0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
130 tayangan24 halaman

(FIX) PKPO 4. R Penulisan Resep

Keputusan Direktur RSUD dr. H. Marsidi Judono menetapkan staf medis yang berhak menulis resep di rumah sakit tersebut, termasuk resep narkotika dan psikotropika. Keputusan ini juga menetapkan standar penulisan resep serta berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Diunggah oleh

Dina Indriana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
130 tayangan24 halaman

(FIX) PKPO 4. R Penulisan Resep

Keputusan Direktur RSUD dr. H. Marsidi Judono menetapkan staf medis yang berhak menulis resep di rumah sakit tersebut, termasuk resep narkotika dan psikotropika. Keputusan ini juga menetapkan standar penulisan resep serta berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Diunggah oleh

Dina Indriana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG

DINAS KESEHATAN
UPT. RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO
JALAN JEND. SUDIRMAN KM 5,5 AIK RAYAK TANJUNGPANDAN Telp (0719) 21071, Fax (0719) 22190
KODE RS.1902010

E-Mail : rsudbelitung@yahoo.com
KEPUTUSAN DIREKTUR
NOMOR : 445/ /KEP/RSUD dr.H.M.JD/2018

TENTANG
PENULISAN RESEP
DI RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO

DIREKTUR RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di


RSUD dr. H. Marsidi Judono, maka diperlukan
penyelenggaraan Pelayanan Farmasi yang bermutu
tinggi;
b. bahwa untuk mengurangi variasi dan meningkatkan
keselamatan pasien perihal aturan penulisan resep di
lingkungan RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten
Belitung;
c. bahwa setiap Rumah Sakit bertanggungjawab
menetapkan orang-orang dengan pengetahuan dan
pengalaman yang dibutuhkan serta mereka yang
diizinkan sesuai dengan lisensi, sertifikasi, undang-
undang atau peraturan untuk peresepan;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas,
perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur RSUD dr.
H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung;

Mengingat : 1. Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang


Kesehatan;
2. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang
Rumah Sakit;
3. Undang-Undang RI Nomor 7 tahun 1963 tentang
Farmasi;
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 11 tahun 2017
tentang Keselamatan Pasien;
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 72 tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah
Sakit;
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 03 Tahun 2015
tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan
Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor
Farmasi.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO


KABUPATEN BELITUNG TENTANG PENULISAN RESEP DI
RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO
KESATU : Staf Medis yang berhak menulis resep di RSUD dr. H.
Marsidi Judono tertuang sebagaimana terlampir dalam
lampiran 1 keputusan ini.
KEDUA : Staf Medis yang berhak menulis resep di RSUD dr. H.
Marsidi Judono narkotika dan psikotropika tertuang
sebagaimana terlampir dalam lampiran 2 keputusan ini.
KETIGA : Standar penulisan resep di RSUD dr. H. Marsidi Judono
tertuang sebagaimana terlampir dalam lampiran 3
keputusan ini.
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila
ada kekurangan/kekeliruan dalam keputusan ini, akan
diadakan perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Tanjungpandan
Pada tanggal, 2019
DIREKTUR RSUD dr.H. MARSIDI JUDONO

dr. Hendra, Sp.An


NIP. 197608212003121002
LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR
RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO
Nomor : 445/ /KEP/RSUD dr.H.M.JD/2018
Tentang :
Tanggal :

DAFTAR STAF MEDIS RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO KABUPATEN


BELITUNG YANG BERHAK MENULIS RESEP

MASA
TTD/
NO NAMA SPESIALISASI SIP BERLAKU
PARAF
SIP
446/091/SIPD.Sp.An/ 07-09-
dr. Hendra, DPMPTSPP/XI/2018 2018 s/d
1. Anastesi
Sp.An 21-08-
2023
446/039/SIPD-I/ 12-06-
dr. Widodo DPMPTSPP/IV/2018 2017 s/d
2. Bedah
L.T, Sp.B 16-03-
2022
446/035/SIPD-SpPD- 28-08-
dr. Dwi
Penyakit I/DPMPTSPP/III/2019 2018 s/d
3. wirastuti,
Dalam 17-05-
M.Sc, Sp.PD
2023
446/022/SIPD-SpA-I/ 19-11-
dr. Daniel
DPMPTSPP/I/2019 2018 s/d
4. Surjadinata, Anak
16-11-
Sp.A
2023
446/075/SIPD-Sp.A- 13-01-
dr. Ririn
I/DPMPTSPP/VI/2019 2017 s/d
5. Setiawati, Anak
28-08-
Sp.A
2022
dr. Tulus 446/116/SIP/Dinkes/ 02-12-
6. Radiologi
Nainggolan, 2015 2014 s/d
M.Kes, Sp. 02-12-
Rad 2019
446/140/SIP/Dinkes/ 15-09-
dr. Agus
2015 2015 s/d
7. Darwiyanto, Radiologi
15-09-
Sp.Rad
2020
dr. Titik 446/241/SIP/Dinkes/ 10-06-
Handayani Kulit dan 2016 2016 S/D
8.
Tanujaya, Kelamin 26-01-
Sp.PK 2022
446/080/SIP.drg.Sp.BM- 03-08-
drg. Bambang
I/DPMPTSPP/IX/2018 2017 s/d
9. Tri Susilo, Bedah Mulut
27-05-
Sp.BM
2023
446/069/SIPD.Sp.T.H.T. 15-07-
dr. Wahyudi,
10. THT K.I- 2023
Sp. THT. KL
I/DPMPTSPP/VII/2018
446/053/SIP.drg.I/ 25-
DPMPTSPP/VII/2018 112016
11. drg. Gisella Gigi
s/d 05-
04-2022
446-073/SIP.drg.I/ 31-08-
drg.Ardhi
DPMPTSPP/IX/2018 2018 s/d
12. Mirsa Gigi
13-10-
Ekaputra
2023
dr. Hatsari 446/005/SIP-Sp.OG/ 21-07-
Marintan DPMPTSPP/X/2017 2017 s/d
Porman 28-10-
13. Obgyn
Surtana 2022
Siahaan,
Sp.OG
446/002/SIP/Dinkes/ 06-11-
Jantung
dr. Dorothea 2017 2016 s/d
14. Pembuluh
Apitulle, Sp.JP 21-05-
Darah
2022
446/247/SIP/Dinkes/ 31-05-
dr. Ida
2016 2016 s/d
15. Muthmainnah, Mata
12-12-
Sp.M
2021
446/074/SIPD-Sp.B-II/ 08-04-
dr. Fernando
DPMPTSPP/VI/2019 2016 s/d
16. Hutagalung, Bedah
19-05-
Sp.B
2021
446/060/SIPD-Sp-OG-I/ 26-04-
dr. RD.
DPMPTSPP/VII/2018 2018 s/d
17. Mariana Afiati, Obgyn
06-03-
Sp.OG
2024
446/029/SIP/Dinkes/ 06-11-
dr. Bambang 2017 2016 s/d
18. Umum
Hermawan 26-06-
2022
446/012/SIP/Dinkes/ 14-11-
dr. Puji Yulie 2017 2016 s/d
19. Umum
Utami 01-07-
2022
446/085/SIPD- 01-08-
dr. Any
I/DPMPTSPP/X/2018 2018 s/d
20. Noorsilah Umum
26-08-
Agustina
2023
446/087/SIPD- 05-01-
dr. Bertharia
I/DPMPTSPP/X/2018 2017 s/d
21. Romauli Boru Umum
29-10-
Sinaga
2022
446/079/SIPD- 18-08-
22. dr. Indrawati Umum
I/DPMPTSPP/IX/2018 2023
23. dr. Perawati Umum
446/191/SIP/Dinkes/ 01-07-
dr. Gunawan
2016 2015 s/d
24. Nata Umum
01-07-
Kurrahman
2020
446/089/SIPD- 28-05-
dr. Ratna I/DPMPTSPP/X/2018 2018 s/d
25. Umum
Indah K 28-02-
2023
446/059/SIP- 19-03-
dr. Hendra D/DPMPTSPP/VII/2018 2018 s/d
26. Umum
Leofirsta 04-08-
2023
446/057/SIPD- 19-03-
dr. Herni
27. Umum I/DPMTSPP/VII/2018 2018 s/d
Septiani
30-09
446/039/SIPD- 08-12-
dr. Jeffrey IDPMPTSPP/II/2019 2018 s/d
28. Umum
Chandra 13-05-
2024
dr. Lucyana 446/065/SIPD- 29-12-
Carolina I/DPMPTSPP/V/2019 2017 s/d
29. Umum
Sembiring 15-12-
Pandia 2023
446/066/SIPD- 30-11-
dr. Ekta I/DPMPTSPP/V/2019 2016 s/d
30. Umum
Margaredta 21-03-
2022
446/082/SIPD- 02-01-
dr. Arif Susilo I/DPMPTSPP/VII/2019 2019 s/d
31. Umum
Rahadi 01-11-
2024
446/084/SIPD- 01-03-
dr. Gusnur I/DPMPTSPP/VII/2019 2019 s/d
32. Umum
Gazali Ashari 05-10-
2022
446/083/SIPD- 11-07-
dr. Gadistya I/DPMPTSPP/VII/2019 2017 s/d
33. Umum
Novita Adinda 15-11-
2022
446/069/SIPD- 24-10-
dr. Khusnul I/DPMPTSPP/V/2019 2017 s/d
34. Umum
Dwinita 11-08-
2023
446/072/SIPD- 09-01-
dr. Claudia
I/DPMPTSPP/V/2019 2019 s/d
35. Yevinni Umum
13-08-
Vincensius
2023

DIREKTUR RSUD dr.H. MARSIDI JUDONO

dr. Hendra, Sp.An


NIP. 197608212003121002
LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR
RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO
Nomor : 445/ /KEP/RSUD dr.H.M.JD/2018
Tentang :
Tanggal :

DAFTAR STAF MEDIS RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO KABUPATEN


BELITUNG YANG BERHAK MENULIS RESEP NARKOTIKA DAN
PSIKOTROPIKA

MASA
TTD/
NO NAMA SPESIALISASI SIP BERLAKU
PARAF
SIP
446/091/SIPD.Sp.An/ 07-09-
dr. Hendra, DPMPTSPP/XI/2018 2018 s/d
1. Anastesi
Sp.An 21-08-
2023
446/039/SIPD-I/ 12-06-
dr. Widodo L.T, DPMPTSPP/IV/2018 2017 s/d
2. Bedah
Sp.B 16-03-
2022
446/035/SIPD-SpPD- 28-08-
dr. Dwi
Penyakit I/DPMPTSPP/III/2019 2018 s/d
3. wirastuti, M.Sc,
Dalam 17-05-
Sp.PD
2023
446/022/SIPD-SpA-I/ 19-11-
dr. Daniel
DPMPTSPP/I/2019 2018 s/d
4. Surjadinata, Anak
16-11-
Sp.A
2023
446/075/SIPD-Sp.A- 13-01-
dr. Ririn I/DPMPTSPP/VI/2019 2017 s/d
5. Anak
Setiawati, Sp.A 28-08-
2022
446/116/SIP/Dinkes/ 02-12-
dr. Tulus
2015 2014 s/d
6. Nainggolan, Radiologi
02-12-
M.Kes, Sp. Rad
2019
446/140/SIP/Dinkes/ 15-09-
dr. Agus
2015 2015 s/d
7. Darwiyanto, Radiologi
15-09-
Sp.Rad
2020
446/241/SIP/Dinkes/ 10-06-
dr. Titik
Kulit dan 2016 2016 S/D
8. Handayani
Kelamin 26-01-
Tanujaya, Sp.PK
2022
446/080/SIP.drg.Sp.BM- 03-08-
drg. Bambang
I/DPMPTSPP/IX/2018 2017 s/d
9. Tri Susilo, Bedah Mulut
27-05-
Sp.BM
2023
446/069/SIPD.Sp.T.H.T. 15-07-
dr. Wahyudi,
10. THT K.I- 2023
Sp. THT. KL
I/DPMPTSPP/VII/2018
dr. Hatsari 446/005/SIP-Sp.OG/ 21-07-
Marintan DPMPTSPP/X/2017 2017 s/d
11. Obgyn
Porman Surtana 28-10-
Siahaan, Sp.OG 2022
446/002/SIP/Dinkes/ 06-11-
Jantung
dr. Dorothea 2017 2016 s/d
12. Pembuluh
Apitulle, Sp.JP 21-05-
Darah
2022
446/247/SIP/Dinkes/ 31-05-
dr. Ida
2016 2016 s/d
13. Muthmainnah, Mata
12-12-
Sp.M
2021
446/074/SIPD-Sp.B-II/ 08-04-
dr. Fernando
DPMPTSPP/VI/2019 2016 s/d
14. Hutagalung, Bedah
19-05-
Sp.B
2021
446/060/SIPD-Sp-OG-I/ 26-04-
dr. RD. Mariana DPMPTSPP/VII/2018 2018 s/d
15. Obgyn
Afiati, Sp.OG 06-03-
2024

DIREKTUR RSUD dr.H. MARSIDI JUDONO

dr. Hendra, Sp.An


NIP. 197608212003121002
LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR
RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO
Nomor : 445/ /KEP/RSUD dr.H.M.JD/2018
Tentang :
Tanggal :

STANDAR PENULISAN RESEP DI RSUD dr. H. MARSIDI JUDONO


KABUPATEN BELITUNG

1. Resep ditulis secara manual pada blanko lembar resep berkop RS yang
telah dibubuhi stempel Ruangan/Poli tempat pasien dirawat/berobat.
2. Tulisan harus jelas dan dapat dibaca, menggunakan istilah dan singkatan
yang lazim sehingga tidak disalah artikan.
3. Resep ditulis sekali jadi, hindari adanya coretan dan atau tindihan.
4. Obat yang diresepkan harus sesuai dengan formularium RS.
5. Resep ditulis berdasarkan format baku yang dikeluarkan RSUD dr. H.
Marsidi Judono Kabupaten Belitung, dimana masing-masing lembar resep
terdapat item-item yang harus diisi oleh petugas medis, yaitu :
a. Identitas Dokter penulis resep, berupa nama dan spesialisasi
b. Tanggal penulisan resep
c. Nama ruang pelayanan
d. Kolom riwayat alergi
e. Identitas pasien :
1) Nama pasien
2) Nomor MR
3) Tanggal lahir/umur
4) Berat badan
f. Tanda R/ pada setiap sediaan
g. Identitas sediaan obat / alat kesehatan
1) Nama obat berikut dosis/kekuatan
2) Bentuk sediaan obat
3) Jumlah sediaan
4) Aturan pakai
6. Khusus untuk resep yang mengandung obat narkotika dan psikotropika :
a. Harus dibubuhi dengan tandatangan dokter penulis resep (bukan paraf);
b. Tidak boleh ada iterasi (pengulangan);
c. Alamat dan nama pasien harus ditulis dengan jelas, tidak boleh mihi ipsi
(untuk dipakai sendiri)
d. Signa (aturan pakai) harus ditulis dengan jelas, tidak boleh usus
cognitus (sudah tahu cara pakainya).
7. Obat-obat yang sedang digunakan pasien sebelum masuk rumah sakit
harus dicatat pada rekam medis dan diketahui oleh petugas farmasi, dan
dapat diakses oleh petugas kesehatan lain yang terkait.
8. Resep pertama harus dilakukan penyelarasan obat (medication
reconciliation). Penyelarasan obat adalah membandingkan antara daftar
obat yang sedang digunakan pasien sebelum admisi dan obat yang akan
diresepkan agar tidak terjadi duplikasi, terhentinya terapi suatu obat
(omission) atau kesalahan obat lainnya.
9. Penulis resep harus memperhatikan kemungkinan adanya kontraindikasi,
interaksi obat, dan reaksi alergi.
10. Terapi obat dituliskan dalam resep dan rekam medik hanya ketika obat
pertama kali diresepkan, rejimen berubah, atau obat dihentikan. Untuk
terapi obat lanjutan pada rekam medik dituliskan “terapi lanjutkan” dan
pada catatan pemberian obat tetap dicantumkan nama obat dan
rejimennya.
11. Dokter harus mengenali obat-obat yang masuk dalam daftar Look Alike
Sound Alike (LASA) yang ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit untuk
menghindari kesalahan pembacaan oleh tenaga kesehatan lain.

DIREKTUR RSUD dr.H. MARSIDI JUDONO

dr. Hendra, Sp.An


NIP. 197608212003121002
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Resep merupakan permintaan tertulis dokter, dokter gigi, dokter hewan
kepada Apoteker, untuk menyediakan obat dan menyerahkan obat bagi
pasien sesuai peraturan yang berlaku. Obat merupakan sediaan atau
paduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau
menyelidiki sistim fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan
diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan, kesehatan
dan kontrasepsi.
Obat merupakan salah satu komponen tak tergantikan dalam pelayanan
kesehatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup pasien
sehingga diperlukan adanya manajemen yang harus berperan secara kritis
untuk memastikan keselamatan pasien.
Rumah sakit perlu memperhatikan tentang tata cara peresepan,
pemesanan dan pencatatan yang aman diarahkan oleh kebijakan dan
prosedur. Para staf medis, keperawatan, farmasi dan administratif
berkolaborasi untuk mengembangkan dan memonitor kebijakan dan
prosedur. Staf yang terkait dilatih untuk praktek penulisan resep,
pemesanan dan pencatatan yang benar. Karena peresepan obat yang tidak
terbaca atau pemesanan yang mengacaukan keselamatan pasien
bisa menunda pengobatan, maka kebijakan rumah sakit mengatur
tindakan untuk mengurangi tidak terbacanya resep.
Rumah sakit secara kolaboratif mengembangkan suatu kebijakan
dan/atau prosedur untuk membuat cara penulisan resep yang tepat untuk
mengurangi kesalahan pemberian obat (medication error) berdasarkan
system yang ada dirumah sakit.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Meningkatkan keselamatan pasien dalam kebenaran pemberian obat
2. Tujuan Khusus:
a. Meningkatkan kesadaran sejawat penulisan resep akan pentingnya
penulisan resep yang dapat dibaca.
b. Mengurangi tidak terbacanya resep yang dapat memperpanjang
waktu tunggu obat.
c. Mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat
d. Meningkatkan mutu pelayanan farmasi dalam rangka penulisan
resep yang tepat

C. RUANG LINGKUP
Dokter yang mempunyai Surat Izin Praktek (SIP) yang terdiri dari dokter
umum, dokter spesialis dan dokter gigi di RSUD dr. H. Marsidi Judono
Kabupaten Belitung
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI RESEP
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter hewan atau dokter
gigi kepada apoteker untuk membuatkan obat dalam sediaan tertentu dan
menyerahkannya kepada pasien. Resep harus jelas dan lengkap, apabila
resep tidak dapat dibaca dengan jelas atau tidak lengkap apoteker harus
menanyakan kepada dokter penulis resep (Anief, 2010).
Menurut undang-undang yang diperbolehkan menulis resep adalah
dokter umum, dokter hewan, dokter gigi, atau dokter spesialis. Bagi dokter
spesialis tidak ada pembatasan jenis obat yang diberikan kepada pasien.
Resep menyangkut sebagian dari rahasia kedokteran dan kefarmasian,
oleh karena itu tidak boleh diberikan atau diperlihatkan kepada yang tidak
berhak. Resep diperlukan untuk menjaga hubungan dan komunikasi
kolegalitas yang harmonis di antara profesional yang berhubungan, antara
lain: medical care, pharmaceutical care & nursing care. Rahasia dokter
dengan apoteker menyangkut penyakit penderita, khusus beberapa
penyakit, dimana penderita tidak ingin orang lain mengetahuinya. Oleh
karena itu kerahasiaannya dijaga, kode etik dan tata cara (kaidah)
penulisan resep.

B. TUJUAN PENULISAN RESEP


Penulisan resep bertujuan untuk memudahkan dokter dalam
melakukan pelayanan kesehatan di bidang Farmasi sekaligus
meminimalkan kesalahan dalam pemberian obat. Umumnya rentang waktu
buka Instalasi Farmasi dalam pelayanan Farmasi jauh lebih panjang
daripada praktik dokter sehingga dengan penulisan resep diharapkan akan
memudahkan pasien dalam mengakses obat-obatan yang diperlukan sesuai
dengan penyakitnya. Melalui penulisan resep pula, peran dan tanggung
jawab dokter dalam pengawasan distribusi obat kepada pasien dapat
ditingkatkan karena tidak semua golongan obat dapat diserahkan kepada
pasien secara bebas.
C. FORMAT PENULISAN RESEP
Menurut Jas (2009), resep terdiri dari 6 bagian :
1. Inscriptio : Nama dokter, no. SIP, alamat/ telepon/HP/kota/tempat,
tanggal penulisan resep. Sebagai identitas dokter penulis resep, format
inscriptio suatu resep dari rumah sakit sedikit berbeda dengan resep
pada praktik pribadi.
2. Invocatio : permintaan tertulis dokter dalam singkatan latin “R/ = resipe”
artinya ambilah atau berikanlah, sebagai kata pembuka komunikasi
dengan tenaga kefarmasian.
3. Prescriptio/ Ordonatio : nama obat dan jumlah serta bentuk sediaan
yang diinginkan.
4. Signatura : yaitu tanda cara pakai, regimen dosis pemberian, rute dan
interval waktu pemberian harus jelas untuk keamanan penggunaan
obat dan keberhasilan terapi.
5. Subcriptio : yaitu tandatangan atau paraf dokter penulis resep, berguna
dan keabsahan resep tersebut.
6. Pro (diperuntukkan) : dicantumkan nama dan tanggal lahir/umur
pasien. Khusus untuk obat narkotika dan psikotropika harus
dicantumkan alamat jelas pasien.

D. TANDA-TANDA PADA RESEP


1. Tanda Segera, yaitu: Bila dokter ingin resepnya dibuat dan dilayani
segera, tanda segera atau peringatan dapat ditulis sebelah kanan atas
atau bawah blanko resep, yaitu:
a) Cito! : segera
b) Urgent : penting
c) Statim : penting sekali
d) PIM (Periculum in mora) : berbahaya bila ditunda
Urutan yang didahulukan adalah PIM, Statim, dan Cito!.
2. Tanda resep dapat diulang.
Bila dokter menginginkan agar resepnya dapat diulang, dapat ditulis
dalam resep di sebelah kanan atas dengan tulisan iter (Iteratie) dan
berapa kali boleh diulang. Misal, iter 1 x, artinya resep dapat dilayani 2
x. Bila iter 2 x, artinya resep dapat dilayani 1+ 2 = 3 x. Hal ini tidak
berlaku untuk resep narkotika, harus resep baru.
3. Tanda Ne iteratie (N.I) = tidak dapat diulang.
Bila dokter menghendaki agar resepnya tidak diulang, maka tanda N.I
ditulis disebelah atas blanko resep. Resep yang tidak boleh diulang
adalah resep yang mengandung obat-obatan narkotik, psikotropik dan
obat keras yang telah ditetapkan oleh pemerintah/Menkes Republik
Indonesia.
4. Tanda dosis sengaja dilampaui.
Tanda seru diberi dibelakang nama obatnya jika dokter sengaja memberi
obat dosis maksimum dilampaui.
5. Resep yang mengandung narkotik.
Resep yang mengadung narkotik tidak boleh ada iterasi yang artinya
dapat diulang; tidak boleh ada m.i. (mihipsi) yang berarti untuk dipakai
sendiri; tidak boleh ada u.c. (usus cognitus) yang berarti pemakaiannya
diketahui. Resep dengan obat narkotik harus disimpan terpisah dengan
resep obat lainnya.

E. DAFTAR SINGKATAN DALAM PENULISAN RESEP


Daftar singkatan yang paling umum dipakai dan boleh dipakai, terbagi atas
:
1. Bentuk sediaan
NO NAMA SINGKATAN KEPANJANGAN ARTI
1 Emuls Emulsum Emulsi
2 Inj Injectio Obat suntik
3 Sol Solutio Larutan
4 Susp Suspensio Suspensi
5 Syr Syrupus Sirup
6 Garg Gargarisma Obat kumur
7 Gtt auric Guttae auriculares Obat tetes telinga
8 Gtt nasal Guttae nasales Obat tetes hidung
9 Gtt opthl Guttae ophthalmicae Obat tetes mata
10 Amp Ampule Ampul
11 Fl Flacon Botol kecil
12 Sup Suppositorum Suppsoitoria
13 Cr cream Krim
14 Cap/caps capsule Kapsul
15 Tab Tabulae Tablet
16 Pulv Pulvis/pulveres Serbuk / serbuk
terbagi
17 nebul Nebula Obat semprot

2. Frekuensi
NO NAMA SINGKATAN KEPANJANGAN ARTI
1 1 dd / sdd Semel de die Satu kali sehari
2 2 dd / bdd Bis de die Dua kali sehari
3 3 dd / tdd Ter de die Tiga kali sehari
4 4 dd / qdd Quarter de die Empat kali sehari
5 Oh Omni hora Setiap jam

3. Waktu pemberian
NO NAMA SINGKATAN KEPANJANGAN ARTI
1 ac Ante coenam Sebelum makan
Saat sedang
2 dc Durante coenam
makan
3 pc Post coenam Setelah makan
4 hs Hora somni Sebelum tidur
5 an Ante noctum Sebelum tidur
6 m et v Mane et vespere Pagi dan sore
7 prn Pro renata Bila perlu

4. Penggunaan
NO NAMA SINGKATAN KEPANJANGAN ARTI
1 ue Usus externum Obat luar
2 up Usus propius Untuk dipakai
sendiri
Diberikan ke
3 Imm Im mane medicine
tangan dokter
4 Pro Inj Pro Injectio Untuk disuntikkan
5. Lain-lain
NO NAMA SINGKATAN KEPANJANGAN ARTI
1 dext Dextra Kanan
2 sin sinister Kiri
3 R/ recpe Ambillah
4 S signa Tandailah
5 Ad ad Sampai dengan
6 mf Misce fac Campur dan
buatlah
7 iter iter Di ulang
BAB III
TATA LAKSANA

A. PROSEDUR PENULISAN RESEP


1. Penulisan berdasarkan blanko resep dengan ketentuan :
a. Nama dokter diisi sesuai dengan nama dokter penulis resep
b. Tanggal diisi sesuai dengan tanggal penulisan resep
c. Alergi obat diisi jika ada dilingkari “Ya” dan ditulis nama obat. Jika
tidak ada maka dilingkari “Tidak”
d. Ruangan/ Poli diisi sesuai dengan ruangan rawat inap/rawat jalan
e. Tanda R/ pada setiap sediaan
f. Nama pasien
g. Nomor Rekam Medik
h. Tanggal lahir/umur pasien (Jika tidak dapat mengingat lahir)
i. Berat badan pasien (untuk pasien anak)
j. Tinggi badan pasien (untuk obat sitostatika)
2. Untuk obat jadi ditulis :
a. Nama obat (contoh : amoxicillin, ampicillin)
b. Bentuk sediaan (contoh : tablet, injeksi)
c. Kekuatan (contoh : 500 mg, 1 mg)
d. Jumlah sediaan (contoh : X, XV)
3. Untuk obat racikan ditulis :
a. Nama setiap jenis / bahan obat
b. Jumlah bahan obat (mikrogram, milligram, gram, untuk
cairan tetes, mililiter, liter)
4. Khusus untuk resep yang mengandung obat narkotika dan psikotropika:
a. Harus dibubuhi dengan tandatangan dokter penulis resep (bukan
paraf);
b. Tidak boleh ada iterasi (pengulangan);
c. Alamat dan nama pasien harus ditulis dengan jelas, tidak boleh mihi
ipsi (untuk dipakai sendiri)
d. Signa (aturan pakai) harus ditulis dengan jelas, tidak boleh usus
cognitus (sudah tahu cara pakainya).

B. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENULISAN RESEP


1. Tulisan harus jelas dan dapat dibaca, menggunakan istilah dan
singkatan yang lazim sehingga tidak disalah artikan.
2. Resep ditulis sekali jadi, hindari adanya coretan dan atau tindihan.
3. Obat yang diresepkan harus sesuai dengan formularium RS.
4. Obat-obat yang sedang digunakan pasien sebelum masuk rumah sakit
harus dicatat pada rekam medis dan diketahui oleh petugas farmasi,
dan dapat diakses oleh petugas kesehatan lain yang terkait.
5. Resep pertama harus dilakukan penyelarasan obat (medication
reconciliation). Penyelarasan obat adalah membandingkan antara
daftar obat yang sedang digunakan pasien sebelum admisi dan obat
yang akan diresepkan agar tidak terjadi duplikasi, terhentinya terapi
suatu obat (omission) atau kesalahan obat lainnya.
6. Penulis resep harus memperhatikan kemungkinan adanya
kontraindikasi, interaksi obat, dan reaksi alergi.
7. Terapi obat dituliskan dalam resep dan rekam medik hanya ketika obat
pertama kali diresepkan, rejimen berubah, atau obat dihentikan.
Untuk terapi obat lanjutan pada rekam medik dituliskan “terapi
lanjutkan” dan pada catatan pemberian obat tetap dicantumkan nama
obat dan rejimennya.
8. Dokter harus mengenali obat-obat yang masuk dalam daftar Look Alike
Sound Alike (LASA) yang diterbitkan oleh Instalasi Farmasi untuk
menghindari kesalahan pembacaan oleh tenaga kesehatan lain.
9. Perubahan terhadap resep atau instruksi pengobatan harus diganti
dengan resep atau instruksi pengobatan baru.
10. Resep atau instruksi pengobatan yang tidak memenuhi kelengkapan
yang ditetapkan tidak dapat dilayani oleh Instalasi Farmasi.
11. Resep atau instruksi pengobatan yang tidak dapat dibaca atau tidak
jelas maka asisten apoteker/apoteker/perawat yang menerima
resep/instruksi pengobatan harus menghubungi dokter penulis resep.
12. Instruksi lisan harus diminimalkan dan apabila terjadi maka harus
diulang kembali pengejaannya oleh penerima pesan (Apoteker/Asisten
Apoteker/ Perawat) serta ditulis saat pengulangan tersebut dan
dilakukan rekonfirmasi.
13. Aturan pakai seperti frekuensi, dosis, rute pemberian dan aturan pakai
“Jika perlu” (prn) harus dituliskan indikasi untuk penggunaan dan
dosis maksimal dalam sehari.
14. Tidak diperbolehkan menggunakan singkatan yang kemungkinan akan
menimbulkan kesalahan interpretasi.

BAB IV
PENUTUP
Demikianlah panduan ini disusun sebagai pedoman dalam penulisan resep
di RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Panduan ini masih jauh
dari sempurna, oleh sebab itu panduan akan dievaluasi kembali sesuai dengan
tuntutan layanan dan standar akreditasi baik akreditasi Nasional maupun
standar International.
Dengan adanya panduan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam
penulisan resep di lingkungan RSUD dr. H. Marsidi Judono dapat
melaksanakan tugasnya sesuai prosedur sehingga dapat memberikan
pelayanan sebaik mungkin kepada pasien pada khususnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anief, Moh. 2010. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta : UGM Press.


Depkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit,
Jakarta.
Jas, A. 2009. Perihal Resep dan Dosis serta Latihan Menulis Resep Edisi 1.
Medan : Universitas Sumatera Utara Press.

Anda mungkin juga menyukai