Anda di halaman 1dari 3

DEMAM DENGUE dan DEMAM

BERDARAH DENGUE
No Dokumen
No Revisi 1
SOP
Tanggal Terbit
Halaman 1/2

UPTD Puskesmas
Jagapura

1. Pengertian Demam dengue dan demam berdarah dengue adalah


penyakit yang disebabkan virus Dengue. Virus Dengue
memiliki 4 jenis serotype : DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4.
Infeksi salah satu serotype akan menimbulkan antibody
terhadap serotype yang bersangkutan, namun tidak untuk
serotype lainnya, sehingga dapat terinfeksi demam Dengue
4 kali selama hidupnya
2. Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk melakukan diagnosis dan
penatalaksanaan demam dengue dan demam berdarah
3. Kebijakan Keputusan kepala Puskesmas UPTD Puskesmas Jagapura
Nomor…........tentang Pelayanan Klinis di UPTD
Puskesmas Jagapura
4. Referensi 1. Departemen Kesehatan RI, 2007, Pedoman Pengobatan
Dasar di Puskesmas 2007, cetakan tahun 2008, Depkes
RI, Jakarta
2. Permenkes No 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer.

3. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis (keluhan utama,


riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu,
riwayat alergi, dan riwayat penyakit keluarga).
Apakah demam 2-7 hari, nyeri kepala, nyeri
retroorbital, myalgia/ atralgia, ruam, gusi berdarah,
mimisan, nyeri perut,mual, muntah, muntah darah
(hematemesis), BAB berdarah (melena), keluarga
atau tetangga ada yang terkena demam dengue.
2. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang
diperlukan.
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang
diperlukan/ yang sesuai : diperiksa kemungkinan
adanya petekia, ekimosis,purpura,perdarahan
mukosa,hepatomegaly,splenomegaly, efusi pleura,
asites
4. Petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang
lebih tinggi (Puskesmas DTP / Rumah Sakit) untuk
pemeriksaan laboratorium (hematocrit dan
trombositopenia)
5. Petugas menegakkan diagnose dan atau differensial
diagnosis berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan vital
sign, pemeriksaan fisik.
Dengan kriteria WHO diagnosis DBD :
a. Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari,
biasanya bifasik pada pelana
b. Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan :
1. Uji bending positip
2. Petekie, ekimosis atau purpura
3. Perdarahan mukosa atau perdarahan dari tempat
lain
4. Hematemesis atau melena
c. Trombositopenia (trombosit <100.000/ul)
d. Terdapat minimal satu tanda-tanda kebocoran plasma
:
1. Peningkatan hematocrit diatas 20 % dibandingkan
standard sesuai usia dan jenis kelamin.
2. Penurunan hematocrit >20 % setelah mendapat
terapi cairandibandingkan dengan nilai hematocrit
sebelumnya
3. Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura,
asites atau hiperproteinemia.
6. Petugas mengklasifikasikan derajat DBD :
Klasifikasi derajat DBD menurut WHO 1997 (setiap
derajat sudah ditemukan trombositopenia dan
hemokonsentrasi :
a. Derajat I : Demam disertai gejala yang tidak khas dan
satu-satunya manifestasi perdarahan ialah uji
bendung.
b. Derajat II : seperti derajat I disertai perdarahan
spontan di kulit dan atau perdarahan lain.
c. Derajat III : terdapat kegagalan sirkulasi yaitu nadi
cepat, dan lambat, tekanan nadi menurun/ hipotensi
(20 mmHg atau kurang), sianosis di sekitar mulut,
kulit dingin dan lembab.
d. Derajat IV : syok berat, nadi tidak teraba, tekanan
darah tidak terukur.
7. Jika diperlukan petugas memberikan terapi simptomatik
untuk menurunkan demam (antipretik).
Paracetamol - Dosis dewasa 500mg tiap 6-8
jam
- Dosis anak 10mg/kg BB tiap
6-8 jam
8. Petugas memberikan edukasi kepada pasien dan atau
keluarganya :
a. Perjalanan penyakit dan tata laksananya, bahwa tidak
ada obat untuk penanganan DBD, terapi hanya
bersifat suportif dan mencegah perburukan penyakit,
penyakit akan sembuh sesuai dengan perjalanan
alamiah penyakit
b. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan
mengkonsumsi makanan bergizi.
c. Melakukan kegiatan 3M : menguras, mengubur,
menutup.
9. Jika ada indikasi, petugas melakukan rujukan ke
pelayanan kesehatan yang lebih tinggi (Rumah Sakit) jika :
a. Terjadi perdarahan massif (hematemesis, melena)
b. Terjadi kompilkasi atau keadaan tubuh atau keadaan
klinis yang tidak lazim, seperti kejang, penurunan
kesadaran, dan lainny.
10. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk
diserahkan ke sub unit farmasi
11. Petugas mendokumentasikan semua hasil
anamnesis, pemeriksaan, diagnosis, terapi,rujukan
yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien
12. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas
simpus untuk dientry
6. Diagram Alir

Petugas Petugas melakukan Petugas


melakukan pemeriksaan vital melakukan
anamnesis sign pemeriksa
an fisik

Petugas
Petugas melakukan
Petugas
mengklasifika rujukan ke
menegakkan
sikan derajat pelayanan
diagnose
DBD kesehatan yang
lebih tinggi

Jika diperlukan Petugas Jika ada


petugas memberikan indikasi,
memberikan terapi edukasi kepada petugas
simptomatik pasien melakukan
rujukan

Petugas
Petugas Petugas
mendokument
menyerah memberikan resep
asikan semua
kan rekam kepada pasien
hasil
medis ke
anamnesis
petugas
simpus
untuk
dientry

7. Unit Terkait Ruang Pemeriksaan Umum


Ruang Lansia
Farmasi
Laboratorium
8. Rekaman Historis Perubahan

No Hal Yang Diubah Isi Perubahan Tgl. Mulai Perubahan