Anda di halaman 1dari 11

ARTIKEL HASIL PRAKTIKUM

ANALISIS SEDIAAN OBAT NON STERIL DAN OBAT TRADISIONAL

Diajukan oleh:
Nur Aisyah .J.
15020170174

Laboratorium Mikrobiologi Farmasi


Program Studi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
Makassar
2019
ARTIKEL HASIL PRAKTIKUM
ANALISIS SEDIAAN OBAT NON STERIL DAN OBAT TRADISIONAL

Dipersiapkan dan disusun oleh


Nur Aisyah .J.
15020170174

telah dipertahankan didepan asisten pendamping pada tanggal


.......................................

Telah disetujui oleh:

Asisten Pendamping

Andi Suci Rahmadani tanggal,.......................


ANALISIS SEDIAAN OBAT NON STERIL DAN OBAT TRADISIONAL
Nur Aisyah .J.1 dan Andi Suci Rahmadani2
1
Mahasiswa Fakultas Farmasi, UMI.
2
Asisten Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi, UMI
Email : jaisyah3@gmail.com

INTISARI

Dalam bidang farmasi banyak sediaan yang bermacam-macam, yaitu berupa obat-
obatan (baik obat steril maupun non steril), kosmetik, bahan makanan dan lain-lain.
Dilakukannya analisis dari suatu sediaan farmasi adalah untuk mengetahui apakah
suatu sediaan farmasi tersebut layak untuk digunakan, pengamanan sediaan farmasi
dan alat kesehatan diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang
disebabkan oleh penggunaan sediaan farmasi yang tidak memenuhi syarat mutu dan
atau keamanan. Tujuan dari dilakukannya praktikum ini adalah untuk melihat
tingkat cemaran dari mikroorganisme pada sediaan farmasi dan menentukan
sediaan memenuhi syarat atau tidak, sesuai dengan tabel SNI masing-masing
sediaan. Sediaan yang digunakan kali ini berupa obat tradisional, yaitu Diapet dan
obat non steril yaitu OBH dengan menggunakan pengujian ALT, MPN, dan uji
cemaran bakteri patogen. Hasil yang diperoleh adalah sediaan obat tradisional
Diapet dan obat non steril (OBH) pada uji cemaran bakteri patogen dan uji MPN
merupakan sediaan yang baik dan layak untuk dikonsumsi karena tidak terdapat
cemaran.

Kata Kunci : obat tradisional, obat non-steril, OBH, Diapet, ALT, MPN, cemaran
bakteri patogen.
PENDAHULUAN
Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika1.
Sediaan farmasi yang berupa obat dan bahan obat harus memenuhi syarat
farmakope indonesia dan atau buku standar lainnya2.
Produksi sediaan farmasi harus memenuhi persyaratan, sedemikian
sehingga sediaan farmasi yang diproduksi memenuhi persyaratan mutu, keamanan,
dan keselamatan3.
Pemeriksaan untuk mengetahui cemaran bakteri patogen perlu dilakukan
untuk mengidentifikasi lebih lanjut bakteri patogen dalam sediaan farmasi. Pemeri
ksaan angka Lempeng Total tidak selalu mengindikasikan kualitas sampel karena d
alam pemeriksaan jumlah bakteri yang terdapat dalam sampel tidak dapat menunju
kkan keberadaan dari suatu mikroba patogen4.
Metode MPN (Most Propable Number) merupakan metode perhitungan sel t
erutama untuk perhitungan bakteri coliform berdasarkan jumlah perkiraan terdekat
yaitu perhitungan dalam range tertentu dan dihitung sebagai nilai duga dekat secar
a statistik dengan merujuk pada tabel MPN (Most Propable Number)5.
Bakteri koliform meliputi semua bakteri berbentuk batang, gram negatif, ti
dak membentuk spora dan dapat memfermentasi laktosa dengan memproduksi gas
dan asam pada suhu 370C dan dalam waktu kurang dari 48 jam. Mikroorganisme
koliform secara keseluruhan tidak umum hidup atau terdapat di air sehingga keber
adaannya dalam air dapat dianggap sebagai petunjuk terjadinya pencemaran6.
Berdasarkan hal tersebut maka akan dilakukan analisis produk sediaan
farmasi yang berupa sediaan obat tradisional, untuk menguji penjaminan mutu dari
sampel OBH dan Diapet.
METODE PRAKTIKUM
Jenis dan Rancangan Praktikum
Jenis praktikum yang digunakan pada praktikum ini adalah eksperimental.
Rancangan praktikum ini adalah post test design. Variabel dari praktikum ini adalah
variabel kuantitatif.
Bahan dan Alat Penelitian
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini, yaitu air steril, medium
NA (Nutrient Agar), LB (Lactose Broth), sampel obat OBH, dan obat tradisional
Diapet.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah autoklaf,
batang pengaduk, cawan petri, Erlenmeyer, gelas ukur, inkubator, ose bulat, rak
tabung, sendok tanduk, spoit, tabung reaksi, timbangan analitik, dan plastik wrap.
Sampel Praktikum
Adapun sampel yang digunakan adalah OBH dan Diapet.
CARA KERJA
Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Alat dibungkus dengan kertas HVS
sebelum di sterilkan dan di masukkan ke dalam inkubator selama kurang lebih 2
jam.
Penyiapan Sampel
Disiapkan 4 botol coklat steril yang telah berisi air steril sebanyak 9 mL.
Dilakukan penambahan 1 mL sampel dan tidak diencerkan, diambil lagi 1 mL OBH
dimasukkan kedalam botol coklat pertama 10-1, setelah itu diambil 1 mL dari
pengenceran pertama dimasukkan ke pengenceran kedua 10-2, diambil 1 mL dari
pengenceran kedua dimasukkan ke pengenceran ketiga 10-3, dan diambil 1 mL dari
pengenceran ketiga dimasukkan ke pengenceran keempat 10-4.
ALT Bakteri
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Diambil 1 mL sampel. Dari
tiap tingkat pengenceran yaitu 10-1, 10-2 (OBH) dan 10-3, 10-4 (Diapet) kemudian
masing-masing dimasukkan ke dalam cawan petri steril. Dituang medium NA
hingga menutupi semua dasar cawan Petri. Dilakukan cara yang sama dengan
menggunakan medium PDA untuk pengujian ALT Kapang pada pengenceran 10
(tidak diencerkan), 10-1 (OBH) dan 10-2, 10-3, 10-4 (Diapet) lalu dihomogenkan
dengan cara memutar cawan petri secara perlahan membentuk angka 8 lalu
dibiarkan memadat. Dibungkus dengan plastik wrap dan diikat dengan karet.
Diinkubasi pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam untuk bakteri dan 3 x 24 jam untuk
jamur pada suhu ruangan. Diamati dan dihitung jumlah koloni bakteri.
Uji MPN
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Diambil 1 mL sampel dari tingkat
pengenceran 10, 10-1, 10-2 (OBH) dan 10-2, 10-3, 10-4 (Diapet). Kemudian masing-
masing dimasukkan ke dalam 3 seri tabung reaksi yang berisi 9 mL medium LB
dan tabung durham. Setelah itu masing-masing seri tabung diikat dan dibungkus
dengan plastik wrap. Kemudian diinkubasi di inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x
24 jam. Diamati gelembung dan perubahan warna yang terjadi pada medium.
Uji Cemaran Bakteri Patogen
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Diambil 1 mL sampel dari tingkat
pengenceran yang terdapat mikroba dimasukkan dalam tiap medium penduga (PW,
SCB, TSB, PDA, LB), setelah itu dibungkus dan diinkubasi. Ketika hasil yang
diperoleh setelah inkubasi adalah keruh maka dilakukan langkah selajutnya dengan
menggunakan medium spesifik (VJA, SSA, CETA, SDA, EMBA).
Analisis Hasil
Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam perhitungan ALT bakteri dan
kapang dan diamati cemaran mikroorganisme dari sediaan farmasi apakah layak
atau tidak untuk dipasarkan.
HASIL PRAKTIKUM

(a) (b)

Gambar (1) Hasil ALT Bakteri OBH (a) pengenceran 10-1, (b) pengenceran 10-2
(a) (b)

Gambar (2) Hasil ALT Bakteri Diapet (a) pengenceran 10-3, (b) pengenceran 10-4

(a) (b) (c)

Gambar (3) Hasil Uji MPN OBH dan Diapet (a) pengenceran 10 (OBH), (b)
Pengenceran 10-1 (OBH), (c) pengenceran 10-2,10-3,10-4 (Diapet)

(a) (b) (c)

Gambar (4) Hasil Uji Cemaran Mikroba Patogen (a) Mediun SDA (OBH), (b)
Medium EMBA (Diapet), (c) Medium SSA (Diapet).

Tabel 1.Hasil Uji ALT BAKTERI analisis mikrobiologis


KLP Sampel Jumlah MO (bakteri) Pada Pengenceran
10-1 10-2 10-3 10-4
OBH negatif negatif - -
III
Diapet - - negatif negatif

Tabel 2.Hasil Uji ALT KAPANG analisis mikrobiologis


KLP Sampel Jumlah MO (Kapang) Pada Pengenceran
10 10-1 10-2 10-3 10-4
OBH negatif negatif - - -
III
Diapet - - negatif positif positif

Tabel 3. Hasil uji MPN


Sampel Pengenceran 10 10-1 10-2
Kuning, Kuning, Hijau, tidak
Tabung I terdapat terdapat terdapat
gelembung gelembung. gelembung
Kuning, Kuning, Hijau, tidak

OBH Tabung II terdapat terdapat terdapat


gelembung gembung gelembung

Kuning, tidak Kuning, tidak Hijau, tidak


Tabung III terdapat terdapat terdapat
gelembung gelembung gelembung

Sampel Pengenceran 10-2 10-3 10-4


Kuning, Hijau, tidak Hijau, tidak
Tabung I terdapat terdapat terdapat
gelembung gelembung gelembung
Kuning, Hijau, tidak Hijau, tidak
Diapet Tabung II terdapat terdapat terdapat
gelembung gelembung gelembung
Kuning, Hijau, tidak Hijau, tidak
Tabung III terdapat terdapat terdapat
gelembung gelembung gelembung

Tabel 4. Hasil Uji Cemaran Mikroba Patogen


Medium Penduga Medium Spesifik Hasil
PDA SDA Negatif
SCB SSA Negatif
LB EMBA Negatif

PEMBAHASAN
Sediaan farmasi yang berupa obat-obatan dan bahan obat harus memenuhi
syarat farmakope indonesia atau SNI. Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya
dapat diedarkan setelah memenuhi syarat dan mendapatkan izin edar.
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat tingkat cemaran dari
mikroorganisme pada sediaan farmasi dan menentukan sediaan memenuhi syarat
atau tidak, sesuai dengan tabel SNI masing-masing sediaan.
Dalam pengerjaan yang pertama kali dilakukan adalah pengeceran sampel,
hal ini bertujuan agar mengurang jumlah populasi mikroba dan menginaktifkan
pengawet yang ada dalam sampel.
Pengujian ALT bakteri dengan menggunakan pengenceran 10-2, 10-3, 10-4
tidak terdapat koloni bakteri. Pada pengujian MPN, hasil yang diperoleh ialah
terdapat beberapa medium berubah warna dan juga terdapat gelembung gas, namun
setelah diuji spesifik cemaran mikroba tidak tedapat pertumbuhan mikroba yang
berarti sampel tidak ada cemaran bakteri patogen.
KESIMPULAN
Dari hasil yang diperoleh, pada setiap pengujian baik ALT Kapang maupun bakteri
terdapat pertumbuhan kapang pada sampel diapet dengan konsentrasi 10-3 dan 10-4
pada medium lain menghasilkan warna yang jernih tanpa adanya pertumbuhan
jamur maupun bakteri. Pada pengujian MPN terdapat perubahan warna dan
gelembung. Setelah dilakukan uji cemaran patogen tidak terlihat pertumbuhan yang
menandakan adanya bakteri atau jamur. Jadi dapat dikatakan bahwa sampel OBH
dan Diapet tidak terdapat cemaran bakteri patogen.

SARAN
Hendaknya apabila melakukan pengamatan diperjelas agar hasil pengamatan
tidak keliru dan pada saat praktikum diharapkan dalam pengerjaan harus tetap
aseptis serta berhati-hati.
DAFTAR PUSTAKA
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 1998, Pengamanan Sediaan Farmasi
dan Alat Kesehatan.
2. Purnawijayanti, HA 2001, Sanitasi, Higiene, dan Keselamatan Kerja dalam
Pengolahan Makanan, Kanisius, Yogyakarta.
3. Hendarsah, Amir, 2009, Undang-Undang Kesehatan dan Praktik
Kedokteran.Redaksi Best Publiser, Yogyakarta.
4. Radji M, Oktavia H, Suryadi H, 2008, Pemeriksaan Bakteriologis Air Minum Isi
Ulang di Beberapa Depo Air Minum Isi Ulang di Daerah Lenteng Agung dan
Srengseng Sawah Jakarta Selatan, Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. V, No.2:
101-109.
5. Harti, AS 2015, Mikrobiologi kesehatan: Peran Mikrobiologi Dalam Bidang
Kesehatan, Yogyakarta: ANDI.
6. Charles & Siregar, 2004, Farmasi Rumah Sakit Teori Dan Penerapan, Penerbit
Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
LAMPIRAN

Perhitungan :
1
ALT Kapang = V x N x 𝑓𝑝
1
= 1 x 7 x 10−3

= 7 x 103
= 0,7 x 104 Kol/mL
1
ALT Kapang = V x N x 𝑓𝑝
1
= 1 x 4 x 10−4

= 4 x 104
= 0,4 x 105 Kol/mL