Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIKA ELEMENTER

PENDUGAAN PARAMETER

Dosen Pengampu
Ria Dhea Layla Nur Karisma, M.Si

Oleh
Iqbal Taufiqurrochman
15610089

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2016
ABSTRAK

Data yang akan disajikan adalah data sampel. yang pertama dengan one
sample Z diambil dari populasi para pegawai di perusahaan sebanyak 100 orang
dengan 𝑋̅ = 30.000.000, S = 6.000.000, Selang kepercayaan 95% dan yang kedua
menggunakan One sample t datanya diambil dari penelitian kadar nikotin rokok
filter di pasaran. dengan n = 5 dan selang kepercayaan 95% dan yang ketiga
menggunakan 1 proporsi datanya diambil dari ahli gizi yang tertarik pada penderita
penyakit gondok dengan n = 200, 𝑋̅ = 30,dan Selang kepercayaan 97% dan yang
keempat menggunakan 2 proporsi, datanya diambil dari proporsi laki-laki dan
wanita yang menderita penyakit gondok dengan X1=30, X2 = 15, n1 = 200, n2 = 150
dan selang kepercayaan 97%. Kemudian data diolah menggunakan software
Minitab dan perhitungan manual. Dengan software tersebut akan dicari Pendugaan
nilai tengah sample Z, sample t, selisih 1 proporsi dan selisih 2 proporsi.
Kata kunci : Minitab, Proporsi 1, Proporsi 2, One Sample Z, One Sample T

i
DAFTAR ISI

COVER
ABSTRAK .............................................................................................................. i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 1
1.3 Tujuan ................................................................................................................. 2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Parameter dan Statistik ...................................................................................... 3
2.2 Pendugaan Parameter ............................................................................... 3
2.3 Pendugaaan Nilai Tengah (𝝁) .................................................................. 4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Sumber Data ............................................................................................. 5
3.2 Langkah-langkah ...................................................................................... 5
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis data ........................................................................................... 83
4.2 Pembahasan ............................................................................................ 83
4.2.1 Perhiungan Software Minitab ......................................................... 83
4.2.2 Perhitungan Manual ...................................................................... 155
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 142
5.2 Saran ..................................................................................................... 142
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Hasil uji one sample z .......................................................................... 13

Tabel 4.2 Hasil uji one sample t ........................................................................... 13

Tabel 4.3 Hasil uji one proportion ....................................................................... 14

Tabel 4.4 Hasil uji two proportion ....................................................................... 14

Tabel 4.5 Tabel Distribusi Normal Standar Z (One Sample Z) ........................... 15

Tabel 4.6 Tabel Distribusi t (One sample t) ......................................................... 17

Tabel 4.7 Tabel Distribusi Normal Standar Z (1 proporsi) .................................. 18

Tabel 4.7 Tabel Distribusi Normal Standar Z (2 proporsi) .................................. 20

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Tampilan awal jendela minitab ........................................................ 7

Gambar 3.2 Tampilan stat-basic statistics ............................................................ 8

Gambar 3.3 Tampilan One sample z .................................................................... 8

Gambar 3.4 Tampilan One sample z Options ...................................................... 8

Gambar 3.5 Tampilan stat- basic statistics ........................................................... 9

Gambar 3.6 Tampilan one sample t ..................................................................... 9

Gambar 3.7 Tampilan one sample t options......................................................... 10

Gambar 3.8 Tampilan stat-basic statistics ............................................................ 10

Gambar 3.9 Tampilan one proportion .................................................................. 10

Gambar 3.10 Tampilan one proportion options ................................................... 11

Gambar 3.11 Tampilan stat-basic statistics .......................................................... 11

Gambar 3.12 Tampilan two proportion options ................................................... 11

Gambar 3.13 Tampilan two proportion options ................................................... 12

iv
v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Statistika inferensia merupakan teknik pengambilan keputusan tentang
suatu parameter berdasarkan contoh yang diambil dari populasi tersebut yang
meliputi dua hal penting, salah satunya adalah pendugaan (estimation)
parameter. Pengetahuan tentang pendugaan yang diperoleh sangatlah penting
dipelajari. Hasil estimasi yang diperoleh haruslah dapat
dipertanggungjawabkan. Biasanya dinyatakan dengan tingkat kepercayaan
dari hasil dugannya sebagai suatu ukuran seberapa jauh kita menaruh
kepercayaan pada ketetapan statistik yang menduga parameter populasi nya.
Dalam praktikum ini, membahas bagaimana cara menghitung nilai tengah
One sample Z, nilai tengah One sample T, selang kepercayaan 1 proporsi, dan
selang kepercayaan 2 proporsi.
Sebelum data disajikan, maka data yang dimiliki hendaknya valid. Untuk
mempermudah menghitung digunakan alat bantu yaitu software Minitab. Hal
ini akan mempersingkat waktu dalam proses menghitungnya. Beda halnya
dengan menghitung secara manual, dalam menghitung manual harus lebih
berhati-hati dan teliti.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Pendugaan rata-rata gaji para pegawai di suatu perusahaan
dalam setahun dengan interval keyakinan 95%?
2. Bagaimana Pendugaan rata-rata terhadap penelitian kadar nikotin rokok
filter di pasaran dengan interval keyakinan 95%?
3. Bagaimana Selang kepercayaan 97% bagi proporsi penduduk yang
menderita penyakit gondok?
4. Bagaimana Selang kepercayaan 97% bagi ahli gizi yang tertarik pada
proporsi laki-laki dan perempuan yang menderita penyakit gondok?

1
2

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pendugaan rata-rata gaji para pegawai dalam setahun
dengan interval keyakinan 95%
2. Untuk mengetahui pendugaan rata-rata terhadap penelitian kadar nikotin
rokok filter di pasaran dengan interval keyakinan 95%
3. Untuk mengetahui selang kepercayaan 97% bagi proporsi penduduk yang
menderita penyakit gondok
4. Untuk mengetahui selang kepercayaan 97% bagi ahli izi yang tertarik pada
proporsi laki-laki dan perempuan yang menderita penyakit gondok
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Parameter dan Statistik


Ukuran yang dihitung dari kumpulan data dalam sampel dinamakan
statistik. Sedang kan ukuran yang dihitung dari kumpulan data populasi atau
dipakai untuk menyatakan populasi dinamakan parameter. Jadi ukuran yang
sama dapat bernama statistik atau parameter, bergantung pada apakah ukuran
dimaksud untuk sampel atau populasi. Secara garis besar perbedaan simbol
antara parameter dengan statistik adalah:
Populasi (parameter) Sampel (statistik)
Nilai Rata-Rata 𝜇 𝑥̅
Varian 𝜎2 s2
Standart Deviasi 𝜎 s
Proporsi 𝛱 p
(Santoso, 2009)

2.2 Pendugaan Parameter


Estimasi Parameter penduga (estimator) adalah anggota peubah acak
statistik yang mungkin untuk sebuah parameter (anggota peubah yang
diturunkkan). Parameter adalah nilai yang mengikuti acuan keteranganatau
informasi yang dapat menjelaskan batasbatas atau bagian-bagian tertentu dari
suatu sistem persamaan. (Yitnosumarto, 1990: 211)
Salah satu aspek penting dalam statistik inferensia adalah pendugaan
parameter populasi. Misalnya, 𝜇 dan 𝜎2 yang diduga dari statistik sampel 𝑥̅
dan s2 . Dengan demikian kesimpulan yang didapatkan merupakan kesimpulan
tentang populasi yang dipelajari berdasarkan contoh atau sebagian dari
populasi tersebut. 𝑥̅ dan s2 merupakan suatu peubah acak yang besarnya
beragam dari satu contoh ke contoh lain serta memiliki sebaran statistik yang
sesuai dengan sebaran induknya. (Sri Harini, 2010: 149)

Pendugaan bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang


ciri-ciri populasi yang tidak diketahui dengan menggunakan informasi contoh
atau penduga (estimator). Agar ciri-ciri atau parameter populasi dapat

3
4

ditampilkan dengan jelas dan benar, penduga yang digunakan harus merupakan
penduga terbaik. Statistik sampel yang digunakan untuk menduga parameter
populasi dikatakan terbaik apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
(Sudaryono, 2012)

a. Tak bias (unbiasedness): Suatu penduga dapat dikatakan tak bias apabila
nilai harapan dari penduga tersebut sama dengan nilai parameter yang
diduga.
b. Efisiensi (efficiency): Jika ada beberapa penduga tak bias, penduga yang
mempunyai ragam terkecil merupakan penduga yang paling efisien. Jadi
semakin kecil ragam dari suatu penduga, semakin efisien penduga
tersebut.
c. Kecukupan (sufficiency): Selain tak bias adan efisien, penduga juga harus
mengandung semua informasi tentang parameter populasi atau dengan
kata lain, penduga tersebut harus mempunyai syarat kecukupan. Dalam hal
ini, median dan modus bukanlah penduga yang berkecukupan karena
hanya mencakup satu nilai pada pertengahan data yang telah diurutkan
atau nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi.

2.3 Pendugaaan Nilai Tengah (𝝁)

a. Varian Populasi Diketahui (one sampel z)


Uji Z atau uji beda satu rata-rata digunakan untuk sampel besar (n >
30), dengan asumsi: observasi n dalam sampel dipilih secara random dari
sebuah populasi dan n adalah besar (Sujarweni, 2011).
Salah satu penduga titik bagi nilai tengah populasi 𝜇 adalah statistik.
Misalkan tersebar normal dengan 𝜎2 diketahui, maka selang kepercayaan (1-
𝛼) 100% bagi 𝜇 adalah:
𝜶 𝝈 𝜶 𝝈
̅ − 𝒛𝟐
𝑷 (𝒙 ̅ + 𝒛𝟐
≤𝝁≤𝒙 )=𝟏−𝜶
√𝒏 √𝒏
(Turmudi, Harini, 2008)
Jadi selang kepercayaan bagi µ, adalah:
𝜶
𝝈
 𝒙
̅ ± 𝒁𝟐 jika σ diketahui
√𝒏
5

𝜶
𝒔
 𝒙
̅ ± 𝒁𝟐 jika σ tidak diketahui
√𝒏

Dengan gambar grafik seperi gambar dibawah ini:

(Walpole, 1993)

b. Varian Populasi Tidak Diketahui (one sample t)


Bila ragam populasi 𝜎2 tidak diketahui dan ukuran contoh kecil (n <
30), maka kita tidak dapat menggunakan rumus dari normal baku Z, tetapi
kita dapat menggunakan peubah t (sebaran t). Maka selang kepercayaan (1-
𝛼) bagi 𝜇 diberikan rumus di bawah ini:
𝜶 𝒔 𝜶 𝒔
̅ − 𝒕𝟐
𝑷 (𝒙 ̅ + 𝒕𝟐
≤𝝁≤𝒙 )=𝟏−𝜶
√𝒏 √𝒏
𝛼
Dengan nilai 𝑡 2 adalah nilai t dari tabel dengan derajat bebas (v) = n-1.

Dengan gambar grafik seperi gambar dibawah ini:

(Turmudi, Harini, 2008)


6

c. Selang Kepercayaan untuk Selisih 1 Proporsi


Dalam materi percobaan binomial kita diberikan suatu penduga titik
𝑥
bagi proporsi p adalah 𝑝̂ = 𝑛. Jika sebaran contoh ini mempunyai n yang

cukup besar, maka sebaran bagi 𝑝̂ dapat dihampiri oleh sebaran normal
dengan nilai tengah dan varian:
𝜇 p = E(p̂) = p
𝑝𝑞
𝜎 2p = 𝑛

Sehingga sebaran normal baku (Z) akan menjadi:


̂–p
p
Z=
√𝑝(1−𝑝)
𝑛

Dengan mensubstitusikan Z kita peroleh selang kepercayaan (1-𝛼) untuk p


yaitu:

𝜶 ̂. 𝒒
𝒑 ̂ 𝜶 𝒑 ̂. 𝒒
̂
̂ − 𝒁𝟐 √
𝑷 (𝒑 ̂ + 𝒁𝟐 √
≤𝒑≤𝒑 )=𝟏−𝜶
𝒏 𝒏

Dengan 𝑞̂ = 1-p
(Turmudi, Harini, 2008)

d. Selang Kepercayaan untuk Selisih 2 Proporsi


Dalam uji kepercayaan selisih 2 proporsi ini, kita ingin menduga selisih
antara 2 parameter p1 dan p2. Maka selisih antara kedua proporsi tersebut
(p1- p2). Penduga titik bagi selisih antara kedua proporsi populasi p1- p2
secara statistik adalah 𝑝̂ 1- 𝑝̂ 2. Bila 𝑝̂ 1 dan 𝑝̂ 2 adalah proporsi keberhasilan
dari contoh acak berukuran n1 dan n2, maka selang kepercayaan (1-𝛼) bagi
p1- p2 adalah

𝛂 ̂𝟏 . 𝐪
𝐩 ̂𝟏 𝐩̂𝟐 . 𝐪
̂𝟐 𝛂 𝐩 ̂𝟏 . 𝐪
̂𝟏 𝐩̂𝟐 . 𝐪
̂𝟐
𝐏 ((𝐩 ̂𝟐 ) − 𝐙 𝟐 √
̂𝟏 − 𝐩 + ≤ (𝐩𝟏 − 𝐩𝟐 ) ≤ (𝐩 ̂𝟐 ) + 𝐙 𝟐 √
̂𝟏 − 𝐩 + )
𝐧𝟏 𝐧𝟐 𝐧𝟏 𝐧𝟐

= 𝟏−𝛂

Dengan 𝑞̂ = 1-p
(Turmudi, Harini, 2008)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Sumber Data


Data yang digunakan dalam praktikum ini berasal dari 2 buku yang
berbeda, yang pertama dari buku yang berjudul Statistika dan Probabilitas yang
disusun oleh Dr. Boediono halaman 141 dan yang kedua berasal dari buku yang
berjudul Metode Statistika yang disusun oleh Yusuf Wibisono halaman 386,
dan 402. Variabel yang digunakan dalam praktikum ini adalah gaji pegawai
kadar nikotin, dan penyakit gondok.

3.2 Langkah-langkah
A. Pendugaan Nilai Tengah Varian Populasi Diketahui (one sample z)
1. Buka aplikasi minitab pada desktop

Gambar 3.1 Tampilan awal jendela minitab

2. Untuk mencari nilai tengah (one sample z), pilih menu Stat kemudian
Basic Statistic lalu pilih 1-Sample Z

7
8

Gambar 3.2 Tampilan stat-basic statistics

3. Klik pada poin summarized data, pada kolom sample size diisi 100,
sample mean dimasukkan angka 30000000 dan standard deviation
dimasukkan nilai 6000000. Lalu klik option

Gambar 3.3 Tampilan One sample z

4. Pada kolom convidence level masukkan nilai selang kepercayaan yang.


Klik OK kemudian OK lagi.

Gambar 3.4 Tampilan One sample z Options


9

B. Pendugaan Nilai Tengah Varian Populasi tidak Diketahui (one sample


t)
1. Klik menu Stat, kemudian Basic Statistic lalu pilih 1-sample t

Gambar 3.5 Tampilan stat- basic statistics

2. Selanjutnya akan muncul gambar seperti di bawah ini

Gambar 3.6 Tampilan one sample t

3. Klik pada poin Sample in columns. Masukkan kolom dimana


meletakkan data. Sample in columns digunakan apabila banyaknya data
diketahui. Jika poin summarized data digunakan apabila yang
diketahui jumlah seluruh data dan standar deviasinya. Lalu klik options,
maka akan muncul gambar seperti ini:
10

Gambar 3.7 Tampilan one sample t options

4. Pada kolom convidence level masukkan nilai selang kepercayaan yang


diminta pada soal. Klik OK

C. Selang Kepercayaan 1 Proporsi


1. Klik menu stat, kemudian pilih basic statistic lalu 1 Proportions

Gambar 3.8 Tampilan stat-basic statistics

2. Klik poin summarized data. Masukkan angka 30 pada kolom number


of events dan 200 pada kolom number of trials

Gambar 3.9 Tampilan one proportion


11

3. Lalu klik options, pada kolom confidence level dimasukkan angka 97


kemudian Klik Ok

.
Gambar 3.10 Tampilan one proportion options

D. Selang kepercayaan 2 Proporsi


1. Klik menu stat, kemudian basic statistic, lalu pilih 2 proportions.

Gambar 3.11 Tampilan stat-basic statistics

2. Klik poin summarized data. pada kolom number of events sample 1


diisi 30, sample 2 diisi 15. Sedangkan pada kolom number of trials
sample 1 diisi 200 dan sample diisi 150

Gambar 3.12 Tampilan two sample proportion


12

3. Lalu klik options, pada kolom confidence level dimasukkan angka 97,
kemudian Klik Ok

Gambar 3.13 Tampilan two sample proportion options


BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis data


Bab ini membahas tentang Pendugaan Parameter yang didalamnya berisi
pendugaan nilai tengah jika varian populasi diketahui, pendugaan nilai tengah
jika varian populasi tidak diketahui dan bagaimana selang kepercayaan 1
proporsi dan 2 proporsi. Selanjutnya data yang diambil dari buku akan diolah,
disajikan, dan dianalisis
4.2 Pembahasan
4.2.1 Perhiungan Software Minitab
a. One sample z
Data para pegawai di suatu perusahaan diambil sampel sebanyak 100
orang yang gajinya dicatan pada tiap tahun.

One-Sample Z
The assumed standard deviation = 6000000
N Mean SE Mean 95% CI
100 30000000 600000 28824022, 31175978
Tabel 4.1 Hasil uji one sample z
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa dari 100 orang yang
gajinya dicatat tiap tahun memiliki nilai rata-rata sebesar 30.000.000,
standard deviasi sebesar 6.000.000, SE Mean sebesar 600000 dan
didapatkan nilai selang kepercayaan 95% adalah 28824022 sampai
31175978
b. One-sample t
Data uji terhadap 5 bungkus rokok dengan kadar nikotin masing-masing 1,5;
2,1; 1,7; 2,2; dan 2,5 mg.
One-Sample T
N Mean StDev SE Mean 95% CI
5 2,000 0,400 0,179 1,503, 2,497
Tabel 4.2 Hasil uji one sample t

13
14

Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa dari 5 bungkus rokok


memiliki nilai rata-rata sebesar 2, standard deviasi sebesar 0,4, SE Mean
sebesar 0,179 dan didapatkan nilai selang kepercayaan 95% adalah 1,503
sampai 2,497

c. One-proportion
Data Soeorang ahli gizi tertarik pada proporsi penduduk yang menderita
penyakit gondok.
Test and CI for One Proportion
Sample X N Sample p 97% CI
1 30 200 0,150000 0,095208, 0,204792
Tabel 4.3 Hasil uji one proportion
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa dari 200 orang, yang
menderita penyakit gondok ada 30 orang didapatkan nilai proporsi sebesar
0,15 dan selang kepercayaan sebesar 0,095208 sampai 0,204792

d. Two-proportions
Data Seorang ahli gizi tertarik ingin mengetahui proporsi laki-laki dan
perempuan yang menderita penyakit gondok yang bermukim di lereng
gunung.
Test and CI for Two Proportions
Sample X N Sample p
1 30 200 0,150000
2 15 150 0,100000
Difference = p(1) – p(2)
Estimate for difference: 0,05
97% CI for difference: (-0,0263397, 0,126340)
Test for difference = 0 (vs ≠ 0): 𝑍 = 1,42 𝑃 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒 = 0,155
Fisher’s exact test: P-Value = 0,198
Tabel 4.4 Hasil uji two proportion

Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa dari 200 orang laki-laki,


yang menderita penyakit gondok ada 30 orang, sedangkan dari 150 orang
15

perempuan yang menderita penyakit gondok ada 15 orang, didapatkan nilai


proporsi kategori laki-laki sebesar 0,15 dan nilai proporsi kategori
perempuan sebesar 0,1. Adapun selang kepercayaan 97% adalah -
0,0263397, sampai 0,1263400

4.2.2 Perhitungan Manual


a. One sample z
Dari populasi para pegawai suatu perusahaan diambil sampel sebanyak 100
orang dan dicatat gaji tahunan masing-masing. Rata-rata dan simpangan
baku gaji mereka itu adalah :
𝑋̅ = 30.000.000 (Rp) dan 𝜎 = 6.000.000 (Rp)
Buatlah selang kepercayaan 95 % untuk menduga berapa sesungguhnya
rata-rata gaji para pegawai di perusahaan tersebut.
Jawab
Diketahui: n = 100
𝑋̅ = 30.000.000
𝜎 = 6.000.000
Karena selang kepercayaan 95%. Maka kesalahan (𝛼) yang diharapkan dari
𝛼 5%
penelitian tersebut adalah 5%. Dengan demikian = = 0,025 dan dari
2 2

tabel Z diperoleh: 𝑍 𝛼/2 = 1,96

Tabel 4.5 Tabel Distribusi Normal Standar Z (One Sample Z)


16

Keterangan: Pada Z0,025 terdaoat di kolom nomor 7 menunjukkan angka 0,06


dan baris ke 17 menunjukkan angka 1,9
Jadi Z0,025 = 1,9+0,06 = 1,96

Selang kepercayaan (1-𝛼) yang dimaksud adalah


𝜎 𝜎
𝑃 (𝑋̅ − 𝑧 𝛼/2 ≤ 𝜇 ≤ 𝑋̅ + 𝑧 𝛼/2 )= 1−𝛼
√𝑛 √𝑛
𝜎
Batas bawah = 𝑋̅ − 𝑧 𝛼/2
√𝑛
6.000.000
= 30.000.000 – 1,96 ( )
10

= 30.000.000 – 1.176.000
= 28.824.000
𝜎
Batas atas = 𝑋̅ + 𝑧 𝛼/2
√𝑛
6.000.000
= 30.000.000 + 1,96 ( )
10

= 30.000.000 + 1.176.000
= 31.176.000
Jadi selang kepercayaan 95% bagi 𝜇 adalah
𝑃(28.824.000 ≤ 𝜇 ≤ 31.176.000) = 0,95
Jadi, dapat disimpulkan bahwa interval 95% untuk rata-rata gaji
tahunan yang sesungguhnya dari para pegawai di perusahaan berkisar antara
Rp. 28.824.000 sampai dengan Rp.31.176.000 setahun.
Hasil perhitungan manual tersebut sama dengan hasil dari perhitungan
menggunakan software minitab, tetapi angka dibelakang koma yang
berbeda.

b. One sample t
Telah dilakukan penelitian kadar nikotin rokok filter yang beredar di
pasaran. Selanjutnya dilakukan uji terhadap 5 bungkus rokok dengan kadar
nikotin masing-masing 1,5; 2,1; 1,7; 2,2; dan 2,5 mg. Tentukan selang
kepercayaan 95% rata-rata kadar nikotin sebenarnya.
17

Jawab
∑𝑛𝑖=1 𝑋𝑖 10
𝑋̅ = = =2
𝑛 5

∑𝑛𝑖=1(𝑥𝑖 − 𝑥̅ )2
𝑆= √
𝑛−1

(1,5−2)2 +(2,1−2)2 +(1,7−2)2 +(2,2−2)2 +(2,5−2)2


S=√ = 0,4 mg
4

𝛼
Dengan 𝛼 = 0,05 dan = 0,025 serta (𝑣) = 𝑛 − 1 = 4, maka diperoleh.
2
𝛼/2
𝑡0,025 = 2,776

Tabel 4.6 Tabel Distribusi t (One sample t)

Keterangan : 𝛼 = 0,025 ada pada kolom 3, sedangkan v = 4 ada pada baris


ke 4 jadi angka yag terletak pada kolom 3 dan baris ke 4 adalah 2,7764
Jadi didapatkan t tabel = 2,7764
Selang kepercayaan (1-𝛼) yang dimaksud adalah:
𝑠 𝑠
𝑃 (𝑋̅ − 𝑡 𝛼/2 ≤ 𝜇 ≤ 𝑋̅ + 𝑡 𝛼/2 ) = 1 − 𝛼
√𝑛 √𝑛
𝛼
𝑠
Batas bawah = 𝑋̅ − 𝑡 2
√𝑛

= 2 – 2,766 (0,4/√5)
= 1,503
18

𝛼
𝑠
Batas atas = 𝑋̅ + 𝑡 2
√𝑛

= 2 + 2,766 (0,4/√15)
= 2,497
Selang kepercayaan 95% bagi 𝜇 untuk varian tidak diketahui adalah
𝑃 (1,503 ≤ 𝜇 ≤ 2,497) = 0,95
Jadi didapatkan hasil bahwa rata-rata kadar nikotin rokok filter yang
beredar di pasaran dengan diberikan selang kepercayan 95% didapatkan
populasi 𝜇 adalah sebesar 1,503 sampai dengan 2,497. Hasil perhitungan
manual tersebut sama dengan hasil dari perhitungan menggunakan software
minitab

c. One proportion
Soeorang ahli gizi tertarik pada proporsi penduduk yang menderita
penyakit gondok. Dari contoh acak 200 orang yang diperiksa ternyata
diperoleh X = 30 orang yang menderita gondok. Tentukan selang
kepercayaan 97 % bagi propori sesungguhnya orang yang menderita
penyakit gondok.
Jawab

𝑥 30
𝑝̂ = 𝑛 = 200 = 0,15

Tabel 4.7 Tabel Distribusi Normal Standar Z (1 proporsi)


19

Keterangan: Pada Z0,015 terdaoat di kolom nomor 8 menunjukkan angka 0,07


dan baris ke 15 menunjukkan angka 2,1
Jadi Z0,025 = 2,1+0,07 = 2,17
Dari tabel Z, dengan 𝛼 = 0,03 diketahui 𝑍 𝛼/2 = 2,17
Selang kepercayaan 97% bagi p adalah

𝛼 𝑝̂ (1 − 𝑝̂ ) 𝛼 𝑝̂ (1 − 𝑝̂ )
𝑃 (𝑝̂ − 𝑧 2 √ ≤ 𝑝 ≤ 𝑝̂ + 𝑧 2 √ )=1−𝛼
𝑛 𝑛

0,15(1−0,15)
𝑃 (0,15 − 2,17 √ ≤ 𝑝 ≤ 0,15 +
200

0,15(1−0,15)
2,17 √ ) = 0,95
200

𝑃 (0,15 − 2,17(0,025) ≤ 𝑝 ≤ 0,15 + 2,17(0,025) = 0,97


𝑃(0,095 ≤ 𝑝 ≤ 0,205) = 0,97

Jadi pendugaan 1 proporsi dengan tingkat kepercayaan 97% terhadap


200 orang dan ternyata 30 orang yang menderita penyakit gondok adaalah
sebesar 0,095 sampai dengan 0,205.
Hasil perhitungan manual tersebut ternyata sama dengan perhitungan
menggunakan software minitab. Tetapi, dalam hal ini software minitab
hasilnya lebih detail sedangkan perhitungan manual hasinya dibulatkan.

d. Two Proportion
Seorang ahli gizi tertarik ingin mengetahui proporsi laki-laki dan
perempuan yang menderita penyakit gondok yang bermukim di lereng
gunung. Dari contoh acak 200 orang laki-laki yang diperiksa ternyata
diperoleh x1 = 30 orang yang menderita gondok . Sedangkan diantara 150
orang perempuan ditemukan x2 = 15 orang menderita penyakit yang sama.
Buatlah selang kepercayaan 97% bagi selisih antara proporsi sebenarnya
laki-laki dan perempuan yang mengidap penyakit gondok tersebut.
20

Jawab
𝑥1 30
𝑝̂1 = = = 0,15
𝑛1 200
𝑥2 15
𝑝̂2 = = = 0,10
𝑛2 150
𝑝̂1 − 𝑝̂2 = 0,15-0,10 = 0,05

Tabel 4.8 Tabel Distribusi Normal Standar Z ( 2 Proporsi)

Keterangan: Pada Z0,015 terdaoat di kolom nomor 8 menunjukkan angka 0,07


dan baris ke 15 menunjukkan angka 2,1
Jadi Z0,025 = 2,1+0,07 = 2,17
Dari tabel Z, dengan 𝛼 = 0,03 diperoleh 𝑍 𝛼/2 = 2,17

Selang kepercayaan 97% adalah

𝛼
𝑝̂1 (1−𝑝̂1 ) 𝑝̂2 (1−𝑝̂2 )
Batas bawah = (𝑝̂1 − 𝑝̂ 2 ) − 𝑧 2 √ +
𝑛1 𝑛2

0,151 (1−0,15) 0,10(1−0,10)


= 0,05 − 2,17√ +
200 150

= 0,05 – 2,17(0,0352)
= -0,026
21

𝛼
𝑝̂1 (1−𝑝̂1 ) 𝑝̂2 (1−𝑝̂2 )
Batas atas = (𝑝̂1 − 𝑝̂ 2 ) + 𝑧 2 √ +
𝑛1 𝑛2

0,151 (1−0,15) 0,10(1−0,10)


= 0,05 + 2,17√ +
200 150

= 0,05 + 2,17(0,0352)
= 0,126
Jadi selang kepercayaan 99% bagi selisih dua proporsi (p1-p2) adalah
𝑃(−0,026) ≤ (𝑝1 − 𝑝2 ) ≤ (0,126 )

Selang kepercayaan 97% berada pada -0,026 dan 0,126. Selang ini
mencakup beda proporsi sebenarnya penderita penyakit gondok. Akan tetapi
selang ini memungkinkan proporsi keduanya sama sehingga kita tidak dapat
menyimpulkan bahwa persentasi laki-laki penderita gondok lebih besar
dibanding persentase perempuan penderita penyakit yang sama.
Hasil perhitungan manual tersebut ternyata sama dengan perhitungan
menggunakan software minitab. Tetapi dalam hal ini perhitungan software
minitab lebih detail sedangkan perhitungan manual dibulatkan.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil peenelitian tentang pendugaan parameter didapatkan hasil
bahwa:
1. Perhitungan nilai tengah menggunakan minitab pada One sample Z dengan N
sebesar 100, 𝑋̅=30.000.000, 𝜎 = 6.000.000 pada selang kepercayaan 95%
memiliki batas bawah 28.824.0022 dan batas atas 31.175.978 dan jika
dibandingkan dengan manual hasilnya tidak jauh berbeda. Secara hitungan
manual memiliki batas bawah 28.824.000 dan batas atas 31.176.000
2. Perhitungan nilai tengah menggunakan minitab pada One sample T dengan N
sebesar 5, 𝑋̅=2, S = 0,4 pada selang kepercayaan 95% memiliki batas bawah
1.503 dan batas atas 2.497 dan jika dibandingkan dengan manual hasilnya tidak
jauh berbeda. Secara hitungan manual memiliki batas bawah 1.506 dan batas
atas 2.494
3. Perhitungan nilai tengah menggunakan minitab pada 1 Proporsi dengan N
sebesar 200, X = 30, pada selang kepercayaan 97% memiliki batas bawah
0.095208 dan batas atas 0.204792 dan jika dibandingkan dengan manual
hasilnya sama. Secara hitungan manual memiliki batas bawah 0.095 dan batas
atas 0.205
4. Perhitungan nilai tengah menggunakan minitab pada 2 Proporsi dengan X1=
30, X2 = 15, n1= 200, n2= 150 pada selang kepercayaan 97% memiliki batas
bawah -0.0263397 dan batas atas 0.126340 dan jika dibandingkan dengan
manual hasilnya sama. Secara hitungan, manual memiliki batas bawah -0.026
dan batas atas 0.12

5.2 Saran
Kegiatan praktikum tentang pendugaan parameter hendaknya dapat
dilakukan dengan lebih cermat. Melakukan penghitungan dengan berbagai
macam jenis distribusi melalui percobaan yang dilakukan secara manual
dibutuhkan kesabaran untuk mendapatkan data

22
DAFTAR PUSTAKA

Boediono dan Koster, Wayan. 2004. Teori dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Harini, Sri. 2010. Teori Peluang. Malang: Uin-Maliki Press
Sudaryono. 2012. Statistika dan Probabilitas. Yogyakarta: Andi
Walpole, Ronald E. 1995. Pengantar Statistika. Bandung: PT Gramedia Pustaka
Utama
Wibosono, Yusuf. 2005. Metode Statistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press
Yitnosumarto, Suntoyo. 1990. Dasar-Dasar Statistika. Jakarta: Rajawali Press
LAMPIRAN

1. Dari populasi para pegawai suatu perusahaan diambil sa,pel sebanyak 100 orang
dan dicatat gaji tahunan masing-masing. Rata-rata dan simpangan baku gaji
mereka itu adalah :
𝑋̅ = 30.000.000 (Rp) dan S = 6.000.000 (Rp)
Buatlah selang kepercayaan 95 % untuk menduga berapa sesungguhnya rata-
rata gaji para pegawai di perusahaan tersebut.
Sumber: Buku yang berjudul Statistika dan Probabilitas yang disusun oleh Dr.
Boediono halaman 141
2. Telah dilakukan penelitian kadar nikotin rokok filter yang beredar di pasaran.
Selanjutnya dilakukan uji terhadap 5 bungkus rokok dengan kadar nikotin
masing-masing 1,5; 2,1; 1,7; 2,2; dan 2,5 mg. Tentukan selang kepercayaan
95% rata-rata kadar nikotin sebenarnya.
Sumber: Buku yang berjudul Metode Statistik yang disusun oleh Yusuf
Wibisono halaman 386
3. Soeorang ahli gizi tertarik pada proporsi penduduk yang menderita penyakit
gondok. Dari contoh acak 200 orang yang diperiksa ternyata diperoleh X = 30
orang yang menderita gondok. Tentukan selang kepercayaan 97 % bagi propori
sesungguhnya orang yang menderita penyakit gondok.

Sumber: Buku yang berjudul Metode Statistik yang disusun oleh Yusuf
Wibisono halaman 402

4. Seorang ahli gizi tertarik ingin mengetahui proporsi laki-laki dan perempuan
yang menderita penyakit gondok yang bermukim di lereng gunung. Dari contoh
acak 200 orang laki-laki yang diperiksa ternyata diperoleh x1 = 30 orang yang
menderita gondok . Sedangkan diantara 150 orang perempuan ditemukan x2 =
15 orang menderita penyakit yang sama. Buatlah selang kepercayaan 97% bagi
selisih antara proporsi sebenarnya laki-laki dan perempuan yang mengidap
penyakit gondok tersebut.
Sumber: Buku yang berjudul Metode Statistik yang disusun oleh Yusuf
Wibisono halaman 402
One sample z

One Sample t

One proportion
Two proportion