Anda di halaman 1dari 8

Mesin-mesin yang dihubungkan dengan penggeraknya melalui kopling flens

kaku, memerlukan penyetelan yang sangat teliti agar kedua sumbu poros yang
saling dihubungkan dapat menjadi satu garis lurus. Selain itu, getaran dan tumbukan
yang terjadi dalam penerusan daya antara mesin penggerak dan yang digerakkan
tidak dapat diredam, sehingga dapat memperpendek umur mesin serta
menimbulkan bunyi berisik.

Untuk menghindari kesulitan-kesulitan dapat digunakan kopling karet ban.


Kopling ini dapat bekerja dengan baik meskipun kedua poros yang dihubungkannya
tidak benar-benar lurus. Selain itu kopling ini juga dapat meredam tumbukan dan
getaran yang terjadi pada transmisi

Meskipun terjadi kesalahan dalam pemasangan poros, dalam batas-batas tertentu


seperti diperlihatkan pada gambar, kopling ini masih dapat meneruskan daya
dengan halus. Pemasangan dan pelepasan juga dapat dilakukan dengan mudah
karena hubungan dilakukan dengan jepitan baut pada ban karetnya. Variasi beban
juga dapat diserap oleh ban karet, sedangkan hubungan listrik antara kedua poros
dapat dicegah.
Karena keuntungannya demikian banyak, pemakaian kopling ini semakin luas.
Meskipun harganya agak lebih tinggi dibandingkan dengan kopling flens kaku,
namun keuntungannya yang diperoleh sari segi-segi lain sangat besar.

Beberapa produsen kopling ini menyediakan ukuran-ukuran standar. Untuk


merencanakan atau melakukan penelitian, perlu diketahui dulu besarnya daya yang
akan diteruskan, putaran poros, mesin yang dipakai, persyaratan kerja, dll. Seperti
perencanaan pada kopling flens. Setelah tipe yang sesuai dipilih, kemudian
diperiksa kekuatan bagian-bagiannya serta beban yang dipakai.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada kopling karet ban yaitu pada
taksiran variasi momen puntir, sebagai tambahan atas momen yang dihitung dari
daya dan putaran poros.

Misalkan momen puntir yang diteruskan bervariasi seperti dalam gambar, garis
putus-putus menunjukkan momen puntir Tm (kg.mm) yang dihitung dari daya
nominal P 9 (kW) dan putaran n1 (rpm) dari suatu motor listrik, motor tersebut
mampu memberikan daya tambahan yang cukup besar sesuai denagan permintaan
diatas daya rata -rata yang sesungguhnya.

T 9,74x10 xP / n (kg.mm)

Bila terdapat variasi momen, kalikan harga Tm dengan faktor koreksi fc untuk

tumbukan dan umur ban.

Bila variasi momen sangat besar seperti dikemukakan diatas, kalikan harga Tmax
(kg.mm) yang terbesar dalam satu putaran dengan faktor koreksi yang sama fc
seperti di atas.

Pilihlah ukuran sedemikian rupa sehingga momen Td (kg.mm) lebih rendah dari
pada momen normal maksimum dari kopling standar Tu (g.mm).

Perlu juga diperiksa apakah momen awal yang dikenakan beberapa kali dalam
sehari juga lebih rendah dari harga Td ini.

Untuk perhitungan diameter poros, faktor koreksi Kt untuk poros sudah tercakup
didalam Td. Faktor koreksi lenturan Cb ditentukan atas dasar perkiraan apakah
kopling tersebut dimasa mendatang akan diganti dengan alat lain yang
menimbulkan momen lentur pada poros. Biasanya perhitungan didasarkan atas
harga Cb = 1, yaitu dengan anggapan tidak akan ada pergantian kopling dengan alat
lain.

Dengan demikian rumus untuk diameter poros adalah


Bagian yang menempel dapat dibagi atas bagian piringan dan bagian silinder.
Luas tempelan S1 dan Ss (mm). Jika diameter luar bagian piringan dan silinder
adalah 10 d1 dan d2 (mm), maka tegangan geser (kg / mm ) 2 t  yang timbul pada
bagian yang menempel adalah

Tegangan geser yang diizinkan Ta  antara ban kopling dan logam pemasang
adalah 0,04 (kg/mm2 )

Pemeriksaan selanjutnya dilakukan pada baut pengikat antara flans dengan logam
pemasang kopling ban.

Dalam hal kopling flens kaku yang diikant dengan baut pas, perhitungan kekuatan
didasarkan pada setengah dari jumlah semua baut, karena distribusi gaya gesek
yang tidak merata. Tetapi pada kopling karet ban, karena flens pada semua baut.
Dengan pemakaian baut tanam ini, tegangan geser terjadi pada ulir baut sehingga
konsentrasi tegangan harus diperhatikan. Disini konsentrasi tegangan dapat diambil
sebesar 3,0. Maka besarnya tegangan geser yang diizinkan pada baut adalah

Dalam hal kopling flens kaku yang diikant dengan baut pas, perhitungan kekuatan
didasarkan pada setengah dari jumlah semua baut, karena distribusi gaya gesek
yang tidak merata. Tetapi pada kopling karet ban, karena flens pada semua baut.
Dengan pemakaian baut tanam ini, tegangan geser terjadi pada ulir baut sehingga
konsentrasi tegangan harus diperhatikan. Disini konsentrasi tegangan dapat diambil
sebesar 3,0. Maka besarnya tegangan geser yang diizinkan pada baut adalah

Jika diameter inti baut adalah dr, maka

ne = n

Akhirnya, pada kopling yang dipergunakan untuk meneruskan daya dari suatu
penggerak mula dengan momen puntir yang sangat bervariasi seperti sebuah motor
11 torak dengan jumlah silinder sedikit, ayau kopling untuk menggerakkan mesin
dengan beban yang bervariasi secara periodic, maka getaran puntir harus diperiksa.

Berikut adalah jenis kopling yang beredar di pasaran :


Akhirnya, pada kopling yang dipergunakan untuk meneruskan daya dari suatu
penggerak mula dengan momen puntir yang sangat bervariasi seperti sebuah motor

torak dengan jumlah silinder sedikit, ayau kopling untuk menggerakkan mesin
dengan beban yang bervariasi secara periodic, maka getaran puntir harus diperiksa.

Jika jumlah puncak momen tiap putaran adalah v, dan putaran poros adalah n1
(rpm), maka frekuensi variasi momen puntir adalah vn1. Sekarang akan dihitung
frekwensi pribadi dari poros, momen inersia poros yang digerakkan dinyatakan
dengan ll (kg.cm.s2). Jika ) m.kg(GD 2 2 t diberikan, maka ) 980x4/(xGD10l 2 t 4
l . Ini adalah jumlah inersia beban dan ½ dari momen inersia kopling. Momen
inersia dari satu flens dapat diperoleh dari tabel 2.6, yang besarnya adalah setengah
dari selisih antara momen inersia logam pemasang dan momen inersia badan
kopling.

Momen inersia dari badan motor induksi 2 mGD adalah ) 980x4/(xGD10 2 m 4


dan ½ dari momen inersia kopling adalah Im.

Jika roda gigi reduksi dipakai antara motor dan kopling, maka GD2 dari motor
dan pinyon harus dikalikan dengan kuadrat dari perbandingan reduksi i(i>l). hasil
perkalian tersebut setelah ditambah dengan GD2 dari roda gigi kemudian dikalikan
dengan (104/4 x 980).

Jika konstanta pegas kopling ban adalah k (kg.cm/rad), maka harga ukuranukuran
yang bersangkutan adalah seperti tertera dalam tabel 2.6, putaran krisisnya nc (rpm)
adalah

Adalah suatu hal yang dapat dipandang baik jika frekwensi variasi momen puntir
vn1 tidak lebih dari 0,8 nc.
ELEMEN MESIN

MUHAMMAD IRVIN ALIF HASAN

D021181501