Anda di halaman 1dari 23

TUGAS MAKALAH

HAKIKAT MANAJEMEN STRATEGI

Mata Kuliah Manajemen Strategi

Dosen Pengampu

Yulihasri. Dr. SE, MBA

Kelompok :

1. Syntia Noverita 1610531022


2. Almadani Adelia 1610531038
3. Rahma Ria Gusman 1610531062
4. Ryzky Afranata 1610532024
5. Shinta Syafira Trianantha 1610533010
6. Lavenia Musdalifah Rizanti 1610531014

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS

2018
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah,
karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai “Hakikat Manajemen Strategi”, suatu ilmu
mengenai tata cara bagaimana perusahaan melakukan suatu perencanaan terkait hal
manajemennya.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai bagaimana


hakikat dari manajemen stratego dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas
mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Manajemen Strategi”. Demikianlah makalah ini
kami buat semoga bermanfaat.

Padang, November 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR................................................................................ 2

DAFTAR ISI.............................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN.................................................................... 5

1.1 Latar Belakang..................................................................... 5


1.2 Tujuan.................................................................................. 5
1.3 Manfaat…………………………………………………… 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................... 6


2.1 Definisi Manajemen Strategi............................................... 6
2.2 Tahap-Tahap Manajemen Strategis..................................... 6
2.3 Mengintegrasikan Intuisi dan Analisis................................ 7
2.4 Mengadaptasi Perubahan..................................................... 7
2.5 Istilah-istilah Kunci dalam Manajemen Strategis................ 8
2.6 Model Manajemen Strategis................................................ 11
2.7 Manfaat-Manfaat Manajemen Strategis.............................. 12
2.8 Keuntungan Keuangan........................................................ 12
2.9 Keuntungan Non Keuangan................................................ 13
2.10 Mengapa Beberapa perusahaan Tidak Melakukan
Perencanaan Strategis.......................................................... 13
2.11 Lubang Perangkap Dalam Manajemen Strategis................ 14
2.12 Panduan untuk Manajemen Strategis yang Efektif............. 15
2.13 Etika Bisnis dan Manajemen Strategis................................ 15
2.14 Membandingkan Bisnis dan Strategi Militer...................... 16
2.15 Hakikat Persaingan Global................................................. 17
2.16 Keuntungan dan Kerugian Operasi Internasional.............. 17

BAB III PEMBAHASAN...................................................................... 20

3
BAB IV PENUTUP............................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 23

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PT Citilink Indonesia yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia yang


disiapkan bersaing dengan maskapai penerbangan lain di kelas penerbangan murah
atau low cost carrier. Pangsa pasar penerbangan murah di Indonesia memang cukup
potensial sejalan dengan meningkatnya kelompok masyarakat kelas menengah yang
mulai melirik modal transportasi udara sebagai pilihan untuk berpergian. Untuk dapat
menekan biaya dan bersaing dengan maskapai penerbangan lain.

PT Citilink Indonesia menerapkan strategi berikut : tidak ada pelayanan gratis


(untuk pelayanan seperti asuransi, pembelian tiket, pemilihan tempat duduk, serta
fasilitas bagasi Citilink membebankan biaya tambahan yang bervariasi per
penumpang); jaringan atau rute penerbangan jarak pendek (Citilink memilih rute
penerbangan jarak pendek yang mempunyai durasi penerbangan tidak lebih dari 3 jam
agar dapat menghemat biaya); fasilitas yang standar (salah satu strategi menghemat
biaya operasional penerbangan adalah fasilitas yang sederhana); sistem operasional
sederhana (Citilink berencana akan menggunakan pesawat baling baling atau
propheler dalam menjalankan usahanya, hal ini dilakukan karena Citilink hanya
melayani rute penerbangan jarak pendek); penghematan distribusi dan strategi
promosi (promosi dilakukan dengan penjualan tiket murah yang bisa menarik
perhatian calon penumpang, Citilink juga bekerjasama dengan perbankan dalam
penyediaan layanan tiket agar Citilink tidak perlu mengeluarkan biaya distribusi
penjualan tiket)

Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi,


pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta
mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan
pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-
aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan
organisasi.

Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen


strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana

5
sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi
tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau
pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang
berkesinambungan dan terus-menerus.

Lingkungan dunia yang mengalami perubahan seperti adanya globalisasi,


kontrol masyarakat, perkembangan teknologi, memberikan dampak bagi
perkembangan suatu negara maupun bisnis. Pertimbangan global praktis berdampak
pada keputusan strategis, batas-batas negara diabaikan. Untuk mengetahui dan
menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi masalah hidup atau mati
untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan
yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang ada di
sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi.

B. Tujuan Pembahasan Makalah

1. Memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi

2. Untuk lebih memahami Hakikat dari Manajemen strategi

3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Hakikat dari Manajemen


strategi

C. Manfaat Penulisam

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana


hakikat dari manajemen strategi yang dapat di implementasikan dalam bisnis.

Selain itu manfaat dari penulisan makalah ini untuk memberikan informasi
kepada pembacanya serta sebagai referensi bagi pembaca yang ingin menambah
pengetahuan mengenai hakikat manajemen strategi

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Manajemen Strategis


Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam
merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas
fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuan. Manajemen strategis
berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi,
produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer untuk
mencapai keberhasilan organisasional. Istilah manajemen strategis digunakan untuk merujuk
pada perumusan, implementasi, dan evaluasi strategis, sedangkan perencanaan strategis
merujuk hanya pada perumusan strategis. Tujuan manajemen strategis adalah untuk
mengeksploitasi serta menciptakan berbagai peluang baru dan berbeda untuk esok,
perencanaan jangka panjang dan jangka pendek serta berusaha untuk mengoptimalkan tren-
tren dewasa ini untuk esok.

2.2. Tahap-Tahap Manajemen Strategis


1. Perumusan strategis
Perumusan strategis mencakup pengembangan visi dan misi, identifikasi
peluang dan ancaman eksternal suatu organisasi, kesadaran akan kekuatan dan
kelemahan internal, penetapan tujuan jangka panjang, pencarian strategi alternatif,
dan pemilihan strategi tertentu untuk mencapai tujuan. Isu-isu perumusan strategi
mencakup penentuan bisnis apa yang akan dimasuki, bisnis apa yang tidak akan
dijalankan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, perlukah ekspansi atau
diversifikasi operasi dilakukan, perlukah perusahaan terjun ke pasar internasional,
perlukah merger atau penggabungan usaha dibuat, dan bagaimana menghindari
pengambil alihan yang merugikan.
2. Penerapan strategis
Penerapan strategis mengharuskan perusahaan menetapkan tujuan tahunan,
membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya,
sehingga strategi-strategi yang telah dirumuskan dapat dijalankan. Penerapan strategis
mencakup pengembangan budaya yang supportif pada strategi, penciptaan struktur
organisasional yang efektif, pengerahan ulang upaya-upaya pemasaran, penyiapan

7
anggaran, pengembangan serta pemanfaatan sistem informasi, dan pengairan
kompetensi karyawan dengan kinerja organisasi.
3. Penilaian strategis
Tahap akhir dalam manajemen strategis. Manajer mesti tahu kapan strategi
tertentu tidak berjalan dengan baik, penilaian maupun evaluasi strategi merupakan
salah satu cara untuk memperoleh informasi.
Tiga aktivitas penilaian strategi yang mendasar yaitu :
1. Peninjauan ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan strategi
saat ini.
2. Pengukuran kinerja.
3. Pengambilan langkah korektif.

2.3. Mengintegrasikan Intuisi dan Analisis


Proses manajemen strategis dapat di deskripsikan sebagai sebuah pendekatan yang
obyektif, logis, dan sistematis untuk membuat keputusan-keputusan besar dalam organisasi.
Manajemen strategis betusaha mengorganisir informasi kualitatif dan kuantitatif sedemikian
rupa, sehingga memungkinkan diambilnya keputusan yang efektif dalam kondisi
ketidakpastian yang melingkupi. Namun manajemen strategis bukan ilmu murni yang mampu
menawarkan pendekatan yang nyaman, rapi, dan sangat jelas.
Berdasarkan pengalaman, penilaian, dan perasaan masa lalu, kebanyakan orang
mengakui bahwa intusi sangat penting untuk membuat keputusan strategis yang baik. Intusisi
secara khusus berguna untuk membuat keputusan dalam situasi yang ditandai oleh
ketidakpastian. Intuisi juga membantu ketika terdapat berbagai variabel yang saling terkait
atau ketika orang mesti memilih dari beberapa alternatif yang masuk akal. Beberapa manajer
dan pemilik bisnis mengaku memiliki kemampuan luar biasa untuk menggunakan intuisi
dalam membangun strategi yang cemerlang.

2.4. Mengadaptasi Perubahan


Proses manajemen strategi didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi mesti secara
terus menerus memonitor berbagai peristiwa dan trend internal serta eksternal, sehingga
perubahan dapat dibuat pada waktu ketika dibutuhkan. Laju perubahan mempengaruhi
organisasi sangat drastis. Untuk bertahan semua organisasi harus mampu dengan cerdik
mengidentifikasi serta menyesuiakan diri dengan perubahan. Manajemen strategis bertujuan

8
membantu organisasi untuk beradaptasi secara efektif terhadap perubahan dalam jangka
panjang.
Perdagangan maya dan globalisasi merupakan perubahan eksternal yang mengubah
bisnis dan masyarakat saat ini. Dalam peta politik, batas-batas antar negara bisa jadi jelas,
tetapi dalam peta kompetitif yang menunjukkan aliran riil aktivitas keuangan dan industri,
batas-batas tersebut semakin mengabur. Aliran informasi yang cepat telah menyamarkan
batas-batas nasional, sehingga orang di segenap penjuru dunia semakin dapat melihat
bagaimana orang lain di belahan dunia yang berbeda. Dan ini menjadikan sebuah dunia tanpa
batas lengkap dengan warga global, pesaing global, konsumen global, pemasok global, dan
distribusi global.

2.5. Istilah-istilah Kunci dalam Manajemen Strategis


a. Keunggulan Kompetitif
Manajemen strategis adalah tentang bagaimana memperoleh dan
mempertahankan keunggulan kompetitif. Ini dapat diartikan sebagai “segala sesuatu
yang dapat dilakukan dengan jauh baik oleh sebuah perusahaan bila dibandingkan
dengan perusahaan-perusahaan saingan”. Ketika suatu perusahaan dapat melakukan
sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh perusahaan saingan, itu dapat
merepresentasikan keunggulan kompetitif. Memperoleh dan mempertahankan
keunggulan kompetitif sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang sebuah
organisasi.
Normalnya, sebuah perusahaan dapat mempertahankan suatu keunggulan
kompetitifnya selama kurun waktu tertentu saja sebab perusahaan-perusahaan saingan
akan segera meniru dan mendesak keunggulan tersebut. Sebuah perusahaan mesti
berjuang untuk meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dengan cara : Terus
menerus beradaptasi pada perubahan dalam trend serta kegiatan eksternal dan
kemampuan, kompetensi, serta sumber daya internal, dan efektif merumuskan,
menerapkan dan menilai berbagai strategi yang semakin menguatkan faktor-faktor
tersebut.
b. Penyusunan strategi
Penyusunan strategis adalah individu-individu yang paling bertanggung jawab
bagi keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi. Penyusunan strategis membantu
sebuah organisasi mengumpulkan, menganalisis, serta mengorganisasi informasi.
Mereka melacak kecenderungan industri dan kompetitif, mengembangkan peramalan

9
dan analisis skenario, mengevaluasi kinerja korporat dan individual, mencari peluang
pasar, mengidentifikasi ancaman terhadap bisnis, dan mengembangkan rancangan
aksi yang kreatif. Para perencana strategis umumnya berperan sebagai pendukung
atau staff. Biasanya ditemukan di level manajemen atas, mereka memiliki otoritas
yang sangat besar untuk membuat keputusan di dalam perusahaan.
c. Pernyataan Visi dan Misi
Organisasi dewasa ini mengembangkan suatu pernyataan visi untuk menjawab
pertanyaan, “ Kita ingin menjadi seperti apa ?” mengembangkan penyataan visi sering
kali dipandang sebagai langkah pertama dari perencanaan strategis, bahkan
mendahului pembuatan pernyataan misi. Banyak pernyataan visi berupa satu kalimat
tunggal.
Pernyataan misi adalah “ pernyataan tujuan yang secara jelas membedakan
satu bisnis dari perusahaan-perusahaaan lain yang sejenis. Sebuah pernyataan visi
menunjukkan cakupan operasi perusahaan dalam hal produk dan pasar. Pernyataan
misi yang jelas melukiskan nilai dan prioritas dari sebuah organisasi.
Mengembangkan sebuah pernyataan misi memaksa penyusun strategi untuk berfikir
mengenai hakikat dan cakupan operasi saat ini dan menilai potesi pasar dan aktivitas
di masa yang akan datang. Pernyataan misi secara umum menggambarkan arah masa
depan suatu organisasi.
d. Peluang Dan Ancaman Eksternal
Sebagian besar peluang dan ancaman berada di luar kendali organisasi, maka
karena itulah kata eksternal dipilih disini. Perubahan-perubahan ini menciptakan jenis
konsumen yang berbeda dan konsekuensinya kebutuhan akan tipe produk, jasa, dan
strategi yang juga berbeda. Ancaman eksternal yang serius akhir-akhir ini yang
semakin menggerus pangsa pasar adalah sistem penjualan online.
Peluang dan ancaman lain bisa jadi meliputi munculnya aturan perundang-
undangan yang baru, introduksi produk baru oleh pesaing, bencana nasional, atau
penurunan nilai dollar. Kekuatan pesaing juga menjadi sebuah ancaman. Salah satu
aspek utama dari manajemen strategis adalah perusahaan perlu merumuskan berbagai
strategi untuk mengambil keuntungan dari peluang eksternal dan menghindari atau
meminimalkan dampak ancaman eksternal. Karena alasan ini identifikasi,
pengawasan, dan evalusi peluang dan ancaman eksternal sangat penting bagi
keberhasilan.

10
e. Kekuatan dan Kelemahan Internal
Kekuatan dan kelemahan internal merupakan aktivitas terkontrol suatu
organisasi yang mampu dijalankan dengan sangat baik atau buruk. Kelemahan dan
keuntungan keuntungan relatif adalah informasi yang penting, dan dapat ditentukan
lebih oleh elemen-elemen keberadaan daripada kinerja. Faktor internal dapat
ditentukan dengan sejumlah cara, termasuk menghitung rasio, mengukur kinerja, dan
membandingkan dengan pencapaian masa lalu dan rata-rata industri. Berbagai macam
survei juga bisa dilakukan untuk menilai faktor-faktor internal seperti semangat kerja,
efektifitas produksi, dan loyalitas konsumen.
f. Tujuan Jangka Panjang
Tujuan dapat didefinisikan sebagai hasil-hasil spesifik yang ingin diraih oleh
suatu organisasi terkait dengan misi dasarnya. Jangka panjang berarti lebih dari satu
tahun. Tujuan sangat penting bagi keberhasilan organisasional sebab ia menyatakan
arah, membantu dalam evaluasi, menciptakan sinergi, menjelaskan prioritas,
memfokuskan kordinasi, dan menyediakan landasan bagi aktivitas perencanaan,
pengorganisasian, pemotivasian, serta pengontrolan. Tujuan sebaiknya menantang,
terukur, konsisten, masuk akal serta jelas. dalam sebuah perusahaan
multidimensional, tujuan harus ditetapkan untuk keseluruhan perusahaan dan untuk
tiap-tiap divisi.
g. Strategi
Strategi adalah aksi potensial yang membutuhkan keputusan manajemen
puncak dan sumberdaya perusahaan dalam jumlah besar. Selain itu, strategi
mempengaruhi perkembangan jangkan panjang perusahaan, biasanya untuk lima
tahun ke depan, dan karenanya berorientasi ke masa yang akan datang. Strategi
mempunyai konsekuensi multifungsi atau multidimensi serta perlu
mempertimbangkan, baik faktor eksternal maupun internal yang dihadapi
perusahaan.
h. Tujuan Tahunan
Tujuan tahunan adalah tonggak jangka pendek yang mesti dicapai organisasi
untuk meraih tujuan jangka panjangnya. Seperti tujuan jangka panjang, tujuan
tahunan mesti terukur, kuantitatif, menantang, realistis, konsisten, dan terprioritas.
Tujuan tersebut ditetapkan di level korporat, divisional, dan fungsional dalam sebuah
organisasi besar. Tujuan tahunan mesti dibuat untuk bidang manajemen, pemasaran,
keuangan, produksi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi

11
manajemen. Serangkaian tujuan tahunan penting dalam penerapan strategi, sementara
tujuan jangka panjang terutama penting dalam perumusan strategis. Tujuan tahunan
merepresentasikan dasar bagi pengalokasian sumberdaya.
i. Kebijakan
Kebijakan adalah sarana yang dengan tujuan tahuanan akan dicapai.
Kebijakan, meliputi pedoman, aturan, dan prosedur yang ditetapkan untuk
mendukung upaya pencapaian tujuan yang tersurat. Kebijakan adalah panduan untuk
mengambil keputusan dan menangani situasi yang repetitif atau berulang-ulang.
Kebijakan sangat penting bagi penerapan atau implementasi strategi sebab
mereka menjabarkan pengharapan organisasi pada karyawan dan manajernya.
Kebijakan memungkinkan konsistensi dan kordinasi di dalam dan antar departemen
organisasional. Banyak riset menunjukkan bahwa angkatan kerja sehat dapat secara
lebih efektif dan efisien mengimplementasikan strategi.

2.6. Model Manajemen Strategis


Proses manajemen strategis dapat dengan cukup mudah dipelajari dan diaplikasikan
dengan menggunakan sebuah model. Setiap model merepresentasikan proses tertentu.
Menilai visi, misi, tujuan, dan strategi yang dimiliki suatu organisasi saat ini merupakan titik
mula yang logis untuk manajemen startegis sebab situasi dan kondisi perusahaan saat ini
memungkinkan menghalangi strategi tertentu dan bahkan mendikte langkah aksi khusus.
Proses manajemen strategis dinamis dan terus menerus. Satu perubahan di salah satu
komponen utama dalam model tersebut dapat mendorong perubahan di salah satu atau semua
komponen lain. Dan juga penyelenggaraan pertemuan manajemen strategis secara periodik
perlu dilakukan, ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan keterbukaan dari para
partisipan. Komunikasi yang baik dan umpan balik dibutuhkan di dalam keseluruhan proses
manajemen strategis.
Penerapan proses manajemen strategis umumnya lebih formal di organisasi-organisasi
yang lebih besar atau mapan. Formalitas disini merujuk pada partisipan, tanggungjawab,
otoritas, tugas, dan pendekatan yang ditetapkan. Perusahaan yang bersaing dalam lingkungan
yang kompleks senantiasa berubah dengan cepat, seperti perusahaan teknologi, cenderung
lebih formal dalam perencanaan strategis mereka. Perusahaan yang memiliki banyak devisi,
produk, pasar cenderung lebih formal dalam mengaplikasikan konsep manajemen strategis.
Formalitas yang lebih besar dalam menerapkan proses manajemen strategis umumnya secara

12
positif terkait dengan biaya, cakupan, akurasi, dan keberhasilan rencana di semua jenis dan
ukuran organisasi.

2.7. Manfaat-Manfaat Manajemen Strategis


Manfaat utama dari manajemen strategis untuk membantu organisasi merumuskan
strategi-strategi yang lebih baik melalui penggunaan pendekatan terhadap pilihan strategi
yang lebih sistematis, logis, dan rasioanal. Namun berbagai riset kini menunjukkan bahwa
proses, alih-alih keputusan atau dokumen, merupakan konstribusi yang lebih penting dari
manajemen strategis.
Pelaksanaan manajemen strategis utamanya adalah proses untuk mencapai
pemahaman dan komitmen dari semua manajer dan karyawan. Manfaat besar pada akhirnya
adalah hadirnya peluang bahwa proses tersebut menyediakan ruang yang mampu
memperdayakan individu. Pemberdayaan merupakan tindakan meningkatkan efektifitas
karyawan dengan mendorong mereka berpartisipasi di dalam pembuatan keputusan dan untuk
mengambil inisiatif serta menggunakan imajinasi mereka.

2.8. Keuntungan Keuangan


Organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategis lebih menguntungkan dan
berhasil daripada yang tidak. Bisnis menggunakan berbagai konsep manajemen strategis
menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam penjuaan, profitabilitas, dan produktivitas
dibandingkan dengan perusahaan yang tanpa aktivitas perencanaan strategi yang sistematis.
Perusahaan yang berkinerja tinggi cenderung membuat perencanaan sistematis untuk
mempersiapkan diri menghadapi fluktuasi masa depan dalam lingkungan internal dan
eksternal. Dan juga biasanya menunjukkan kinerja keuangan jangka panjang yang relatif
lebih baik.
Perusahaan berkinerja tinggi membuat keputusan yang lebih cerdas dengan antisipasi
yang baik terhadap konsekuensi jangka pendek dan panjang. Di sisi lain, perusahaan yang
berkinerja kurang baik sering sibuk dengan berbagai aktifitas jangka pendek yang tidak
mencerminkan perkiraan yang baik akan kondisi yang akan datang. Para penyusun strategi di
organisasi yang kurang baik sering kali terlena oleh upaya menyeleseikan berbagai persoalan
internal dan memenuhi waktu kerja administratif. Mereka biasanya meremehkan kekuatan
pesaing dan menganggap terlampau tinggi kekuatan perusahaan mereka sendiri. Dan juga
sering kali menyatakan bahwa kinerja yang buruk disebabkan oleh beragam faktor yang tak

13
terkontrol, seperti ekonomi yang lesu, perubahan teknologi, atau persaingan dari perusahaan
asing.

2.9. Keuntungan Non-Keuangan


Selain membantu perubahan menghindari bencana keuangan, manajemen strategi
menawarkan keuntungan nyata lain, seperti meningkatnya kesadaran akan ancaman eksternal,
membaiknya pemahaman akan strategi pesaing, naiknya produktivitas karyawan,
menurunnya resistensi pada perubahan, dan pemahaman yang lebih jelas akan relasi kinerja
dan imbalan. Manajemen strategis meningkatkan kapabilitas pencegahan persoalan organisasi
sebab ia mendorong interaksi antarmanajer di semua level divisional dan fungsional.
Selain memberdayakan manajer dan karyawan, manajemen strategis sering
menciptakan keteraturan dan disiplin pada suatu perusahaan yang dengan cara lain kacau. Ia
bisa menjadi awal dari sebuah sistem manajerial yang efisien dan efektif, dan juga
membangkitkan kembali kepercayaan pada strategi bisnis yang saat itu dijalankan atau
menunjukkan perlunya aksi-aksi korektif. Proses manajemen strategis menyediakan landasan
untuk mengidentifikasi dan merasionalisasi perlunya perubahan dilakukan oleh semua
manajer dan karyawan di sebuah perusahaan. Ia membantu untuk melihat perubahan sebagai
suatu peluang bukan sebuah ancaman.
Greenley menyatakan bahwa manajemen strategis menawarkan keuntungan-
keuntungan berikut :
a) Memungkinkan identifikasi, pemprioritasan, dan pemanfaatan peluang yang muncul.
b) Menyediakan pandangan yang objektif tentang persoalan manajemen.
c) Merepresentasikan sebuah kernagka kerja untuk aktivitas koordinasi dan kontrol yang
baik.
d) Meminimalkan efek dari kondisi dan perubahan yang tidak menguntungkan.
e) Memungkinkan keputusan besar yang mampu mendukung tujuan yang sudah
ditetapkan.
f) Memungkinkan alokasi yang lebih efektif dari waktu dan sumberdaya untuk mengejar
peluang yang telah diidentifikasi.

2.10. Mengapa Beberapa perusahaan Tidak Melakukan Perencanaan Strategis


Beberapa perusahaan tidak melakukan perencanaan strategis, sementara beberapa
perusahaan yang lain menjalankannya, seperti tidak menerima dukungan dari para manajer
dan karyawan. Beberapa alasan untuk tiada atau buruknya perencanaan strategis adalah :

14
 Struktur penghargaan yang buruk
 Dalam pergulatan untuk bertahan
 Menyia-nyiakan waktu
 Terlampau mahal
 Kemalasan
 Puas dengan keberhasilan
 Takut gagal
 Kepercayaan diri yang berlebihan
 Pengalaman buruk masa lalu
 Kepentingan pribadi

2.11. Lubang Perangkap Dalam Manajemen Strategis


Perencanaan strategis merupakan sebuah proses menuntut, rumit, dan komplek yang
menuntun organisasi ke wilayah yang belum terjamah. Ia tidak menyediakan resep siap pakai
untuk meraih keberhasilan, menawarkan kerangka kerja untuk menghadapi pertanyaan dan
memecahkan masalah. Waspada terhadap lubang-lubang perangkap potensial dan siap untuk
menghadapinya sangat penting bagi keberhasilan.
Beberapa lubang perangkap untuk diwaspadai dan dihindari dalam perencanaan
strategis adalah :
a. Menggunakan perencanaan strategis untuk meraih control atau keputusan dan sumber
daya.
b. Melakukan perencanaan strategis hanya untuk memuaskan persyaratan akreditasi dan
regulatif.
c. Terlalu tergesa-gesa beralih dari pengembangan misi ke perumusan strategi.
d. Gagal mengkomunikasikan rencana kepada para karyawan, yang terus bekerja dalam
kegamangan.
e. Manajer puncak membuat banyak keputusan intuitif yang berlawanan dengan rencana
formal.
f. Gagal menggunakan rencana sebagai standar untuk mengukur kinerja.
g. Mendelegasikan perencanaan kepada “perencana” alih-alih melibatkan manajer.
h. Gagal untuk melibatkan semua karyawan kunci dalam seluruh fase perencanaan.
i. Gagal untuk menciptakan iklim kolaboratif yang mendukung perubahan.
j. Menganggap perencanaan tidak penting atau tidak perlu.

15
k. Menjadi terpaku pada persoalan-persoalan yang yang dihadapi saat ini, sehingga tidak
mampu membuat persiapan yang memadai.
l. Bersikap terlalu formal dalam perencanaan, sehingga fleksibilitas dan kretivitas
terhambat.

2.12. Panduan untuk Manajemen Strategis yang Efektif


Kegagalan untuk mengikuti paduan khusus dalam menjalankan manajemen strategis
dapat memunculkan kritisme terhadap proses dan menciptakan persoalan bagi organisasi.
Satu bagian integral dari penilaian strategis merupakan evaluasi atas kualitas proses
manajemen strategis tersebut.
Manajemen strategis tidak boleh menjadi sebuah mekanisme birokratis untuk
memperjuangkan dan melanggengkan kepentingan pribadi. Ini mesti menjadi sebuah proses
reflektif yang membuat para manajer dan karyawan di dalam sebuah organisasi lebih familiar
dengan isu-isu strategi kunci dan alternatif yang masuk akal untuk menyeleseikan beragam
persoalan. Manajemen strategis tidak boleh menjadi ritualistik, tak terjangkau, terpaku, atau
terlalu formal, dapat diprediksi, dan kaku. Salah satu peran utama penyusunan strategis
adalah memfasilitasi proses pembelajaran dan perubahan organisasional secara terus-
menerus.
Sebuah panduan penting untuk manajemen strategis yang efektif adalah keterbukaan.
Kesediaan dan keinginan untuk mempertimbangkan informasi baru, sudut pandang baru,
gagasan baru, dan kemungkinan baru adalah hal yang penting; semua organisasi mesti
memiliki semangat untuk mencari dan belajar. Manajer dan karyawan mesti mampu
mendeskripsikan posisi para penyusun strategi, disiplin semacam ini akan mendorong
munculnya pemahaman dan pembelajaran.

2.13. Etika Bisnis dan Manajemen Strategis


Etika bisnis dapat didefinisikan sebagai prinsip-prinsip dalam organisasi yang
menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan dan perilaku. Para penyusun strategis adalah
individu yang paling bertanggung jawab untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip etika yang
baik dipertimbangkan dan dipraktikkan di dalam organisasi. Semua perumusan, penerapan,
dan penilaian strategis mempunyai konsekuensi etis.
Sekedar memiliki kode etik tidak cukup untuk memastikan perilaku bisnis yang etis.
Kode etik dipandang sebagai trik kehumasan, serangkaian ungkapan klise, atau riasan bibir
saja. Untuk memastikan bahwa kode etik itu dibaca, dipahami, diyakini, dan diingat,

16
organisasi perlu mengadakan lokakarya etika periodik untuk membuat orang peka terhadap
situasi tempat kerja dengan isu-isu etika mungkin muncul. Jika karyawan melihat contoh
hukuman yang diberikan untuk pelanggaran kode etik dan imbalan untuk pelaksanaanya, hal
ini membantu menegaskan pentingnya kode etik sebuah perusahaan.
Para penyusun strategis bertanggung jawab secara moral pada perusahaan. Dan juga
bertanggung jawab untuk mengembangkan, mengkomunikasikan dan melaksanakan kode
etik bisnis untuk organisasi mereka. Salah satu bagian integral dari tanggung jawab semua
manajer adalah menunjukkan kepemimpinan etika melalui contoh dan demontrasi yang terus-
menerus. Manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menerapkan cara
pengambilan keputusan yang etis.
Beberapa tindakan bisnis yang dapat digolongkan tidak etis mencakup iklan atau label
yang menyesatkan, berbahaya bagi lingkungan hidup, keamanan produk dan jasa buruk, hasil
penggelapan, perdagangan orang dalam, produk dumping atau cacat di pasar asing,
kurangnya pemberian kesempatan yang setara bagi kaum perempuan dan minoritas, harga
yang terlampau tinggi, pengambilalihan yang diwarnai pertikaian, pemindahan pekerjaan ke
luar negeri, dan pemerasan buruh yang tidak tergabung dalam serikat buruh.
Program-program pelatihan etika menekankan praktik bisnis yang etis, perkembangan
dan diskusi kode etik, dan prosedur untuk mendiskusikan serta melaporkan perilaku yang
tidak etis. Perusahaan juga dapat mendukung pengambilan keputusan yang etis dan strategis
dengan memasukkan pertimbangan-pertimbangan etis ke dalam rencana jangka panjangnya,
mengintegrasikan proses pengambilan keputusan yang etis ke dalam proses penilaian kinerja,
dengan mendorong pelaporan praktik-praktik yang tidak etis, dengan memonitor kinerja
departemen dan korporat terkait dengan berbagai isu etis.

2.14. Membandingkan Bisnis dan Strategi Militer


Satu perbedaan mendasar antara strategi militer dan bisnis adalah bahwa strategi
bisnis dirumuskan, diterapkan, dan dinilai dengan asumsi kompetesi, sementara strategi
militer didasarkan atas asumsi konflik. Namun demikian, konflik militer dan persaingan
bisnis sangat mirip, sehingga banyak teknik manajemen strategis dapat diterapkan. Para
penyusun strategis bisnis memiliki akses ke wawasan berharga para pemikir militer yang
telah diolah selama kurun waktu yang panjang. Perumusan dan penerapan strategis yang
unggul dapat mengalahkan keunggulan lawan dalam hal jumlah dan sumber daya.

17
2.15. Hakikat Persaingan Global
Istilah perusahaan induk merujuk kepada perusahaan yang berinvestasi pada operasi
internasional, sementara negara tuan rumah adalah negara tempat bisnis tersebut dijalankan.
Secara konseptual, proses manajemen strategis sama untuk perusahaan multinasional
sebagaimana perusahaan yang murni domestik, namun demikian prosesnya lebih kompleks
untuk perusahaan internasional karena hadirnya lebih banyak variabel dan relasi. Peluang dan
ancaman sosial, budaya, demografis, lingkungan hidup, politik, pemerintahan, hukum,
teknologi, dan kompetitif yang dihadapi sebuah perusahaan multidimensional nyaris tak
terbatas, dan jumlah serta kompleksitas faktor-faktor ini terus meningkat secara dramatis
seiring jumlah produk yang dihasilkan dan jumlah wilayah geografis yang dilayani.
Lebih banyak waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan
mengevaluasi berbagai tren serta kejadian eksternal dalam perusahaan multinasional daripada
dalam perusahaan domestik. Jarak geografis perbedaan budaya dan nasional, dan
keberagaman praktik bisnis sering kali membuat komunikasi antara kantor pusat domestik
dan operasi diluar negeri sulit. Implementasi strategi bisa jadi lebih sulit karena budaya yang
berbeda mempunyai norma, nilai, dan etika kerja yang berbeda.
Kemajuan dalam komunikasi semakin mengerat dan mempersatukan negara, budaya,
serta organisasi di seluruh penjuru dunia. Susunan pesaing di hampir semua industri saat ini
bersifat global.

2.16. Keuntungan dan Kerugian Operasi Internasional


Perusahaan memiliki banyak alasan untuk merumuskan dan mengimplementasikan
strategi yang menginisiasi, melanjutkan, atau memperluas keterlibatan mereka dalam operasi
bisnis lintas batas nasional. Keuntungan terbesarnya adalah perusahaan dapat memperoleh
konsumen baru bagi produk dan jasa mereka, dan dengan demikian, meningkatkan
pemasukkan mereka. Pertumbuhan pemasukan dan laba merupakan tujuan organisasional
yang umum dan jarang menjadi perkecualian bagi para pemegang saham sebab hal itu
merupakan sebuah ukuran keberhasilan organisasional.
Selain mengupayakan pertumbuhan, perusahaan memiliki beberapa alasan untuk
mengawali, melanjutkan, dan memperluas operasi nternasional :
a) Operasi asing dapat menyerap kelebihan kapasitas, mengurangi biaya unit, dan
membelah risiko ekonomi ke pasar yang luas.
b) Operasi asing memungkinkan perusahaan untuk membangun fasilitas produksi
berbiaya rendah di lokasi-lokasi dengan bahan mentah atau buruhnya murah.

18
c) Persaingan di pasar luar negeri mungkin tidak ada, atau persaingan tersebut bisa jadi
tidak seintens di pasar domestik.
d) Operasi asing dapat menghasilkan tarif yang lebih murah, pajak yang rendah, dan
penerimaan politis yang lebih baik di negeri lain.
e) Joint venture memungkinkan perusahaan untuk mempelajari teknologi, budaya, dan
praktik bisnis dari orang lain dan membuat kontrak dengan konsumen, pemasok,
kreditor, dan distribusi diluar negeri.
f) Banyak pemerintah dan Negara asing menawarkan beragam insentif untuk
mendorong investasi luar negeri di lokasi-lokasi tertentu.
g) Skala ekonomi dapat dicapai dari operasi global alih-alih hanya mengandalkan pasar
domestik. Produksi dalam skala yang lebih besar dan efisien yang lebih baik
memungkinkan volume penjualan yang lebih tinggi dan penawaran harga yang lebih
rendah.
Juga terdapat beberapa potensi kerugian bila perusahaan memutuskan untuk mengawali,
melanjutkan, atau memperluas bisnis lintas batas negara. Salah satu risikonya adalah bahwa
operasi asing dapat sewaktu-waktu direbut oleh faksi nasionalistik dalam sebuah negara.
Kerugian-kerugian meliputi :
a) Perusahaan berhadapan dengan kekuatan sosial, budaya, demografis, lingkungan,
politis, pemerintahan, hukum, teknologis, ekonomis, dan kompetitif yang berbeda
dan serng kali sedikit saja dipahaminya ketika menjalankan bisnis secara
internasional.
b) Kelemahan pesaing di Negara-negara asing sering sekali dibesar-besarkan,
sementara kekuatan mereka dianggap enteng. Usaha untuk selalu mendapatkan
informasi terbaru mengenai jumlah dan hakikatnya pesaing lebih sulit manakala
menjalankan bisnis secara internasional.
c) Sistem bahasa, budaya, dan nilai berbeda antar satu negara dan negara lain, dan
ini bisa menciptakan hambatan bagi komunikasi dan persoalan dalam mengatur
manusia.
d) Memperoleh pemahaman mengenai berbagai organsasi regional, seperti
Komunitas Ekonomi Eropa, Wilayah Perdagangan Bebas Amerika Latin, dan
Finance Corporation tidaklah mudah, seringkali merupakan kewajiban manakala
menjalankan bisnis secara internasional.

19
BAB III

PEMBAHASAN

Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam


merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas
fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuan. Terciptanya perusahaan
Citilink merupakan suatu strategi dari PT. Garuda Indonesia dalam bersaing dengan maskapai
penerbangan lain di kelas penerbangan murah atau low cost carrier.

Dari pengertian manajemen strategis tadi penulis menyimpulkan bahwa perusahaan


Citilink telah merumuskan strateginya dengan baik, yaitu : tidak ada pelayanan gratis (untuk
pelayanan seperti asuransi, pembelian tiket, pemilihan tempat duduk, serta fasilitas bagasi
Citilink membebankan biaya tambahan yang bervariasi per penumpang); jaringan atau rute
penerbangan jarak pendek (Citilink memilih rute penerbangan jarak pendek yang mempunyai
durasi penerbangan tidak lebih dari 3 jam agar dapat menghemat biaya); fasilitas yang
standar (salah satu strategi menghemat biaya operasional penerbangan adalah fasilitas yang
sederhana); sistem operasional sederhana (Citilink berencana akan menggunakan pesawat
baling baling atau propheler dalam menjalankan usahanya, hal ini dilakukan karena Citilink
hanya melayani rute penerbangan jarak pendek); penghematan distribusi dan strategi promosi
(promosi dilakukan dengan penjualan tiket murah yang bisa menarik perhatian calon
penumpang, Citilink juga bekerjasama dengan perbankan dalam penyediaan layanan tiket
agar Citilink tidak perlu mengeluarkan biaya distribusi penjualan tiket). Dengan stategi
tersebut perusahaan citilink bisa menekan biaya dan mampu bersaing di pasar konsumen
menengah ke bawah tanpa harus mengalami kerugian.

Manajemen strategis adalah tentang bagaimana memperoleh dan mempertahankan


keunggulan kompetitif. Dengan strategi ini perusahaan Citilink juga sudah dapat menunjukan
keunggulan nya dari pada perusahaan pesaing, yaitu dengan harga yang relatif rendah tanpa
harus menurunkan kualitas pelayanan, yang mana di bisnis jasa penerbangan ini kualitas
pelayanan merupakan nilai tambah yang besar bagi masing-masing perusahaan.

Serta dengan penerapan manajemen strategis yang bagus dan konsisten tersebut dalam
waktu singkat perusahaan Citilink sudah bisa memimpin pasar penerbangan di Indonesia,
bahkan Asia pada layanan low cost carrier. Hal ini di buktikan dengan perusahaan Citilink

20
yang memperoleh penghargaan sebagai “Best Low Cost Airlines-Asia” pada 11 Juli 2018
yang di selenggarakan oleh TripAdvisor, sebuah perusahaan perjalanan terkemuka di dunia.
Penghargaan tersebut di berikan menurut hasil survey pada 9 April 2018, survey
pemeringkatan maskapai penerbangan terbaik di seluruh dunia.

21
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Manajemen strategis berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan manajemen,


pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta
system informasi computer untuk mencapai keberhasilan organisasional. Istilah manajemen
strategis digunakan untuk merujuk pada perumusan, implementasi, dan evaluasi strategis,
sedangkan perencanaan strategis merujuk hanya pada perumusan strategis. Tujuan
manajemen strategis adalah untuk mengeksploitasi serta menciptakan berbagai peluang baru
dan berbeda untuk esok, perencanaan jangka panjang dan jangka pendek serta berusaha
untuk mengoptimalkan tren-tren dewasa ini untuk esok.

Saran

Setiap perusahaan maupun organisasi pasti memiliki strategi baik itu dalam jangka
pendek maupun jangka panjang. Dengan mengetahui bagaimana hakikat dari manajemen
strategi tersebut diharapkan perusahaan dapat menerapkan manajemen strategi sesuai dengan
strategi yang telah ditetapkan yang nantinya diharapkan akan berjalan dengan baik dan
mencapai tujuan yang ingin dicapai.

22
DAFTAR PUSTAKA

David, Fred R. 2006. Manajemen Strategis. Buku 1, edisi 10. Jakarta : Salemba Empat

https://arifin788.wordpress.com/2016/02/04/dua-kasus-manajemen-strategi/

23