Anda di halaman 1dari 11

1.

Konsep Dasar Kebutuhan Nutrisi


a. Pengertian Nutrisi

Nutrisi adalah elemen yang dibutuhkan untuk proses dan fungsi tubuh. Kebutuhan
energi didapatkan dari berbagai nutrisi, seperti: karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin,
dan mineral. Makanan terkadang dideskripsikan berdasarkan kepadatan nutrisi mereka,
yaitu proporsi nutrisi yang penting berdasarkan jumlah kilokalori. Makanan dengan
kepadatan nutrisi yang rendah, seperti alkohol atau gula, adalah makanan yang tinggi
kilokalori tetapi rendah nutrisi. (Potter & Perry, 2010)

Nutrisi adalah salah satu komponen penting yang menunjang kelangsungan proses
tumbuh kembang. Selama masa tumbuh kembang, anak sangat membutuhkan zat gizi
seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air. Apabila kebutuhan tersebut
kurang terpenuhi, maka proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat. (AAA,
Hidayat, 2006)

Jadi dapat disimpulkan nutrisi adalah proses pemasukan dan pengolahan zat
makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas
tubuh.

b. Jenis – Jenis Nutrisi


1) Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi yang tersedia dengan mudah di setiap
makanan. Karbohidrat harus tersedia dalam jumlah yang cukup sebab
kekurangan karbohidrat sekitar 15% dari kalori yang ada dapat menyebabkan
terjadi kelaparan dan berat badan menurun. Demikian sebaliknya, apabila
jumlah kalori yang tersedia atau berasal dari karbohidrat dengan jumlah yang
tinggi dapat menyebabkan terjadi peningkatan berat badan (obesitas).
Jumlahkarbohidrat yang cukup dapat diperoleh dari susu, padi-padian, buah-
buahan, sukrosa, sirup, tepung dan sayur-sayuran. (AAA, Hidayat, 2011)
2) Lemak
Lemak merupakan zat gizi yang berperan dalam pengangkut vitamin A, D, E,
dan K yang larut dalam lemak. Komponen lemak terdiri atas lemak alamiah
sekitar 98% (diantaranya trigliserida dan gliserol), sedangkan 2%-nya adalah
asam lemak bebas (diantaranya monogliserida, digleserida, kolesterol, serta
fosfolipid termasuk lesitin, sefalin, sfingomielin, dan serebrosid). Lemak
merupakan sumber yang kaya akan energi dan pelindung organ tubuh
terhadap suhu, seperti pembuluh darah, saraf, organ, dan lain lain. Lemak juga
dapat membantu memberikan rasa kenyang (penundaan waktu pengosongan
lambung). Komponen lemakdalam tubuh harus tersedia dalam jumlah yang
cukup sebab kekurangan lemak akan menyebabkan terjadinya perubahan
kulit, khususnya asam linoleat yang rendah dan berat badan kurang. Namun,
apabila jumlah lemak pada anak terlalu banyak dapat menyebabkan terjadi
hiperlipidemia, hiperkolesterol, penyumbatan pembuluh darah, dan lain-lain.
Jumlah lemak yang cukup dapat diperoleh dari susu, mentega, kuning telur,
dagig, ikan, keju, kacang-kacangan, dan minyak sayur. (Pudjiadi, 2001)
3) Protein
Protein merupakan zat gizi dasar yang berguna dalam pembentukan
protoplasma sel. Selain itu, tersedianya protein dalam jumlah yang cukup
pentig untuk pertumbuhan dan perbaikan sel jaringan dan sebagai larutan
untuk menjaga keseimbangan osmotik plasma. Protein terdiri atas dua puluh
empat asam amino, diantaranya sembilan asam amino esensial (seperti
treonin, valin, leusin, isoleusin, lisin, triptofan, fenilalanin, metionin, dan
histidin) dan selebihnya asam amino nonesensial. Protein tersebut dalam
tubuh harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika jumlahnya berlebih atau
tinggi dapat memperburuk insufisiensi ginjal. Demikian juga jika jumlahnya
kurang, maka dapat menyebabkan kelemahan, edema, bahkan dalam kondisi
lebih buruk dapat menyebabkan kwasiorkor dan marasmus. Kwasiorkor
terjadi apabila kekurangan protein dan marasmus merupakan kekurangan
protein dan kalori. Komponen zat gizi protein dapat diperoleh dari susu, telur,
daging, ikan, unggas, keju, kedelai, kacang, buncis, dan padi-padian.
(Pudjiadi, 2001)
4) Air
Air dalam tubuh berfungsi sebagai pelarut untuk pertukaran seluler, sebagai
medium untuk ion, transpor nutrien dan produk buangan, serta pengaturan
suhu tubuh. Sumber air dapat diperoleh dari air dan semua makanan. (AAA,
Hidayat.2011)
5) Vitamin
Vitamin merupakan zat organic yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit
dan akan menimbulkan penyakit yang khas bila tubuh tidak memperolehnya
dalam jumlah yang mencukupi. (Asmad, 2008)

Digunakan untuk mengatalisasi metabolisme sel yang berguna untuk


pertumbuhan dan perkembangan serta pertahanan tubuh. Vitamin yang dibutuhkan tubuh
antara lain sebagai berikut:

a) Vitamin A (retinol) mempunyai pengaruh dalam kemampuan fungsi mata,


pertumbuhan tulang dan gigi, serta pembentukan maturasi epitel. Vitamin
ini dapat diperoleh dari hati, minyak ikan, susu, kuning telur, margarin,
tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan.
b) Vitamin B kompleks (tiamin) kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan
penyakit beri-beri, kelelahan, anoreksia, konstipasi, nyeri kepala,
insomnia, takikardi, edema, dan peningkatan kadar asam piruvat dalam
darah. Kebutuhan vitamin ini dapat diperoleh dari hati, daging, susu, padi,
biji-bijian, kacang dll.
c) Vitamin B2 (riboflavin)vitamin ini harus tersedia dalam jumlah yang
cukup karena jika tidak akan menyebabkan fotofobia, penglihatan kabur,
dan gagal dalam pertumbuhan. Vitamin ini dapat diperoleh dari susu, keju,
hati, daging, telur, ikan sayur– sayuran hijau, dan padi.
d) Vitamin B12 (sianokobalamin)kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan
anemia. Vitamin ini dapat diperoleh dari daging, ikan telur, susu, dan keju.
e) Vitamin C (asam askornat) kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan
lamanya proses penyembuhan luka. Vitamin ini dapat diperoleh dari
tomat, semangka, kubis, dan sayur-sayuran hijau.
f) Vitamin D, berguna untuk mengatur penyerapan serta pengendapan
kalsium dan fosfor dengan mempengaruhi permeabilitas membran usus,
juga mengatur kadar alkalin fosfatase serum. Kekurangan vitamin ini akan
menyebabkan gangguan pertumbuhan dan osteomalasia. Vitamin ini dapat
diperoleh dari susu, margarin, minyak sayur, minyak ikan, sinar matahari,
dan sumber ultaraviolet lain.
g) Vitamin E, berfungsi untuk meminimalkan oksidasi karoten, vitamin A,
dan asam linoleat; disamping menstabilkan membran sel. Apabila
kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah
pada bayi prematur dan kehilangan keutuhan sel syaraf. Vitamin E ini
dapat diperoleh dari minyak, biji-bijian dan kacang– kacangan.
h) Vitamin K, berfungsi untuk pembentukan protrombin, faktor koagulasi II,
VII, IX, dan X yang harus tersedia pada tubuh dalam jumlah yang cukup.
Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan pendarahan dan metabolisme
tulang yang tidak stabil. Vitamin ini tersedia dalam sayur – sayuran hijau,
daging, dan hati. (Pudjiadi, 2001)
6) Mineral
a) Kalsium berguna untuk pengaturan struktur tulang dan gigi, kontraksi
otot, iritabilitas saraf, koagulasi darah, kerja jantung, dan produksi
susu. Kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, sayur–sayuran hijau,
kerang, dan lain – lain.
b) Klorida berguna dalam pengaturan tekanan osmotik serta
keseimbangan asam dan basa. Klorida dapat diperoleh dari garam,
daging, susu, dan telur.
c) Kromium berguna untuk metabolisme glukosa dan metabolisme dalam
insulin. Kromium dapat diperoleh dari ragi.
d) Tembaga berguna untuk produksi sel darah merah, pembentukan
hemoglobin, penyerapan besi, dan lain – lain. Tembaga dapat
diperoleh dari hati, daging, ikan padi, dan kacang– kacangan.
e) Fluor berfungsi untuk pengaturan struktur gigi dan tulang sehingga
jika kekurangan fluor dapat menyebabkan karies gigi. Sumber fluor
terdapat dalam air, makanan laut, dan tumbuh–tumbuhan.
f) Iodium kekurangan iodium dapat menyebabkan penyakit gondok.
Iodium dapat diperoleh dari garam.
g) Zat besi merupakan mineral yang menjadi bagian dari struktur
hemoglobin untuk pengangkutan CO2 dan O2. Kekurangan zat besi
dapat menyebabkan anemia dan osteoporosis, sedangkan kelebihan zat
besi menyebabkan sirosis, gastritis, dan hemolisis. Zat besi dapat
diperoleh dari hati, daging, kuning telur, sayur– sayuran hijau, padi,
dan tumbuh tumbuhan.
h) Magnesium berguna dalam aktivasi enzim pada metabolisme
karbohidrat dan sangat penting dalam proses metabolisme.
Kekurangan magnesium menyebabkan hipokalsemia atau hipokalemia.
Magnesium dapat diperoleh dari biji–bijian, kacang– kacangan,
daging, dan susu.
i) Mangan berfungsi dalam aktivasi enzim. Mangan dapat diperoleh dari
kacang–kacangan, padi, biji–bijian, dan sayur–sayuran hijau.
j) Fosfor merupakan unsur pokok dalam pertumbuhan tulang dan gigi.
Kekurangan fosfor dapat menyebabkan kelemahan otot. Fosfor dapat
diperoleh dari susu, kuning telur, kacang–kacangan, padi–padian, dan
lain-lain.
k) Kalium berfungsi dalam kontraksi otot dan hantaran impuls syaraf,
keseimbangan cairan, dan pengaturan irama jantung. kalium dapat
diperoleh dari semua makanan.
l) Natrium berguna dalam pengaturan tekanan osmotik serta pengaturan
keseimbangan asam, basa, dan cairan. Kekurangan natrium dapat
menyebabkan kram otot, nausea, dehidrasi, dan hipotensi. Natrium
dapat diperoleh dari garam, susu, telur, tepung, dan lain–lain.
m) Sulfur membantu proses metabolisme jaringan syaraf. Sulfur dapat
diperoleh dari makanan protein.
n) Seng Merupakan unsur pokok dari beberapa enzim karbonik anhidrase
yang penting dalam pertukaran CO2. Seng dapat diperoleh dari
daging, padi -padian, kacang–kacangan, dan keju.
(AAA.Hidayat.2011)
c. Fungsi dari nutrisi
1) Menghasilkan energi bagi fungsi organ, gerakan, dan kerja fisik.
2) Sebagai bahan dasar untuk pembentukan dan perbaikan jaringan sel–sel tubuh
dalam tubuh.
3) Sebagai pelindung dan pengatur suhu tubuh. (Wartonah& Tartowo, 2006).

2. Pengkajian Fokus Kebutuhan Nutrisi

A. Riwayat
a. Usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas.
b. Kesulitan makan (gangguan mengunyah atau menelan).
c. Perubahan nafsu makan.
d. Perubahan berat badan.
e. Ketidakmampuan fisik.
f. Kepercayaan budaya dan agama yang mempengaruhi dalam pemilihan makanan.
g. Status kesehatan umum dan kondisi medis.
h. Riwayat pengobatan.

B. Komponen Pengkajian Nutrisi

Data skrinning Data tambahan


Antropometri 1. Tinggi badan 1. Lipatan trisep
2. Berat badan 2. LILA
3. Berat badan ideal 3. Lingkar otot
4. Indeks Massa lengan tengah
Tubuh 4. Lingkar lengan
tengah.
Biokimia 1. Hemoglobin 1. Kadar transferin
2. Albumin serum serum
3. Hitung limfosit 2. Nitrogen urea
total kemih
3. Ekskresi
kreatinin kemih
Clinical 1. Kulit 1. Analisis rambut
2. Rambut dan kuku 2. Neurologi
3. Membrane
mukosa
Diet 1. Porsi makan 1. Riwayat diet
dalam 24 jam.
2. Frekuensi makan.
Environment 1. Lingkungan
Fatique 1. Tingkat aktivitas 1. Penyakit tertentu
yang
berhubungan
dengan aktivitas.

C. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan fisik : apatis, lesu.
b. Berat badan : Obesitas, kurus.
c. Otot : flaksia/ lemah, tonus berkurang, tenderness, tidak mampu bekerja.
d. Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, paresthesia, reflek menurun.
e. Fungsi gastrointesial : anoreksia, konstipasi, diare, flaktuslen, pembesaran liver atau lien.
f. Kardiovaskular : denyut nadi lebih dari 10X/Menit, irama abnormal, tekanan darah
rendah/tinggi.

Tanda Klinis Malnutrisi :

Area Pemeriksaan Tanda-tanda


Penampilan umum Apatis, tidak bersemangat, lelah, mudah
letih.
BB Berlebih/kurang
Kulit Kering, berlapis, bersisik, pucat/berpigmen,
ada petekie/ memar, lemak subkutan
kurang.
Kuku Rapuh, pucat, melengkung, bentuk seperti
sendok.
Rambut Kering, kusam, jarang, warna memudar,
rapuh.
Mata Konjungtiva pucat/merah, kering, kornea
lunak, kornea berawan.
Bibir Bengkak, pecah berwarna merah dipinggir
mulut, fisura vertical.
Lidah Bengkak, berwarna merah, penampakan
halus.
Gusi Berspons, bengkak, mudah berdarah,
meradang
Otot Lemah, mengecil
Sistem Gastrointestinal Anoreksia, tidak mampu mencerna, diare,
konstipasi, pembesran hati
Saraf Penurunan refleks, kehilangan sensorik,
rasa terbakar, kesemutan di tangan dan
kaki, iritabilitas

D. Pemeriksaan Diagnostik
a. Pemeriksaan darah lengkap dengan pemeriksaan feses.
b. USG
c. SGOT & SGPT
d. Sikologi : Menentukan tingkat keganasan dari sel-sel neoplasma tersebut
e. Rontgen : Mengetahui kelemahan yang muncul ada yang dapat menghambat tindakan
operasi.

3.Pathways Keperawatan

PATHWAY KEBUTUHAN NUTRISI

Penyakit saluran pencernaan Status kesehatan menurun Gaya hidup dan kebiasaan

Erosi mukosa lambung Kelemahan otot menelan Kebiasaan mengkonsumsi


Menurunnya tonus otot Gangguan menelan makanan makanan yg tidak sehat
dan peristaltik lambung
Refluksi duodenum ke Asupan nutrisi tidak terpenuhi Kelebihan Zat didalam tubuh
Lambung yang tidak dibutuhkan
Mual Penurunan berat badan
Muntah Penyerapan didalam tubuh tidak sempurna

Ketidakseimbangan Resiko Kelebihan


nutrisi kurang dari BB/Overweight
kebutuhan tubuh.

4.Diagnosa Kebutuhan Kebutuhan Nutrisi


a) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual dan muntah
(00002)

5.Fokus Intervensi dan Rasional

Dx : ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual dan muntah
(00002)

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kebutuhan nutrisi pasien


dapat terpenuhi dan mual muntah pasien hilang.
KH :

a. Obseravsi TTV dalam keadaan normal


b. Porsi makan habis.
c. Intaje makan meningkat.
d. Mual dan muntah pasien hilang.
e. Pasien mengatakan merasa nyaman karena kebutuhan nutrisi terpenuhi dan
merasa lebih sehat.

Intervensi :

a. Dilakukan tindakan terapetik (pendekatan terapeutik) pada pasien dan keluarga,


missal : senyum, sapa, salam, sopan dan santun.
R : Agar terjalin hubungan saling percaya antara pasien, keluarga, dan tenaga
kesehatan.
b. Berikan informasi pada pasien tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi.
R : Agar pasien mengerti tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi.
c. Monitor BB
R : Untuk mengetahui perkembangan berat badan pasien.
d. Berikan makanan kesukaan jika tdak ada kontraindikasi
R : Meningkatkan nafsu makan pasien
e. Anjurkan untuk menjaga oral hygiene
R : Untuk menjaga kebersihan mulut dan mengurangi mual.
AAA.Hidayat. 2006. Pengantar KDM dan Proses Keperawatan Buku 2.
Jakarta:Salemba Medika

AAA.Hidayat. 2011. PengantarIlmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan


Kebidanan. Jakarta:Salemba Medika

Wartonah & Tartowo.2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan


Edisi 3.Jakarta:Salemba Medika