Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ilham Muntaha

Kelas/NIM :PM.5B/1608056063

Probabilitas (Peluang) dalam Islam

dan Unity Of Science (UOS)

Probabilitas suatu kejadian adalah angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya


suatu kejadian. Nilainya di antara 0 dan 1. Kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 1
adalah kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang telah terjadi.

Peluang suatu kejadian merupakan angka yang menunjukan kemungkinan terjadinya


sebuah kejadian, seberapa besar kemungkinan kejadian tersebut terjadi. Misal ada 1 buah
koin, sisi gambar dan sisi angka, ketika dilempar, peluang yang muncul sisi gambar ialah
50% atau 0,5. Begitupun peluang yang muncul sisi angka.

Peluang suatu kejadian, bernilai 0-1, atau 0%-100%. Jika peluang suatu kejadian
berninai 0, maka kejadian tersebut tidak akan terjadi, seperti, peluang pohon mangga berbuah
pisang. Dan sebaliknya jika peluang suatu kejadian bernilai 1 atau 100%, maka kejadian
tersebut pasti terjadi. Seperti, peluang terambilnya kelereng merah dalam kantong yang berisi
5 kelereng merah, lain halnya jika dalam kantong tersebut terdapat 3 kelereng merah dan 2
3
kelereng putih, maka peluang terambilnya kelereng merah ialah 5 atau 60%

Dengan konsep matematika peluang ini, ketidak pastian dapat kita ukur, sehingga
dapat kita prediksi suatu kejadian yang mungkin ingin kita hindari atau sebaliknya, ingin kita
dpatkan. Misal, peluang hari ini turun hujan, peluang sebuah kendaraan terpeleset, dan lain
sebagainya.

Lantas bagaimana “peluang” dalam perspektif islam? Menurut saya, peluang itu kita
gunakan untuk menghitung peluang suatu kejadian, jadi kita dapat meminimalkan suatu
kejadian agar tidak terjadi maupun sebaliknya, memaksimalkan suatu kejadian agar terjadi.
Namun dalam islam, semuanya dikembalikan kepada Allah SWT. Dalam Qur,an surat Yasin
ayat 82 di jelaskan

   


      
82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata
kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia.

Allah maha berkehendak dan berkuasa atas segala sesuatu, jika Allah berkendak
sesuatu terjadi maka terjadilah. Maka bukan hal yang tidak mungkin jika dalam pengukuran
matematis peluang suatu kejadian bernilai 0 , yang artinya tidak mungkin terjadi, namun bila
Allah berkehendak maka terjadilah. Sekarang tidak sedikit hal yang mustahil terjadi, tetapi
tetap terjadi. Contoh sederhana ialah peluang orang yang meninggal dapat hidup kembali,
secara medis dan matematis peluang tersebut bernilai 0 , namun hal itu bisa terjadi atas
kehendak Allah SWT. Hal ini menuntut kita agar tidak sombong, sebuah pengukuran peluang
suatu kejadian hanyalah salah satu bentuk ikhtiar kita kepada Allah, bagaimana hasilnya
nanti, kita kembalikan lagi kepada Allah S.W.T , kita tidak bisa melawan kehendak-Nya.
Maka hendaknya setelah menemukan nilai peluang suatu kejadian, katakan InsyaAllah,
karena dalam hidup didunia ini semua belum tentu pasti.

Lantas seperti apa Unity Of Science atau UOS (Kesatuan Ilmu Pengetahuan),
mengenai Peluang? Hal ini akan saya singgung beberapa disini. Tentu Peluang merupakan
suatu materi yang dapat di aplikasikan ke ilmu ilmu pengetahuan lain, salah satunya ialah
dalam bidang olah raga, seperti sepak bola. Seorang pelatih sepak bola harus profesional
dalam menentukan formasi timnya, dalam penentuan formasi inilah digunakan konsep
peluang yaitu kombinasi, agar dapat terpilih susunan formasi tim yang paling berpeluang
memenangkan pertandingan.

Dalam hal bisnis, konsep peluang pun digunakan untuk menghitung peluang
kerusakan barang produksi dan lain sebagainya. Sedangkan UOS dalam islam sendiri seperti
yang sudah di jelaskan sebelumnya, bahwa konsep peluang sendiri merupakan salah satu
bentuk usaha atau ikhtiar dari manusia, sedangkan hasilnya kita kembalikan kepada Yang
Maha Esa.
Sumber daftar pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Peluang_(matematika)

Harini, S. 2010. Teori Peluang. Malang : UIN-Maliki Press

Qur’an Add-Ins aplikasi