Anda di halaman 1dari 5

Nama :Muhammad Wahada

NIM :1607112650

6.4 Merubah proses toluena hidrodealkilasi. Pada permasalahan kali ini terdapat beberapa
konsep untuk meminimalisasi limbah.

Unit operasi hidrodealkilasi Toluene yang ditunjukkan pada Gambar 5.13, melibatkan
hidrogenasi toluena menjadi benzena dan metana. Reaksi kesetimbangan menghasilkan sejumlah
kecil bifenil. Agar lebih kompetitif dalam menghilangkan limbah, proses produksi perlu
dievaluasi. Pelanggan produk bifenil tidak akan memperpanjang kontraknya lagi, dan perusahaan
tidak memiliki calon pembeli lain untuk bifenil.

Sebuah perusahaan menawarkan alat berupa separator membrane yang dapat mengurangi
kebutuhan makeup hydrogen. Perlu dilakukan perhitungan awal desain proses dengan simulator
untuk membandingkan dua alternatif di bawah ini, dari segi kelayakan teknis dan perubahan
lebih lanjut. Perlu dilakukan perhitungan neraca massa, namun tidak harus membuat perhitungan
distilasi secara rinci, dan pompa cair tidak perlu dimodelkan. Untuk alternatif kedua, perlu
dihitung pula luas yang diperlukan kaki persegi dari unit membran dan menentukan apakah itu
wajar.

Alternatif 1. Tidak ada perubahan dan bifenil digunakan sebagai bahan bakar

Alternatif 2. Menghilangkan kolom toluena dan mendaur ulang bifenil (dengan toluena) untuk
dibuang. Hal ini harus dapat meningkatkan benzene yang terbentuk serta dilakukan pemasangan
separator membran agar konsumsi hydrogen berkurang.

Operasi pabrik saat ini:

Operasi pabrik saat ini dapat disimulasikan dengan CHEMCAD, menggunakan model
peralatan yang ditunjukkan dalam flow diagram. Selain itu, simulator lainnya dapat digunakan
dengan model yang sesuai. Perhatikan bahwa diagram alir proses hanya mencakup reaktor,
separator dan kompresor daur ulang gas. Faktor operasi pabrik adalah 96% (8410 jam / tahun).
Bahan baku berupa toluen murni dengan flow rate 274,2 lbmol/hr, sama untuk kedua
alternative. Makeup terdiri dari 95% mol hidrogen dan 5% mol metana, kondisi keluaran
reaktor adalah 1.000°F dan 520 psia. Perbandingan molar hidrogen dengan toluena dalam
umpan ke reaktor harus 4 untuk mencegah pembentukan kokas. Konversi toluena adalah
70%. Bifenil dalam reaktor limbah adalah jumlah kesetimbangan kimia. Kondisi Flash Drum
adalah 100°F dan 500 psia. Uap flash tidak dipisahkan menjadi hidrogen dan metana, tetapi
dibersihkan untuk membatasi metana menumpuk di gas recycle. Gas pembersih, yang memiliki
nilai bahan bakar, yaitu 25% dari uap yang meninggalkan flash drum. Pemisahan yang sempurna
dapat diasumsikan untuk tiga kolom. Berdasarkan informasi ini, Anda dapat memperoleh
material pabrik yang sesuai saat ini.
Alternatif 1. Simulasikan operasi pabrik saat ini. Perhatikan bahwa proses memiliki dua loop
recycle yang harus bergabung kembali. Persamaan SRK dari keadaan tetap untuk nilai K dan
entalpi. Dari neraca dapat disimpulkan, rangkuman neraca massa total dalam pound per tahun
(yaitu, proses umpan dan produk).

Alternatif 2. Menghilangkan kolom toluena dan jalankan kembali simulasi. Saat bipenil yang
didaur ulang dibuang, produksi benzena harus meningkat. Mengganti laju alir, yang membagi
uap flash ke pembersih dan daur ulang gas, dengan unit pemisahan membran yang dapat
dimodelkan dengan unit CSEP (kotak hitam pemisah).

Untuk Alternatif 2, vendor dari unit membran telah mengikuti informasi berikut:

Hidrogen akan melewati membran lebih cepat dari metana. Uap benzena, toluena, dan
bifenil tidak akan melewati membran.

Serapan yang kaya hidrogen akan menjadi gas daur ulang baru. Gas digunakan untuk
bahan bakar.

Tes menunjukkan bahwa kemurnian gas serapan yang kaya hidrogen akan menjadi 95%
mol dengan pemulihan hidrogen dari 90%. Namun, tekanan dari gas serapan akan menjadi 50
psia, dibandingkan dengan 500 psia untuk gas recycle di operasi pabrik saat ini. Tekanan dari
570 psia diperlukan pada keluarnya sistem kompresi gas daur ulang. Dengan demikian,
kompresor baru akan dibutuhkan.

Menjalankan proses dirubah dengan simulator. Dari neraca bahan yang dikumpulkan,
merangkum neraca bahan komponen keseluruhan dalam pound per tahun (yaitu, proses feed dan
produk).

Unit membran harus diukur dengan perhitungan analitk atas dasar fluks hidrogen
melewati membran. Tes oleh vendor menggunakan membran selulosa asetat tidak berporos di
modul spiral-wound menunjukkan bahwa fluks ini 20 SCFH (60 ° F dan 1 atm) per kaki persegi
luas permukaan membran per 100 psi hidrogen parsial tekanan kekuatan pendorong. Untuk
menentukan kekuatan pendorong, mengambil tekanan parsial hidrogen di sisi pakan dari
membran sebagai rata-rata aritmatika antara inlet dan outlet (retentat) tekanan parsial.
Mengambil tekanan parsial hidrogen di sisi permeat seperti yang dari permeat akhir.

Ringkas dan diskusikan hasil Anda dalam laporan ini dan buat rekomendasi mengenai studi
biaya.
The hidrodealkilasi dari toluene dan hydrogen (HDA) adalah proses yang digunakan untuk
menghasilkan benzena. Reaksi utama dalam proses ini adalah:

Toluene + H2  Benzene + CH4

Rangkaian alat simulasi untuk secara umum sebagai berikut :

Recycle Gas
H2 , CH4
H2 dan CH4 Kompresor Divider

H2/Tol=.. 1000 oF
Mixer Mixer Reaktor Flash
520 Psia
Recycle
Toluena Benzena H2 , CH4
n n
Colum
Toluena
Colum izer
e ne Stabil
Toluen Benze

Biphenyl

Alternatif pertama digunakan proses HDA yang sudah dibuat lebih simpel untuk
mempermudah simulasi. Proses ini membentuk benzena dari reaksi toluena dengan hidrogen,
reaksi fasa gas homogen ini terjadi pada kisaran temperatur 1000 oF dengan tekanan 520 Psia.
Aliran umpan hidrogen memiliki kemurnian 95% (sisanya adalah metana) dan dicampur dengan
aliran inlet toluena daur ulang dan aliran hidrogen daur ulang. Efluen reaktor mengandung
hidrogen dan toluena yang tidak bereaksi, benzena (produk yang diinginkan), biphenyl, dan
metana.
Hasil efluen tersebut dipisahkan dalam pemisahan flash untuk mengembunkan senyawa
aromatik dari hidrogen dan metana yang tidak dapat dikondensasi. Aliran cairan keluar flash
yang masih mengandung hidrogen dan metana dikeluarkan lagi melalui unit pemisah stabilizer
(unit flash sekunder). Aliran sisa keluar stabilizer terdiri dari benzena, diphenil, dan toluena yang
kemudian akan dipisahkan lebih lanjut dalam dua kolom distilasi. Kolom pertama digunakan
untuk memisahkan produk, benzena, dari toluena dan biphenyl, sedangkan kolom kedua
digunakan untuk memisahkan biphenyl dengan toluena. Toluena yang sudah dipisahkan tersebut
didaur ulang kembali masuk ke dalam reaktor. Pada bagian alternatif ini, fokus utama penelitian
adalah menentukan kondisi reaktor sementara untuk alat yang lain seperti flash, stabilizer, kolom
benzena dan kolom toluena menggunakan separator biasa dengan nilai kemurnian benzena,
toluena dan biphenyl sebesar 90%. Dalam melakukan proses ini perlu diperhatikan dan
dipertimbangkan dalam mengubah kondisi umpan agar perolehan produk yang diinginkan lebih
baik dari sebelumnya atau setidaknya sama dengan perolehan produk awal.

Alternatif kedua
Rangkaian alat simulasi secara umum untuk simulasi kedua:

Recycle Gas H2 , CH4


H2 dan CH4 Kompresor Divider

H2/Tol=4
1000 oF
Mixer Mixer Reaktor Flash
520 Psia

Benzena H2 , CH4
mn
Recycle lizer
Toluena
Colu
Toluena dan
Stabi
Biphenyl
ne
Benze

Pada alternatif kedua ini digunakan prinsip bahwa biphenyl dapat dikembalikan lagi
masuk ke dalam reaktor karena menurut reaksi kesetimbangan antara benzena dan biphenyl
menunjukkan bahwa jika konsentrasi biphenyl semakin banyak, maka reaksi kesetimbanganakan
bergeser ke arah benzene. sehingga jumlah benzene yang kita prolehpun juga diharapkan
semakin banyak dibandingkan dengan studi kasus pertama.
Evaluasi biaya

Untuk rekomendasi mengenai studi biaya alternatif pertama layak di gunakan, hal ini
dikarenakan untuk proses pada alternatife ini biphenyl digunakan sebagai bahan bakar sehingga
mengrangi energy proses nya.
Dan juga pada alternatif kedua ,kita harus mengetahui pengaruh selektivitas benzene
yang diproleh dan kebutuhan energi pada proses jika salah satu dari kolom tersebut dihilangkan
dengan mendaur ulang biphenyl dan toluena ke dalam reaktor dengan umpan toluena dan
hidrogen yang masih segar.