Anda di halaman 1dari 6

TOPIK 1

MENGHITUNG BIAYA PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK

A. TUJUAN
Tujuan Praktikum Fisika Dasar Topik 1 Menghitung Biaya
Penggunaan Energi Listrik sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat memprediksi konsumsi energi listrik yang digunakan
(rumah, tempat usaha, atau lainnya…).
2. Mahasiswa dapat memprediksi biaya penggunaan energi listriknya.
3. Mahasiswa dapat membandingkan dengan tagihan dari PLN.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Energi sering disebut juga tenaga. Dalam pengertian sehari-hari energi
dihubungkan dengan gerak, misal: anak yang energik artinya anak yang
penuh energi selalu bergerak tidak pernah diam, artinya orang yang mampu
bekerja. Jadi, energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dalam
fisika, energi dihubungkan dengan gerak, yaitu kemampuan melakukan kerja
mekanik. Energi di dalam alam adalah besaran yang kekal dengan sifat
sebagai berikut.
1. Tranformasi energi.
Energi dapat diubah menjadi energi bentuk lain, tidak dapat hilang,
misal: energi pembakaran berubah menjadi energi penggerak mesin.
2. Transfer energi.
Energi dapat dipindahkan dari satu benda ke benda lain atau dari satu
sistem ke sisitem lain, misal jika memasak air, energi dari api dipindah
ke air yang menjadi panas, menjadi energi panas (kalor) dipindahkan lagi
ke dalam uap air menjadi energi uap.
3. Kerja.
Energi dapat pindah ke sistem lain melalui gaya yang menyebabkan
pergeseran adalah kerja mekanik.
4. Energi tidak dapat dibentuk dari nol, dan tak dapat dimusnahkan (Sarojo,
2014).
Krisis energi merupakan isu paling panas yang dihadapi oleh seluruh
dunia hari-hari ini. Listrik adalah salah satu dari kebutuhan dasar
pembangunan ekonomi dan standar yang memadai untuk hidup. Permintaan
kebutuhan energi listrik di suatu Negara adalah sebanding dengan
pertumbuhan penduduk. Jika permintaan ini tidak dipenuhi dengan pasokan
maka krisis energi akan terjadi (Javaid, 2011).
Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang saat ini
dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Proyeksi bebas energi
listrik yang semakin tinggi mengharuskan pemerintah menjalankan proyek 10
ribu MW. Di sisi lain krisis energi dan biaya tarif dasar listrik (TDL) yang
cenderung naik mengharuskan melakukan upaya penghematan energi listrik
(Solichan, 2010).
Daya listrik (satuan watt) yang dihasilkan sumber energi dalam
membawa muatan q (dalam satuan coulomb) melintasi potensial yang naik V
dalam satuan volt) dalam kurun waktu t (salam satuan detik) ialah:
𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑉𝑞
Daya yang diberikan = =
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡
Karena qlt = I rumus ini dapat pula ditulis sebagai:
Daya yang diberikan = VI (Bueche, 1994)
Daya yang hilang dalam hambatan didapatkan dengan mengubah
lambang V dalam VI menjadi IR, atau dengan menggantikan I dalam VI
dengan V/R sehingga diperoleh:
𝑉2
Daya yang hilang dalam hambatan = VI = I2R = (Bueche, 1994)
𝑅
Energi yang dicatu oleh suatu rangkaian listrik dalam selang waktu
yang diketahui ialah:
W = P x t joule
Dengan P merupakan daya dalam watt dan t merupakan waktu dalam detik.
(P dapat saja dihitung dengan beberapa cara yang ditunjukkan sebelumnya)
(Parton, 2004).
Konsumsi energi dalam negeri bergantung pada lokasi design dan
konstruksi tempat tinggal dan spesifikasi dari sistem pemanas dan kontrol
dengan efisiensi peralatan, perilaku dan karakteristik sosial penduduk. Total
dari konsumsi energi dalam negeri bisa dikurangi sebesar 10-30% dari
perilaku penduduk itu sendiri. Konsumsi energi perumahan juga tergantung
pada komposisi dan intensitas dari penggunaan energi (Yohanis, 2007).
Rekening Utilitas Listrik biasanya berdasarkan kilowatt-jam (kWh),
yang merupakan jumlah konsumsi energi yang telah digunakan dalam jangka
waktu tertentu. Satuan kWh ini dapat dikonversi ke J dengan rumus berikut:
𝐽 .ℎ
1 kWh = 1000 Wh = 1000 x 3600 = 3,6 x 106 J (Sutarno, 2013)
𝑠
Jumlah pasokan energi atau besarnya biaya pemakaian listrik sangat
ditentukan oleh besarnya daya listrik terpasang, jumlah pemakaian LWBP,
WBP, dan kVARh. Besarnya daya terpasang sangat mempengaruhi besarnya
pembayaran listrik. Factor-faktor yang mempengaruhi besrnya biaya LWBP
sangat ditentukan oleh jumlah alat yang beroperasi dan besarnya jam operasi.
Sehingga untuk menurunkan LWBP maka jumlah alat dan jam operasi harus
dikurangi. Demikian juga untuk mengurangi pembayaran WBP perlu
dilakukan pengurangan jumlah peralatan dan jam pengoperasian (Latief,
2009).
Perlindungan yang lebih jauh terhadap bahaya sengatan listrik
disediakan oleh konduktor ketiga yang dinamakan kabel penyambung tanah
(grounding wire), yang disediakan dalam semua pemasangan kabel. Untuk
membantu mencegah kesalahan pemasangan kabel, maka pemasangan kabel
rumah tangga menggunakan sebuah kode warna yang baku di mana sisi panas
sebuah jalur mempunyai isolasi berwarna hitam (hitam dan merah untuk
kedua sisi sebuah jalur 240 V) sisi netral mempunyai isolasi berwarna putih
dan konduktor penyambung tanah tidak diisolasi (tidak dibungkus) atau
mempunyai isolasi berwarna hijau (Young and Roger, 2003).
Di dalam bahan konduktor, atom-atom tersusun sedemikian rupa
sehingga terdapat elektron yang tidak begitu kuat terikat oleh inti masing-
masing atom. Elektron tersebut dapat bergerak bebas di dalam bahan serta
disebut elektron penghantar. Akibatnya, setiap medan yang muncul di dalam
konduktor akan menggerakkan elektron tersebut. Arus listrik mengalir dari
potensial tinggi menuju potensial rendah. Sebaliknya, elektron mengalir dari
potensial rendah menuju potensial tinggi (Raharjo, 2008).
Secara garis besar perusahaan pembangkit listrik di Indonesia
dikelompokkan menjadi dua, yaitu pembangkit untuk kepentingan umum dan
pembangkit untuk kepentingan sendiri. Pembangkit untuk kepentingan umum
sebagian besar dipasok oleh PT. PLN (Persero) dan sebagian kecil dipasok
oleh perusahaan listrik swasta, yang sering disebut IPP (Independent Power
Producer), dan koperasi. Sedangkan pembangkit untuk kepentingan sendiri
sering disebut captive power, yang diusahan oleh swasta untuk kepentingan
operasi perusahaannya (Sugiyono, 2000).

C. METODE PENELITIAN
1. Alat
a. Meteran listrik
2. Bahan
a. Struk pembayaran listrik 3 bulan terakhir
3. Cara kerja

Pendataan daya peralatan listrik

Perhitungan konsumsi listrik

Perhitungan biaya

Perbandingan

Gambar 1.1 Diagram Alir Proses Perhitungan Biaya Penggunaan


Energi Listrik
DAFTAR PUSTAKA

Bueche, Frederick. 1994. Teori dan Soal-Soal Fisika Edisi Kedelapan. Erlangga.
Jakarta.
Javaid, Arshad., Sarfraz Hussain., Abdul-Maqsood., Zeba Arshad., Awais
Arshad., Majid Idress. 2011. Electrical Energy Crisis in Pakistan and
Their Possible Solutions. Internatioanl Journal of Basic and Applied
Science IJBAS-IJENS, Vol. 11, No. 05.
Latief, Abdul. 2009. Rancangan Penghematan Biaya Pemakaian Listrik di
Instalasi Radiometalurgi-PTBN. Urania, Vol. 15, No. 4.
Parton, R. K. 2004. Instalasi Listrik Volume 1 Edisi Keenam. Erlangga. Jakarta.
Raharjo, Trustho. 2008. Fisika Dasar (Bagian Listrik). UNS Press. Surakarta.
Sarojo, Ganijanti Aby. 2014. Seri Fisika Dasar Mekanika Edisi 5. Salemba
Teknika. Jakarta.
Solichan, Achmad. 2010. Audit dan Konservasi Energi sebagai Upaya
Pengoptimalan Pemakaian Energi Listrik di Kampus Kasipah UNIMUS.
Prosiding Seminar Nasional UNIMUS. ISBN: 978.979.704.883.9.
Sugiyono, Agus. 2000. Prospek Penggunaan Teknologi Bersih untuk Pembangkit
Listrik dengan bahan Bakar Batubara di Indonesia. Jurnal Tekonologi
Lingkungan, Vol. 1, No.1.
Sutarno. 2013. Fisika untuk Universitas Edisi Pertama. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Yohanis, Yigzaw G., Jayanta D. Mondol., Alan Wright., Brian Norton. 2007.
Real-life energy use in the UK: How occupancy and dwelling
characteristics affect domestic electricity use. Energy and Buildings 40.
Young, Hugh D., Roger A. Freedman. 2003. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh
Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
Lampiran :
DOKUMENTASI TOPIK 1
MENGHITUNG BIAYA PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK

Gambar 1.2 Pembayaran listrik bulan pertama

Gambar 1.3 Pembayaran listrik bulan kedua

Gambar 1.4 Pembayaran listrik bulan ketiga