Anda di halaman 1dari 3

Sampo adalah produk perawatan rambut yang digunakan untuk menghilangkan minyak, debu,

serpihan kulit, ketombe dan kotoran lain dari rambut. Sampo merupakan jenis koloid dan
menerapkan prinsip koloid dalam cara kerjanya.
A. Karakteristik Koloid Sampo
Karakteristik koloid sampo yaitu merupakan koloid berjenis koloid emulsi jika dicampur
dengan air. Adapun sampo yang berupa zat cair bertindak sebagai fase terdispersinya dan air
bertindak sebagai fase pendispersinya. Sedangkan untuk sifat fisis lainnya dari sampo yaitu
buih merupakan jenis koloid aerosol, dikarenakan fase terdispersinya berupa gas dan fase
pendispersinya berupa cair.
B. Bahan-Bahan Pembuatan Sampo
Bahan-bahan pembuatan sampo yaitu :
1) Lauryl Ether
Lauryl Ether diperlukan untuk membuat Sodium Lauryl Ether Sulfonate yang merupakan
bahan baku pembuatan sampo.
2) Oleum 20%
Oleum 20% digunakan sebagai reaktan bersama-sama Lauryl Ether untuk menghasilkan
Sodium Lauryl Ether Sulfonate.
3) Natrium Hidroksida
Natrium Hidroksida berperan menetralisir hasil reaksi Lauryl Ether dan Oleum sehingga
terbentuk Sodium Lauryl Ether Sulfonate.
4) Sodium Lauryl Sarcosinate
Sodium Lauryl Sarcosinate merupakan surfaktan yang berfungsi sebagai zat pemberi busa
dan pembersih pada sampo.
5) Cocoamido Prophyl Betain
Cocoamido Prophyl Betain berperan sebagai surfaktan anionik. Zat ini merupakan
surfaktan sintetesis turunan dari minyak kelapa dan dimethylaminopropylamine yang
bersifat switer ion
6) Coconut Diethanol Amide
Coconut Diethanol Amide berfungsi sebagai zat pemberi busa pada sampo.
7) Lauryl Glucuside
Lauryl Glucuside merupakan surfaktan yang berfungsi sebagai zat pemberi busa dan
pembersih pada sampo.
8) Dimethicono
Dimethicono berfungsi mengurangi kecenderungan sampo menghasilkan busa ketika
diguncang
9) Poliquartenium
Poliquartenium berfungsi sebagai bahan yang mencegah atau menghambat penumpukan
listrik statis yang dapat membuat rambut kusut.
10) EDTA
EDTA berfungsi sebagai khelating agent atau antioksidan. Penambahan bahan ini agar
senyawa-senyawa yang mudah teroksidasi tetap stabil.
11) Ethylene Glycol Mono Stearate
Ethylene Glycol Mono Stearate berfungsi sebagai bahan pemberi warna mengkilat pada
rambut.
12) Hydantoin
Hydantoin bekerja sebagai pengawet pada sampo karena formaldehida akan membuat
lingkungan yang kurang menguntungkan bagi mikroorganisme.
13) Citric Acid
Citric Acid berfungsi sebagai pengatur pH. pH perlu diatur agar pH sampo dan pH kulit
kepala sama.
14) Parfum (Green Silk)
Parfum berfungsi untuk memberikan efek bau harum dan menyenangkan saat dipakai.
15) Pewarna
Pewarna berfungsi agar tampilan sampo menjadi lebih bagus dan memberikan warna pada
sampo.
16) Air
Pada pembuatan sampo air berfungsi sebagai pelarut sehingga terbentuk larutan sampo
yang homogen.
C. Proses Pembuatan Sampo
Proses Pembuatan Sampo diawali dengan pembuatan Sodium Lauryl Ether Sulfonate,
kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sampo itu sendiri. Adapun prosesnya dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1) Pembuatan Sodium Lauryl Ether Sulfonate
Sodium Lauryl Ether Sulfonate dibuat dengan mereaksikan Lauryl ether dengan oleum
20%. Reaksi ini berlangsung pada suhu 46°C dengan tekanan 1 atm. Reaksinya adalah
sebagai berikut :

C12H25OC2H4OH + SO3 + H2SO4 C12H25OC2H4OSO3H + H2SO4

Lauryl ether Oleum 20% Lauryl ether sulfonat Asam sulfat

Kemudian lauryl ether sulfonat pada reaksi tersebut dinetralisasi dengan menggunakan
NaOH 20% pada suhu 51°C dimana reaksinya sebagai berikut :
C12H25OC2H4OSO3H + NaOH C12H25OC2H4OSO3Na + H2O
Lauryl ether sulfonat Sodium Lauryl ether sulfonat
Sodium lauryl ether sulfonat yang dihasilkan pada reaksi tersebut digunakan untuk
pembuatan sampo.

2) Pembuatan Sampo
Pada tahap ini EDTA dan ethylene glycol monostearate dimasukkan ke dalam mixer yang
berisi air yang telah dipanaskan pada suhu 60°C. Kemudian setelah campuran melarut, lalu
dimasukkan Sodium lauryl ether sulfonate yang telah dibuat sebelumnya, diaduk sampai
homogen. Adapun tujuan dari penambahan sodium lauryl ether sulfonate ini adalah agar
sampo yang dihasilkan dapat memberikan busa. Setelah campuran homogen, kemudian
didinginkan sampai suhu 40°C dan selanjutnya dimasukkan sodium lauryl sarcisonate,
cocoamido prophyl betain, lauryl glucuside, coconut diethanol amide, dimethiconol dan
poliquartenium. Campuran ini kemudian diaduk kembali sampai homogen. Kemudian
campuran ini ditambahkan hydantoin, citric acid, pewarna dan parfum sampo. Seluruh
bahan ini akan dicampur sampai homogen sehingga terbentuklah sampo.

D. Cara Kerja Sampo


Sampo memiliki mekanisme kerja secara fisika, dan tidak mempengaruhi kandungan kimia
dalam rambut. Cara kerjanya yaitu membersihkan rambut dengan mengangkat kotoran dan
sebum yang dihasilkan dari sekresi kelenjar sebaceous dan membuatnya dapat larut di air.
Surfaktan merupakan zat yang sangat berperan dalam proses ini. Surfaktan dalam sampo
menyebar di rambut dan kemudian berikatan dengan kotoran dan minyak sehingga kotoran
terangkat melalui proses pembilasan.