Anda di halaman 1dari 18

P11-2A

(a) Example 1-1. Consider the mass transfer-limited reaction:


A  2B
What would your concentration (mole fraction) profile look like? Using the same
values for DAB, and so on, in Example 11-1, what is the flux of A?
(a) Dalam menyelesaikan persoalan diatas, digunakan penyelesaian untuk difusi biner
berdasarkan evaluasi untuk EMCD (Equimolar Counter Diffusion). Untuk reaksi dibawah
ini, maka bentuk reaksi isomerisasi EMCD tergambar dalam Gambar 1.
A  2B

Berdasarkan ilustrasi diatas, maka fluks A dan B dapat dinyatakan sebagai


𝑊𝐵=−2𝑊𝐴
Dalam buku Elements of Chemical Reaction Engineering karya Fogler, persamaan 11-17
menyatakan persamaan untuk fluks molar dalam konsentrasi, dan dibawah ini dinyatakan
persamaan untuk fluks molar sesuai dengan reaksi diatas.
𝑊𝐴= 𝐽𝐴+𝑦𝐴(𝑊𝐴+𝑊𝐵)
𝑊𝐴= 𝑐𝐷𝐴𝐵𝑑𝑦𝐴𝑑𝑧+𝑦𝐴 −𝑊𝐴 …(2𝑎.1)
Persamaan 2a.1 dapat juga dituliskan sebagai berikut
cDAB dyA (1+yA)
𝑊𝐴= (1+yA) =−𝑐𝐷𝐴𝐵 𝑑ln
dz dz

Nilai diatas diintegralkan dengan dua kondisi batas, yaitu


 Saat 𝑧=𝛿, 𝐶𝐴=𝐶𝐴𝑠, dianggap 𝑦𝐴=0
cDAB
𝑊𝐴= (δ−z) ln(1+𝑦𝐴)
 Saat 𝑧=0, 𝐶𝐴=𝐶𝐴𝑏, dianggap 𝑦𝐴=𝑦𝐴0
cDAB
𝑊𝐴= δ ln(1+𝑦𝐴0)

Dengan menyamakan kedua kondisi batas ini, akan didapatkan


ln(1+yA) ln(1+yA0)
=
(δ−z) δ
Maka,
𝑦𝐴=1−(1+𝑦𝐴0)1−𝑧/𝛿 …(2𝑎.2)

Tabel perhitungan pada MS. Excel:

Sehingga didapat grafik:


(b.)Example 11-2. How would your answers change if the temperature was increased
by 50oC, the particle diameter was doubled, and fluid velocity was cut in half?
Assume properties of water can be used for this system.

Untuk mempermudah perhitungan ini, dilakukan perbandingan nilai-nilai yang


dibutuhkan. Sesuai dengan persamaan-persamaan bilangan Schmidt, bilangan Sherwood
dan bilangan Reynold, ditemukan korelasi antara koefisien perpindahan massa,
kinematik viskositas, diameter pelet dan kecepatan aliran dalam persamaan dibawah ini.

Diketahui dalam soal dan data sebelumnya dari example 11.2, sebagai berikut
T1 = 300 K
𝑇2=350 𝐾
𝑼𝟐 𝟏
=𝟐
𝑼𝟏
𝒅𝒑𝟏 𝟏
=𝟐
𝒅𝒑𝟐
𝐶𝐴𝑏=103 𝑚𝑜𝑙/𝑚3
𝑘𝑐1=4.61×10−6 𝑚/𝑠

Dengan keadaan 1 ialah keadaan sebelumnya yang terdapat pada example 11.2 dan
keadaan 2 ialah keadaan baru, yaitu suhu dinaikan 50 Kelvin, diameter pelet
dilipatgandakan dan kecepatan fluida dikurangi setengahnya. Selain itu, dibutuhkan data
viskositas untuk mencari kinematik viskositas. Berdasarkan literatur, didapatkan data
viskositas sesuai suhu ialah

 saat 𝑇1=300 𝐾, 𝜇1=0,883 𝑐𝑃


 saat 𝑇2=350 𝐾, 𝜇2=0,380 𝑐𝑃

Dengan data diatas maka dapat dicari nilai perbandingan kinematik viskositas dengan
mengasumsikan densitas keadaan 1 dan 2 tetap sama.

Maka, sesuai dengan persamaan 2b.1 serta data-data perbandingan yang telah dicari, nilai
koefisien perpindahan massa yang baru ialah

Dari nilai koefisien perpindahan massa, didapatkan nilai fluks molar dan laju reaksi ialah.

(c) Example 11-3. How would your answers change if you had a 50-50 mixture of hydraxine
and helium? If you increase dP by a factor of 5?

Pada soal ini, keadaan yang baru ialah menaikkan nilai diameter menjadi 5 kalinya. Untuk
mempermudah perhitungan, digunakan kembali perbandingan dan mengasumsikan tidak
ada perubahan pada nilai lainnya kecuali pada diameter partikel. Sesuai dengan persamaan
11-66 pada buku Elements of Chemical Reaction Engineering karya Fogler, dapat
dituliskan hubungan antara koefisien transfer massa dengan diameter partikel. Hubungan
itu dituliskan pada persamaan 2c.1 dibawah ini. Sebelumnya, data yang diketahui dari
example 11.3 untuk mencari konversi ialah.

 Luas permukaan per volume bed, 𝑎𝑐=1063 𝑚2𝑚3


 Kecepatan gas superficial yang melewati bed, 𝑈=15 𝑚/𝑠
 Panjang packed bed, 𝐿=0,05𝑚
 𝑘𝑐1=2,9 𝑚/𝑠
Dengan persamaan diatas didapatkan koefisien transfer massa,

Untuk konversi, digunakan persamaan E11-3.1 pada buku,

(d) Example 11-4. What if you were asked for representative values for Re, Sc, Sh, dan kc
for both liquid and gas phase systems for a velocity of 10 cm/s and a pipe diameter of 5
cm (or a packed-bed diameter of 0.2 cm) ? What numbers would you give?
Untuk fluida cairan, kelompok kami memilih air. Kondisi ketika air mengalir pada pipa
berisi katalis adalah pada temperatur 25oC. Pada temperatur 25oC, properties yang
dimiliki air:
ρ = 1000 kg/m3
μ = 10-3 kg/m.s
DAB = 10-9 m2/s
Untuk fluida gas, kelompok kami memilih udara. Kondisi ketika udara mengalir pada pipa
berisi katalis adalah pada temperatur 25oC. Pada temperatur 25oC, properties yang
dimiliki udara:
ρ = 1 kg/m3
μ = 10-5 kg/m.s
DAB = 10-5 m2/s

Dari hasil tersebut, terlihat bahwa nilai Re air lebih besar daripada udara karena nilai
massa jenis air jauh lebih besar daripada udara meskipun viskositasnya lebih rendah. Nilai
Sc air lebih besar daripada udara karena udara mempunyai nilai difusivitas yang tinggi.
Nilai Sh air lebih besar daripada udara karena nilai Sh adalah fungsi dari Re dan Sc.
Karena nilai Re dan Sc air lebih besar daripada udara, maka nilai Sh air lebih besar
daripada udara. Terakhir, nilai koefisien transfer massa udara lebih besar daripada air. Hal
ini disebabkan udara mempunyai nilai difusivitas lebih besar dibandingkan air sehingga
proses transfer massa yang terjadi pada udara lebih cepat dibandingkan yang terjadi pada
air.
(e) Example 11-5. How would your answer change if the reaction were carried out in the
liquid phase where kinetic viscosity varied as
v(T2) = v(T1) exp [-4000(𝟏/𝑻𝟏 –𝟏/𝑻𝟐)]?

 reaksi berlangsung di dua reaktor yang dipasang secara seri


 Temperatur reaksi dinaikkan untuk meningkatkan laju reaksi T1 = 400oC = 673
K T2 = 500oC = 773 K
 Viskositas kinetik adalah fungsi dari temperatur U2/U1 = 1.059
 Panjang pipa (L) = 2 m

Berdasarkan rumus viskositas kinetik v = 𝜇ρ, maka v ~ μ

Berdasarkan pemahaman bahwa semakin besar viskositas (semakin besar resistansi cairan
untuk mengalir), maka semakin kecil nilai difusivitas yang terjadi.

Berdasarkan rumus

𝟏
Maka, kc ~ 𝐷𝐴𝐵2/3 ~ 𝟏
𝒗 ⁄𝟔
Rumus konversi:

Presentase kenaikan konversi


𝑋2 −𝑋1
%= x 100%
𝑋1

0,982−0,865
= x 100%
0,865

= 13.14%
Kenaikan Temperatur sebesar 100 K dengan memvariasikan besaran viskositas kinetika
(v)  v(T2) = v(T1) exp [-4000(𝟏/𝑻𝟏 –𝟏/𝑻𝟐)] menyebabkan kenaikan konversi sebesar
13,14%

(f) Side note. Derive equation (SN11-1.1) and (SN11.2). Next consider there are no
gradients inside the patch and that the equilibrium solubility in the skin immediately
adjacent to the skin is CAO = H CAP where H is a form of Henry’s law constant. Write
the flux as a function of H, δ1, DAB1, DAB2, δ2, and CAP. Finally carry out a quasi-
steady analysis, i.e.

To predict the drug delivery as a function of time. Compare this result with that where
the drug in the patch is in a dissolving solid and a hydro-gel and therefore constant with
time. Explore this problem using different models and parameter values.
Additional information
H = 0.1, DAB1 = 10-6 cm2/s, DAB2 = 10-5 cm2/s, Ap = 5 cm2, V = 1 cm3, and CAP = 10
mg/dm3.

Quasi steady state equation :


d𝐶𝐴𝑃 𝐴𝑃
Vp =- 𝐶𝐴𝑃
𝑑𝑡 𝑅

Asumsi =
 Konsentrasi dalam darah, diabaikan (CA2 = 0 saat ẟ2)
 Kondisi dalam Quasi Steady

𝑑𝑉𝑃 𝐶𝐴𝑃
= −𝑊𝐴 𝐴𝑃 (1)
𝑑𝑡

WA = DAB (CA – CA1) / ẟ1 (2)

CA1 = WA ẟ1 / DAB2 (3)

Substitusi persamaan (3) ke (2), sehingga menjadi :


𝐶𝐴
𝑊𝐴 = 𝛿1 𝛿 (4)
+ 2
𝐷𝐴𝐵1 𝐷𝐴𝐵2

Substitusi persamaan (4) ke (1)

𝑑(𝑉𝑃 𝐶𝐴𝑃 )
= −𝑊𝐴 𝐴𝑃
𝑑𝑡
𝑑𝐶𝐴𝑃 𝐶𝐴
𝑉𝑃 = −( 𝛿1 𝛿 )𝐴𝑃 dimana, CA = HCAP
𝑑𝑡 + 2
𝐷𝐴𝐵2 𝐷𝐴𝐵1

𝑑𝐶𝐴𝑃 𝐻𝐶𝐴𝑃 𝐴𝑃
𝑉𝑃 = −( 𝛿1 𝛿 )𝐴𝑃
𝑑𝑡 + 2
𝐷𝐴𝐵2 𝐷𝐴𝐵1

d𝐶𝐴𝑃 𝐴𝑃
Quasi Steady Formula : Vp =- 𝐶𝐴𝑃
𝑑𝑡 𝑅

Sehingga nilai R :

𝛿2 𝛿1
+
𝐷 𝐷𝐴𝐵1
𝑅 = 𝐴𝐵2
𝐻

P 11-5B
The decompisition of cyclohexane to benzene and hydrogen is mass transfer-limited at high
temperatures. The reaction is carried out in a 5-cm-ID pipe 20 m in legnth packed with
cylindrical pellets 0.5 cm in diameter and 0.5 cm in length. The pellets are coated with the
catalyst only on the outside. The bed porosity is 40 %. The entering volumetric flow rate is 60
dm3/min.
(a) Calculate the number of pipes necessary to achieve 99.9% conversion cyclohexane from an
entering gas stream of 5% cyclohexane and 95% H2 at 2 atm and 5000C.
(b) Plot conversion as a function of length
(c) How much would your answer change if the pellet diameter and length were each cut in half?
(d) How would your answer to part (a) change if the feed were pure cyclohexane?
(e) What do you believe is the point of this problem?

Jawaban
(a) Reaksi dekomposisi cyclohexane menjadi benzene dan hyrogen yaitu
Reaksi diatas merupakan laju reaksi yang dipengaruhi oleh difusi eksternal karena terjadi transfer
massa pada suhu tinggi dan juga transfer massa (difusi) reaktan, bulk menuju permukaan
eksternal pellet katalis.

Asumsi :
 Steady state
 Reaksi ishotermal
 Tidak ada perubahan nilai tekanan dan suhu sehingga nilai koefisien difusivitas
yidak berubah
 Kecepatan artificial adalah sama sepanjang reaktor.

Nilai kecepatannya yaitu

Persamaan dari neraca massa:

Asumsi sistem steady state, maka:

Dari persamaan diatas, melimitkan Δz = 0 , maka persamaan menjadi :

Dengan
 FA = FA0 (1 – X)
 FA0z = UCA0AC (Nilai U konstan sepanjang z)

Maka persamaan menjadi :


Dengan r”A = kc ( CA – CAs ), dan CAs = 0 karena reaksi katalisis heterogen yang dibatasi oleh
transfer massa.
Persamaan menjadi :

Persamaan hubungan antara suatu konsentrasi spesies dengan konversi dalam stoikiometrik table

Tabel stoikiometrinya adalah

 Mencari nilai delta (ẟ)


ẟ = koefisien produk – koefisien reaktan
ẟ=3=1–1
ẟ=3
 Mencari nilai epsilon (ε)
ε = yA0 ẟ = 0.05 x 3 = 0.15
maka,

 Menentukan nilai parameter kc dan ac


Nilai kc :

Nilai dp :
 Mencari nilai luas penampang katalais pellet (A)

Maka nilai dp :

 Mencari nilai DAB


Esitimasi nilai dari diffusivitas sikloheksana terhadap H2 (B) adalah berdasarkan tabel dari
Handbook of Chemical Engieering oleh Perry, didapatkan DAB = 0.319 cm2/s = 3.19 x 10-5
m2/s.
 Mencari nilai Sherwood Number (Sh)
Menggunakan metode Colburn JD Factor. Persamaannya adalah :

 Mencari nilai JD

 Nilai Re

 Kinematik Viskositas

(Viskositas Hidrogen pada suhu 500oC dan 2 atm adalah 0.00017 g/cm.s)

 Mencari massa jenis rata-rata feed

Maka nilai kinematic viskositasnya adalah :

Nilai bilangan Reynoldnya adalah :


Nilai JD adalah :

Nilai bilangan Schmidt adalah :

Maka nilai bilangan Sherwood (Sh) adalah :

 Mencari nilai kc

 Mencari nilai ac

 Memasukkan ke dalam persamaan konveksi sebagai fungsi panjang reaktor

Penyelesaian persamaan diatas diselesaikan menggunakan Polymath dengan memplotnya dan


mencari panjang dari reaktor pada saat mencapai koversi 99.9%.
Hasil dari program polymath tertera di bawah ini:
Terlihat pada grafik diatas bahwa konversi mencapai 99,9% pada saat jauh sebelum 20 m atau
panjang satu reaktor.

(b) Melakukan plot persamaan konversi sebagai fungsi dari panjang menggunakan program
Polymath
(c) Pada penyelesaian ini kita harus menggantikan persamaan dz/dx, dikarenakan bahwa
diameter dan panjang dari pelet katalis yang kita gunakan menjadi setengah dari ukuran
semula. Maka, dimensi dari pelet katalis juga menjadi setengah dari dimensi semula maka
dengan menggunakan rumus berikut:

Pengasumsian yang kami lakukan yaitu bahwa porositas dari pelet katalis akan tetap sama,
sehingga faktor korelasi yang dipengaruhi oleh ukuran pelet katalis adalah:

Menghitung bilangan Reynold di pipa berkatalis yaitu

Sehingga didapatkan nilai ao yaitu

Bentuk persamaan integralnya:

Setelah itu persamaan akhir diatas dimasukkan ke dalam program Polymath seperti yang akan
dilampirkan di bawah ini:
Grafik yang didapatkan sebagai berikut:

Dari grafik di atas terlihat bahwa terdapat pengaruh pengurangan dari dimensi pelet katalis
yang semula utuh menjadi setengah bagian. Pengaruh tersebut yaitu konversi mencapai
99,9% ketika jaraknya hanya 1,18 dari masukan. Hal tersebut berarti mengurangi jarak yang
butuh dicapai bagi aliran untuk mencapai kondisi 99,9% terkonversi. Hal ini masuk akal
karena, dengan mereduksi ukuran partikel katalis berarti meningkatkan koefisien transfer
massanya sehingga menjadi lebih efisien dan juga dengan begitu dapat meningkatkan nilai
kc.

(d) Jika feed yang digunakan adalah sikloheksana murni dan flowratenya adalah sekitar 60
dm3/min, maka konsentrasi awal dari bulk akan menjadi lebih besar. Sehingga, gradien
konsentrasi sepanjang film yang stagnan pada pelet katalis akan menjadi lebih besar juga.
Namun, koefisien massanya akan mengalami reduksi ketika sudah terdifusi dari permukaan,
hal ini berarti akan lebih susah ketika sikloheksana yang digunakan memiliki konsentarsi
yang tinggi.
Persamaan yang ada pada bagian (a) tidak memperhitungkan Cao, yaitu konsentrasi
sikloheksana awal. Oleh karenya yang mempengaruhi perubahan ini adalah sifat fisik dari
aliran bulk itu sendiri. Perubahannya dihitung menurut persamaan dibawah ini

(e) Soal ini memnberikan indikasi untuk memahami perilaku bagaimana jika parameternya diubah
apakah akan mempengaruhi kondisi dan kefektifan dari perilaku suatu reaktor packed bad atau
tidak.