Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Setelah bola Bumi mengalami pendinginan dan terbentuknya benua, danau,
sungai, dan lautan pada kira-kira 2250 juta tahun lalu, terbentuklah wahan bakal
biosfer, yaitu suatu tempat tinggal tempat makhluk hidup melangsungkan
kehidupannya. Dalam kehidupan makhluk terbentuk system hubungan antar makhluk
hidup tersebut dengan materi dan energy yang mengelilinginya. Terdapat banyak
bukti bahwa 2000 juta tahun keadaan permukaan Bumi sangat berbeda dengan
permukaan bumi sekarang. Pada saat sebelum ada tumbuhan dan hewan, udara
(atmosfer) terutama terdiri atas gas metan, ammonia, uap air, dan gas hidrogen, serta
unsure oksigen, nitrogen yang sangat reaktif. Yang bersenyawa sebagai oksidasi
nutrida.
Pada permukaan Bumi yang tidak mengandung ozon, maka radiasi sinar tata
surya yang berupa sinar ultraviolet dan semburan badai listrik menimbulkan panas.
Lalu terbentuklah persenyawaan asam-asam amino yang selanjutnya membuat
protein. Stanley L. Miller (1953) membuat percobaan dengan suatu loncatan listrik
yang bertegangan tinggi. Setelah 1 minggu, campuran gas dari tabung itu di analisis
dan terdapat sejumlah asam amino, sekelompok bentuk-bentuk protein. Dalam
hipotesisnya, disebutkan bahwa sekelompok utama dari senyawa itu tertutup pada
kutub yang tidak banyak mengandung oksigen atau hampir tidak ada oksigen. Oleh
karena itu, asam-asam amino cenderung membentuk ikatan peptide, kemudian
membentuk protein. Peristiwa ini memang kecil kemungkinannya, tetapi karena
waktu yang tersedia cukup banyak (Jutaan tahun), maka peristiwa itu tidak dapat
dielakkan.
Demikian juga tidak dihindarkannya terjadinya kombinasi system yang stabil,
sehingga butir-butir senyawa dikelilingi oleh media air, yang selanjutnya akan
terbentuk suatu zat basah yang menarik air, dan terdapat pula yang menolak air.
Akhirnya, protein itu memiliki suatu kebiasaan yang terkendalikan.Oparin (1938)
mengatakan bahwa secara alamiah terjadi pada tingkatn ini,dan butir-butir senyawa
itu mengadakan kompotisi dalam membentuk tetesan materi organik.Beberapa tetes
materi organic dapat melaksanakan reaksi kimia dalam tubuhnya sendiri. Beberapa
reaksi kimia itu merupakan reaksi pemecahan molekul untuk menghasilkan energi.
Sebaliknya,beberapa reaksi menyusun konfigurasi berbentuk semacam ‘‘mesin’’.
Tidak diragukan lagi ,beberapa protein berlaku sebagai katalisator dan dalam hal ini
menjamin kekekalan kombinasi asam amino yang menyebabkan materi organis itu
berhasil membentuk dasar asam nukleat atau menghasilkan kode senyawa berikutnya
.
Suatu ciri makhluk yang hidup adalah adanya aliran energy pada tubuh secara
konstan. Energy itu diperoleh dari luar tubuh, yaitu dari tata surya atau energy-
kimiawi untuk membantu molekul-molekul yang komplek secara
langsung (autotroph) atau dengan menguraikan molekul-molekul yang komplek
dengan jalan mengkonsumir makhluk lain (heterotrophy). Organisme heterotrophy
pertama memakan tumpukan senyawa organis yang terbentuk dari sumber. Pada saat
itu, oksigen masih sedikit sekali, maka pernapasan dilakukan secara anaerob yang
menyebabkan terbentuknya senyawa karbon dioksida. Sebagaimana halnya bila kita
memiliki suatu cairan air kaldu, suatu system benda hidup tidak dapat timbul secara
spontan, karena dalam kenyataannya benda hidup terus dapat hidup bila sumber
energy baru dapat disimpan. Mungkin semua sumber
energy telah dicoba, tetapi yang paling berhasil bagi nmakhluk dalam
memanfaatkan energy berupa sinar Matahari adalah pembentukan zat gula dari karbon
dioksida yang sekarang dihasilkan oleh makhluk autotroph. Sebagai hasil sampingan
fotosintesis adalah oksigen yang memiliki efektivitas yang besar sekali.
Menurut istilah waktu, kita menduga atmosfer pemula timbul antara 2000-
3500 juta tahun yang lalu, sedangkan adanya masa benda hidup yang pertama pada
2000 juta tahun yang lalu dan munculnya oksigen 1000 juta tahun yang lalu.
Pada saat ini, banyak bukti yang menunjukan arah evolusi dan dengan
demikian mengurangi spekulasi. Bentuk butiran atau gumpalan kecil menjadi bentuk
stabil dengan jalan membentuk dinding sel dan organisasi internal meningkat
sehingga membentuk semacam “blue print” geneyis pada nucleus, yang merupakan
factor dalam reproduksi selanjutnya. Kecuali itu, peningkatan organisasi internal
menimbulkan tersusunnya makhluk atau bentuk-bentuk tertentu dalam sel. Sambil
melanjutkan perkembangannya, beberapa sel menjadi seol tunggal (unicellulair),
sedangkan beberapa yang lain membentuk organisasi sel bersama-sama membentuk
suatu kesatuan y6ang membagi tugas seh8ingga terbentuk mahkluk yang bersel
banyak ( multicellulair ).Pada mulanya, konsep diatas adalah spekulasi, tetapi
berdasarkan bukti-bukti geologis, percobaan biokimia dan logika deduksi sebab
akibat, maka sekarang dapat ditunjukkan suatu bagan bagaimana benda-benda hidup
pertama itu timbul secara spontan di muka bumi ini.

2. RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang dimaksud dengan biosfer dan makhluk hidup?
b. Bagaimana asal mula kehidupan di bumi?
c. Bagaimana sejarah dan persebaran makhluk hidup dan perkembangbiakannya?
d. Bagaimana teori evolusi?
e. Bagaimana keanekaragaman makhluk hidup?

3. TUJUAN
a. Mengetahui apa yang dimaksud dengan biosfer dan makhluk hidup
b. Mengetahui bagaimana asal mula kehidupan di bumi
c. Mengetahui sejarah dan persebaran makhluk hidup dan perkembangbiakannya
d. Mengetahui bagaimana teori evolusi
e. Mengetahui keanekaragaman makhluk hidup
BAB II

PEMBAHASAN

1. BIOSFER DAN MAKHLUK HIDUP


Biosfer disebut sebagai lapisan kehidupan di bumi, tempat dimana makhluk
hidup tinggal dan melangsungkan kegiatan hidupnya. Lapisan ini terbagi 3 lapisan
yaitu:
a. Litosfer adalah lapisan kulit bumi, tempat dimana makhluk hidup darat tinggal dan
melangsungkan kehidupannya
b. Hidrosfer adalah lapisan air, merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup aquatik
dan merupakan sumber dari air, yang mengalami siklus untuk terjadinya hujan
c. Atmosfer adalah lapisan udara, merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup,
karena dari sanalah gas-gas yang diperlukan untuk respirasi dan proses fotosintesis
diperoleh. Bahkan unsur hara dalam bentuk gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-
tumbuhan juga diperoleh dari atmosfer.

Lithosphere adalah akumulasi masa dari batuan-batuan padat yang membentuk


selubung yang mengelilingi bagian cair bumi yang panas (magma). Lithosphere terdiri
dari komponen primer seperti:

1) Mineral
2) Batuan
3) Fluida

Atmosphere adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi dengan ketebalan kurang
lebih 1.000 km dari permukaan bumi. Atmosphere terdiri dari:

 Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 -


18 km di atas permukaan bumi.
 Stratosfer adalah lapisan kedua dari atmosfer bumi, terletak diatas troposfer dan
dibawah mesosfer.
 Mesosfer Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor
atau benda-benda angkasa luar lainnya.
 Termosfer (ionosfer). Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan ionosfer.
 Eksosfer atau Desifasister Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakan
atom-atom secara tidak beraturan.

2. ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI


a. Sel Sebagai Unit Kehidupan
Sel merupakan unit kehidupan, baik dari segi struktural, pertumbuhan,
reproduksi, hereditas dan fungsional. Sel sebagai unit struktural maksudnya
adalah sel merupakan satuan terkecil penyusun tubuh organisme. Organisme
multiseluler, tubuhnya dibangun oleh banyak sel yang diperoleh dari pembelahan
mitosis berulang-ulang sebuah sel tunggal (monoseluler) yang disebut zigot.
Akibatnya organisme mengalami pertumbuhan. Oleh karena itu dikatakan sel
sebagai unit pertumbuhan. Zigot dihasilkan dari peleburan sel kelamin (sel benih)
jantan dan betina. Karena dari sel kelamin dapat dihasilkan individu baru, sel
dikatakan juga sebagai unit produksi. Masing-masing sel kelamin (sel kelamin
jantan dan sel kelamin betina) membawa materi genetik (genom) sebagai penentu
sifat (karakter) yang akan diwariskan kepada turunannya (individu baru). Sifat
oleh karena itu sel dikatakan juga sebagai unit hereditas. Di dalam masing-masing
sel penyusun tubuh makhluk hidup terselenggara semua aktivitas kehidupan, baik
pada organisme uniseluler, organisme yang selnya bergabung membentuk koloni
dan pada organisme uniseluler. Pada organisme uniseluler, seluruh aktivitas hidup
dilaksanakan oleh sel tersebut. Pada organisme yang berbentuk koloni belum
tampak diferensiasi fungsi yang jelas dari masing-masing sel penyusun
koloninya. Sedangkan organisme multiseluler terdapat diferensiasi fungsi untuk
menjalankan aktivitas kehidupan. Komposisi kimiawi sel yang spesifik,
kemampuan melaksanakan metabolisme, reproduksi, tumbuh menjadi besar,
tanggap terhadap rangsang dan berdaur hidup adalah hal-hal yang membedakan
organisme dengan benda mati. Agar dapat melaksanakan seluruh aktivitas hidup,
sel harus memiliki bagian-bagian utama, yaitu membran plasma, protoplasma
(cairan sel atau sitoplasma dengan seluruh organel-organel sel yang terdapat di
dalamnya), dan nukleus yang mengandung materi genetik (genom).
1). Pembelahan sel
Mitosis: pembelahan pada sel somatik yang menghasilkan sel anakan yang
sama dengan sel induk.
Meiosis: pembelahan reduksi yang memisahkan kromosom-kromosom yang
homolog. Terjadi pada proses gametogenesis.

2. Teori asal usul terjadinya makhluk hidup


a. Teori Generatio spontanea/ Abiogenesis, teori ini dicetuskan oleh Aristoteles
(384-322 SM) dengan percobaannya sebagai berikut: tabung reaksi diisi
dengan air yang terdapat potongan jerami, setelah sekitar 2 minggu, ternyata
dalam tabung tersebut terdapat makhluk kecil, dari percobaan tersebut
Aristoteles menyimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati
secara spontan. Teori ini didukung oleh Antoni Van Leuwenhoek (1632-
1723M) dengan temuan mikroskopnya, ia dapat melihat adanya makhluk
yang sangat kecil ukurannya yang diamil dari air hujan dan air rendaman
jerami. Berdasarkan penelitiannya tersebut, Leuwenhoek berpendapat bahwa
makhluk yang sangat kecil itu berasal dari air.
b. Teori Biogenesis, teori ini muncul untuk menyanggah teori diatas, yang
dibuktikan secara terpisah oleh Fransisco Redi (1626-1697M) dengan daging
yang disimpan di dalam stoples (tabung kaca) dan Lazarro Spallanzani
(1729-1799M) dengan air kaldu yang dimasukkan dalam botol atau tabung
reaksi. Percobaan dari Spallanzani adalah sebagai berikut: 3 model, yang
tabung I tertutup rapat, II tertutup tapi tidak terlalu rapat, dan III terbuka.
Hasilnya ternyata tabung I tidak terdapat makhluk kecil, II ada tetapi sedikit,
III banyak makhluk kecil, dari percobaan tersebut disimpulkan bahwa
makhluk hidup bukan berasal dari benda mati, tetapi berasal dari makhluk
hidup yang sebelumnya. Tetapi karena hasil percobaan itu dianggap tidak
memungkinkan adanya gaya hidup, maka kemudian disempurnakan oleh
Louis Pasteur, dengan memakai air kaldu yang dimasukkan kedalam bejana
berbentuk labu yang ditutup dengan diberi pipa berbentuk seperti leher
angsa, ternyata terbukti tidak terdapat makhluk kecil. Sehingga disimpulkan
makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sebelumnya, atau omne
vivum ex ovo, omne ex vivo.
c. Harold urey. Teori ini mengatakan bahwa sebelum ada kehidupan di bumi,
penuh dengan senyawa-senyawa kimia diantaranya adalah metana (CH4),
amonia NH3, gas hidrogen H2 danuap air (H2O), keempat senyawa kimia
setelah terkena aliran listrik halilintar dan radiasi-radiasi sinar kosmis akan
terjadi reaksi-reaksi kimia membentuk zat hidup yang memungkinkan
terjadinya makhluk hidup yang mula-mula. Teori ini diuji coba di
laboratorium oleh mahasiswa Urey yang bernama Stanley miller, dalam
percobaannya Miller berhasil membuktikan bahwa apabila bunga api listrik
yang berasal dari sumber listrik bertegangan tinggi diberikan ke dalam
saluran yang di dalamnya mengalir campuran metana (CH4), amonia (NH3),
gas hidrogen (H2) dan uap air (H2O) hasilnya adalah sejenis asam amino.
Asam amino itu sendiri adalah komponen dasar protein yang merupakan zat
penting untuk membentuk protoplasma yang merupakan substansi dasar
kehidupan.
d. Teori Cosmozoa Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi
dari bagian lain alam semesta ini. Asumsi yang mendasari teori ini adalah (a)
benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini,
(b) hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antar benda angkasa ke
bumi.
e. Teori Allen Mengatakan bahwa pada saat keadaan fisik bumi ini seperti
keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi, yaitu reaksi yang datang dari sinar
matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan
atom dan materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen,
dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang
akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.

3. REPRODUKSI ATAU PERKEMBANGBIAKAN VARIABILITAS


MAKHLUK HIDUP
a. Reproduksi sel dan makhluk hidup
1). Reproduksi sel
Sel merupakan bagian terkecil yang menyusun tubuh kita. Setiap sel dapat
memperbanyak diri dengan membentuk sel-sel baru melalui proses yang
disebut pembelahan sel atau reproduksi sel . Pada organisme bersel satu
(uniseluler ), seperti bakteri dan protozoa, proses pembelahan sel merupakan
salah satu cara untuk berkembang biak. Protozoa melakukan pembelahan sel
dari satu sel menjadi dua, dari dua sel menjadi empat, dan dari empat sel
menjadi delapan, dan seterusnya.
Pada makhluk hidup bersel banyak (multiseluler), pembelahan sel
mengakibatkan bertambahnya sel-sel tubuh. Oleh karena itu, terjadilah proses
pertumbuhan pada makhluk hidup. Pembelahan sel juga berlangsung pada sel
kelamin atau sel gamet yang bertanggung jawab dalam proses perkawinan
antar individu. Setelah dewasa, sel kelenjar kelamin pada tubuh manusia
membelah membentuk sel-sel kelamin.
Seorang laki-laki menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan wanita
menghasilkan sel telur atau ovum di dalam ovarium. Pada dasarnya,
pembelahan sel dibedakan menjadi dua, yaitu pembelahan secara langsung
(amitosis) dan pembelahan secara tidak langsung (mitosis dan meiosis).
1) Pembelahan sel secara langsung (amitosis)
Proses pembelahan secara langsung disebut juga pembelahan ami-tosis atau
pembelahan biner. Pembelahan biner merupakan proses pembelahan dari 1
sel menjadi 2 sel tanpa melalui fase-fase atau tahap-tahap pembelahan sel.
Pembelahan biner banyak dilakukan organisme uniseluler (bersel satu),
seperti bakteri, protozoa, dan mikroalga (alga bersel satu yang bersifat
mikroskopis). Setiap terjadi pembelahan biner, satu sel akan membelah
menjadi dua sel yang identik (sama satu sama lain). Dua sel ini akan
membelah lagi menjadi empat, begitu seterus-nya. Pembelahan biner
dimulai dengan pembelahan inti sel menjadi dua, kemudian diikuti
pembelahan sitoplasma. Akhirnya, sel terbelah menjadi dua sel anakan.
Pembelahan biner dapat terjadi pada organisme prokariotik atau eukariotik
tertentu. Pembelahan biner pada organisme prokariotik terjadi pada bakteri.
DNA bakteri terdapat pada daerah yang disebut nukleoid. DNA pada
bakteri relatif lebih kecil dibandingkan dengan DNA pada sel eukariotik.
DNA pada bakteri berbentuk tunggal, panjang dan sirkuler sehingga tidak
perlu dikemas menjadi kromosom sebelum pembelahan.

2). Pembelahan sel secara tidak langsung (Mitosis)

Pembelahan sel secara tidak langsung adalah pembelahan yang melalui


tahapan-tahapan tertentu. Setiap tahapan pembelahan ditandai dengan
penampakan kromosom yang berbeda-beda.

Pada manusia, sperma yang haploid dihasilkan di dalam testis dan sel telur
yang juga haploid dihasilkan di dalam ovarium.

secara mitosis terdiri dari fase istirahat (interfase ), fase pembelahaninti sel
(kariokinesis ), dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

 Interfase
Tahap interfase merupakan tahap persiapan yang esensial untuk
pembelahan sel karena pada tahap ini kromosom direplikasi. Saat
pembelahan sel, kromatin dikemas sangat padat/kompak sehingga
tampak sebagai kromosom. Selama interfase, kromatin tidak terlalu
terkondensasi untuk ekspresi informasi genetic
 Profase
Kromatin dalam nukleus mulai terkondensasi dan terlihat sebagai
kromosom. Nukleolus menghilang, sentrosom mulai bergerak ke
ujung nukleus yang berlawanan dan suatu benang mikrotubul mulai
memanjang pada sentromer untuk membentuk benang mitosis
(mitotic spindle).
 Metafase
Benang mitosis memposisikan kromosom berjajar pada bagian
tengah sel (disebut keping metafase). Pengaturan ini memastikan
bahwa setiap sel anak menerima satu salinan kromosom.
 Telofase
Membran inti mulai terbentuk kembali di sekeliling kromosom.
Nukleolus muncul dan kromosom mulai menghilang. Saat telofase
selesai dan membran sel baru (atau dinding sel pada tanaman tingkat
tinggi) sedang terbentuk, pembentukan nukleus sudah hampir
selesai.
Langkah akhir telofase melibatkan inisiasi pembelahan membran
plasma pada setiap anak sel untuk membentuk dua sel yang terpisah
pada fase pembelahan sel berikutnya yang dikenal sebagai
sitokinesis.

2). Reproduksi tumbuhan

a. Gametogenesis dan Pewarisan Sifat

Sebelum menjadi individu baru, pada tumbuhan tentunya diperlukan


bahan baku atau cikal bakal pembentuk individu baru tersebut. Pada proses
perkembangbiakan generatif (seksual) tumbuhan, bahan baku tersebut
berupa sel kelamin yang disebut gamet. Gamet jantan dan betina diperlukan
untuk membentuk zigot, embrio, kemudian individu baru. Proses
pembentukan gamet, baik jantan maupun betina yang disebut
gametogenesis (genesis=pembentukan). Gametogenesis melibatkan
pembelahan meiosis dan terjadi pada organ reproduktif. Pada tumbuhan
terjadi pada putik dan benang sari. Hasil gametogenesis adalah sel-sel
kelamin, yaitu gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum atau sel
telur).

b. Gametogenesis pada tumbuhan :


Sebelum menjadi gamet, hasil akhir meiosis pada gametogenesis
mengalami perkembangan terlebih dahulu melalui proses yang dise-but
maturasi. Proses gametogenesis pada tumbuhan berbunga
(Angiospermae) saja. Pada tumbuhan berbunga, gametogenesis
diperlukan dalam pem-bentukan gamet jantan dan pembentukan gamet
betina. Pembentukan gamet jantan disebut mikrosporogenesis,
sedangkan pembentukan gamet betina disebut megasporogenesis.

3). Resproduksi hewan

Gametogenesis memegang peranan yang sangat penting dalam


perkembangbiakan hewan. Gametogenesis pada hewan dibagi menjadi dua,
yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis merupakan proses
pembentukan gamet jantan (sperma).Sementara oogenesis adalah proses
pembentuk an gamet betina (ovum atau sel telur).

a. Spermatogenesis
Sperma berbentuk kecil, lonjong, berfl agela, dan secara keselu-ruhan
bentuknya menyerupai kecebong (berudu). Flagela pada sperma
digunakan sebagai alat gerak di dalam medium cair. Sperma dihasilkan
pada testis. Pada mamalia, testis terdapat pada hewan jantan sebagai
buah pelir atau buah zakar. Buah pelir pada manusia berjumlah
sepasang.
Di dalam testis terdapat saluran-saluran kecil yang disebut tubulus
seminiferus . Pada dinding sebelah dalam saluran inilah, terjadi proses
spermatogenesis. Di bagian tersebut terdapat sel-sel induk sperma yang
bersifat diploid (2n) yang disebut spermatogonium. Pembentukan
sperma terjadi ketika spermatogonium mengalami pembelahan mitosis
menjadi spermatosit primer (sel sperma primer). Selanjutnya, sel
spermatosit primer mengalami meiosis I menjadi dua spermatosit
sekunder yang sama besar dan bersifat haploid. Setiap sel spermatosit
sekunder mengalami meiosis II, sehingga terbentuk 4 sel spermatid
yang sama besar dan bersifat haploid. Mula-mula, spermatid berbentuk
bulat, lalu sitoplasmanya se-makin banyak berkurang dan tumbuh
menjadi sel spermatozoa yang berfl agela dan dapat bergerak aktif.
Berarti, satu spermatosit primer menghasilkan dua spermatosit
sekunder dan akhirnya terbentuk 4 sel spermatozoa (jamak =
spermatozoon ) yang masing-masing bersifat haploid dan fungsional
(dapat hidup).
b. Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin betina atau
gamet betina yang disebut sel telur atau ovum. Oogenesis terjadi di
dalam ovarium. Di dalam ovarium, sel induk telur yang disebut
oogonium tumbuh besar sebagai oosit primer sebelum membelah secara
meiosis. Berbeda dengan meiosis I pada spermatogenesis yang
menghasilkan 2 spermatosit sekunder yang sama besar. Meiosis I pada
oosit primer menghasilkan 2 sel dengan komponen sitoplasmik yang
berbeda, yaitu 1 sel besar dan 1 sel kecil. Sel yang besar disebut oosit
sekunder , sedangkan sel yang kecil disebut badan kutub primer ( polar
body ).
Oosit sekunder dan badan kutub primer mengalami pembelahan meiosis
tahap II. Oosit sekunder menghasilkan dua sel yang berbeda. Satu sel
yang besar disebut ootid yang akan berkembang menjadi ovum.
Sedangkan sel yang kecil disebut badan kutub.Sementara itu, badan
kutub hasil meiosis I juga membelah menjadi dua badan kutub sekunder.
Jadi, hasil akhir oogenesis adalah satu ovum (sel telur) yang fungsional
dan tiga badan kutub yang me ngalami degenerasi (mati).

4. TEORI EVOLUSI (DARWIN)


Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis
makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang diduga telah
dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk
peralihan antara manusia moderen dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang
sungguh dibuat-buat ini, ditetapkanlah empat kelompok dasar sebagai berikut:
a. Australophithecines
b. Homo habilis
c. Homo erectus
d. Homo sapiens

Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut
oleh evolusionis digolongkan sebagai Australopithecus, yang berarti "kera dari
selatan".Australophitecus, yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah,
ditemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebih besar dan kuat dan
tegap, sementara yang lain lebih kecil dan rapuh dan lemah. Dengan menjabarkan
hubungan dalam rantai tersebut sebagai "Australopithecus > Homo Habilis > Homo
erectus > Homo sapiens," evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap
jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya.
5. SEJARAH KEHIDUPAN MANUSIA ATAU PERSEBARAN

Evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari
satu generasi ke generasi berikutnya.

Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi,


reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa
oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi
bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan
mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen
akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies
yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan
oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme.
Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau
langka dalam suatu populasi.

 Azoikum : belum ada kehidupan, bumi masih panas.


 Archeozoikum : bumi dingin, ada daratan dan lautan.
 Proterozoikum : zaman kehidupan protozoa bersel satu.

a. Manusia masuk dalam kelas Mammalia


Ciri-ciri manusia yang mirip dengan mammalia adalah:

 Mempunyai rambut
 Mempunyai kelenjar keringat
 Menyusui anaknya

Manusia termasuk pada ordo primata dapat kita pelajari hubungan kekerabatannya
dengan mengadakan perbandingan antara manusia dengan primata (kera).

1). Persamaan manusia dengan kera:

 Mata menghadap ke depan


 Ibujari tungkai depan dapat digerakkan ke segala arah
 Letak kelenjar mammae di dada
 Bentuk rahim bertipe simpleks (satu ruangan)

2). Perbedaan antara manusia dan kera:

 Kera termasuk familia Pongidae, sedangkan manusia termasuk familia


Hominidae
 Volume otak manusia (1450 cm3) lebih besar dari otak kera ( shimpanse
yang paling cerdas vol. Otaknya 550 cm3) dan masih memungkinkan untuk
berkembang
 Anggota tubuh belakang pada manusia untuk berjalan, sedenga pada kera
untuk memegang.
 Tungkai belakang manusia lebih panjang dari tungkai depan, sedang pada
kera tungkai depan lebih panjang atau sama dengan tungkai belakang
 Susunan haemoglobin berbeda
3). Sejarah penemuan fosil manusia:

Manusia kera dari Afrika selatan, fosil yg ditemukan:

 Australopithecus africanus. Ditemukan oleh Raymond Dart (1924) di desa


Taung, Bachunaland. Bagian tubuh yang ditemukan adalah tengkorak
 Paranthopus robustus
 Paranthropus tranvaalensis

Keduanya merupakan varian dari Australopithecus africanussehingga biasanya


disebut dengan Australopithecines. Fosil ini ditemukan di Amerika Selatan ,
disebut juga manusia kera. Diduga tingginya sekitar 1,50 m, dengan volume otak
kira-kira 600mm3, dan hidup di daerah terbuka.

4). Manusia Purba, fosil yg ditemukan:

 Meganthropus paleojavanicus, disebut manusia raksasa jawa yang


ditemukan oleh Von Koeningswald (1939-1941) di Sangiran.
 Pithecanthropus erectus, di temukan oleh Eugene dubois(1891) di daerah
trinil, jawa tengah. Diduga hidupa 500.000-300.000 tahun yang lalu, yaitu
pada jaman Pleistosin , bagian yang diketemukan antaralain rahang,
beberapa gigi, dan sebagian tulang tengkorak, sehingga diduga volume
otaknya 770-1000cm3
 Sinanthropus pekinensis, ditemukan oleh Davidson Black dan Franz
Weidenreich di gua naga dekat Peking, China.Volume otaknya sekitar 900-
1200cm3. Karena mempunyai sruktur tubuh yang sama dan hidup pada
jaman yang sama, makaSinanthropus pekinensis dianggap varian dari
Pithecanthropus erectus. Selain itu Sinanthropus pekinensis diduga sudah
dapat menggunakan api. Dari penemuan tengkoraknya kebanyakan terbelah
dari bawah sehingga diduga kanibal.
 Manusia Heidelberg, ditemukan di Jeman
 Manusia kera dan manusia purba dimasukkan dalam satu spesies yaitu
Homo erectus.

5). Manusia Modern

adalah manusia yang hampir menyerupai manusia sekarang, hidup antara


150.000-15.000 tahun yang lalu.Volume otaknya kira-kira 1450 cm3 sama
dengan manusia sekarang dan merupakan satu spesies dengan manusia
sekarang yaitu Homo sapiens. Fosil yang di temukan adalah:

 Manusia Neandertal, ditemukan di lembah Neander


 Manusia Cro-Magnon, ditemukan di gua-gua Cro-Magnon, Dordogne,
Lascaux, Perancis.
 Manusia Swanscombe, ditemukan di Inggris
 Manusia Steinheim , ditemukan di Jerman
 Manusia Gunung Carmel , ditemukan di gua-gua Tabun dan Skhul di
Palestina
 Manusia Shanidar, ditemukandi Irak
Berdasarkan penelitian, spesies manusia yang pernah ada dibumi hanya ada 2
yaitu Homo erectus dan Homo sapiens. Manusia Cro-Magnon diduga
merupakan interhibridisasi antara manusia Neandertal dan manusia Gunung
Carmel.

6. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP


Nomenklatur adalah cara pemberian nama ilmiah kepada makhluk hidup agar
keanekaragaman makhluk hidup dapat di pelajari. Makin banyak spesies organisme
yang ditemukan, menyebabkan orang melakukan klasifikasi/pengelompokan
berdasarkan kepada ciri khas organisme tersebut. Makhluk hidup di dunia ini terbagi
menjadi 3 kelompok yaitu: dunia Protista, dunia Plantarum dan dunia Animalia. Dunia
Plantarum terdiri dari dua super divisio yaitu:
a. Thallophyta
Thallophyta mempunyai bagian tubuh yang sederhana, tidak mempunyai pembuluh
angkut, akar, batang, dan daun sejati. Berikut ini yang termasuk Thallophyta.
a) Algae (ganggang) Algae banyak tumbuh di tempat basah, multiseluler, dapat
benang atau berkoloni, memiliki klorofil sehingga mampu melakukan
fotosintesis. Tapi, ada juga yang memiliki pigmen lain. Reproduksi secara
aseksual dengan fragmentasi. Sedangkan secara seksual dengan fertilisasi
antara gamet jantan dan betina. Algae dibedakan atas 4 kelompok, yaitu:
Chloropyta (alga hijau), Chrysophyta (alga keemasan), Phaeophyta (alga
cokelat), dan Rhodophyta (alga merah).
b) Bryophyta (Lumut) Bryophyta hidup di tempat-tempat yang lembap,
mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai daun, batang dan akar,
mampu melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil. Dalam masa
hidupnya me ngalami pergiliran keturunan (metagenesis) yang menghasilkan
generasi penghasil gamet (gametofit) dan generasi penghasil spora (sporofit).
Spora dihasilkan oleh sporogonium. Lumut dibagi menjadi dua kelompok,
yaitu:
1. Hepaticeae (Lumut hati) Tumbuh secara horisontal, belum memiliki
daun, dapat dibedakan menjadi lumut hati jantan dan betina. Alat
reproduksinya adalah gemma, secara seksual dengan gametofit.
Contoh: Marchantia.
2. Musci (Lumut daun) Tubuh lumut daun lebih menyerupai batang dan
daun, hidup di tempat-tempat basah, berkelompok. Contoh: Sphagnum
fimbriatun, Mnium.
b. Tracheophyta
Tumbuhan ya ng memiliki pembuluh angkut memiliki bagian-bagian tubuh yang
terdiri dari akar, batang, dan daun sejati. Akar memiliki fungsi sebagai alat untuk
menyerap air dan zat-zat mineral. Batang berfungsi sebagai alat transportasi dan
pernapasan. Daun berfungsi sebagai organ untuk fotosintesis. Yang termasuk ke
dalam Tracheophyta adalah:
a) Pterydophyta mempunyai daun, batang, dan akar sejati, tidak berbunga.
Akarnya berbentuk serabut, berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan.
Pterydophyta telah memiliki pembuluh angkut (xilem) dan (floem), dan
mengalami metagenesis, seperti tumbuhan lumut. Pterydophyta
dikelompokkan menjadi 4 divisio, yaitu: Psilophyta (paku purba), Lycophyta
(paku kawat), Sphenophyta (paku ekor kuda), dan Pterophyta (paku sejati).
b) Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Tumbuhan yang memiliki daun, batang,
akar, dan bunga sebagai
alat reproduksi dan menghasilkan biji. Bagian bunga yang menghasilkan
gamet jantan disebut benangsari dan yang menghasilkan gamet betina disebut
putik. Perkembangbiakan secara seksual dengan biji. Di dalam biji terdapat
embrio/lembaga (calon tumbuhan baru). Spermatophyta dibagi menjadi dua
kelompok yang didasarkan pada letak bijinya, yaitu:
1) Gymnosp ermae (tumbuhan biji terbuka) Gymnospermae tidak
memiliki bunga yang sesungguhnya. Biji tidak terbungkus daun buah.
Biji sebagai alat perkembangbiakan berbentuk k erucut yang disebut
strobilus. Terdapat strobilus jantan dan strobilus betina.
Gymnospermae terbagi menjadi 4 kelas, yaitu:
– Cyadinae, contoh: Cycas rumphii (pakis haji)
– Coniferae, contoh: Agathis alba (damar).
– Gnetinae, contoh: Gnetum gnemon (melinjo).
– Ginkyonae, contoh: Ginkgo biloba.
2) Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup) Angiospermae memiliki bunga
sejati sebagai alat reproduksi. Bakal biji diselubungi daun buah.
Bunga-bunga pada Angiospermae ada yang lengkap maupun tidak
lengkap. Bunga lengkap bila memiliki kelopak bunga, mahkota bunga,
putik, dan benangsari. Biji terbungkus bakal buah. Se telah terjadi
pembuahan, biji berkembang sehingga mengandung kandung lembaga
(embrio) dan endosperma (cadangan makanan).
Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, berdasarkan keping daun
lembaga, yaitu dikotil dan monokotil.

Dunia Animalia terdiri dari 9 phyllum:

1. Phyllum Porifera (hewan berpori) contoh: bunga karang,


2. Phyllum Coelenterata (hewan berongga) contoh: ubur-ubur,
3. Phyllum Platyhelminthes (cacing pipih), ada 3 klas: Turbellaria(cacing berbulu getar)
contoh: planaria; Trematoda (cacing isap) contoh: cacing Hati ; Cestoda contoh:
cacing pita.
4. Phyllum Nemathelminthes (cacing gilig) contoh: cacing Tambang.
5. Phyllum Annelida (cacing gelang) ada 3 klas: Polychaeta contoh: nereis, Olygochaeta
contoh: cacing tanah, Hirudinae conto: lintah.
6. Phyllum Mollusca (hewan bertubuh lunak), ada 3 klas: Gastopoda contoh: siput;
Pelecipoda contoh: kerang; Cephalopoda contoh: cumi-cumi
7. Phyllum Echinodermata (hewan berkulit duri) contoh: bintang laut,
8. Phyllum Arthropoda (hewan kaki beruas-ruas) terdiri atas: Insecta contoh: belalang;
Crustacea contoh: udang; Myriapoda contoh: lipan; Arachnida contoh: laba-laba
9. Phyllum Chordata (hewan yang mempunyai notocorda/ tali sumbu tubuh) terdiri atas
4 sub phyllum: Hemichordata, Urochordata, Cephalochordata dan Vertebrata.

Vertebrata terdiri dari 7 kelas:

· Kelas Agnatha contoh: ikan lamprey

· Kelas Chondrichthyes contoh: ikan pari, hiu

· Kelas Osteichthyes contoh: ikan mas

· Kelas Amphibia (hewan yang memiliki 2 dunia) contoh: katak


· Kelas Reptilia (hewan melata) contoh: ular

· Kelas Aves contoh: burung beo

· Kelas Mammalia (hewan menyusui) contoh: manusia

Mammalia terbagi menjadi 16 ordo:

1. Ordo Monotremata (mammalia yang bertelur) contoh: itik platypus


2. Ordo Marsupialia (hewan berkantung) contoh: kangguru
3. Ordo Insectivora (hewan pemakan serangga) contoh: cecurut
4. Ordo Chiroptera (mammalia bersayap yang aktif di malam hari/nocturnal) contoh:
kelelawar
5. Ordo Primata (hewan tinggi pertama/ hewan yang berdiri tegak) contoh: kera,
manusia
6. Ordo Edentata (mammalia tak bergigi seri) contoh: armadillo
7. Ordo Pholidota (mammalia tak bergigi, rambut berubah menjadi sisik) contoh:
trenggiling
8. Ordo Tubulidentata ( waktu masih kecil gigi banyak, setelah dewasa sedikit) contoh:
ardvark
9. Ordo Rodentia (hewan pengerat) contoh: marmut
10. Ordo Lagomorpha , hewan golongan kelinci
11. Ordo Cetacea, hewan golongan paus
12. Ordo Sirenia, hewan golongan ikan duyung
13. Ordo Carnivora, , hewan pemakan daging, contoh: beruang
14. Ordo Proboscidea, hewan yang bebelalai contoh: gajah
15. Ordo Perissodactyla, hewan herbivora berjari ganjil, contoh: badak
16. Ordo Artiodactyla, hewan herbivora berjari genap, contoh: kerbau

7. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN MAKHLUK HIDUP


a. Faktor Lingkungan
Dua faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup adalah
faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik merupakan factor fisik yang sangat
berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan. Faktor abiotik meliputi:
b. Iklim
Iklim berpengaruh besar terhadap kehidupan. Unsur-unsur iklim sebagai berikut:
 Suhu
Kodisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap tumbuh-tumbuhan dan
hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki persyaratan suhu lingkungan
yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya, serta batas suhu
maksimum dan minimum untuk tumbuh yang dinamakan tolerensi spesies
terhadap suhu. Suhu bagi tumbuh-tumbuhan merupakan faktor pengontrol
bagi persebarannya sesuai dengan letak lintang, ketinggian dan sebagainya.
Penamaan habitat tumbuhan biasanya sama dengan nama-nama wilayah
berdasarkan lintang buminya, seperti vegetasi hutan tropik, vegetasi lintang
sedang, dan sebagainya.
 Kelembaban udara
Kelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan. Ada
tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah kering, daerah lembab bahkan
ada yang dapat hidup di daerah yang sangat basah.
 Angina
Angin sangat membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan
beberapa jenis tumbuhan, sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat
berlangsung. Bahkan ada tumbuhan tertentu yang penyebaran benihnya
dilakukan oleh angin. Contohnya, ilalang atau sejenis rumput-rumputan.
 Curah hujan
Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuh-tumbuhan sangat tergantung
pada curah hujan dan kelembaban udara. Banyak sedikitnya jumlah curah
hujan di suatu tempat akan membentuk karakter yang khas bagi formasi-
formasi vegetasi di muka bumi. Kekhasan jenis-jenis vegetasi, dapat
mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada lingkungan vegetasi
tertentu, karena tunbuh-tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan
makanan bagi hewan.
c. Faktor Sejarah Geologi
Kira-kira 200 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode jurasik awal, benua-benua
utama bersatu dalam superbenua (supercontinent) yang disebut Pangaea. Hipotesis
ini disampaikan seorang ilmuwan Jerman. Alfred Weneger pada tahun 1915.
hipotesis ini disampaikan lewat bukunya yang berjudul Asal-usul Benua-benua dan
Lautan.
Pada awal tahun 1960-an, bukti-bukti mengenai pergerakan/pergeseran benua
(continental drift) berhasil ditemukan. Benua-benua yang tergabung dalam Pangea
mulai memisah secara bertahap. Terbukanya laut Atlantik Selatan dimulai kira-kira
125-130 juta tahun lalu, sehingga Afrika dan Amerika Selatan bersatu secara
langsung. Namun, Amerika Selatan juga telah bergerak perlahan ke Amerika Barat
dan keduanya dihubungkan tanah genting Panama. Ini terjadi kira-kira 3,6 juta tahun
yang lalu. Saat “jembatan” Panama terbentuk secara sempurna, beberapa hewan dan
tumbuhan dari Amerika Selatan, termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi ke
Amerika Barat. Pada saat yang bersamaan beberapa hewn dan tumbuhan dari
Amerika Barat seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke Amerika Selatan.
Jadi perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil berpengaruh besar dalam
pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan saat ini. Contoh lain adalah
burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya ostriks, rhea, emu, kasuari dan
kiwi terlihat memiliki divergensi percabangan sangat awal dalam perjalanan evolusi
dari semua kelompok burung lainnya. Akibatnya terjadilah subspesies tadi.
Australia adalah contoh yang sesuai untuk mengetahui bagaimana gerakan benua-
benua memengaruhi sifat dan distribusi organisme. Sampai kira-kira 53 juta tahun
lalu, Australia dihubungkan dengan Antartika. Hewan khas Australi, yaitu mamalia
berkantung (marsupialia), yang ada pula meski sedikit di Amerika Selatan, secara
nyata terlihat sudah bergerak di antara kedua benua ini lewat Antartika.
d. Faktor Penghambat Fisik
Faktor penghambat fisik disebut juga penghalang geografi atau barrier (isolasi
geografi) seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan penggentingan
daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung yang tinggi, padang pasir, sungai atau
lautan membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies. Contoh kasusnya
adalah terjadinya subspesies burung finch di kepulauan Galapagos akibat isolasi
geografis. Di kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14 spesies burung
finch yang diduga berasal dari satu jenis burung finch dari Amerika Selatan.
Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan lingkungan yang berbeda.
Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya. Perbedaan ini ada
hubungannya dengan jenis makanan.
e. Persebaran tumbuhan dan hewan
Garis lintang bumi (lattude) menunjukkan terdapatnya 4 wilayah iklim di bumi,
yaitu tropis, subtropis, dingin, dan kutub. Perbedaan iklim tersebut, selain jenis
tanahnya akan memberikan perbedaan jenis tumbuhan yang hidup di sana karena
faktor adaptasi dengan lingkungan. Dengan ketinggian lahan dari permukaan laut
sampai ke puncak gunung yang paling tinggi (altitude) juga menunjukkan perbedaan
iklim yang mirip, yang menyebabkan pada dataran rendah sampai ke dataran tinggi
didiami oleh tumbuhan yang berbeda-beda.
Pada persebaran hewan lebih ditentukan oleh letak/wilayah geografis (zoogeografis).
Di bumi, daerah persebaran hewan (zoogeografi) dibedakan menjadi enam lokasi
berdasarkan persamaan fauna, yaitu: 1) Palearktik (palearctic) yang meliputi Asia
sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika, dan Gurun Sahara sebelah Utara, 2)
Nearktik (nearctic) yaitu Amerika Utara, 3) Neotropis (neotropical) yaitu Amerika
Selatan bagian tengah, 4) Oriental meliputi Asia dan Himalaya bagian Selatan; 5)
Etiopia (ethiopian) yaitu Afrika, dan 6) Australia (australian) meliputi Australia dan
pulau-pulau sekitarnya.
BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN
Biosfer disebut sebagai lapisan kehidupan di bumi, tempat dimana makhluk hidup
tinggal dan melangsungkan kegiatan hidupnya. Lapisan ini terbagi 3 lapisan yaitu,
Litosfer, Hidrosfer, Atmosfer .
Suatu ciri makhluk yang hidup adalah adanya aliran energy pada tubuh secara konstan.
Energy itu diperoleh dari luar tubuh, yaitu dari tata surya atau energy-kimiawi untuk
membantu molekul-molekul yang komplek secara langsung (autotroph) atau dengan
menguraikan molekul-molekul yang komplek dengan jalan mengkonsumir makhluk
lain (heterotrophy). Organisme heterotrophy pertama memakan tumpukan senyawa
organis yang terbentuk dari sumber.
Menurut istilah waktu, kita menduga atmosfer pemula timbul antara 2000-3500 juta
tahun yang lalu, sedangkan adanya masa benda hidup yang pertama pada 2000 juta tahun
yang lalu dan munculnya oksigen 1000 juta tahun yang lalu.
Nomenklatur adalah cara pemberian nama ilmiah kepada makhluk hidup agar
keanekaragaman makhluk hidup dapat di pelajari. Makin banyak spesies organisme yang
ditemukan, menyebabkan orang melakukan klasifikasi/pengelompokan berdasarkan
kepada ciri khas organisme tersebut. Makhluk hidup di dunia ini terbagi menjadi 3
kelompok yaitu: dunia Protista, dunia Plantarum dan dunia Animalia.
DAFTAR PUSTAKA

Tim MKU Universitas Udayana. 2000. Diktat Ilmu Kealaman Dasar.

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196805091994031-
KUSNADI/BUKU_SAKU_BIOLOGI_SMA,KUSNADI_dkk/Kelas_X/Bab.K.hayati.pdf

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_alamiah_dasar/bab5-
kehidupan_di_bumi.pdf

http://rajes08predator.blogspot.com/2012/04/biosfer-dan-makhluk-hidup.html

http://nurilmiyati-iad.blogspot.com/2011/03/4-keanekaragaman-makhluk-hidup-dan.html

Depdiknas. 2004. Makalah Pelatihan Dosen Mata Kuliah berkehidupan Bermasyarakat Ilmu
Kealaman Dasar (IAD). Medan: Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Ilmu kealaman Dasar
(IAD)

Hendro Darmodjo dan Yeni Kaligis. 2004. Ilmu Alamiah Dasar. Ed. Rev. Jakarta:
Universitas Terbuka.

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080724030819AAiWkTN(Online).

http://langitselatan.com/2008/03/14/dari-manakah-asal-kehidupan-di-bumi/(Online).

http://alumnisma4.blogspot.com/2008/10/dari-manakah-asal-kehidupan-di-
bumi.html (Online).

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1881934-faktor-yang-mempengaruhi-
persebaran-makhluk/

Maududi.Asal-usul Kehidupan.Ppt

Heryanto.Biosfer.ppt

materi78.co.nr

Sumarsih, Sri.Asal Mula dan Evolusi kehidupan pdf.

Sagala, Danner.Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya pdf.

Jumhana,Nana.Makhluk Hidup dan Lingkungannya pdf.

Ruswani, Gotri. Keanekaragaman Makhluk Hidup pdf.