Anda di halaman 1dari 14

LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN

I. FUNGSI LPP DALAM PERDAGANGAN EFEK

LPP adalah pihak yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi Bank
Kustodian, Perusahaan Efek, dan pihak lain. Saat ini, PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI) merupakan pihak yang telah mendapatkan izin sebagai LPP untuk
menjalankan fungsi Penyimpanan dan Penyelesaian Efek di pasar modal Indonesia.

KUSTODIAN SENTRAL

Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa:


1. Jasa penitipan kolektif atas Efek
2. Jasa administrasi: menerima dividen, bunga, dan hak- hak lain, menyelesaikan
transaksi Efek, dan mewakili Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya.

Ketentuan menjadi Kustodian


1. Perusahaan Efek
2. Bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam-LK
3. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.
45/1995)

Konsep Kustodian Sentral


1. Sistem Kustodian sentral mengacu kepada konsep penitipan kolektif dalam UUPM
No.8/1995
2. Konsep penitipan kolektif:
 Penitipan efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak, yang
kepentingannya diwakili oleh KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.
 Efek dicatat dalam DPS emiten atas nama KSEI untuk kepentingan pemegang
rekening KSEI
 Registered Owner Efek  KSEI
 Beneficial Owner Efek  Investor

Konsep Penitipan Kolektif


1. Efek dikonversikan ke dalam data elektronik dan diadministrasikan di rekening Efek.
2. Peralihan Kepemilikan dengan pemindahbukuan Efek (book-entry transfer).
3. Efek dalam Penitipan Kolektif dianggap sepadan (fungible).
4. Hak-hak terkait dengan Efek (dividen, saham bonus, dll) dibagikan melalui KSEI
dan dikredit ke rekening Efek
5. Hak-hak Beneficial Owner (kepemilikan manfaat) atas Efek
- Hak atas pembagian dividen, saham bonus
- Hak atas pembayaran bunga atau pokok surat utang
- Hak untuk menghadiri RUPS/RUPO
- Hak-hak lain yang berkaitan dengan Efek

Tentang KSEI
1. Sebagai salah satu SRO dalam kelembagaan pasar modal Indonesia, berbentuk PT,non profit.
2. Didirikan pada tanggal 23 Desember 1997.
3. Dasar Hukum UUPM No. 8/1995, Pasal 14, dengan Izin Operasional Keputusan
Bapepam No. Kep. 54/PM/1998 tanggal11 November 1998).
4. KSEI berfungsi untuk melakukan penyimpanan dan penyelesaian Efek yang
ditransaksikan di Bursa Efek.
5. ursa Efek - KPEI - KSEI mengimplementasikan scripless trading mulai Juli 2000.
Manfaat Scipless Trading

1. Meningkatkan faktor keamanan


Saham hilang, dicuri, palsu, dan rusak.

2. Mengurangi beban penyelesaian transaksi


 Waktu: memungkinkan terwujudnya “Settlement by T+3”.
 Biaya: biaya yang timbul terkait dengan penanganan sertifikat saham, missal
biaya transportasi dan pengamanan saham dapat dihilangkan.
 SDM: pengurangan jumlah SDM.

3. Pembagian corporate action lebih mudah dan cepat


 Pemegang Efek langsung menerima pembayaran dividen, saham bonus pada
payment date.
 Sebelum diterapkan scripless trading, investor memerlukan waktu yang lebih
lama utk menerima hasil CA.

4. Mengurangi biaya-biaya lain


Biaya registrasi.

II. FUNGSI DAN PERAN KSEI

Fungsi
Menyediakan jasa Kustodian sentral dan Penyelesaian transaksi yang teratur, wajar,
dan efisien (Pasal 14 ayat 2 UUPM).

Peran
1. Penyimpan efek tanpa warkat
a. Efek Bersifat Ekuitas (Saham, HMETD, dan Waran)
b. Efek Bersifat Utang (Surat utang, MTN, NCD, PN, CP, dll)

2. Penyelesaian transaksi efek


a. Transaksi Bursa
b. Transaksi di Luar Bursa (over the counter)

III. PEMEGANG SAHAM KSEI


Layanan jasa KSEI meliputi:
1. Administrasi Rekening Efek
2. Penyimpanan Efek
3. Penyelesaian transaksi Efek
4. Distribusi hasil corporate action
5. Jasa-jasa terkait lain seperti Post Trade Processing (PTP) dan penyediaan
laporan-laporan jasa kustodian sentral

IV. PEMAKAI JASA KSEI

1. Emiten
Untuk aktivitas berikut:
a. Pendaftaran Efek
- Persyaratan agar Efek Emiten dapat disimpan di KSEI
b. Distribusi Corporate Actions
- Penyampaian informasi corporate action
- Pembayaran dividen, bunga, saham bonus dll
- Laporan-laporan: data pemegang Efek

2. Pemegang Rekening (Perusahaan Efek & Bank Kustodian)

Untuk jasa sebagai berikut:


1. Penyimpanan Efek untuk Efek tanpa warkat
2. Pemindahbukuan Efek untuk transaksi bursa & transaksi di luar bursa
3. Penerimaan hasil Corporate Action
4. Laporan-laporan: laporan saldo & mutasi Efek, informasi Corporate Actio

V. EFEK DAN DANA KSEI

Efek
KSEI dapat menyimpan beragam Efek, seperti:
1. Saham
2. Surat utang Korporasi
3. Rights dan Warrants
4. Medium Term Notes
5. Negotiable Certificate of Deposits
6. Promissory Notes
7. Commercial Paper
8. Surat Utang Negara
9. Sertifikat Bank Indonesia
10. Sukuk
11. Reksa Dana
12. Dana Investasi Real Estate (DIRE)
13. Efek lainnya

Dana
KSEI dapat melakukan penyelesaian dalam multi-currency, termasuk: Rupiah,
Dollar, Dollar Singapura.

VI. REKENING EFEK

Rekening efek berguna untuk mencatat penyimpanan Efek dan dana investor di pasar
modal yang dikelola oleh Perusahaan Efek atau Bank Kustodian selaku Pemegang
Rekening, yang dicatat di KSEI.

Kustodian wajib membukakan Rekening Efek/Sub Rekening Efek untuk setiap investor.
Dana disimpan pada Bank Pembayaran:
1. BCA
2. BRI
3. CIMB Niaga
4. Bank Mandiri
5. Permata Bank

Struktur Rekening Efek

Kerahasiaan Data
KSEI terikat untuk menjaga kerahasian data rekening Efek termasuk Sub
Rekening Efek berdasarkan ketentuan UUPM (Pasal 47)
KSEI hanya dapat memberikan informasi mengenai rekening kepada:
1. Pemegang Rekening dan pihak lain yang ditunjuk oleh Pemegang Rekening
2. OJK,Bursa Efek, LKP, Emiten/BAE untuk pelaksanaan fungsi masing-masing
3. Polisi, jaksa, atau hakim, Pengadilan, Pejabat Pajak dengan persetujuan OJK
Bukti Kepemilikan Efek
Bukti kepemilikan manfaat atas Efek berupa konfirmasi tertulis & Laporan
Rekening Efek dari KSEI/Kustodian

Dasar hukum ttg bukti kepemilikan manfaat atas Efek:


1. UUPM pasal 56 ayat 4 dan 5
2. Peraturan Bapepam-LK no. VI A.3 ttg Rekening Efek

Sub Rekening Efek

Tentang Sub Rekening Efek:


1. Rekening untuk mencatat kepemilikan Efek milik setiap investor yang dikelola
oleh Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
2. Berisi Efek dan atau dana milik nasabah Pemegang Rekening.
3. Wajib dibukakan oleh Perusahaan Efek/Bank Kustodian atas nama masing-
masing investor.
4. Investor dapat memiliki lebih dari satu Sub Rekening Efek.
5. Perusahaan Efek/Bank Kustodian dapat mengelola 1 (satu) atau lebih Sub
Rekening Efek milik nasabah.
6. Mempermudah distribusi Tindakan Korporasi.

Manfaat Sub Rekening Efek


1. Perlindungan Investor:
a. Kepastian pemisahan pembukuan Efek investor dengan Efek milik
Kustodian.
b. Kepastian hak atas Efek seperti dividen, hak menghadiri RUPS, karena
investor akan tercatat dalam DPS yang dikeluarkan oleh KSEI

2. Tersedianya data investor setiap waktu di KSEI, untuk keperluan:


a. Pelaksanaan corporate action
b. Pelaporan Emiten kepada OJK, Bursa Efek, atau BI
c. Penyidikan oleh pihak yang berwenang, misal: OJK
d. Laporan tahunan pemakai jasa KSEI.

3. Efisiensi distribusi hasil Corporate Action


KSEI terikat untuk menjaga kerahasiaan data Rekening Efek, termasuk Sub
Rekening Efek berdasarkan UUPM (Pasal 47).

Jenis-jenis Sub Rekening di KSEI:


 Sub rekening penyimpanan (001)
 Sub rekening penyelesaian (002)
 Sub rekening penerima pinjaman (003)
 Sub rekening jaminan/ Colateral (004)
 Sub rekening pemberi pinjaman (005)

Rekening Dana Nasabah (RDN)

RDN adalah Rekening atas nama nasabah yang disimpan di Bank yang terpisah
dari rekening Perusahaan Efek.

Penjelasan tentang RDN:


 Bagi Investor yang belum dibukakan RDN:
- Tidak dapat melakukan transaksi Efek (baik di Bursa maupun diluar
bursa)
- MKBD akan dikurangi nilainya sejumlah dana nasabah yang belum dibuka
rekening dana investor (QQ PE atau di SRE C-BEST)
 Setiap investor (yang mempunyai beberapa SRE dalam satu PE) sekurang-
kurangnya harus mempunyai 1 RDN.
 Investor tidak dapat langsung menarik dan memindahbukukan dana yang
terdapat di RDN.
 Untuk butir diatas, maka investor memberikan instruksi ke PE (on request
atau Standing Instruction).
 Dana atas seluruh transaksi Efek harus melalui RDN.

Ketentuan Pendukung

Peraturan Bapepam-LK Nomor V.D.3

1. Pembukaan rekening Efek wajib diikuti dengan pembukaan Sub Rekening


Efek pada Kustodian dan pembukaan rekening dana atas nama nasabah
pada bank untuk masing-masing nasabah;
2. Nasabah memberikan kuasa kepada Perusahaan Efek untuk:
• Melakukan pemindahbukuan dana dalam rekening dana nasabah pada
bank untuk keperluan transaksi Efek nasabah.
• Memberikan data termasuk mutasi dan/atau saldo dana yang ada
dalam rekening dana yang ada di bank kepada Lembaga Penyimpanan
danPenyelesaian.
3. Perusahaan Efek wajib memberikan salinan kontrak pembukaan rekening
Efek dan pembukaan rekening dana pada bank kepada nasabah.

Bank Administrator RDN

RDN harus dibuka di Bank Administrator RDN yang bekerjasama dengan KSEI,
karena KSEI tidak dapat melakukan proses pemindahbukuan dana

Bank Administrator RDN yang bekerjasama dengan KSEI (hingga bulan Juni
2017):
1. BCA
2. BCA Syariah
3. BNI
4. BRI
5. CIMB Niaga
6. Bank Mandiri
7. Bank Mandiri Syariah
8. Bank Sinarmas
9. Permata Bank

* Bank Administrator RDN hanya dapat melakukan pembukaan/administrasi


RDN, dan tidak dapat melakukan pemindahbukuan dana atas penyelesaian
transaksi di pasar modal seperti halnya Bank Pembayaran

VII. SINGLE INVESTOR IDENTIFICATION (SID)

Konsep SID
 Nomor identitas tunggal untuk investor pasar modal atas Sub Rekening Efek
yang dikelola Pemegang Rekening KSEI (Perusahaan Efek/Bank Kustodian).
 Dapat menghubungkan aset investor di beberapa Sub Rekening Efek pada
Pemegang Rekening KSEI yang berbeda (Cross Link).
 Bersifat tunggal sesuai data pembukaan Sub Rekening Efek di KSEI.
 SID diterbitkan oleh KSEI sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
(LPP)
Format SID

Ketentuan Pendukung

Peraturan Bapepam-LK Nomor V.D.3

 Pembukaan Rekening Efek di LPP untuk nasabah


 Pembuatan atau pencantuman nomor tunggal identitas nasabah (SID) bagi
nasabah yang telah ada;
 Pembuatan atau pencantuman nomor tunggal identitas nasabah (SID) di LPP
bagi nasabah yang belum memiliki
 nasabah yang melakukan pemberian pesanan dan/atau instruksi telah memiliki
nomor tunggal identitas nasabah (SID);

Peraturan BEI Nomor II-A

Penerapan SID sebagai client trading ID pada saat melakukan transaksi di Bursa
Efek Indonesia

Penerapan SID

1. Standardisasi Data Sub Rekening Efek


Update data nasabah pemilik Sub Rekening Efek dan wajib memiliki Single
Investor Identification pada semua Sub Rekening Efek.

2. Penerapan Pemisahan Rekening Dana Nasabah


Setiap nasabah harus dibukakan Sub Rekening Efek di KSEI dan Rekening Dana
di Bank yang terpisah dari rekening milik nasabah lain atau rekening milik
Perusahaan Efek. Sub Rekening Efek dan Rekening Dana akan dikonsolidasikan
dengan Single Investor Identification masing-masing nasabah.

3. Penerapan Client Trading ID di Transaksi Bursa


Setiap order transaksi jual atau beli di Bursa atas nama nasabah harus disertai
informasi client trading ID nasabah yang merupakan bagian dari Single Investor
Identification.

4. Penerapan STP (Straight Through Processing) di Transaksi Bursa.


Perdagangan, Kliring dan Penyelesaian dilakukan terintegrasi dan secara
otomatis
Data yang Dibutuhkan Agar SID ter-crosslink dengan SRE

1. Nomor Identitas: Nomor KTP atau NPWP.


2. Status Investor, seperti: Individu, Dana Pensiun, dll.
3. Tanggal Lahir / Pendirian
4. Nasabah Asing/ Lokal: Domestik/ Foreign.

* Jika ke-4 (empat) data ini valid, maka akan ter-crosslink dengan SID yang
sudah ada

VIII. FASILITAS AKSes (ACUAN KEPEMILIKAN SEKURITAS)

1. Fasilitas yang diberikan kepada investor untuk dapat langsung melihat portofolio
yang dimilikinya ke dalam sistem KSEI.
2. Fasilitas AKSes adalah sarana informasi yang disediakan untuk para investor di
website KSEI, yang memberikan akses langsung bagi investor untuk melihat dan
memantau posisi dan mutasi portofolio Efeknya yang tersimpan di Sub Rekening
Efek di KSEI.
3. Website http://akses.ksei.co.id dengan jaminan standar keamanan yang ketat.
4. Diluncurkan pada tanggal 18 Juni 2009.
5. Tujuan untuk memberikan perlindungan dan transparansi informasi atas
kepemilikan portofolio Efek nasabah (investor).

Ketentuan Pendukung

Peraturan Bapepam-LK Nomor V.D.3


 Pembukaan Rekening Efek di LPP untuk nasabah
 Pelaporan data rekening dana ke LPP

Peraturan Bapepam-LK Nomor V.D.4


Kewajiban Perusahaan Efek untuk memberikan akses informasi data di LPP kepada
nasabah

Penerapan Fasilitas AKSes

1. Nomor yang terdapat pada kartu AKSes, menjadi identitas investor (SID) pada
saat melakukan transaksi Efek di Pasar Modal Indonesia.
2. Merupakan fasilitas yang disediakan KSEI secara GRATIS untuk memberikan
informasi dan laporan yang terkait posisi Efek dalam Sub Rekening Efek atau dana
pada RDN milik investor.
3. Informasi yang ditampilkan antara lain:
a. Informasi mutasi dan instruksi yang tersedia secara realtime dari C-BEST.
b. Informasi status transaksi dari BEI dan perhitungan hak dan kewajiban
penyelesesaian transaksi dari KPEI
4. Persyaratan menggunakan Fasilitas AKSes: Investor harus memiliki Sub Rekening
Efek di KSEI yang dibukakan melalui Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
5. Akses ke Fasilitas AKSes melalui jaringan internet atau mobile devices.

Manfaat Fasilitas AKSes

Bagi Industri Pasar Modal :


1. Meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia.
2. Memberikan transparansi kepada investor untuk membangun lingkungan
berinvestasi yang nyaman dan aman.
3. Mendukung dan memperkuat fungsi dan mekanisme pengawasan oleh otoritas
pasar modal terhadap pelaku pasar dengan memungkinkan investor secara
langsung memonitor kepemilikan Efeknya.
4. Menjadi sistem pencegahan dan sistem peringatan dini terjadinya pelanggaran di
Pasar Modal Indonesia.
5. Sebagai fondasi pengembangan Straight Through Processing Pasar Modal
Indonesia

Bagi Perusahaan Efek/Bank Kustodian


1. Meningkatkan relasi PE/BK dengan nasabah:
‒ Membantu PE/BK memonitor kesesuaian catatan Efek di KSEI.
‒ Menjaga dan meningkatkan kepercayaan nasabah kepada PE/BK.
2. Efisiensi pelaporan PE/BK:
‒ PE dan BK dapat menyampaikan informasi dan laporan rutin secara cepat dan
akurat.
‒ Mengurangi biaya komunikasi, biaya cetak dan biaya pengiriman laporan
Bagi Investor:
1. Investor dapat mengakses secara real time data kepemilikan Efek serta
mutasinya dalam Sub Rekening Efek yang disimpan di sistem C-BEST.
2. Memberikan kemudahan untuk melakukan konsolidasi laporan portofolio yang
tersebar di beberapa Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
3. Portofolio investasi dapat dimonitor secara langsung oleh investor itu sendiri.

Administrasi Bagi Nasabah Baru

Program Terkait Fasilitas AKSes

 Standardisasi Data Sub Rekening Efek


Update data nasabah pemilik Sub Rekening Efek penerapan Single Investor ID
pada semua Sub Rekening Efek.

 Penerapan Pemisahan Rekening Dana Nasabah


Setiap nasabah harus dibukakan Sub Rekening Efek di KSEI dan Rekening Dana
di Bank yang terpisah dari rekening milik nasabah lain atau rekening milik
Perusahaan Efek. Sub Rekening Efek dan Rekening Dana akan dikonsolidasikan
dengan Single Investor ID masing-masing nasabah.

 Penerapan Client Trading ID


Setiap order transaksi jual atau beli di Bursa atas nama nasabah harus disertai
informasi client trading ID nasabah yang merupakan bagian dari Single Investor
ID.
Login Fasilitas AKSes
Untuk dapat menggunakan Fasilitas AKSes, investor harus mengetahui nomor SID
dan PIN Mailer yang akan digunakan untuk first time login.

Investor dapat melakukan login melalui:


1. Web Browser melalui personal computer atau smarphones
2. Aplikasi AKSes Mobile
3. Jaringan e-channel perbankan:
- ATM : Permata Bank, Bank Mandiri, BNI
- Internet Banking : BCA, CIMB Niaga

Atribut Kartu AKSes

IX. PENYELESAIAN TRANSAKSI EFEK

1. Penyelesaian Transaksi Bursa


Pemindahbukuan yang dilakukan untuk menyelesaikan transaksi Bursa.
Penyelesaian transaksi di Pasar Reguler dilakukan pada T+3 (3 hari bursa
setelah transaksi dilakukan di Bursa Efek).
2. Penyelesaian Transaksi di luar Bursa (OTC)
Transaksi di Luar Bursa adalah transaksi antar Perusahaan Efek, atau antara
Perusahaan Efek dengan pihak lain yang tidak diatur oleh Bursa Efek, dan
transaksi antar pihak yang bukan Perusahaan Efek. Penyelesaian Transaksi di
luar bursa dapat dilakukan dengan pembayaran (Delivery Versus Payment/DVP
atau Receive Versus Payment) atau tanpa pembayaran (Delivery Free of
Payment/DFOP atau Receive Free of Payment/RFOP).

Sistem Kustodian Sentral

Dalam menjalankan fungsi sebagai LPP, KSEI didukung oleh The Central
Depository-Book Entry Settlement System (C-BEST), melakukan pencatatan dan
pemindahbukuan Efek secara elektronik.

Tentang C-BEST
1. C-BEST terhubung dengan terminal komputer Pemegang Rekening,
Emiten/BAE, Bank Pembayaran, KPEI, dll.
2. Instruksi, konfirmasi, laporan-laporan mengenai Rekening Efek disampaikan
secara elektronik.
3. C-BEST memiliki sistem cadangan Disaster Recovery Center (DRC) yang
berfungsi untuk mengamankan penyediaan layanan Kustodian sentral saat
terjadi gangguan pada sistem utama.Sistem DRC memiliki kapasitas dan
proses kerja yang identik dengan sistem utama. Pelaksanaan DRC Live Test
setiap enam bulan sekali.
4. Sejak tahun 2013, KSEI tengah mengembangan C-BEST menjadi C-BEST
Next-G.

Fungsi C-BEST
- Pengelolaan Aset
- Jasa Kustodian
- Penyelesaian Transaksi
- Post Trade Processing
- Corporate Action
- Laporan dan jasa terkait lainnya.
X. CORPORATE ACTION

Corporate action adalah Tindakan Emiten yang memberikan hak kepada pemegang Efek, untuk
memperoleh dividen, bunga, saham bonus, HMETD, waran, menghadiri RUPS/RUPO.

Jenis Corporate Action


1. Dividen
2. Bunga
3. Saham bonus
4. Waran, HMETD
5. RUPS/RUPO
6. Merger, akuisisi, stock split, reverse stock split, dll

KSEI memasukkan jadwal aktivitas Corporate Action ke C-BEST berdasarkan pemberitahuan


Emiten.
Proses distribusi Corporate Action
1. Pengumuman: KSEI memberitahukan rencana kegiatan CA kepada
Pemegang Rekening (e-mail, website KSEI, C-BEST dll).
2. Pada Record Date (akhir hari), C-BEST akan mencatat seluruh kepemilikan Efek pada Sub
Rekening Efek yang berhak atas CA.

Pencatatan Agunan Efek


1. Efek yang diagunkan tidak perlu ditarik keluar sistem,tetapi cukup dicatat sebagai
agunan oleh KSEI/Kustodian.
2. Pencatatan Agunan Efek dilakukan dengan pemberitahuan secara tertulis kepada
KSEI/Kustodian tempat membuka rekening.
3. KSEI akan memblokir Efek yang diagunkan berdasarkan permintaan
Kustodian/Pemegang Rekening KSEI.
4.
XI. PERATURAN LPP MENGENAI PERDAGANGAN EFEK
1. Peraturan KSEI Selaku LPP
2. Peraturan Jasa Kustodian Sentral
a. Ketentuan Umum
b. Pendaftaran Efek di KSEI
c. Penyimpanan Untuk Efek Bersifat Ekuitas
d. Penyimpanan Untuk Efek Bersifat Utang
e. Penyimpanan Unit Penyertaan
f. Penyimpanan Efek Beragun Aset
g. Penyimpanan Untuk Efek Syariah
h. Penyelesaian Transaksi Efek
i. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: Kep-
12/PM/1996 Tanggal: 17 Januari 1996 tentang Peraturan Nomor
III.C.1: Perizinan Lembaga Penyimpanan Dan Penyelesaian.
j. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep- 14/BL/2009 Tanggal:
30 Januari 2009 Peraturan Nomor III. C.3: Direktur Lembaga
Penyimpanan Dan Penyelesaian.
k. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep- 15/PM/1996
Tanggal: 17 Januari 1996 Peraturan Nomor III.C.4 : Tata Cara
Penyusunan Serta Pengajuan Rencana Anggaran Dan Penggunaan
Laba Lembaga Penyimpanan Dan Penyelesaian
l. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep- 16/PM/1996 Tanggal: 17
Januari 1996 Peraturan Nomor III.C.5: Tata Cara Pemberian Persetujuan
Anggaran Dasar Lembaga Penyimpanan Dan Penyelesaian.

KSEI sebagai Sub Registry

KSEI sebagai Sub Registry berdasarkan persetujuan Bank Indonesia No. 8/140/DPM
tanggal 19 Mei 2006 perihal Penunjukan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai
Sub Registry. Untuk memperlancar fungsi KSEI sebagai Sub Registry maka KSEI juga
membuka rekening giro di Bank Indonesia – Real Time Gross Settlement.
DAFTAR PUSTAKA

1. Modul TICMI