Anda di halaman 1dari 11

TUGAS KLIPING KARYA SENI RUPA TIGA

DIMENSI

Disusun Oleh :
Syifa Dwi Sulistyowati
XI IPA 2

SMA ISLAM AL AZHAR 2 PEJATEN


DEFINISI
Seni rupa 3 dimensi adalah karya seni yang dibatasi tidak saja dengan sisi panjang
dan lebar, namun juga dibatasi oleh kedalaman atau tinggi. Dalam bahasa sederhananya yaitu
karya seni yang mempunyai volume dan menempati sebuah ruang.

Sehingga unsur ruang inilah yang menjadi pembeda antara karya seni rupa 2 dimensi dan 3
dimensi. Selanjutnya seni 3 dimensi terus mengalami perubahan, baik dari sudut pandang,
model ruang, pola berkarya hingga jenisnya.
Ciri-cirinya yaitu :
- Mempunyai panjang, lebar, tinggi
- Menempati ruang
- Dan bisa dilihat dari segala sudut pandang
Berikut penjelasan lebih lanjut :

A. Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Pembuatan karya seni rupa 3 Dimensi terbagi menjadi dua bagian, berdasarkan fungsi dan
tujuan seni rupa tersebut yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.

1. Seni Rupa Murni


merupakan karya seni yang tercipta bebas dengan fungsi yang lebih mengutamakan
keindahan dari pada fungsi, sebagai kepuasan pandangan mata saja dan biasanya sering
digunakan hanya sebagai pajangan.

2. Seni Rupa Terapan


merupakan karya seni yang tidak hanya sebagai pajangan rumah saja, tapi juga berfungsi
untuk membantu kehidupan manusia. Seni rupa terapan lebih mengutamakan kegunaan
dibandingkan keindahannya.

B. Simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi


Dalam menekuni karya seni rupa, simbol-simbol juga mempunya makna yang
terkandung didalamnya, baik itu berwujud objek atau pun unsurnya. Contohnya warna
merah disebut sebagai simbol keberanian, patung kuda biasa disebut sebagai simbol
kegagahan, patung katak sebagai simbol pemanggil hujan, tugu Proklamasi di Jakarta sebagai
simbol kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia, tugu katulistiwa di Pontianak
Kalimantan Barat sebagai tempat dilalui garis katulistiwa, tugu Jogja sebagai simbol
persatuan antara pemimpin dan rakyat dalam melawan musuh dalam suatu pemerintahan.

C. Unsur-Unsur Seni Rupa 3 Dimensi


Karya seni rupa 3 dimensi memiliki unsur-unsur khusus seperti titik, garis, bidang,
warna dan juga bentuk. Unsur-unsur seni rupa 3 dimensi ini dipakai untuk memperindah
bentuk pada karya seni rupa 3 dimensi.
Berikut ini unsur-unsur yang membentuk karya seni rupa:
1. Titik

Titik merupakan unsur karya seni rupa yang paling dasar dan paling kecil. Titik seperti
sebuat bintik dalam seni rupa. Dengan sebuah titik, seseorang bisa mendapatkan ide baru
dalam berkarya seperti membuat garis dan ruang. Selain itu titik mempunyai pusat perhatian
tersendiri bilang sendiri atau mempunyai warna yang mencolok berbeda sendiri dari yang
lainnya.

2. Garis

Garis merupakan goresan atau batas suatu benda, ruang, bidang, warna, tekstur dan
sebagainya. Garis mempunyai dimensi yang cenderung memanjang dan mempunyai arah
tertentu. Gari juga memiliki beberapa sifat seperti panjang, pendek, horizontal, vertikal, tipis,
lurus, berombak, melengkung, tebal, patah-patah, miring, halus dan lain-lain.

Selain itu garis juga mempunyai berbagai bentuk seperti garis mendatar, garis tegak, garis
miring, garing lengkung, garis bersilang, garis sejajar, garis zig zag, garis spiral dan garis
gelombang. Penggunaan garis dalam sebuah gambar juga memiliki kesan tertentu, seperti
garis lurus mempunyai kesan kesan keras, garis patah-patah yang memiliki kesan kaku.

3. Bidang

Salah satu karya seni rupa yang dibentuk atau terbentuk dari hubungan beberapa garis
disebut bidang. Bidang memiliki dimensi panjang, lebar atau bisa disebut juga pipih.
sedangkan bentuk memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, oleh sebab itu bentuk
mempunyai isi atau volume.

Berdasarkan bentuknya, bidang dan bentuk memiliki beragam macam seperti bidang
geometris, bidang simetris, bidang organis dan lain sebagainya.

4. Bentuk

Bentuk bisa diartikan sebagai bangun atau plastis. Bangun mempunyai bentuk yang
polos. Sedangkan bentuk plastits bukan hanya dilihat dari bentuknya saja, melainkan ada
nilai dan maknanya sepeti lemari, lemari bukan hanya sebuah benda tetapi memiliki
kegunaan untuk meletakkan pakaian.

5. Tekstur

Tekstru adalah sifat permukaan sebuah benda. Sifatnya kasar, halus, berpori, licin,
mengkilap dan sifat-sifatnya bisa dirasakan lewat indra mata dan indra peraba. Berdasarkan
jenisnya tekstur terbagi menjadi dua macam yaitu tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur
nyata mempunyai nilai dan kandungan yang sama dengan pengelihatan dan perabaan,
sedangkan tekstru semua tidak mempunyai nilai dan kandungan yang sama dengan
pengelihatan dan perabaan.

D. Teknik Teknik Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Dalam pembuatan sebuah karya seni masing-masing daerah di Indonesia memiliki
bahan dan media yang berbeda-beda, tergantung dengan lingkungan daerahnya. Hal tersebut
juga berlaku pada seni rupa 3 dimensi, berikut ini adalah teknik-teknik yang biasa dipakai
dalam proses pembuatan karya seni rupa 3 dimensi:

1. Teknik Mozaik
Teknik membuat karya seni dengan cara menempel benda 3 dimensi yang diatur dan ditata
dengan sedemikian rupa sehingga menghasilkan lukisan.

2. Teknik Aplikasi
Sebuah karya hias dalam seni menjahit dengan cara menempelkan bermacam-macam
guntingan-guntingan kain yang berbentuk hiasan seperti binatang, bunga maupun bentuk
lainnya pada sebuah kain lain sebagai hiasan.

3. Teknik Pahat
Teknik membentuk suatu karya seni dengan membuang bahan yang tidak dibutuhkan. Cara
membuatnya dapat memakai alat pahat, kikir dan martil. Biasanya bahan atau media yang
dipakai adalah bahan keras seperti batu, gips, kayu dan bahan lainnya.

4. Teknik Merakit
Teknik membuat sebuah karya seni dengan cara menyambung beberapa potongan bahan.
Cara ini disebut dengan merakit dan hasil karyanya disebut rakitan. Cara menggabungkan
bahan tersebut dapat dengan cara dipatri, disekrup, mengelas atau dengan cara lainnya.

5. Teknik Menuang atau Cor


Karya seni yang dihasilkan dengan cara menuang bahan cair yang dituang pada sebuah alat
cetakan. Setelah bahan cair tersebut mengeras, kemudian dikeluarkan dari cetakan. Bahan
cair yang dipakai biasanya seperti semen, logam, gips atau karet

E. Contoh Karya Seni Rupa Tiga Dimensi


Karya seni rupa 3 dimensi dengan mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini contoh karya seni rupa 3 dimensi yang biasa kita temukan:

1. Kriya

Kriya merupakan karya seni yang menggunakan hand skill atau keterampilan tangan
dan memperhatikan segi kebutuhan fisik dan segi keindahan. Karya seni kriya termasuk
sebagai karya seni rupa terapan nusantara. Kebanyakan kriya digunakan sebagai dekorasi,
benda terapan siap pakai seperti furniture, benda mainan seperti boneka. Kriya juga memiliki
beragam jenis seperti seni kriya kayu, seni kriya tekstil, seni kriya keramik, seni kriya logam,
seni kriya kulit dan seni kriya batu.

Dalam membuat kriya juga ada teknik-teknik pembuatan, yang biasa digunakan antara
lain:

 Teknik Pahat/Ukir – Bali merupakan daerah yang paling banyak menggunakan seni kriya
pahat seperti patung arca yang menggunakan bahan baku batu andesit. Seni Kriya selain
menggunakan batu, biasa juga menggunakan logam, tulang, kayu bahkan sampai kulit hewan
sebagai bahan dasar.

 Teknik Bursir: Teknik menambah dan mengurangi objek, dengan menjadikan bahan
utamanya tanah liat dan sejenisnya karena bersifat lunak.

 Teknik Batik: Pemuatan kain batik menggunakan teknik cap,tulis, dan teknik lukis. Orang
Indonesia biasa menggunakan teknik batik tulis dalam membantik. Keragaman batik tidak
hanya ada di pulau Kawa, melainkan terdapat pula di pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
Batik memiliki banyak corak yang beraneka ragam di setiap daerah, namun pada umumnya
batik jawa bergaya natural, batik sumatra bergaya merah megah.

 Teknik Tenun: Indonesia kaya akan keragaman dan corak dalam menghasilkan kain tenun.
Tenun itu terdiri dari dua jenis yaitu tenun songket dan tenun ikat. Perbedaan tenun ini terdapat
pada cara pembuatan dan bahannya. Tenun songket dibuat dengan benang perak, emas dan
benang sutra. Aceh, Sulteng, Bali, Sumatra, Nusa Tenggara Timur, Kaltim, Kalbar dan Sulteng
terkenal dengan pengahasil tenun ikat terbesar di Inonesia. dan daerah penghasil songket yang
terkenal itu ada di Sumbar, Aceh, Riau, Sumut, Lombok, Palembang, NTB dan Maluku. Lama
pengerjaan menggunakan teknik tenun biasanya memakan waktu 2-3 bulan.

 Teknik Anyaman: Anyaman merupakan teknik dengan tindih-menindih, silang-menyilang,


lipat-melipat, bolak-balik dan lungsen dengan pola yang sudah ditentukan. Bahan-bahan untuk
membuat kriya dengan teknik anyaman adalah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng
gondok, kertas, plasti dan tari. Pusat kerajinan anyaman di Indonesia ada di Bali, Sulawesi,
Tasikmalaya, Kalimantan dan Papua.
 Teknik Bordir: Teknik bordir atau teknik sulam pada kriya biasa menempatkan hiasan dari
benang yang sudah dijaitkan pada kain yang fungsinya untuk menghias tampilan kain.
Pengalikasian kriya bordir biasanya pada baju, tas, kerudung, taplak meja, bantal dan
sebagainya. Kota Tasikmalaya merupakan penghasil bordir terkenal di Indonesia.

2. Patung

Salah satu seni rupa 3 dimensi yang paling terkenal adalah patung. Sampai sekarang
seni patung semakin berkembang lebih baik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Patung biasa
dibuat dengan media batu, kayu, logam dan dapat dilihat dari segala arah mata memandang.
Patung mempunyai panjang, lebar dan tinggi dan terbuat dari benda padat dan lunak.
Kebanyakan orang membuat patung dibuat serupa dengan binatang, manusia, dan bentuk
lainnya. Berdasarkan jenisnya, teknik pembuatan patung juga terbagi menjadi dua yaitu:

1. Zonde Bosse – Zonde Bosse merupakan bentuk patung yang mampu berdiri sendiri, tidak ada
bantuan di sebelah kanan dan kirinya. Patung ini biasanya selalu menempel pada salah satu
sisinya.
2. Relief – Relief merupakan bentuk patung yang menempel pada permukaan dinding. Biasanya
relief ini menggambarkan sebuah adegan dari cerita. Salah satu contoh relief dapat kita lihat di
candi shiwa dan candi brahma di kompleks candi prambanan yang berisi rangkaian adegan
ramayana. Relief dibagi menjadi tiga jenis:

1. Baserelief: Relief yang menampilkan bentuk yang kurang dari setengah dari bentuk aslinya
2. Demirelief: Relief yang menampilkan bentuk setengah dari bentuk aslinya
3. Hautrelief: Relief yang menampilkan bentuk yang sama persis dengan bentuk aslinya
3. Keramik

c
Karya seni rupa keramik merupakan cabang seni yang bersifat tradisional sampai
kontemporer atau perkembangan seni yang terkena dampak modernisasi. Seni keramik
mempunyai fungsi antara lain sebagai kerajinan dengan menggunakan bahan utama dari tanah
liat yang harus melalai proses dipijir, butsir, pilin sampai pembakaran dan glasir.

Karna tanah liat mempunyai sifat yang plastis, maka dibutuhkan teknik yang khusus
dan unik dalam pengolahan sampai penanganannya. Proses inilah yang mempunyai rangkaian
yang panjang dan mempunyai tahapan-tahapan kritis. Kritis disini karena tahapan dalam
membuat keramik mempunyai bnayak resiko dengan kegagalan. Ketika proses kritis atau
bagian tersulit ini berlangsung baik, maka keramik kemungkinan besar mengalamai kegagalan
produksi.

Kualitas sebuah keramik dinilai dari prosesnya, terbukti sampai saat ini seni keramik
berkembang dengan sangat pesat dengan bermacam model dan harga jual yang tinggi, seperti
guci dan hiasan dinding. Berikut ini alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan
keramik:

 Bahan keramik pengikat: ball clay, kaolin, fire clay dan red clay
 Bahan keramik pelebur: kapur dan felsper
 Bahan keramik pengisi: silika grog (samot)
 Bahan keramik tambahan: water glass, pyrophilit, dan talk
 Bahan keramik mentah glasir: bahan keramik yang melalui proses pembakaran dengan suhu
tertentu
 Bahan keramik SiO2: pasir kuarsa, lempung dan felspar
 Bahan keramik oksida: basa-posta felsper, soda abu dan batu kapur
 Bahan tambahan: senyawa cobalt, senyawa besi, senyawa nikel, senyawa chrom
 Bahan perekat: gum
 Bahan penutup: oksida sirkon dan oksida seng
 Bahan pelebur: asam borat, Na2CO3, K2CO3, BaCO3, Pb3O4, dan borax
 Bahan opacifer: SnO2 dan ZrO

4. Arsitektur
Arsitektur merupakan seni rupa 3 dimensi dan ilmu merancang bangunan, mencakup
membangun keseluruhan mulai dari level makro seperti perencanaan kota, perancangan kota,
arsitektur lansekap sampai ke level mikro seperti desain bangunan, desain perabot dan desain
produk.

Sebagai suatu bagian dari seni, arsitektur masih memegang prinsip-prinsip keindahan
yang merupakan dasar dari bidang seni, seperti kesatuan, keseimbangan, keserasian dan irama
juga digunakan dalam aristektur. Hasil dari arsitektur merupakan perwujudan dari nilai seni.
Maka dari itu sebagaian perguruaan tinggi masih ada yang mengkelompokkan arsitektur pada
fakultas seni.

Arsitektur dikelompokkan pada applied art (seni terpakai) sedangkan seni rupa
dikelompokkan pada pure art (seni murni). Pada faktanya arsitektur memang bidang seni yang
mempunyai hubungan dengan perencanaan dan perancangan yang dignakan manusia untuk
melakukan kegiatannya. Tentu berbeda dengan seni lukis yang hasilnya merupakan karya dua
dimensi, atau seni pahat yang hasilnya merupakan karya tiga dimensi, sedangkan arsitektur
hasil dari karya ruang dan massa tiga dimensi.

Sebagai suatu ilmu, arsitektur juga mempunyai kaitan dengan bidang ilmu lainnya,
karna sifatnya yang lengkap seperti psikologi, sosiologi, antropologi, filsafat, argonomi dan
ekonomi. Oleh karena itu sebagian perguruan tinggi juga ada yang mengkelompokkan
arsitektur pada fakultas sosial atau sejenisnya.

Selain itu arsitektur yang memang pada dasarnya merupakan ilmu perencanaan dan
perancangan lingkungan yang dibangun dengan rekayasa/teknologi dan mempunyai tanggung
jawab penuh dalam keselamatan manusia yang menggunakannya, arsitektur akan selalu
merapkan ilmu teknik seperti struktur dan konstruksi, rekayasa dan teknologi pembangunan.
Oleh karena itu sebagian perguruan tinggi, juga ada yang mengkelompokkan arsitektur ke
dalam fakultas teknik atau sejenisnya.Macam-macam Seni Rupa Murni Lainnya

Seni rupa murni nusantara dan mancanegara mempunyai gaya dan gerakan tersendiri yang unik
dan pandangan yang baru. Berikut ini contoh seni rupa murni nusantara dan mancanegara:

1. Seni Lukis

Seni lukis adalah karya seni yang mudah dikenal orang, seni lukis merupakan seni rupa murni
2 dimensi. Kanvas dan minyak adalah bahan utama dalam membuat karya lukis. Seni lukis
memiliki beberapa macam, yaitu:

 Seni lukis naturalis – seni yang dibuat secara natural dan wujud nyata
 Seni lukis ekspresionis – seni yang dibuat karena eksperesi emosi dan perasan pelukis.
 Seni luki abstrak – seni yang samar dan semu.

2. Seni Grafis : Sama seperti seni lukis, seni grafis merupakan seni rupa murni 2 dimensi.
Teknik yang dipakai dalam seni grafis mulai dari sablon, cukil kayu, monotype, etsa, cungkil,
collograph, atau pengemasan bahan logam yang biasa disebut dengan percetakkan dengan
bahan baku lito.

3. Seni Fotografi : adalah karya seni yang menghasilkan sebuah foto dari proses melukis
dengan cahaya yang menggunakan alat bernama kamera. Indra pengelihatan adalah hal yang
paling penting dalam seni fotografi.

4. Seni Koreografi : adalah seni rupa murni yang menciptakan dan mengubah sebuah gaya
gerakkan atau tarian yang berubah menjadi gaya gerakkan atau sebuah tarian yang utuh
sehingga lebih menarik.

5. Seni film : biasa disebut dengan sinematografi adalah seni rupa murni yang dihasilkan dari
rekaman orang atau benda dengan kamera atau olah animasi.

Contoh karya seni rupa yang terkenal di Nusantara


Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni rupanya, berikut ini contoh karya seni rupa
yang terkenal di Nusantara:

1. Seni rupa terapan anyaman : Ini adalah salah satu contoh seni rupa yang terkenal.
Anyaman merupakan rangkaian-rangkaian serat yang terikat dan membentuk benda. Biasanya
bahan anyaman menggunakan serat tumbuhan dan serat plastik. Contoh-contoh karya seni rupa
terapan anyaman adalah keranjang, kursi dan anyaman.

2. Seni rupa terapan kerajinan kulit : Seni rupa terapan kerajainan kulit sangat melimpah
diproduksi seperti sepatu kulit, tas kulit jaket kulit dan sebagainya. Biasanya bahan kulit terbuat
dari kulit binatang. Daerah yang memproduk kerajinan kulit paling terkenal ada di Yogyakarta.

3. Seni rupa terapan ukiran kayu : Ukiran kayu merupakan karya seni rupa yang sangat
terkenal di daerah melayu, khususnya di jepara. Ukiran kayu seperti lemari yang terbuat dari
kayu jati.

Karya seni rupa berkembang pesat di Indonesia dan sudah berkembang sejak nenek
moyang kita sejak jaman sejarah, sejak jaman dahulu membuat seni hanya dari kapak dan
tulang berburu.