Anda di halaman 1dari 4

1. Jelaskan dampak positif pariwisata terhadap social masyarakat!

Jawab: dampak positif pariwisata terhadap social masyarakat adalah:

a. Memperluas wawasan dan cara pandang masyarakat terhadap dunia liar

b. Meningkatkan taraf pendidikan dan kebersihan di tempat wisata

c. Terbukanya wawasan penduduk local akan kesadaran bahwa mereka merupakan bagian dari
masyarakat dunia

d. Penduduk local akan berusaha menjaga keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan keindahan
lingkungannya.

2. Jelaskan dampak negative pariwisata terhadap social masyarakat!

Jawab: dampak negative pariwisata terhadap social masyarakat:

a. Adanya diferensiasi struktur social

b. Timbulnya prostitusi

c. Gambling

d. Kriminalitas

e. Maniru gaya hidup konsumtif para wisatawan.

3. Apa saja usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi dampak negative
pariwisata terhadap bidang social masyarakat?

Jawab: usaha yang dilakukan untuk mengatasi dampak pariwisata terhadap keadaan social
masyarakat:

a. Memperketat kemanan di daerah wisata

b. Melakukan penjaringan dan razia kepada PSK

4. Apa peran kearifan local untuk mencegah dampak negative pariwisata?

Jawab: peran kearifan local sangat besar, wisatwan justru akan sangat mengahrgai kearifan local
masyarakt dengan hokum atau sanksi adat. Misalnya: di lereng merapi larangan menebangi hutan
secara liar maka dengan begitu secara tidak langsung dapat mencegah dampak negative pariwisata.
Selain itu upacar-upacara khusus keraton yang tidak boleh dipertontonkan untuk umum.

5. Dengan adanya pariwisata maka akan meningkatakan sector ekonomi suatu tempat, selain
itu juga dapat menimbulkan adanya perubahan-perubahan pada bidang ekonomi. Jelaskan
mengenai perubahan tersebut dan beri solusinya!

Jawab: dapat kita buktikan bahwa pariwisata merupakan sumber pendapatan daerah (setelah
otonomi daerah) dan merupakan sumber devisa Negara. Suatu daerah yang menjadi obyek wisata
akna mengalami perubahan-perubahan pada masyarakatnya. Adapun perubahan tersebut mislanya
pada profesi. Sebelum adanya pariwisata di daerah tertentu masyarakat bekerja sebagai petani dan
mengolah lahan mereka, akan tetapi setelah adanya obyke wisata mereka beralih ke profesi yang
lebih menjanjikan, misalnya berdagang di lokasi wisata, menjadi pemandu local, menyediakan
fasilitas umum, penarik kontribusi, dll. Hal tersebut memberikan lapangan kerja baru bagi
masyarakat sekitar. Akan tetapi, dengan beralihnya profesi mereka, terkadang memberi dampak
buruk pada pekerjaan sebelumnya, yakni petani. Oleh karena itu perlu penyeimbang antar
keduanya agar sama-sama berjalan dan mengahasilkan pendapatan masyarakat.

6. Banyak perbincangan bahwa sector pariwisata dalah salah satu sumber devisa Negara.
Jelaskan usaha-usaha yang dapat dilakukan agar pariwisata menjadi sumber pendapatan yang
menjanjikan daerah dan devisa negara!!

Jawab: untuk memajukan sector wisata perlu dilakukan dengan berbagi cara. Factor-faktor
pendukung wisata perlu dikembangkan agar semakin menarik bagi para wisatwan baik local
maupun mancanegara. Adapaun factor-faktor pendukung tersebut seperti: kenampakan alam
lokasi wisata, sarana dan prasarana, kemudahan transportasi, fasilitas di obye wisata, akomodasi,
hiburan, dll. Hal tsb dilakukan agar pariwisata semakin menarik dan banyak diminati wisatwan.
Selain itu, perlu juga diadakan promosi wisata melalui brosur atau media yang menunjang.

7. Baimana pengaruh pariwisata terhadap perekonomian di sekitar obyke wisata?

Jawab: dilihat dari segi positifnya adalah dengan adanya pariwisata, banyak warga di sekitar obyke
wisata yang memanfaatkan obyek wisata untyuk tempat mencari rezeki. Pendapatn yang diperoleh
sangat bergantung pada banyak tidakany pengunjung yang datang ke obyke wisata tsb.
Kebanykana dari warga di sekitar obye mancari nafkah dengan berdagang, menjual jasa,
mengumpulkan sampah, dll. Dengan adanya pariwisata berarti membuka pula lapangan pekerjaan
bagi masyarakat di sekitar obyke pariwisata sehingga dapat membantu pemerintah dalam
mengurangi pengangguran yang ada. Dilihat dari segi negatifnya adalah warga sekitar obyke
wisata sanat tergantung pada pencarian nafkah di obyek wisata dan kadang hal itu manimbulkan
maslah. Contohnya para pedagang kawasan kaliurang tidak mau berhenti berjualan ketika status
gunung merapi di naikan menjadi awas. Hal ini membahayakn keselamaan dirinya sendiri dan
piihak-pihak yang bertugas.

8. Bagiamana pengaruh pariwisata terhadap perubahan social budaya di lingkungan obyek


pariwisata?

Jawab: dengan adanay pariwsata membuat social dan budaya di masyarakat setempat mengalami
perubahan. Perubahan tersebut ada yang berdampak positif daa juga yang berdampak negative.
perubahan yang berdampak positif, dengan adanya pariwisata maka asuk pula teknologi dan
modernisasi dalam masyarakat setempat. Contohnya orang-orang Bali age yang masih ytradisional
mengalami modernisasi karena menganl teknologi yang dibawa oleh wisatawan, walaupun
adat dan tradisi mereka tetap dipegang teguh. Sedangkan perubahan social budaya yang bersifat
negative adalah timbulnya masalah social. Misalnya adanya prostitusi yang sengaja dilakukan oleh
warga sekitar untuk menambah penghasilan.

9. Apa dampak datangnya wsatawan terhadap perekonomian di sekitar obyke wisata?

Jawab: datangnya wisatwan ke obyek wisata sebagian menguntungkan bagi pemeliharaan dan
pelestarian lingkungan di sekitarnya, tetapi bisa juga merusak lingkungan alam di sekitarnya.
Obyke wisata yang menguntugkan yaitu dengan adanya pariwisata maka wisatwan banyak yang
datang ke tempat itu dan hal itu membuat pemerintah daerah lebih memeprhatikan lingkungan
alam disekitar obyek wisata tsb. Contohnya, pemerintah melakukan penghijauan kembali disekitar
obyke iwsata sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Selain itu, dilakukan
perlindungan bagi flora dan faiuna di obyek wisata tsb.

Dampak negative dari wisatwan yang datang ke obyek wisata yaitu pengrusakan pohon-pohon
atau pembunuhan oleh tangan jahil tanpa sepengetahuan petugas. Selain itu, terkadang ada
wisatawan yang tidak menjaga kebersihan sehingga sampah berserakan dimana-mana dan obyke
wisata tsb menjadi kotor. Untuk meminimalkan dampak negative tsb, maka perlu adanya peraturan
yg tegas, pengawasan dari petugas, dan kesadaran dari wisawan itu sendiri.