Anda di halaman 1dari 1

Sapi potong merupakan salah satu kebutuhan komoditas utama di Indonesia, sebenarnya posisi

Indonesia yang ada di daerah garis khatulistiwa/tropis juga sangat mendukung aktivitas usaha sapi
potong, dengan kondisi indonesia sebagai negara kepulauan indonesia mempunyai tantangan
tersendiri dalam sistem rantai pasoknya, salah satu halangan terbesarnya adalah belum
diterapkannya teknologi dalam rantai pasok sapi potong dan kurangnya infrastruktur saat ini,
beberapa permasalahn diantaranya :

1. Pemasok lokal (small holder) sebagian besar bersumber dari indonesia bagian timur contohnya
NTT,NTB,Sulawesi Selatan, Jawa timur

2. Impor yang ada terdiri atas impor ternak hidup dan daging, ternak hidup yang di impor dari
Australia akan bergerak langsung ke lampung,jawa barat dan akan langsung ddistribusikan ke
market pusat jakarta, sedangkan Impor berbentuk daging sapi akan langsung didistribusikan di
market pusat jakarta dan jawa timur, pada akhirnya sebagian besar provinsi Jakarta merupakan
tempat pendistirbusian akhir dari semua daging sapi potong impor maupun lokal

Dari uraian di atas dapat disimpulkan semakin panjang rantai pemasokan , maka semakin besar
biaya yang dikeluarkan dan semakin kecil keuntungan yang diperoleh para pelaku usaha sapi
potong. Kondisi saluran sapi potong d Indonesia khususnya sapi lokal sudah mulai berjalan hal ini
ditunjukan dengan adanya kapal-kapal ternak ini mengangkut sapi dari daerah timur Indonesia
(Nusa tenggara). Dengan adanya kapal ternal distribusi sapi menjadi lebih baik. tetapi jumlah kapal
ternak masih terbatas sehingga perlu ditambah lagi supaya distribusi sapi menjadi lebih besar dan
frekuensi pengiriman lebih sering sehingga rantai pasok sapi potong lokal khususnya bisa lebih
baik bahkan mampu menakan harga daging sapi menjadi lebih murah.