Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF

PUSKESMAS TAMBAKREJO

A. Hari / Tanggal : Rabu, 28 November 2018


B. Tempat : Balai RW 09 Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto
C. Materi : ASI Eksklusif
D. Tujuan Kegiatan : Untuk menjelaskan dan memotivasi ibu untuk memberikan ASI
secara eksklusif pada bayinya.
E. Sasaran Kegiatan : Ibu menyusui dan ibu hamil
F. Metode : Ceramah, demonstrasi dan Tanya jawab
G. Media : Leaflet,PPT, Alat peraga (pantom bayi dan pantom payudara),
LCD/Proyektor, Laptop, Microphone
H. Hasil Pelaksanaan :
1. Jumlah peserta yang hadir berjumlah 25 orang yang terdiri dari warga RT 1 sampai RT 5
2. Ringkasan Materi :
- Air Susu Ibu (ASI) direkomendasikan sebagai makanan eksklusif untuk semua bayi
selama 6 bulan pertama kehidupan
- ASI mengandung semua kebutuhan gizi yang diperlukan bayi
- memperkuat daya tahan bayi dan sumber vitamin a, dengan demikian bayi/ anak yang
mendapat asi memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi
- salah satu hal yang penting pada asi yaitu kolostrum
- kolostrum adalah asi yang pertama kali keluar, berwarna putih kekuningan dengan
tekstur sedikit kental, banyak mengandung protein, anti bakteri, dan antibody yang
memperkuat daya tahan tubuh bayi
- Manfaat ASI yaitu :
 Memberikan kekebalan pasif melalui kolostrum
 Memberikan kebutuhan gizi yang sesuai
 Risiko terkena infeksi lebih rendah
 Terhindar dari alergi
 Meningkatkan kecerdasan otak
 Kandungan ASI lebih lengkap daripada susu formula
- Cara menyusui yang benar
 Bayi dapat diletakkan di payudara sebanyak 8-12 kali atau lebih per 24 jam. Bayi
minum ASI tiap 2-3 jam.
 ASI diberikan sesuai kebutuhan bayi, setiap hari setiap malam.
 Susui bayi dengan kedua payudara setiap kali menyusui.
 Air susu membutuhkan waktu 24-72 jam untuk keluar.
 Jangan berikan air tambahan atau formula kecuali dengan indikasi medis.
 Biarkan ibu dan bayi selalu bersama (dalam satu kamar) selama 24 jam sehari.
- Cara menyimpan ASI terutama bagi ibu yang bekerja atau wanita karir
 Pengeluaran ASI dengan tangan
 Pengeluaran ASI dengan pompa
 Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu (dikukus atau
direbus)
 Pastikan botol tersebut bebas BPA !!!
 Berikan label (tanggal dan jam) setiap kali akan menyimpan botol ASI.
 Botol harus tertutup rapat
 Disimpan di lemari pendingin dengan masa penyimpanan disesuaikan dengan
suhu dan tempat penyimpanan ASI.
- Penyajian asi perah (dipadatkan)
 Gunakan ASI yang paling dulu disimpan
 Untuk ASI yang disimpan difreezer, pindahkan ASI ke lemari es agar mencair
 Pindahkan di ruangan terbuka (suhu ruangan)
 Rendam dalam wadah berisi air hangat
 ASI tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam lemari es
 Sebaiknya tidak menggunakan dot karena dapat menyebabkan “bingung puting”.
 Berikan menggunakan cangkir atau sendok.

3. Hasil penyampaian materi


Setiap Ibu menyusui dan ibu yang akan memiliki anak dapat memberikan ASI secara
eksklusif
 Hasil yang diharapkan
Setiap Ibu menyusui lebih memahami kandungan dan pentingnya pemberian ASI
sehingga ibu menjadi mau dan mampu memberikan ASI secara ekslusif pada bayinya.
 Dampak yang diharapkan :
- Tercipta generasi yang sehat dan cerdas
- Tercipta ikatan yang kuat antara ibu dan bayinya.
 Dari hasil penyampaian materi :
- Ada 2 pertanyaan yang diajukan oleh peserta :
1. (Ibu Asnul) Anak saya sudah disapih saat umur 2 tahun tapi kenapa payudara saya
masih kencang, apa akan menjadi kanker?
2. (Ibu Usnul) Jika menyusui diatas 2 tahun bagaimana efeknya terhadap bayi, apakah
boleh serta kandungan gizinya bagaimana?
- Jawaban :
1. Payudara yang kencang itu merupakan hal yang wajar karena saat awal penyapihan ASI
masih diproduksi dan akan berkurang saat berjalannya waktu karena tidak adanya
rangsangan isapan bayi, jika payudara kencang dapat dikeluarkan agar tidak ada
bendungan ASI.
2. Efek negatif dari pemberian ASI lebih dari 2 tahun tidak ada, boleh saja diberikan
asalkan ibu telaten untuk merawat kesehatan mulut anak, kandungan gizi ASI tidak
berubah dan dapat memenuhi nutrisi untuk bayi sampai berusia 6 bulan, sehingga bayi
lebih dari 6 bulan dan balita tentu harus diberikan makanan tambahan sesuai dengan
usia, pertumbuhan dan perkembangannya.
I. Kesimpulan hasil pelaksanaan kegiatan :
 Sebelum Penyuluhan, penyaji memberikan pertanyaan, namun hanya 1 ibu yang
dapat menjawab dengan benar.
 Setelah dilakukan penyuluhan, penyaji kembali memberikan pertanyaan dan
disambut antusias dan dijawab benar oleh semua peserta secara individu dan
bersama-sama.
Kegiatan berjalan lancar dan ada 2 pertanyaan dari peserta dan bisa terjawab dengan baik
dan peserta sudah puas dengan jawabannya. Penyuluhan berjalan lancar, petugas diterima
baik oleh Ibu-ibu dan bahkan peserta penyuluhan sangat kooperatif dan antusias dalam
mengikuti penyuluhan.

J. Kendala dan Saran Tindak Lanjut :


Kendala :
- Acara dimulai lebih lambat 30 menit dari jadwal karena peserta datang diatas jam yang
sudah ditentukan.
- Ibu-ibu peserta penyuluhan banyak membawa anak bayi dan balita sehingga saat acara
berlangsung cukup kurang kondusif.
Tindak Lanjut / Saran :
- Materi penyuluhan diberikan secara sederhana agar peserta mudah memahaminya dan
singkat serta berdasarkan pengalaman peserta saat memberikan ASI seperti masalah dan
kendalanya.
- Selama kegiatan penyuluhan panitia atau mahasiswa mengajak bermain para balita yang
dibawa ibu-ibu peserta diluar ruangan.

Surabaya, 28 November 2018


Petugas Penyuluhan

Afita Rokhimawaty
NIM. 011711223039