Anda di halaman 1dari 2

BAB 5

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN
1. Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) yang digunakan model
primer yang terdiri dari 1 Kepala Ruangan, 1 Perawat Primer, dan 10 Perawat
Associate.
2. Discharge Planning sangat bermanfaat bagi pasien dan keluarga untuk
mencegah angka kekambuhan pasien sehingga harus dilaksanakan secara
terstruktur dan dilengkapi dengan informasi yang lengkap. Pelaksanaan
discarghe planning di ruang Madinah yang dilaksanakan oleh kelompok
selama 2 minggu telah berjalan dengan baik, dan terdokumentasi dengan baik,
apalagi dengan adanya leaflet sangat membantu pasien sebagai pegangan
selama berada di rumah dan kartu discharge planning sangat membantu
keluarga pasien untuk meminimalisir kesalahan dalam melakukan check up,
alur check up, syarat check up, hasil pemeriksaan yang dibawa pulang, diet,
serta obat yang dibawa pulang.
3. Pelaksanaan sentralisasi obat dengan model ODD (One Day Dose)
meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja perawat dan petugas kesehatan
yang lain serta mengurangi tingkat kesalahan pemberian obat dan menurunkan
biaya obat yang dikeluarkan oleh pasien karena tidak ada pengembalian obat
sisa. Di ruang Madinah pelaksanaan sentralisasi obat sudah menggunakan
model ODD, tetapi masih belum sempurna karena ketiadaan informed consent
sentralisasi obat serta bukti serah terima obat.
4. Dokumentasi keperawatan, mencerminkan tindakan keperawatan yang
dilakukan sehingga bisa menjadi bentuk tanggung jawab dan tanggung gugat
perawat. Dokumentasi asuhan keperawatan ruang Madinah sudah efisien,
karena sudah dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan anjuran KARS
(Komisi Akreditasi Rumah Sakit).
5. Supervisi yang terstruktur akan memberikan dampak positif bagi perawat dan
kepala ruang, karena akan dapat digunakan sebagai bahan penilaian kinerja
yang obyektif dan bisa memberikan umpan balik untuk meningkatkan kinerja
perawat. Di Ruang Madinah Supervisi tidak dilakukan sesuai teori dikarenakan

154
tidak adanya format penilaaian. Supervisi hanya dilakukan secara lisan tanpa
pendokumentasian.
6. Pelaksanaan timbang terima telah berjalan dengan baik sehingga mampu
menjamin kesinambungan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien.
Di ruang Madinah proses pelaksanaan timbang terima telah berjalan dengan
baik.
7. Pada penerimaan pasien baru sudah dilakukan perkenalan diri, orientasi
ruangan, dan HE cuci tangan, informed consent penerimaan pasien baru
8. Ronde keperawatan tidak dilakukan di ruang Madinah karena tidak ditemukan
kasus kegawatdaruratan yang tidak teratasi. Namun telah dilakukan refleksi
kasus yang dihadiri oleh ahli gizi dan kepala ruangan.
B. SARAN
1. Discharge planning yang telah dilakukan harus dipertahankan dan ditingkatkan
kualitasnya dengan memberikan leaflet dan kartu discharge planning kepada
pasien sehingga memberikan nilai tambah bagi pasien dan keluarga pasien.
2. Sentralisasi obat model ODD perlu dilakukan kepada semua pasien, baik
pasien asuransi maupun non asuransi dengan melibatkan pihak farmasi
sehingga penerapan sentralisasi obat model ODD lebih sempurna dan berjalan
secara efektif dan efisien. Di ruang madinah sudah memiliki format
pendokumentasian untuk tanda tangan sudah diberikan obat bagi keluarga
pasien namun tidak diterapkan.
3. Pendokumentasian Asuhan Keperawatan pasien perlu ditingkatkan dengan
memperhatikan prinsip lengkap, akurat relevan dengan menyediakan format
khusus asuhan keperawatan yang efisien.
4. Supervisi telah dilaksanakan secara terstruktur dan terjadwal serta harus
dilengkapi dengan format supervisi yang jelas (sesuai SOP ruangan) sehingga
bisa dilaksanakan secara optimal.
5. Timbang terima yang dilakukan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi
dengan tetap mempertimbangkan waktu yang digunakan untuk proses timbang
terima sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi perawat waktu proses
timbang terima.

155