Anda di halaman 1dari 2

Rohani Nyata Lewat Tindakan

Pelajaran Alkitab Sidang semalam, kisah tentang Yesus menyentuh dan memegang orang penyakit kusta,
membekas banget dalam ingatanku.

Sejak kecil aku suka mengamati orang-orang dari berbagai latar belakang agama. Waktu aku ikut
opungku agama Katolik, aku lihat bagaimana orang-orang di sana memperlakukan satu sama lain.

Sempat juga aku belajar Agama Muslim karena saat SD di Medan, hanya 2 orang kami Susunan Kristen,
jadi kami terpaksa gabung ke yang Muslim. Ya, ku tengok2 juga bagaimana model manusia di sana.

Orang tuaku Susunan Kristen, ya aku ikut juga. Paling mengerikan itu di gereja. Semua pada mau pamer
kekayaan dan lomba-lomba number one. Semua pada berambisi untuk tampil hehat, dipuji dan ternama.
Hadeh....pening nengok tingkah orang-orang di gereja. Apalagi tante dan opung awak, suka pamer dan
teriak2 nama Yesus. Kalau tampil nyanyi di gereja, paling no 1. Tapi gak pernahlah mereka perlakukan
aku baik dan lembut.

Sekalipun kecewa berat melihat tingkah orang di gereja, aku tetap suka baca Alkitab. Aku menemukan
jurang besar perbedaan antara apa yang diajarkan Alkitab dengan tingkah orang di gereja. Aku tersentuh
dengan ajaran Alkitab tapi aku kecewa dengan gereja. Untungnya, aku jumpa kawan Saksi Yehuwa
semasa SMA. Akhirnya, aku mendapatkan jawaban yang selama ini numpuk di hati dan pikiran.

Aku mulai menginterogasi kawanku Saksi, apakah mereka menerapkan apa yang mereka pelajari dari
Alkitab. Ya, ternyata dia terapkan. Aku perhatikan Papa Mamanya. Dan sampai di Medan, aku perhatikan
semua Saksi Yehuwa. Setelah melihat satu per satu, akhirnya aku jadi berkesimpulan ya, mereka
menerapkan ajaran Alkitab.

Satu kesimpulan yang bisa ku tarik, Rohani Nyata Lewat Tindakan. Seperti Yesus, gak pala banyak
ngomong, perhatiannya penuh dan buat tindakan nyata untuk menunjukkan kasih. Dia juga gak mau
pamer kalau bantu orang2. Beda dengan kebanyakan orang, wajib dan harus dipublikasikan kalau bantu
orang2. Apalagi saat aku jadi jurnalis, paling muak lihat berita pas Natalan, Lebaran, dan acara
keagamaan lainnya, semua pada berlomba pajang bukti pemberiannya di koran. Masukkan ke iklan atau
bayar wartawan biar bisa masuk koran juga tak apa..haha. Tapi pemandangan seperti itu gak ada di
kalangan Saksi Yehuwa. Semua bersih, tertib, teratur dan tak mau pamer2 pemberian.

Saat aku kena jambret, luka parah dan hampir tak selera hidup lagi, di situ aku sadar siapa sahabat
sejatiku. Siapa keluargaku. Siapa yang setia dan peduli denganku. Hanya kawan2 Saksi. Aku tersentuh
saat Kak Emi mau pegang lukaku...(macam mirip Yesus sentuh si penyakit kusta ya...tapi aku kan gak
kusta ya..hehe), tersentuh saat Tiffany ketakutan saat aku tunjukkan luka2ku (Aku yang sakit, Tiffany yg
ketakutan...haha), buat Eda Arti dan suaminya. Buat HP kami, Awi, yang datang berkali2 lihat aku. Dan
saudara/i lainnya yang ku sebut satu per satu. Dalam hatiku," Bah...spesial kali awak ini...heran tetangga
awak nengok orang berdatangan terus".

Kalau awak ingat, kawan2 sekerja awak saja tak sampai segitunya peduli. Padahal banyak kali awak
berkorban buat mereka. Kerabat dan keluarga awak juga cuek2 saja. Jadi sadar awak sudah buat
pengorbanan yang salah. Selama ini, awak lebih utamakan kerjaan dan keluarga daripada Yehuwa dan
KerajaanNya. Pas awak susah, Bapak Yehuwa dan keluargaNya yang peduli sama awak.

Makasi buat Sidang Medan Aksara sudah menujukkan rohani itu nyata lewat tindakan. Aku gak bakal
lupa dengan kasih yang kalian tunjukkan selama ini kepadaku. Love U!