Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Akhlak, Moral dan Etika

Pengertian akhlak, moral dan etika yang mencakup tingkah laku, tabiat, perangai,
karakter manusia yang baik maupun buruk dalam hubungannya dengan Allah Swt atau
dengan sesama makhluk. Maraknya kasus perjudian, minum miras, penyalahgunaan
narkoba, pencurian, seks bebas, merupakan kebiasaan buruk yang melanda generasi
muda di zaman modern. Kualitas dalam diri manusia dan kehidupan akan sangat
menentukan totalitas diri atau jati diri manusia, lingkungan sosial, dan kehidupan
individu.

Perbedaan antara akhlak, moral dan etika memang tipis. Dalam kehidupan sehari-hari,
terutama dalam pergaulan, manusia mampu menilai perilaku orang lain, apakah itu
bagus atau jelek. Hal tersebut dapat terlihat dari cara bertutur kata dan bertingkah laku.
Seorang muslim dikatakan sempurna jika telah memahami dan menerapkan ayat Al-
Quran dalam kehidupan sehari-hari. Di era kemajuan teknologi informasi seperti saat ini,
sangat mempengaruhi karakter seseorang.

Pengertian Akhlak, Moral dan Etika

Gaya hidup glamour dan pergaulan bebas merupakan contoh dari moral yang buruk.
Segala hal yang berhubungan dengan norma-norma kebenaran menjadi esensial bagi
pengembangan manusia utuh dalam konteks sosial. Berikut ini adalah pengertian
akhlak, moral dan etika

Pengertian Akhlak
Pengertian akhlak ialah hal ihwan yang melekat pada jiwa (Sanubari). Dari situ timbul
perbuatan-perbuatan secara mudah tanpa dipikir panjang dan diteliti terlebih dahulu
(Spontanitas). Apabila hal ihwal atau tingkah laku itu menimbulkan perbuatan-perbuatan
baik dan terpuji menurut pikiran dan syari’ah, maka tingkah laku itu disebut ahklak yang
baik. Apabila menimbulkan perbuatan-perbuatan yang buruk, maka tingkah laku disebut
ahklak yang buruk. Ahklak terpuji dan baik tidak akan terbentuk begitu saja, landasan
dalam islam adalah Al-Quran dan al-hadits.

Dari kedua landasan inilah dijelaskan kreteria demi kreteria antara kebajikan dan
kejahatan, keutamaan dan keburukan, terpuji dan tercelah. Kedua Landasan itupula
yang dapat dijadikan cermin dan ukuran akhlak muslim. Ukuran itu ialah iman dan takwa
semakin tinggi keimanan dan ketakwaan semakin tinggi keimanan dan ketakwaan
seseorang, akan seakin baik pula ahlaknya, namun sebaliknya, semakin rendah nilai
keimanan dan ketakwaan seseorang maka akan semakin rendah pula kualitasnya.
Definisi akhlak adalah daya kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah
dan spontan tanpa dipikir dan direnungkan lagi. Moral adalah istilah yang digunakan
untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai (ketentuan) baik
atau buruk, benar atau salah. Etika adalah studi yang sitematik mengenai sifat dasar
dari konsep-konsep nilai baik, buruk, harus, benar, salah, dan sebagainya.

Pengertian Moral
Arti moral dari segi bahasa berasal dari bahasa latin, mores yaitu jamak dari kata mos
yang berarti adapt kebiasaan. Di dalam kamus umum bahasa Indonesia disebutkan
bahwa moral adalah penentuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan.
Selanjutnya moral dalam arti istilah adalah suatu istilah yang digunakan untuk
menentukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang
secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk.

Pengertian akhlak, moral dan etika yang memiki objek sama, yaitu sama-sama
membahas tentang perbuatan manusia selanjutnya ditentukan posisinya apakah baik
atau buruk. Moral adalah istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap
aktifitas manusia dengan nilai (ketentuan) baik atau buruk, benar atau salah. Bisa
dibayangkan jika hidup ini tidak ada ketiganya, maka orang akan dengan semena-mena
menyakiti orang lain tanpa ada rasa bersalah ataupun berdosa.

Dari segi etimologi (ilmu asal usul kata), etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang
berarti watak kesusilaan atau adat. Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika
diartikan ilmu pengetahuan tentang akhlak (moral). Dari pengertian kebahsaan ini
terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku manusia.
Adapun arti etika dari segi istilah, telah dikemukakan para ahli dengan ungkapan yang
berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya.

Pengertian Etika
Dalam encyclopedia Britanica, etika dinyatakan sebagai filsafat moral, yaitu studi yang
sitematik mengenai sifat dasar dari konsep-konsep nilai baik, buruk, harus, benar, salah,
dan sebagainya. Selain itu, etika juga memanfaatkan berbagai ilmu yang membahas
perilaku manusia seperti ilmu antropologi, psikologi, sosiologi, ilmu politik, ilmu ekonomi
dan sebagainya. Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang
dihasilkan oleh akal manusia. Maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk
dikatan baik atau buruk.

Perbedaan Pengertian Akhlak, Moral, dan Etika

1. Akhlak: standar penentuan Al-Quran dan Hadits

2. Moral: besifat lokal/khusus

3. Etika: lebih bersifat teoritis/umum Perbedaaan antara etika, moral, dengan akhlak
adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk.
Jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran, dan pada
moral dan akhlak berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum di masyarakat, maka
pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik buruk itu adalah Al-Quran
dan Hadits.

Akhlak Mulia
Pengertian akhlak mulia bisa diartikan sebagai perbuatan yang terpuji dan Islami. Kata
mulia yang berada di belakang kata akhlak dalam hal menempati posisi sebagai sifat.
Merupakan perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah-daging dan
sebenarnya yang didasarkan pada ajaran Islam. Akhlak dalam ajaran agama tidak dapat
disamakan dengan etika atau moral, walaupun etika dan moral itu diperlukan dalam
rangka menjabarkan akhlak yang berdasarkan agama (akhlak Islami).

Pengertian akhlak, moral dan etika dipahami demi terciptanya keadaan masyarakat
sejahtera, teratur, aman, damai, dan tentram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriah.
Hal demikian disebabkan karena etika terbatas pada sopan santun antara sesama
manusia saja, serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. Jadi ketika etika
digunakan untuk menjabarkan akhlak Islami, itu tidak berarti akhlak Islami dapat
dijabarkan sepenuhnya oleh etika atau mora