Anda di halaman 1dari 5

TUGAS 12

Mohammad Ilham Daradjat-1606904964

1. Jelaskan mekanisme terjadinya tegangan sisa pada pengelasan dan apa resiko dari adanya tegangan
sisa tersebut.

Tegangan sisa terjadi akibat panas terlokalisasi yang dipaparkan pada logam ketika proses
pengelasan. Panas menyebabkan ekspansi dan kontraksi logam cair, panas terlokalisasi
menyebabkan ekspansi yang tidak merata pada logam. Setelah panas dihilangkan dari sistem,
bagian yang mengalalmi ekspansi akan memiliki tegangan sisa yang tinggi. Tegangan sisa yang
tinggi ini dapat menyebabkan resiko: perubahan dimensi, dan kegagalan prematur/katastropik
(secara tiba-tiba).

2. Jelaskan beberapa metoda untuk mengurangi tegangan sisa pada pengelasan.


=
Tegangan sisa dapat dikurangi dengan:
- PWHT, welding heat treatment, memlepaskan tegagan sisa dengan memanaskan kembali logam
pasca pengelasan.
- Preheating, meratakan pemanasan disekitar pengelasan sehingga tegangan sisa dapat berkurang.
3. Jelaskan mekanisme terjadinya Hydrogen Induced Cracking (HIC) pada pengelasan dan
persyaratan apa saja untuk terjadinya HIC. Serta Jelaskan beberapa sumber Hydrogen & metoda
untuk mengurangi larutnya H2 pada pengelasan.
=
Pada pengelasan panas yang tinggi diberikan kepada logam meningkatkan kelarutan hidrogen
pada logam. H2 baik dari udara atau kelembaban lingkungan masuk kedalam logam. Hidrogen
yang terdifusi ini terakumulasi pada imklusi/batas butir menyebabkan retak.
Persyaratan terjadinya HIC adalah :
 Hadirnya hidrogen dalam baja yang dapat berdifusi
 Terciptanya tegangan sisa yang tinggi
 Adanya struktur mikro yang rentan terhadap retak ( Hv > 350 ) seperti martensit

4. Jelaskan mekanisme terjadinya Solidification Cracking (Hot Crack) pada pengelasan dan
persyaratan apa saja untuk terjadinya Hot Cracking. Serta Jelaskan beberapa sumber penyebab hot
cracking & metoda untuk menguranginya pada pengelasan Baja.
=
Solidification Cracking adalah retak panas. Retak panas terjadi akibat pembentukan shrinkage
crack yang terjadi pada pendinginan. Retak ini dapat terjadi akibat akumulasi pengotor yang
terdorong ketengah ketika solidifikasi yang menyebabkan retak.
Penyebab:

 Regangan yang terlalu tinggi pada deposit las


 Cairan tidak dapat mencapai bagian yang dibutuhkan akibat penyumbatan atau
penyempitan pada butir, dan masukan cairan yang terbatas
5. Jelaskan mekanisme terjadinya Lamelar Tearing pada pengelasan dan Jelaskan penyebab utama
Lamelar Tearing & metoda untuk menguranginya pada pengelasan.
=

Cacat ini bermula dari inklusi MnS yang berbentuk flat akibat proses rolling atau jenis inklusi
lainnya yang kemudian mengalami perpatahan pada antar muka antara matriks dengan inklusi.
Pertumbuhan retak terjadi pada arah vertikal ataupun bersudut, ductile tearing terjadi pada arah
paralel pada celah antara matriks dan inklusi mengakibatkan terbentuknya retak yang menyerupai
anak tangga.
Penyebab utama Lamelar Tearing adalah lain:
 Pelat baja yang memiliki keuletan yang rendah pada arah tebal atau vertikal
 Batas lebur yang mendekati sejajar dengan permukaan pelat
 Level tegangan sisa yang tinggi
Metode untuk mengurangi lamelar tearing pada pengelasan :
 Pengurangan kadar sulfur
 Penambahan Ce dan Ca yang menghasilkan butir bukan logam yang berbentuk bulat
sehingga mengurangi kepekaan terhadap lamelar tearing.
6. Jelaskan faktor apa saja yang harus saudara (i) perhatikan bila terjadi kekerasan yang tinggi di
HAZ.

Faktor yang harus diperhatikan yaitu:


 Ketangguhan batas las
 Komposisi kimia logam induk
 Kecepatan pendinginan

7. Jelaskan metoda (cara-cara) untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ.


=
Metode untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ yaitu:
 Penggunaan baja yang kurang peka terhadap penggetasan HAZ
Bertujuan untuk mengurangi kadar paduan dan karbon dalam baja dan mempertinggi
kadar nikel.
 Pembatasan masukan panas
 Penurunan penggetasan melalui cara pengelasan
Bertujuan untuk memperbaiki struktur mikro yang terjadi dengan cara pemanasan
kembali melalui panas las, menghindari terjadinya retak dan distorsi , mengurangi
tegangan sisa dsb yang dapat diusahakan dengan cara – cara pengelasan.

8. Jelaskan tujuan pemanasan awal (preheating) dan pemanasan akhir (PWHT) pada proses
pengelasan.

 Tujuan pemanasan awal ( preheating ) adalah memperlambat laju pendinginan sehingga


mencegah terjadinya retak tumit (toe crack) dan retak manik (underbead crack) pada
baja yang memiliki hardenability yang tinggi (mengandung paduan).
 Tujuan pemanasan akhir ( PWHT ) adalah untuk menghilangkan tegangan sisa sehingga
dapat mencegah terjadnya distorsi pada logam las.
9. Bila ada cacat dibawah ini, analisa menurut saudara apakah cacat tsb diterima (accept) atau ditolak
(reject) dengan merefer ke ISO 5817 dengan Quality level C
a. Retak (crack) sepanjang 2 mm di weld metal
b. Lack of side wall fusion sepanjang 5 mm
c. Surface porosity diameter 1,5mm
=
a. retak sepanjang 2mm di weld metal
retak tidak diperbolehkan terdapat pada hasil lasan dengan t≥0,5mm, sehingga: reject
b. lack of side wall fusion sepanjang 5mm
lack of side wall fusion tidak diperbolehkan terdapat pada hasil lasan dengan t≥0,5mm,
sehingga: reject
c. surface porosity diameter 1,5mm
surface porosity diperbolehkan terdapat pada hasil lasan dengan d≤3mm, sehingga:
accept
10. Jelaskan cacat las (weld defect) di bawah ini serta sebutkan (a) penyebabnya serta (b)
penanggulangannya.

(a) (b)
=
a. Slag inclusion
Inklusi terak merupakan peristiwa masuknya terak kedalam deposit las yang dihasilkan
pada proses arc welding yang mengggunakan fluks.
Penyebab:
 Kecepatan pengelasan yang tidak sesuai (terlalu tinggi/terlalu rendah)
 Kampuh las yang lebar
 Arus yang terlalu rendah
 Konsumsi elektroda yang berlebihan
 Kontak antar elektroda dan logam induk yang berlebihan, dan
 Komposisi fluks yang tidak sesuai
Penanggulangan:
 Preparasi las yang baik
 Penggunaan kawat las yang keci dan yang sesuai
 Pembersihan sambungan sebelum pengelasan
b. Porosity
Porositas merupakan fenomona terperangkapnya udara kedalam deposit las yang
menyebabkan terbentuknya lubang-lubang halus.
Penyebab:
 Elemen pengotor
 Kelembaban atmosfir
 Kontaminasi bahan lain (seperti minyak, pelumas, atau kotoran lainnya)
Penanggulangan:
 Pembersihan sambungan dengan baik sebelum pengelasan
 Penggunaan shielding gas untuk mencegah udara atmosfir masuk
 Mengurangi kelembaban pada proses pengelasan