Anda di halaman 1dari 7

ACARA II

DINAMIKA FLUIDA

A. TUJUAN
Laporan Praktikum Fisika Dasar acara II Dinamika Fluida ini adalah
sebagai berikut:
1. Menghitung besar debit saluran dengan pendekatan laju aliran dan luas
penampang
2. Mengetahui besarnya faktor koreksi/corecction factor (Cf) dari sistem
pengukuran yang digunakan

B. TINJAUAN PUSTAKA
Fluida adalah zat yang dapat mengalir, yang terdiri dari zat cair dan
gas. Ada fluida yang tak mengalir dan ada fluida yang mengalir. Ilmu yang
mempelajari fluida yang tak mengalir disebut statika fluida dan ilmu yang
mempelajari fluida yang mengalir disebut dinamika fluida
(Helmizar, 2011). Zat cair dan gas tidak mempertahankan suatu bentuk
yang tetap, keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir, dengan
begitu keduanya disebut sebagai fluida (Giancoli, 1997).
Fluida secara khusus didefinisikan sebagai zat yang berdeformasi
terus menerus selama dipengaruhi suatu tegangan geser. Apabila benda
padat dikenai tegangan geser, mula-mula benda ini akan berdeformasi
kecil dan tidak terus menerus berdeformasi (mengalir). Namun, fluida
akan mengalir apabila padanya bekerja sebuah tegangan geser
(Munson, 2004).
Fluida dibedakan menjadi 2, yaitu fluida statis (zat alir yang tidak
mengalir) dan fluida dinamis (zat alir yang mengalir). Fluida statis ini
mengenai tekanan dan hubungan antara tekanan udara terhadap ketinggian
di atas permukaan laut, atau kedalaman di bawah permukaan pada ragam
fluida. Sedangkan fluida dinamis mengenai sifat fluida yang mengalir,
baik pada fluida ideal maupun fluida nyata (Jati dan Priyambodo, 2008).
Aliran (atau pelepasan) fluida (Q); apabila fluida di dalam pipa
mengalir dengan kecepatan rata-rata v, maka Q = Av (Bueche, 1993).
Dimana Q merupakan debit air, v adalah laju kecepatan air dan A adalah
luas penampang pipa (Sood,2013). Satuan Q adalah m3/s dalam SI
(Bueche, 1993).
Lintasan yang ditempuh sebuah unsur fluida yang sedang bergerak
disebut garis alir. Umumnya kecepatan unsur itu berubah besar dan
arahnya di sepanjang garis alirnya (Sears dan Zemansky, 1991). Laju alir
massa didefinisikan sebagai massa fluida ∆m yang melalui titik tertentu
per satuan waktu ∆t, laju alir massa = ∆m/∆t (Giancoli, 1997).
Fluida dinamis dilandasi oleh Hukum Bernoulli yang memperoleh
persamaan hubungan antara tekanan dengan ketinggian dan kelajuan alir
fluida. Dasar yang digunakan persamaan Bernoulli adalah hokum
kekekalan tenaga, hanya saja hokum kekekalan itu ditampilkan dalam per
satuan volume (Jati dan Priyambodo, 2008).
Jika debit telah diketahui maka akan muncul bilangan konstan
yang dinamakan factor koreksi yang dirumuskan Cf = Qa/Qu. Dimana Cf
adalah faktor koreksi, Qa adalah debit aktual, dan Qu adalah debit terukur.
Faktor koreksi (Cf) merupakan perbandingan antara debit aktual dengan
debit teoritis. Semakin tinggi debit aliran maka faktor koreksinya
cenderung konstan. Hal ini disebabkan karena semakin besar debit aliran
maka kecepatan aliran fluida akan meningkat (Gigih Pungky, 2014).
Macam-macam aliran fluida yaitu aliran lurus atau aliran laminar
dan aliran turbulen (Giancoli, 1997). Pada aliran lurus/laminar setiap
fluida mengikuti sebuah lintasan lurus dan lintasan ini tidak saling
menyilang satu sama lain. Sedangkan aliran turbulen atau aliran bergolak
dicirikan oleh ketidaktentuan, kecil, melingkar-lingkar seperti pusaran air
yang disebut sebagai arus eddy atau kisaran. Kisaran akan menyerap
energi dalam jumlah banyak, meskipun sejumlah friksi internal tertentu
yang disebabkan oleh kekentalan (Giancoli, 1997). Kekentalan atau
viskositas dari suatu zat alir adalah suatu ukuran besarnya tegangan geser
yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan kepesatan geser dengan
satuan tegangan atau Pa (Bueche, 1993). Viskositas adalah kekentalan
suatu zat yang dapat dihitung dengan viscometer (Yero dan Hainin, 2012).
Koefisien gesek bukan hanya dipengaruhi oleh viskositas namun
dipengaruhi juga oleh tipe aliran, kecepatan aliran dan jenis bahan saluran
(Siregar dan Sinaga, 2013).

C. METODE PERCOBAAN
1. Alat
a. Beban
b. Model selang (yang telah dimodifikasi)
c. Pelampung
d. Penampung
e. Penggaris
f. Set pompa beserta selangnya
g. stopwatch
2. Bahan
a. Air
3. Cara kerja
Rangkaian saluran

Penampungan air dalam Pengaliran Pelampung


wadah bervolume tertentu

Debit output saluran Debit saluran

Pencatatan data

Pengulangan Percobaan
sebanyak tiga kali

Data yang valid

Gambar 2.1 Diagram alir (flowchart) Praktikum Acara II Dinamika


Fluida
DAFTAR PUSTAKA

Bueche, Frederick J. 1993. Fisika Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.


Giancoli, Douglas C. 1997. Fisika Edisi Keempat Jilid Satu. Erlangga : Jakarta.
Helmizar. 2011. Studi Eksperimental Tentang Head Loss Pada Aliran Fluida
yang Melalui Elbow 90o. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Cakra M Vol.5(1):
26.
Istiawan, Gigih Pungky. 2014. Pengaruh Variasi Lubang Orifice Plate terhadap
Faktor Koreksi Orifice Plate Meter.
Jati, Bambang Murdaka Eka dan Tri Kuntoro Priyambodo. 2008. Fisika Dasar
untuk Mahasiswa Eksakta dan Teknik. Andi. Yogyakarta.
Munson, Bruce R., dan Donald F.Y. 2004. Mekanika Fluida Edisi Keempat Jilid
Satu. Jakarta: Erlangga.
Sears, Francis Weston dan Mark W. Zemansky. 1991. Fisika untuk Universitas 1
Mekanika, Panas dan Bunyi. Bina Cipta. Jakarta
Siregar, Jhon F. dan Jorfri B. Sinaga. 2013. Perancangan Alat Uji Gesekan Aliran
di Dalam Saluran. FEMA Vol.1, No.1, Hal.74-79.
Sood, Ria, Manjid Kaur dan Hemant Lenka. 2013. Design and Development of
Automatic Water Flow Meter. IJCSEA Vol.3, No.3, Hal.49-59.
Yero, Suleiman A. dan Mohd. Rosli Hainin. 2012. Viscosity Characteristics of
Modified Bitumen. ARPN Vol.2, No.2, Hal.500-503.
LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA DASAR

Disusun Oleh:

Vira Azhartuti
H0916081
Kelompok 13

ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016
Gambar 2.2 Pengukuran Debit Aliran

Gambar 2.3 Perhitungan waktu pelampung bergerak

Gambar 2.4 Pengamatan pada geraknya pelampung