Anda di halaman 1dari 11

1.

Hasbi Ash-Shiddieqy
.Nama Lengkapnya Teungku Muhammad Hasbi Ashshiddieqy
.Lahir pada 10 Maret 1904 di Lhokseumawe Aceh
Utara
.Beliau adalah Seorang ulama Indonesia, ahli ilmu
fiqih dan usul fiqih, tafsir, dan ilmu kalam.
.Wafat di Jakarta, 9 Desember 1975

Pemikiran Hasbi Ash-Shiddieqy


Hukum fiqih yang di anut oleh masyarakat Islam
Indonesia banyak yang tidak sesuai dengan bangsa
Indonesia
Umat islam harus dapat menciptakan hukum fiqih
yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia
Untuk menuju fiqih Islam yang berwawasan ke
Indonesia, ada tiga bentuk ijtihat yang perlu dilakukan
1. Ijtihad dengan mengklasifikasikan hukum-hukum
produk ulama masa lalu

2. Ijtihad dengan mengklasifikasikan hukum-hukum yang


semata mata
didasarkan pada adat kebiasaan
3. Ijtihad dengan mencari hukum-hukum terhadap
dengan masalah
kontemporer
Hukum yang baik adalah yang mempertimbangkan
dan memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, budaya,
adat istiadat, dan kecenderungan masyarakat yang

Selain pemikiran diatas, ia juga melakukan ijtihat untuk


menjawab permasalahan hukum yang muncul dalam
masyarakat. Antara lain :
1. Perdebatan Hasbi dengan A. Hasan tentang boleh
tidaknya jabat tangan antara laki-laki dan perempuan
2. Hukum shalat jumat
3. Persoalan zakat

2. Hazairin
Nama Lengkapnya Prof. Dr. Huzairin S.H
Beliau adalah salah satu pelopor yang menggagas
pentingnya

hukum

Islam

yang

bercorak

keindonesiaan
Lahir di Bukit Tinggi Sumatera Barat pada tanggal
28 November 1906
Wafat di Jakarta pada tanggal 11 Desember 1975

Pemikiran Hazairin
Tidak perlu lagi terjadi pertentangan antara sistem
hukum adat, hukum positif, dan hukum agama
Melakukan upaya mempersatu padukan nilai-nilai
yang berasal dari adat maupun hukum Islam ke
dalam satu entitas hukum
Mendirikan Mazhab Nasional
Perlu memberi corak kenasionalan bagi
perkembangan islam

Mazhab Syafii masih hidup dan dipertahankan


Untuk membentuk mazhab nasional diperlukan
lahirnya mazhab-mazhab mujtahid baru
Gagasan Hazairin ini dituangkan dalam ijtihadnya
tentang sistem kewarisan Islam. Menurutnya, konsep
hukum waris Islam yang dikemukakan oleh para ulama
menganut sistem patrilineal. Hal ini sangat dipengaruhi
oleh konstruksi budaya arab. Bagi Hazairin, esensi hukum
waris Islam dalam al-Qur'an adalah bilateral, yakni
menarik

harta

dari

pihak

ayah

dan

ibu.

3. K.H Sahal Mahfudh


Nama Lengkap beliau adalah Muhammad Achmad
Sahal bin Mahfudz bin Abd.
Beliau adalah ulama dan intektual Islam langka yang
karismatik, bersahaja, dantawadu.
Lahir di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, pada
17 Desember 1937
Wafat pada tanggal 24 Januari 2014

Pemikiran
Fikih harus dan mampu beradaptasi dengan
perkembangan zaman dan perubahan tempat
Diperlukan fikih baru yang mengakomodir
permasalahan-permasalahan baru yang muncul dalam
masyarakat
Di samping bermazhab secaraqauliy(hukum), juga
harus bermazhab secaramanhajiy(metodologis)

Fikih merupakan produk ijtihad. Karena produk


ijtihad maka keputusan fikih bukan barang sakral
yang tidak boleh diubah