1-C2 dan P1-P2 adalah a,
sedangkan untuk jarak C1 dan P1 adalah na, atau lebih singkat dinyatakan jarak antar
dipole harus lebih besar.Keunggulan dari konfigurasi ini sangat baik untuk penetrasi
kedalaman, dan CST. Untuk kesensitifan yang tinggi untuk arah horizontal dan
sedang untuk arah vertikal, untuk memperoleh adata maksimal maka harus lebih
banyak elektroda namun ini juga menyebabkan sinyal yang ditangkap rendah,
sehingga konfigurasi ini sangat baik untuk survey mapping horizontal.

4. Fakktor geometri R square array


Konfigurasi Square adalah konfigurasi yang menggunakan bentuk kotak dimana
jarak spasi C1-C2, C1-P1 dan P1-P2 adalah a, sedangkan untuk C2-P1 dan C1-P2
adalah . Kesensitifan konfigurasi ini yaitu dalam sounding dan mapping, sangat
sensitif untuk medan anisotropis dibawah permukaan, seperti dip atau strike.

R1=r4=4
R2=r3=a√2
2𝜋
K= 1 1 1 1
( − )−( − )
𝑟1 𝑟2 𝑟3 𝑟4
2𝜋
K= 1 1 1 1
( − )−( − )
𝑎 𝑎√2 𝑎√2 𝑎
2𝜋
K= √2−1−1+√2
𝑎√2
𝑎√2 √2
K= 2𝜋 𝑥 𝑥 ( )
𝑎√2−2 √2
2𝜋−2𝑎
K= 2𝑥2−2√2
4𝜋𝑎
K=4−2√2
2𝜋𝑎
K= (terbukti)
2−√2