0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
574 tayangan7 halaman

Perencanaan Pelat Atap Beton

Bab ini membahas perencanaan pelat lantai dan atap yang mencakup perhitungan beban yang bekerja pada pelat, perhitungan tebal dan tulangan pelat, serta contoh perhitungan rinci untuk dua tipe pelat atap berbeda ukuran.

Diunggah oleh

hardiantodwi1
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
574 tayangan7 halaman

Perencanaan Pelat Atap Beton

Bab ini membahas perencanaan pelat lantai dan atap yang mencakup perhitungan beban yang bekerja pada pelat, perhitungan tebal dan tulangan pelat, serta contoh perhitungan rinci untuk dua tipe pelat atap berbeda ukuran.

Diunggah oleh

hardiantodwi1
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

PERENCANAAN PELAT LANTAI DAN ATAP

PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN PELAT

1. PEMBEBANAN PADA PELAT


A. Pelat Atap
Beban mati
- Berat sendiri = 0.15 m x 2400 kg/m3 = 360 kg/m2
- Berat langit-langit + kerangka = 7 kg/m2 + 11 kg/m2 = 18 kg/m2
- Berat MEP = 30 kg/m2
- Berat finishing/spesi (1 cm) = 0.01 m x 2100 kg/m3 = 21 kg/m2
PD total = 429 kg/m2
Beban hidup
- Berat hidup atap = 0.96 kN/m2 ≈ 96 kg/m2
PL total = 96 kg/m2
Beban hujan
- Berat hujan = 0.05 m x 1000 kg/m3 = 50 kg/m2
R total = 50 kg/m2
2
Kombinasi beban =1.2 PD + 1.6 PL + 0.5 R = 693.4 kg/m
≈ 700 kg/m2

2. PERHITUNGAN PELAT
DATA PELAT
- Tebal pelat atap = 0.15 m
- Selimut beton = 50 mm
- Tulangan rencana atap = 19 mm
- Mutu baja (fy) = 240 MPa ; 2400 kg/cm2 BJ 37
- Mutu beton (fc’) = 35 MPa ; 350 kg/cm2
- dx = 150 mm – 50 – ½ (19)
= 90.5 mm
- dy = 150 mm – 50 – 19 – ½ (19)
= 71.5 mm
PERHITUNGAN
Tahapan yang digunakan dalam menentukan tulangan lentur plat adalah sebagai berikut:
1. Menentukan data-data d, fy, fc’, dan Mu
2. Menentukan batasan harga tulangan dengan menggunakan rasio tulangan yang
disyaratkan sebagai berikut :
0.85  1 fc '  600 
b   
fy  600  fy 
 max  0.75 b

0,25 f ' c
 min 
fy
3. Hitung rasio tulangan yang dibutuhkan :
1 2  m  Rn 
 1  1  
m fy 
4. Menentukan luas tulangan (AS) dari ῤ yang didapat
As
 
bxd
 fc'28 
β1 = 0,85 – 0,05   pasal 10.2.7.3 SNI 2847 2013
 7 
 fc'28   35  28 
Fc = 35 Mpa > 28 maka β1 = 0,85 – 0,05   = 0,85 – 0,05   = 0,8
 7   7 
0,85  1  fc'  600  0,85  0,8  35  600 
ρbalance =    =   = 0.0708
fy  600  fy  240  600  240 
ρmax = 0,75 x ρbalance = 0,75 x 0,0708 = 0.0531

0.25 f ' c 0.25


min = = 35 = 0.0062
fy 240

fy 240
m   8.067
0.85 fc' 0.85 x35
Dalam perhitungan penulangan pelat jika Ly/Lx < 2maka di dapat rumus momen sebagai
berikut:
Mlx = 0.001 . qu . Lx2 . X
Mtx = -0.001 . qu . Lx2 . X
Mly = 0.001 . qu . Lx2 . X
Mty = -0.001 . qu . Lx2 . X
Mlx = momen lentur pelat per satuan panjang di lapangan di arah bentang lx.
Mly = momen lentur pelat per satuan panjang di lapangan di arah bentang ly.
Mtx = momen lentur pelat per satuan panjang di tumpuan di arah bentang lx.
Mty = momen lentur pelat per satuan panjang di tumpuan di arah bentang ly.
A. PELAT ATAP TYPE A UKURAN (3 m x 4 m)

Didapat persamaan momen sebagai berikut : (ly/lx = 1.333)


Mlx  nilai X = 51
Mtx  nilai X = 51
Mly  nilai X = 38
Mty  nilai X = 38

Mlx = 0.001.qu.Lx2 .X = 0.001 x 693.4 x 32 x 51 = 318.2706 kgm


Mtx = -0.001.qu.Lx2 .X = -0.001 x 693.4 x 32 x 51 = -318.2706 kgm (+)
Mly = 0.001.qu.Lx2 .X = 0.001 x 693.4 x 32 x 38 = 237.1428 kgm
Mty = -0.001.qu.Lx2 .X = -0.001 x 693.4 x 32 x 38 = -237.1428 kgm (+)
Momen arah x
Mu 318.2706
Mnx = = 0.9 = 353.634 kgm
φ

Mn 353.634 kg
Rn = = = 43177.43659 2 = 0.423 N/mm2 = 0.423 Mpa
b  dx 2 2
1x0,0905 m

1 2m  Rn  1  2  8.067  0.423 
perlu = 1  1   = 1  1   = 0.0018

m fy 
 8.067  240 

perlu < min maka dipakai min


Asperlu = min . b . dx..
= 0.0062 x 1000 x 90.5
= 561.1 mm2
1000
Smax = = 166,667 mm ≈ 150 mm (memudahkan pengerjaan)
6

Direncanakan menggunakan tulangan 19 mm,


As 561.1
n = = = 1.979 buah ≈ 2 buah
1 1
  d 2    19 2
4 4
Dipasang tulangan lentur 2  19-150 mm

Momen arah y
Mu 237.1428
Mnx = = 0.9 = 263.492 kgm
φ

Mn 263.492 kg
Rn = = = 51541.298 2 = 0.506 N/mm2 = 0.506 Mpa
b  dy 2
1x0,0715 2
m

1 2m  Rn  1  2  8.067  0.506 
perlu = 1  1   = 1  1   = 0.0021
  
8.067  240 
m fy  

perlu < min maka dipakai min


Asperlu = min . b . dy..
= 0.0062 x 1000 x 71.5
= 443.3 mm2
1000
Smax = = 166,667 mm ≈ 150 mm (memudahkan pengerjaan)
6

Direncanakan menggunakan tulangan 19 mm,


As 443.3
n = = = 1.564 buah ≈ 2 buah
1 1
  d 2    19 2
4 4
Dipasang tulangan lentur 2  19-150 mm

B. PELAT ATAP TYPE 2 UKURAN (2 m x 3 m)


Didapat persamaan momen sebagai berikut : (ly/lx = 1.5)
Mlx  nilai X = 56
Mtx  nilai X = 56
Mly  nilai X = 37
Mty  nilai X = 37

Mlx = 0.001.qu.Lx2 .X = 0.001 x 693.4 x 22 x 56 = 155.3216 kgm


Mtx = -0.001.qu.Lx2 .X = -0.001 x 693.4 x 22 x 56 = -155.3216kgm (+)
Mly = 0.001.qu.Lx2 .X = 0.001 x 693.4 x 22 x 37 = 102.6232 kgm
Mty = -0.001.qu.Lx2 .X = -0.001 x 693.4 x 22 x 37 = -102.6232 kgm (+)

Momen arah x
Mu 155.3216
Mnx = = 0.9 = 172.58 kgm
φ

Mn 172.58 kg
Rn = = = 21071.3416 2 = 0.207 N/mm2 = 0.207 Mpa
b  dx 2 2
1x0,0905 m

1 2m  Rn  1  2  8.067  0.207 
perlu = 1  1   = 1  1   = 0.000866

m fy 
 8.067  240 

perlu < min maka dipakai min


Asperlu = min . b . dx..
= 0.0062 x 1000 x 90.5
= 561.1 mm2
1000
Smax = = 166,667 mm ≈ 150 mm (memudahkan pengerjaan)
6

Direncanakan menggunakan tulangan 19 mm,


As 561.1
n = = = 1.979 buah ≈ 2 buah
1 1
  d 2    19 2
4 4
Dipasang tulangan lentur 2  19-150 mm
Momen arah y
Mu 102.6232
Mny = = 0.9 = 114.026 kgm
φ

Mn 114.026 kg
Rn = = = 22304.465 2 = 0.219 N/mm2 = 0.219 Mpa
b  dy 2
1x0,0715 2
m

1 2m  Rn  1  2  8.067  0.219 
perlu = 1  1   = 1  1   = 0.000916
  
8.067  240 
m fy  

perlu < min maka dipakai min


Asperlu = min . b . dy..
= 0.0062 x 1000 x 71.5
= 443.3 mm2
1000
Smax = = 166,667 mm ≈ 150 mm (memudahkan pengerjaan)
6

Direncanakan menggunakan tulangan 19 mm,


As 443.3
n = = = 1.564 buah ≈ 2 buah
1 1
  d 2    19 2
4 4
Dipasang tulangan lentur 2  19-150 mm
C.

Anda mungkin juga menyukai