Anda di halaman 1dari 54

UAS SIMULASI PROSES KIMIA

Juan Octavian Daniel S (1306449315)


Soal UAS Simulasi Proses Kimia 2016

1. Jelaskan prosesnya
2. Pasang 3 (tiga) pengendali yang sesuai, jelaskan alasan
pemilihan pengendali tersebut
3. Lakukan penyetelan pengendali-pengendali tersebut
4. Lakukan pengujian SP Tracking dan Disturbance
Rejection dengan besar perubahan: ±5% dan ±50%
5. Tentukan batasan kemampuan pengendalian
(controllability)
6. Analisis hasil-hasilnya (Analisa hasil akan langsung
dituliskan pada masing-masing jawaban nomor)
PENJELASAN PROSES
(DETAIL OF PROCESS)
1. Penjelasan Proses

PROSES PRODUKSI CNG DARI NATURAL GAS


1. Penjelasan Proses

Proses Produksi CNG dari Natural Gas

Secara keseluruhan, CNG melibatkan proses pengkompresian natural gas hingga mencapai
tekanan tertentu. Proses yang terjadi hanyalah kenaikan tekanan dari natural gas tersebut, sehingga
selama proses produksi tidak ada perubahan sifat kimia dan fisikanya. Proses kompresi ini berguna
untuk menaikkan tekanan dan menghilangkan cairan yang ada pada gas alam.

Gas alam yang berada dua fasa (gas dan cairan) dipisahkan dalam separator (V-101) untuk
dipisahkan antara cairan dan gas. Hal ini dikarenakan natural gas ingin dikompresikan pada
kompresor (K-100), sehingga tidak boleh ada fasa cair yang masuk ke dalam kompresor. Selain itu,
cairan dapat mengurangi entalpi serta merusak pipa-pipa gas.

Setelah dilakukan separasi, natural gas dalam fasa gas masuk ke mixer (MIX-100) untuk
dicampur dengan aliran recycle dari TEE-100. Pada TEE-100 ini, aliran ada yang dialirkan menjadi
produk dan dilakukan recovery. Stream 3 hasil penggabungan ini akan di kompresi dengan rasio
kompresi kurang lebih 7 (pada proses ini). Tekanan awal 65 kPa pun menjadi 450 kPa.
PEMASANGAN PENGONTROL
(CONTROLLER INSTALLATION)
2. Pemasangan Pengontrol

Pengendali Yang Dipasang ialah Flow Controller, Pressure Controller dan Level Controller
2. Pemasangan Pengontrol

Alasan Pemilihan Flow Controller:


FC (Flow controller) dipasang pada stream 2 dan VLV-
103 untuk mengatur laju alir masuk ke dalam separator V-101.
Pada kondisi dinamik (atau kenyataannya) natural gas dapat
berubah secara mendadak, sehingga dapat merusak separator
ataupun kompresor yang ada pada selama proses. Terutama
untuk mencegah berlebihnya laju alir yang dikhawatirkan
melewati kapasitas alat yang telah di desain sebelumnya. Hal
inilah yang disebut domino effect dimana akibat aliran natural gas
dari awal melebihi kapasitas dapat merusak jalannya proses
pengkompresian gas alam.
2. Pemasangan Pengontrol

Alasan Pemilihan Pressure Controller:


PC (Pressure controller) dipasang untuk mengatur
tekanan V-100 dengan dihubungkan pada VLV-101. PC akan
mengatur tekanan yang ada di dalam separator. Pada separator
terdapat fasa liquid dan gas. Fraksi gas yang ada pada separator ini
dikhawatirkan suatu waktu melebihi tahanan tekanan dalam
separator, sehingga dapat mengganggu proses.
Oleh karena itu dengan dipasangnya PC dapat mencegah
hal tersebut terjadi dengan cara membuka valve untuk
mengeluarkan gas berekspansi berlebihan suatu waktu. Hal ini
untuk mencegah terjadinya blow-out akibat terlalu tingginya
tekanan pada separator.
2. Pemasangan Pengontrol

Alasan Pemilihan Level Controller:


LC (Level controller) dipasang pada V-100 dan VLV-102.
Mengapa LC dianggap penting karena separasi yang terjadi
berdasarkan proses flashing. Sehingga perlu adanya keseimbangan
antara liquid dan gas dalam separator. Karena, apabila terlalu
banyak cairan pada separator, dikhawatirkan CNG yang ingin
diproduksi (fasa gas) malah berkurang kapasitasnya.
Selain itu juga, kinerja alat dapat berkurang dan
memungkinkan terjadinya semburan cairan di dalam separator
apabila level cairan terlalu tinggi yang dapat membahayakan
pekerja dan menurunkan kinerja proses.
MODEL TESTING
3. Model Testing

Flow Control (Hitungan terlampir pada excel)

δ 500%
P awal 19835.6
P akhir 21123.91
ΔP 1288.307
Kp (delta/do) 257.6614
P pada 63% 20647.24 t63% (min) 1362.45
P pada 28% 20196.33 t28% (min) 1362.148
τ 0.452425
t saat L awal
1361.994
(min)
ϴ 0.003192

P Kc 0.550142 -0.005501415
Kc 0.495127 -0.004951274
PI
Ti 0.010533
Kc 0.66017 -0.006601699
PID Ti 0.006383
Td 0.001596
3. Model Testing

Pressure Control (Hitungan terlampir pada excel)


Δ 500%
P awal 730.1338
P akhir 792.907
ΔP 62.7732
Kp (delta/do) 12.55464
P pada 63% 769.6809 t63% (min) 8537.07
P pada 28% 747.7103 t28% (min) 8536.82
τ 0.375
t saat L awal (min) 8536.658
ϴ 0.037279

P Kc 0.80124 -0.008012402
Kc 0.721116 -0.007211162
PI
Ti 0.123021
Kc 0.961488 -0.009614883
PID Ti 0.074558
Td 0.01864
3. Model Testing

Level Control (Hitungan terlampir pada excel)


δ 500%
P awal 96.276
P akhir 96.3714
ΔP 0.0954
Kp (delta/do) 0.01908
P pada 63% 96.3361 t63% (min) 3644.04
P pada 28% 96.30271 t28% (min) 3643.904
τ 0.203278
t saat L awal
3642.957
(min)
ϴ 0.879722

P Kc 12.11063 -0.121106306
Kc 10.89957 -0.108995675
PI
Ti 2.903082
Kc 14.53276 -0.145327567
PID Ti 1.759444
Td 0.439861
SP TRACKING
4. SP Tracking

Kenaikan SP sebesar 5% pada Flow Control


Memberikan penambahan 5%, yakni dari 400 ton/d menjadi 420 ton/d secara tiba-tiba
kemudian menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 0.6653 min.
4. SP Tracking

Penurunan SP sebesar 5% pada Flow Control


Memberikan penurunan 5%, yakni dari 300 ton/d menjadi 285 ton/d secara
tiba-tiba menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 0.5526 min.
4. SP Tracking

Penambahan SP sebesar 50% pada Flow Control


Memberikan penambahan 50%, yakni dari 100 ton/d menjadi 150 ton/d secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 0.4328 min.
4. SP Tracking

Penurunan SP sebesar 50% pada Flow Control


Memberikan penurunan 50%, yakni dari 200 ton/d menjadi 100 ton/d secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 0.5987 min.
4.1 SP Tracking

Analisis SP Tracking pada FC

Untuk FC, perubahan sebesar ±5% dan ±50% dari SP awalnya menunjukkan
respon yang baik dan cepat. Dianggap baik dan cepat karena PV sensitif terhadap
perubahan yang diatur secara cepat (kurang dari 1 menit).
Hal ini menunjukkan bahwa Kc dan Ti yang digunakan dapat dianggap
cukup baik sehingga perubahan SP akan menghasilkan respon yang memuaskan.
4.1 SP Tracking

Analisis SP Tracking pada PC


Kenaikan SP sebesar 5% pada Pressure Control
Memberikan penambahan 5%, yakni dari 500 kPa menjadi 525 kPa secara tiba-tiba menghasilkan
respon untuk kembali ke set point selama 0.3362in.
4.1 SP Tracking

Penurunan SP sebesar 5% pada Pressure Control


Memberikan pengurangan 5%, yakni dari 400 kPa menjadi 380 kPa secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 1.3362 min.
4.1 SP Tracking

Kenaikan SP sebesar 50% pada Pressure Control


Memberikan penambahan 50%, yakni dari 300 kPa menjadi 450 kPa secara tiba-
tiba menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 3 min.
4.1 SP Tracking

Penurunan SP sebesar 50% pada Pressure Control


Memberikan pengurangan 50%, yakni dari 700 kPa menjadi 350 kPa secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 1.28 min.
4.1 SP Tracking

Analisis SP Tracking pada PC


Untuk PC, perubahan sebesar ±5% dan ±50% dari SP awalnya menunjukkan respon
yang baik dan cepat. Dianggap baik dan cepat karena PV sensitif terhadap perubahan yang diatur
secara cepat (kurang dari 3 menit). Hal ini menunjukkan bahwa Kc dan Ti yang digunakan
dapat dianggap cukup baik sehingga perubahan SP akan menghasilkan respon yang memuaskan
Terdapat satu perbedaan yang cukup signifikan ketika menambahkan 50% dari set
point, karena terjadi overshoot sehingga waktu yang dibutuhkan lebih lama, namun tetap dalam
kriteria cepat.
Perubahan SP Response Time (min)
+5% 0.3362
-5% 1.3362
+50% 3
-50% 1.28
4.1 SP Tracking

Kenaikan SP sebesar 5% pada Level Control


Memberikan penambahan 5%, yakni dari 50 % menjadi 52.5 % secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 7.18 min.
4.1 SP Tracking

Pengurangan SP sebesar 5% pada Level Control


Memberikan pengurangan 5%, yakni dari 50 % menjadi 47.5 % secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 9.17 min.
4.1 SP Tracking

Kenaikan SP sebesar 50% pada Level Control


Memberikan penambahan 50%, yakni dari 50 % menjadi 75 % secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 24.2 min.
4.1 SP Tracking

Pengurangan SP sebesar 50% pada Level Control


Memberikan pengurangan 50%, yakni dari 50 % menjadi 25 % secara tiba-tiba
menghasilkan respon untuk kembali ke set point selama 9.07 min.
4.1 SP Tracking

Analisis SP Tracking pada LC


Untuk PC, perubahan sebesar ±5% dan ±50% dari SP awalnya menunjukkan respon yang baik
dan cepat. Dianggap baik dan cepat karena PV sensitif terhadap perubahan yang diatur secara
cepat (kurang dari 30 menit). Hal ini menunjukkan bahwa Kc dan Ti yang digunakan dapat
dianggap cukup baik sehingga perubahan SP akan menghasilkan respon yang memuaskan.
Terdapat satu perbedaan yang cukup signifikan ketika menambahkan 50% dari set
point, dibutuhkan rise time yang cukup lama untuk mencapai ke keadaan SP .

Perubahan SP Response Time (min)


+5% 7.18
-5% 9.17
+50% 24.2
-50% 9.07
DISTURBANCE REJECTION
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 +5%


Dilakukan perubahan tekanan pada stream 6,
yaitu kenaikan sebesar 5%.
P awal = 600 kPa
P akhir = 630 kPa
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 +5%

Disturbance berupa penambahan tekanan


stream 6 sebesar 5% hampir tidak memberikan
perubahan yang signifikan pada semua controller. Hal ini
menunjukkan tunning Kc dan Ti dapat dianggap baik.
Perubahan sedikit terjadi pada level controller
namun dengan respon controller dengan cepat kembali ke
SP nya.
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 -5%


Dilakukan perubahan tekanan pada stream 6,
yaitu penurunan sebesar 5%.
P awal = 600 kPa
P akhir = 570 kPa
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 -5%

Pengurangan tekanan sebesar 5% di


stream 6 hampir tidak memberikan efek yang
signifikan pada semua controller. Menunjukkan
Kc dan Ti yang digunakan telah baik.
Hanya terjadi sedikit perubahan OV
pada LC seperti penambahan pada 5% namun
tidak berpengaruh kepada hal lain.
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 +50%


Dilakukan perubahan tekanan pada stream 6,
yaitu kenaikan sebesar 50%
P awal = 600 kPa
P akhir = 900 kPa
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 +50%

Penambahan teknanan stream 6 sebesar 50


% hanya memberikan efek kepada LC. Perubahan ini
menyebabkan OV dan PV naik sebentar lalu PV kembali
ke SP dengan cepat. Walaupun terjadi perubahan namun
respon kembali pada LC menunjukkan tuning Kc, Ti juga
cukup baik untuk menghadapi penambahan tekanan
yang tiba-tiba.
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 -50%


Dilakukan perubahan tekanan pada stream 6,
yaitu pengurangan sebesar 50%.
P awal = 600 kPa
P akhir = 300 kPa
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Stream 6 -50%

Pengurangan tekanan sebesar 50% pada


stream 6 memberikan dampak pada PC dan LC. Pada
PC perubahan ini dapat diatasi walau terjadi osiliasi
sebentar, namun waktu respon dianggap cepat.
Namun pada LC, PV tidak dapat kembali ke SP karena
aliran yang menuju separator berkurang akibat
berkurangnya tekanan, sehingga valve harus ditutup
(OV menjadi 0)
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Natural Gas +50%

Dilakukan perubahan tekanan pada


natural gas, yaitu kenaikan sebesar 50%.
P awal = 105 kPa
P akhir = 157.5 kPa
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Natural Gas +50%

Perubahan tekanan pada natural gas dengan menaikkan tekanan


sebesar 50%, menyebabkan PV dan OV berosilasi, naik, dan juga turun pada
semua controller. Namun karena tuning Kc dan Ti yang baik, grafik kembali
stabil dengan respon yang cepat. Menunjukkan bahwa tuning Kc, Ti cukup
baik karena dapat mengatasi disturbance pada penambahan tekanan natural
gas.
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Natural Gas -50%

Dilakukan perubahan tekanan pada


natural gas, yaitu penurunan sebesar
50%.
P awal = 105 kPa
P akhir = 52.5 kPa
4.2 Disturbance Rejection

Disturbance Tekanan di Natural Gas -50%

Perubahan tekanan pada natural gas dengan menurunkan


tekanan sebesar 50%, menyebabkan PV dan OV berosilasi, naik, dan juga turun
pada semua controller. Namun karena tuning Kc dan Ti yang baik, grafik
kembali stabil dengan respon yang cepat. Menunjukkan bahwa tuning Kc, Ti
cukup baik karena dapat mengatasi disturbance pada penambahan tekanan
natural gas.
CONTROLLABILITY
5. Controllability

Batas Minimum Pengendalian Flow Control


5. Controllability

Batas Maksimum Pengendalian Flow Control


5. Controllability

Batas Pengendalian Flow Control


Pengontrolan hanya dapat dilakukan pada jangkauan mendekati 0 ton/d
hingga 582 ton/d. Apabila perubahan dilakukan melebihi batas tersebut, kontroller tidak dapat
bekerja dengan baik lagi.

Batas Pengendalian FC
Minimum 0 ton/d
Maksimum 582 ton/d
5. Controllability

Batas Minimum Pengendalian Pressure Control


5. Controllability

Batas Maksimum Pengendalian Pressure Control


5. Controllability

Batas Pengendalian PC
Pengontrolan hanya dapat dilakukan pada jangkauan mendekati 269.2 kPa
hingga 2000 kPa. Apabila proses terjadi pada tekanan dibawah atau melebihi
batas tersebut, maka proses tidak dapat lagi dikontrol dengan baik oleh
pengontrol yang telah terpasang.

Batas Pengendalian PC
Minimum 269.2 kPa
Maksimum 2000 kPa
5. Controllability

Batas Minimum Pengendalian Level Control


5. Controllability

Batas Maksimum Pengendalian Level Control


5. Controllability

Batas Pengendalian Level Control


Pengontrolan hanya dapat dilakukan pada jangkauan mendekati 4.77% hingga 97.02%.
Apabila dilakukan kurang atau melebihi batas ini, maka pengontrol tidak dapat mengontrol lagi
proses dengan baik

Batas Pengendalian LC
Minimum 4.77 %
Maksimum 97.02 %
TERIMA KASIH