Anda di halaman 1dari 1

Karies Rampan

Karies gigi lebih banyak ditemukan pada gigi susu dibandingkan dengan gigi tetap, hal ini
dipengaruhi oleh proses karies gigi yang bersifat kronis dan asimtomatis (jarang menimbulkan
keluhan) sehingga proses karies akan terus berlanjut dan merusak gigi geligi yang ada. Disamping
banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya karies pada gigi sulung, struktur email yang kurang
padat dan kebersihan mulut yang tidak baik dengan kurangnya menyikat gigi juga menjadi faktor
yang berpengaruh dalam perkembangan penyakit ini.
Rampan karies atau yang biasa dikenal sebagai 'gigis', merupakan suatu jenis karies dimana proses
terjadi dan meluasnya sangat cepat dan tiba-tiba atau disebut juga sebagai karies aktif, sehingga
menyebabkan lubang pada banyak gigi, terlibatnya pulpa atau saraf gigi dan cenderung mengenai
gigi yang relatif tahan terhadap karies yaitu gigi seri depan bawah. Keadaan ini dapat disebabkan
oleh pengobatan dengan radiasi, obat-obatan, dan konsumsi susu di botol.

Gejala Klinis

1. Pada umumnya karies rampan mengenai anak usia 4 – 8 tahun atau remaja usia 11 – 19 tahun. Bila
anak-anak usia 2 – 4 tahun sudah terserang rampan karies pada gigi sulung, hal ini biasanya
berhubungan dengan suatu keadaan yang disebut sebagai enamel hipoplasia dan sangat rentan
untuk terkena karies.

2. Gigi yang terkena biasanya sudah mengalami kerusakan parah, dan dapat mengenai beberapa gigi
atau semua gigi yang ada. Keadaan gigi yang dijumpai biasanya berupa sisa akar gigi. Jaringan gigi
yang terkena karies sangat lunak dengan warna kuning sampai coklat muda.

3. Pada umumnya karies sudah dalam dan mengenai saraf gigi. Terkenanya pulpa atau saraf gigi akan
menyebabkan rasa sakit, terlebih bila disertai pembengkakan (abses) yang mengakibatkan anak
tidak mau makan.

Perawatan
Perawatan di dokter gigi pada kasus karies rampan terdiri atas beberapa tahapan, antara lain:

1. Menghilangkan rasa sakit.


2. Menghentikan proses karies dengan memperhatikan pola makan dan pemberian fluoride secara
topikal.
3. Perawatan dan restorasi gigi yang rusak.
4. Kontrol secara berkala ke dokter gigi.