Anda di halaman 1dari 4

STRATEGI PELAKSANAAN ( SP )

DEFISIT PERAWATAN DIRI

OLEH :
KOMANG RISTI INDRIANI
( P07120016085 )
TINGKAT 3.3

PROGRAM STUDI D-III JURUSAN KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
A. Proses Keperawatan
1. Deskripsi Pasien
Tanggal 6 oktober 2018 pada jam 09.00, klien mengatakan badannya sudah tidak
gatal dan bau, terasa lebih segar, klien tampak bersih dan segar. Tetapi, pada hari itu
terlihat klien memakai baju miring, salah memaki kancing baju, rambut tidak disisir,
dan jenggot tidak dicukur.

2. Diagnosa Keperawatan
Defisit perawatan diri: Berdandan

3. Tujuan Keperawatan pada Klien


a. Pasien mampu berpakaian secara mandiri
b. Pasien mampu menyisir rambut secara mandiri
c. Pasien mampu mencukur jenggot secara mandiri

4. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri


SP 2: Melatih cara berdandan setelah kebersihan diri: sisiran, rias muka untuk
perempuan; sisiran, cukuran untuk pria
a. Evaluasi tanda & gejala defisit perawatan diri
b. Validasi kemampuan pasien melakukan kegiatan pertama
c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama
d. Jelaskan cara dan alat untuk berdandan
e. Latih cara berdandan setelah kebersihan diri: sisiran, rias muka untuk perempuan;
sisiran, cukuran untuk pria
f. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk kebersihan diri dan berdandan

B. Rencana Komunikasi Keperawatan Pada Pasien Defisit Perawatan Diri


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi, pak ”
“Bapak masih ingat dengan saya?”
b. Validasi Pasien
“Bagaimana perasaan Bapak hari ini?”
“Iya bapak, bapak tampak segar dan wangi, bapak sudah mandi ya”
c. Kontrak kerja
“Nah bapak sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan melakukan kegiatan merias
diri atau berdandan, tempatnya disini saja pak, waktunya kurang lebih 20 menit.
Bagaimana pak?”

2. Fase Kerja
SP 2: Melatih cara berdandan setelah kebersihan diri: sisiran, rias muka untuk
perempuan; sisiran, cukuran untuk pria
a. Evaluasi tanda & gejala defisit perawatan diri
“ Bapak , saya liat kancing baju Bapak tidak pas.”
“Terus, Bapak tadi setelah mandi sudah sisiran.”
“Bapak, jenggotnya kapan terakhir dicukur?

b. Validasi kemampuan pasien melakukan kegiatan pertama


“Gimana pak, apakah bapak ada kesulitan melakukan kegiatan yang telah kita
jadwalkan kemaren pak?”
“Bapak melakukan kegiatannya diingatkan perawat atau melakukannya sendiri?”
“Bagus sekali, Bapak”

c. Evaluasi manfaat melakukan kegiatan pertama


“Apa yang Bapak rasakan setelah melakukan kegiatan tersebut pak?”
“Iya bapak, benar sekali

d. Jelaskan cara dan alat untuk berdandan, latih cara berdandan setelah
kebersihan diri: sisiran, rias muka untuk perempuan; sisiran, cukuran untuk
pria
“Nah, sekarang kita belajar berdandan ya pak.. ”
“Pertama kita cukuran dulu, oleskan krim didagu terus kita cukur sampai bersih,
kemudian kita bilas pakai air dan keringkan, pak.”
“Terus pakai baju pak, masukkan tangan bapak satu-satu, setelah itu masukkan
kancingnya ke lubang yang sesuai.”
“Habis itu kita sisir rambut, pak.
“Nah, pak kalau bapak melakukannya nanti bapak akan terlihat lebih rapi pak.”
“Sekarang saya contohkan ya, bapak lihat saya”
“Nah pak coba ya sekarang.”

e. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk kebersihan diri dan berdandan


“Nah, Bapak bisa melakukan berdandan ini setelah mandi. Kalau mencukur bapak
kapan mau melakukannya?”
“Suster masukkan ke dalam jadwal ya, pak.”

3. Fase Terminasi Sementara


a. Evaluasi Subjektif
“Nah bagaimana perasaan bapak setelah belajar berdandan tadi?”
b. Evaluasi Objektif
“Nah Bapak… Bapak masih ingat kita tadi belajar apa?”
“Coba sebutkan pak.”
“Bagus bapak, bapak bisa mengingatnya dengan tepat.”
c. Rencana Tindak Lanjut
“Nah tadi kan, bapak bilang ingin melakukan kegiatan berdandan dan mencukur
semingu sekali, ini akan dimasukkan ke jadwal harian Bapak. Nah lakukan ya,
pak.”
“Nah, beri tanda jika Bapak sudah melakukannya. Tanda M jika Bapak
melakukannya sendiri atau tanpa bantuan orang lain, tanda B jika diingatkan baru
dilakukan, dan tanda T jika tidak dilakukan.”
d. Kontrak Yang Akan Datang
“Baiklah Pak, kalau begitu saya permisi ya pak, saya ke ruang perawat dulu, Nanti
siang jam 12 kita latihan makan dan minum yang baik di ruang makan.”