Anda di halaman 1dari 3

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired lmmunodeficiency Sydrome)
merupakan masalah kesehatan dunia pada saat ini maupun masa yang akan datang karena
penyakit ini menyebar hampir diseluruh negara. Penyakit ini berkembang secara pandemi,
menyerang baik negara maju maupun negara berkembang. Hal ini merupakan tantangan
terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dunia dan memerlukan tindakan segera. 1,2
Pemerintah Indonesia telah menjadikan pemberantasan penyakit menular dengan
pemberantasan HIV/AIDS didalamnya menjadi prioritas utama pembangunan nasional di
bidang kesehatan. Hal tersebut tercantum dalam keputusan MENKES RI nomor
HK.02.02/MENKES/52/2015 yang menghasilkan rencana strategis kementrian kesehatan
tahun 2015-2019. Berdasarkan hal tersebut sangat penting untuk mendukung strategi dan
penanganan penanggulangan HIV/ AIDS sehingga paradigma sehat di Indonesia bisa
terwujud.3
Publikasi terbaru Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) tahun
2017 menyatakan terdapat  36,7 juta orang (30,8-42,9 juta) terinfeksi HIV dengan rincian
sebanyak  34,5 juta dewasa (28,8-40,2 juta),  17,8 juta wanita usia diatas 15 tahun (15,4-
20,3 juta), dan  2,1 juta anak-anak dibawah usia 15 tahun (1,7-2,6 juta) pada tahun 2016 di
seluruh dunia. UNAIDS memperkirakan sekitar 5000 orang (dewasa dan anak-anak) terinfeksi
virus HIV setiap harinya. Pada tahun 2016 terdapat sekitar  1 juta orang (830-1,2 juta) baru
terinfeksi HIV dengan rincian 1,7 juta dewasa (1,4-1,9 juta) dan 160 ribu anak-anak dibawah
usia 15 tahun (100.000-160.000). Orang yang mengidap AIDS dikatakan sebanyak  1 juta
(830.000-1,2 juta) dengan dewasa sebanyak 890.000 (740.000-1,1 juta) dan anak-anak <15
tahun sebanyak 120.000 (79.000-160.000).4
Di Indonesia HIV/AIDS sudah menyebar di 407 kabupaten/kota (80%) dari 507
kabupaten/kota di seluruh provinsi. Data Kemenkes RI hingga triwulan I (Januari-Maret) 2017
tentang HIV/AIDS mencatat terdapat 10.376 orang yang terinfeksi virus HIV di Indonesia.
Persentase infeksi tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-49 tahun (69,6%), diikuti
kelompok umur 20-24 tahun (17,6%), dan kelompok umur diatas 50 tahun (6,7%). Sedangkan
untuk orang yang mengidap AIDS sebanyak 637 orang dengan persentase tertinggi kelompok
umur 30-39 tahun (38,6%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (29,3%), dan kelompok umur
2

40-49 tahun (16,5%). Rasio HIV/AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Jawa
Tengah sendiri menempati urutan keempat dengan 1.171 kasus HIV dibawah Jawa Timur
(1.614 kasus), Jawa Barat (1.505 kasus), dan DKI Jakarta (1.403 kasus).5
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2017 menunjukkan trend kenaikan jumlah
penderita HIV/AIDS. Pada Triwulan 2 tahun 2017 (hingga 30 Juni 2017) terdapat 1.292 kasus
HIV dan 784 kasus AIDS. Kendal menempati urutan ke 15 dari 35 kabupaten/kota dengan 39
kasus HIV dan 34 kasus AIDS. Data Triwulan 3 (hingga 30 September 2017) terdapat 2.033
kasus HIV dan 1.296 kasus AIDS. Kendal menempati urutan ke 13 dari 35 kabupaten/kota
dengan 66 kasus HIV dan 60 kasus AIDS.6,7
Dalam profil kesehatan Kabupaten Kendal tahun 2017, diketahui bahwa jumlah kasus
HIV/AIDS terus meningkat semenjak tahun 2009 yang diikuti dengan meningkatnya kasus
baru HIV/AIDS dan jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit ini. Peningkatan kasus
AIDS baru yang ditemukan pada tahun 2009 - 2017 cukup signifikan, dari 19 kasus pada tahun
2009 menjadi 59 kasus pada tahun 2017. 8
Hasil wawancara penulis dengan pemegang program HIV/AIDS Puskesmas
Limbangan tahun 2017 didapatkan perilaku berisiko HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas
Limbangan sangat tinggi. Diperkirakan sekitar 80% pasangan yang melakukan pemeriksaan
pra nikah telah melakukan hubungan seks sebelum menikah dan memiliki riwayat berganti
pasangan. Dengan semakin banyaknya jumlah kasus yang ditemukan dan tingginya perilaku
berisiko di masyarakat, diharapkan agar penyebaran maupun penularan penyakit ini dapat
dicegah sedini mungkin.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian-uraian di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
Bagaimanakah situasi dan perkembangan kasus HIV/AIDS di wilayah Puskesmas
Limbangan ?

1.3. Tujuan
1.3.1. Tujuan umum
Mengetahui situasi dan perkembangan kasus HIV/AIDS di wilayah Puskesmas Limbangan,
Kabupaten Kendal.
1.3.2. Tujuan khusus
1) Mengetahui jumlah kasus HIV/AIDS di wilayah Puskesmas Limbangan, Kabupaten
Kendal.
3

2) Mengetahui jumlah kasus HIV/AIDS di tiap desa di wilayah Puskesmas Limbangan,


Kabupaten Kendal.
3) Mengetahui jumlah infeksi HIV berdasarkan kelompok usia penderita di wilayah
Puskesmas Limbangan, Kabupaten Kendal.
4) Mengetahui jumlah infeksi HIV berdasarkan jenis kelamin penderita di wilayah
Puskesmas Limbangan, Kabupaten Kendal.
5) Mengetahui jumlah infeksi HIV berdasarkan jenis pekerjaan penderita di wilayah
Puskesmas Limbangan, Kabupaten Kendal.
6) Menganalisis masalah terkait dengan pencapaian target pelaksanaan program vct
Puskesmas Limbangan, Kabupaten Kendal.

1.4. Manfaat
Dapat memberikan informasi tentang situasi dan perkembangan kasus HIV/AIDS di
wilayah Puskesmas Limbangan, Kabupaten Kendal, sehingga upaya pencegahan maupun
penanggulangan HIV/AIDS dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.