Anda di halaman 1dari 7

1. Klasifikasikan berbagai jenis lipid!

Jawab :

Lipid dapat dibedakan dalam tiga kelompok besar, yaitu:


a. Lipid sederhana (simple lipids)
Lipid sederhana merupakan ester gugus asam lemak (sering disebut juga
sebagai gugus asil) dengan molekul alkohol gliserol. Lipid sederhana dapat
berbentuk monogliserida, digliserida atau trigliserida (triasilgliserol). Trigliserida
merupakan lipid yang tersimpan dalam sitoplasma sel-sel adiposa.
b. Lipid kompleks (complex lipids)
Lipid kompleks merupakan ester gugus asam lemak dengan molekul
alkohol, lipid kompleks juga berikatan dengan molekul yang lain, seperti asam
fosfat dan senyawa nitrogen tertentu. Asam lemak tidak hanya mengalami proses
esterisasi menjadi molekul lipid yang lebih kompleks, tapi juga dapat mengalami
poses transformasi metabolik menjadi senyawa-senyawa baru yang disebut
sebagai turunan lipid. Contoh dari lipid kompleks adalah fosfolipid,
glikolipid,sulfolipid, aminolipid, dan lipoprotein.
c. Turunan lipid (derived lipids)
Turunan lipid dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok besar,
seperti eikosanoid, isoprenoid, badan keton (keton bodies), dan sebagainya.

Berdasarkan fungsinya, lipid dapat dibagi menjadi berikut:


a. Lipid simpanan (storage lipid)
b. Lipid struktural (penyusun membran)
c. Lipid fungsional (sebagai tanda/signal kofaktor dan pigment)
Berikut merupakan gambar jenis lipid berdasarkan fungsinya sebagai cadangan
makanan dan membran

2. Jelaskan manfaat dari lipid!

3. Berapa mol ATP yang dihasilkan dari pembakaran 1 mol asam laurat
(hubungan oksidasi-𝜷 dengan siklus krebs)?
Jawab:

4. Berdasarkan uraian di atas,bandingkan antara degradasi asam lemak dengan


biosintesis asam lemak!
5. Bagaimana pendapat anda mengenai pernyataan bahwa terlalu banyak
konsumsi karbohidrat menyebabkan obesitas? Jelasakan dari sudut pandang
metabolism!
6. TUGAS: carilah informasi, kemudian susunlah artikel dengan tema “Halal
Sebagai Gaya Hidup: Waspada Menggunakan Lemak Babi Pada Produk-
produk Pangan dan Kosmetika” upload ke schoology, minimal 5 referensi
Halal Sebagai Gaya Hidup: Waspada Menggunakan Lemak Babi Pada Produk-
Produk Pangan dan Kosmetika

Pada era modern seperti sekarang dengan teknologi yang semakin canggih
menimbulkan terciptanya berbagai inovasi produk-produk dalam berbagai bidang,
terutama dalam bidang pangan dan kosmetika. Adanya produk pangan dan kosmetika
yang beragam menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat semakin tinggi dan
terkadang lalai dan terlena akan pentingnya kehalalan dari produk tersebut.
Masyarakat tidak menyadari bahwa sebagian besar tambahan produk terutama produk
import tidak jelas kehalalannya. Hal tersebut juga didukung dengan sedikitnya label
halal yang tertera pada setiap produk.

Rendahnya pengetahuan konsumen muslim tentang peluang penggunaan


bahan-bahan haram dalam suatu produk sebagai hasil perkembangan ilmu dan
teknologi pengolahan pangan menjadikan masyarakat muslim tidak waspada dan
tidak teliti dalam memilih produk yang dikonsumsinya. Padahal secara ilmiah dapat
diketahui bahwa jenis makanan yang masuk dalam tubuh kita sangat berpengaruh
pada kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa. Islam telah memerintahkan untuk makan
makanan halal yang baik lagi tayyib seperti dalam firman Allah Surat Al-Baqarah
ayat 168:

ٌ ‫ّو ُّم ِب‬ٞ ‫عد‬


١٦٨ ‫ين‬ َ ۡ‫ض َحلَ اٗل َط ِيبا ا َو ََل تَت َّ ِبعواْ خط َو ِت ٱل َّش أي َط ِن إِنَّهۥ لَكم أ‬
ِ ‫َيَٰٓأَيُّ َها ٱلنَّاس كلواْ ِم َّما فِي أٱۡل َ أر‬

Artinya: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah rizkikan
kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”.

Halal menurut Abu Muhammad al-Husayn ibn Mas’ud al-Baghawi (436-510


H) dalam Muchtar Ali (2016) merupakan sesuatu yang dibolehkan oleh syariat karena
baik. Sedangkan menurut Yusuf al-Qaradhawi, halal memiliki arti yaitu sesuatu yang
dengannya terurailah buhul yang membahayakan dan Allah memperbolehkan untuk
dikerjakan. Halal juga dapat dilihat dari sisi memperoleh barang tersebut seperti
bukan barang curian, dan sebagainya. Sedangkan “tayyib” dalam surat tersebut
menurut Al-Syafi’i dalam Muchtar ali (2016) dapat diartikan sebagai sesuatu yang
suci tidak mengandung najis dan tidak juga haram. Tayyib juga dapat berarti sesuatu
yang layak dan tidak membahayakan bagi jasad atau tubuh dan dirasakan lezatnya.
Dari beberapa definisi diatas dapat diketahui bahwa halal adalah sesuatu yang
diperbolehkan oleh syariat karena sudah hilang atau tidak terdapatnya sifat
membahayakan bagi tubuh. Sedangkan tayyib adalah sesuatu yang baik bagi
kesehatan jasmani dan rohani.

Perihal halal dan haram telah disebutkan dengan jelas dalam al-Quran.
Hubungannya makanan halal dan haram sangat jelas efeknya bagi kesehatan tubuh.
Menurut Imam Al-Ghazali mengibaratkan makanan dalam Islam adalah sebuah
fondasi suatu bangunan. Apabila fondasi tersebut kokoh dan kuat, bangunan pun akan
berdiri tegak dan kokoh. Sebaliknya, jika fondasi tersebut lemah dan rapuh, bangunan
pun akan runtuh dan ambruk. Pada sebuah hadis, Rasulullah telah bersabda:
“Baguskanlah makananmu, niscaya Allah menerima doamu”. Dari hadis tersebut
bahwa kebaikan dari sifat makanan yang kita makan sangatlah penting. Diatara
kebaikan dari makanan adalah yang bersifat halal.

Islam telah menerangkan jenis-jenis barang-barang halal dan haram.


Diantaranya yang haram adalah bangkai, darah, daging babi dan hewan yang
disembelih atas nama selain Allah. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Al-Qur’an
Surat Al-Baqarah ayat 173:

َ ‫اغ َو ََل‬
‫ع ٖاد‬ ٖ َ‫ٱضط َّر غ أَي َر ب‬ ‫ير َو َما َٰٓ أ ِه َّل ِب ِهۦ ِلغ أَي ِر َّ ه‬
‫ٱللِ فَ َم ِن أ‬ ِ ‫علَ أيكم أٱل َم أيتَةَ َوٱلد ََّم َولَ أح َم أٱل ِخ‬
ِ ‫نز‬ َ ‫ِإنَّ َما َح َّر َم‬
١٧٣ ‫ور َّر ِحي ٌم‬
ّٞ ‫ٱللَ غَف‬ َ ‫ٗل ِإ أث َم‬
َّ ‫علَ أي ِه إِ َّن‬ َٰٓ َ َ‫ف‬
Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging
babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi
barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Selain dalam Surat Al-Baqarah keharaman babi juga disebutkan dalam berbagai surat
dalam Al-Quran seperti dalam Surah Al-Maidah ayat 3, Al-An’am ayat 145, dan An-
Nahl ayat 115.

Babi adalah sejenis hewan ungulata yang bermoncong panjang dan berhidung
lemper dan merupakan hewan yang berasal dari Eurasia. Babi termasuk jenis hewan
omnivora bahkan lebih dari itu karena babi memakan apapun yang ada dihadapannya.
Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, suka makan bangkai dan
kotorannya sendiri bahkan kotoran manusia dia makan, sangat suka berada pada
tempat kotor, sangat pemalas, tidak suka matahari, rakus, suka makan dan tidur, suka
dengan sejenis dan tidak pencemburu.

Akibat dari gaya hidup yang sangat jorok diatas babi menjadi gudang parasit dan
bakteri yang membahayakan manusia. Beberapa parasit tersebut adalah sebagai
berikut:

1. Cacing Taenia Solium (cacing pita)


Parasit ini berupa larva berbentuk gelembung atau butiran-butiran telur pada usus
babi. Apabila seseorang makan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka
dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia sehingga akan
menglami perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita dengan panjang
hingga 10 kaki, dimana kepalanya menempel pada dinding usus dan menyerap
unsur-unsur makanan dalam lambung. Hal tersebut dapat menyebabkan seseorang
kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing pita dapat
mengeluarkan racun.
2. Cacing Thrichinila Spiralis
Cacing ini menyerang pada otot dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa
sehingga mengakibatkan pergerakan lambat dan sulit melakukan aktvitas.
Keberadaan cacing ini pada sekat antar paru dan jantung dapat mempersempit
pernafasan yang berujung pada kematian.
3. Cacing Schistosoma japonicum
Cacing ini berkembang sangat cepat. Cacing ini dapat membakar kulit, lambung,
hati, terkadang dapat menyerang otak dan saraf tulang belakang yang bisa
menyebabkan kelumpuhan.
4. Cacing paragonimus
Cacing ini menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, dimana penderitanya akan
merasa sakit, ludah berwarna coklat seperti karat.

5. Swine Eryspeals
Parasit ini menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah
dan suhu tubuh tinggi.
6. Fasciolepsis Buski
7. Cacing Ascaris
8. Cacing Anklestoma
9. Colonorchis Sinensis

Adapun bakteri-bakteri yang dikandung babi diantaranya: virus TBC, vrus


cacar, virus penyebab gatal-gatal yang terdapat dalam kulit babi, kuman Rusiformas
N peyebab pembusukan pada kedua kaki, Blantidium Coli penyebab disentri akut,
mikroba Brocellosis penyebab demam malta fever, dan mikroba Toxoplasma Gondi
yang menyebabkan demam yang panjang, menurunnya imunitas tubuh, radang otot,
dan menyerang jantung bahkan menyerang mata dan bisa menyebabkan kebutaan.
Selain itu, hasi penelitian ilmiah modern di Cina dan Swedia menyatakan bahwa
daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon.

Jenis zat babi yang sering beredar dan menjadi perbincangan hagat adalah
lemak babi. Lemak babi telah digunakan sebagai campuran dalam produk pangan
maupun kosmetika. Hal ini dilakukan karena lemak babi memiliki harga yang murah
dibandingkan dengan lemak hewan lain, sehingga dimanfaatkan oleh produsen nakal
untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Peristiwa ini harus sangat diwaspai oleh
masyarakat terutama kaum muslim. Jarang sekali masyarakat membeli produk
terutama produk kecantikan mengeluarkan kata “ini halal tidak?” padahal kehalalan
adalah suatu hal yang sangat penting.

Berdasarkan uraian tentang keharaman dari babi diatas, mari kita mulai
menjadi konsumen yang cerdas,jadikan halal sebagai hidup sehat, waspada terhadap
produk-produk yang kita beli terutama produk pangan dan kosmetika dari luar negeri.
Tambah wawasan seputar bahan-bahan yang diharamkan dan lebih rinci dan teliti
dalam membeli suatu produk. Jangan biarkan kesehatan kita terenggut begitu saja
hanya untuk memuaskan nafsu duniawi semata.

Daftar Pustaka
Wijaya, Yoga Permana.2009.Fakta Ilmiah tentang Keharaman
Babi.Bandung.http://www.yogapw.wordpress.com (Diakses pada 11 November pukul
05.00)