Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ASAM URAT PADA KELUARGA TN. M

Pokok bahasan : penyakit asam urat


Sub pokok bahasan : pengrtian asam urat, tanda dan gejala asam urat, penyebab asam
urat, cara pencegahan asam urat, dan pengobatan komplementer
Sasaran : Tn.M dan keluarga
Waktu : 30 menit
Pertemuan : ke-5
Hari/Tanggal : Jumat, 13Desember 2019
Tempat : rumah keluarga TN. M

I. Latar Belakang
Asam urat adalah senyawa turunan urina. Kelebihan atau kekurangan asam urat dalam
plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh
manusia. Pada manusia, asam urat adalah produk terakhir lintasan katabolisme
nukleotidapurina, sebab tiadanya enzim urikase yang mengkonversi asam urat menjadi
alantoid. Kadar asam urat yang berlebih kemudian kan menimbulkan batu ginjal atau mirai
di persendian.
Penyakit asam urat biasanya menyerang pada usia lanjut. Penyakit asam urat sudah
tidak asing lagi di kalangan masyarakat terutama masyarakat di perkampungan atau di
pedesaan. Banyak masyarakat yang menderita penyakit asam urat tidak mengetahui
penyebab dari penyakit asam urat dan tidak mengetahui makanan atau apa saja yang harus
dihindari untuk dikonsumsi. Oleh karena itu penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan
edukasi ke masyarakat agar lebih mengerti dan memahami apa itu penyakit asam urat serta
apa yang harus dihindari atau pencegahannya.
II. Tujuan Intruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan sasaran mampu memahami dan menjelaskan
tentang penyakit asam urat.

III. Tujuan Intruksional Khusus


Setelah dilakukan penyuluhan selama 50 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Menyebutkan kembali pengertian asam urat
2. Menyebutkan tanda dan gejala dari asam urat
3. Menyebutkan kembali penyebab dari asam urat
4. Menjelaskan kembali cara pencegahan asam urat
5. Menjelaskan pengobatan secara komplementer

IV. Sasaran
Tn. M dan keluarga

V. Materi Penyuluhan
1. Pengertian asam urat
2. Tanda dan gejala dari asam urat
3. Penyebab dari asam urat
4. Cara pencegahan asam urat
5. Pengobatan dengan perebusan seledri

VI. Metode
Diskusi, ceramah, praktik/demonstrasi, dan tanya jawab

VII. Media Sumber


Media : Leaflet, flipchart, seledri dan air putih.
VIII. Susunan Acara
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 2 menit 1. Pembukaan :
a. Mengucapkan salam Menjawab salam
b. Memperkenalkan diri Mendengarkan
c. Menjelaskan tujuan dar kegiatan Memperhatikan
penyuluhan
2. Menyebutkan materi yang akan Memperhatikan
disampaikan
2 15 menit Pelaksanaan :
1. Mengevaluasi materi asam urat Menjawab
pertanyaan
2. Menjelaskan dan mempraktikan Memperhatikan
pengobatan dengan perebusan
seledri
3 10 menit Evaluasi :
Menanyakan kepada klien tentang Menjawab
materi yang telah disampaikan. pertanyaan
4 3 menit Terminasi :
1. Mengucapkan terimaksih atas waktu Mendengarkan
yang diluangkan, perhatian serta dan membalas
peran aktif para lansia selama ucapan
mengikuti kegiatan penyuluhan. terimakasih
2. Salam penutup. Menjawab salam

IX. Setting Tempat


Media

Pembicara flipchart
Alat demonstrasi

Pemateri

Peserta Peserta
X. Evaluasi
A. Evaluasi Struktur
1. Tn. M dan keluarga hadir
2. Kesiapan materi penyaji
3. Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung
B. Evaluasi Proses
1. Tn. M dan keluarga hadir sesuai dengan kontrak waktu yang ditentukan
2. Tn. M dan keluarga antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak
diketahuinya
3. Tn. M dankeluarga menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan
C. Evaluasi Hasil
1. Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah diberikan
2. Adanya kesepakatan Tn. M dankeluarga dengan penyuluh dalam melaksanakan
implementasi keperawatan
3. Adanya tambahan pengetahuan tentang asam urat yang diterima oleh Tn. M
dankeluarga dengan melakukan evaluasi melalui post test diakhir ceramah
Prosedur : Post test
Jenis tes : pertanyaan secara lisan dan sikomotor
Butir soal : 5 soal
1. Sebutkan pengertian asam urat!
2. Sebutkan tanda dan gejala dari asam urat!
3. Sebutkan penyebab dari asam urat!
4. Sebutkan cara pencegahan asam urat!
5. Bagaimana cara pengobatan komplementer dengan daun salam!
XI. Daftar Pustaka
1. Syafrudin, SKM., M.Kes. dkk. (2011). HIMPUNAN PENYULUHAN KESEHATAN
(Pada Remaja, Keluarga, Lansia, dan Masyarakat). Jakarta Timur: CV. Trans Info
Media.
2. Darussalam, Rukmi. (2016). Peran Air Rebusan Daun Salam (Syzgium Polyanthum)
Dalam Menurunkan Kadar Asam Urat. Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes
Jenderal Achmad Yani Yogyakarta : Media Ilmu Kesehatan vol. 5 no. 2.
3. Muhtadi, Suhendi. A, Nurcahyanti. W. & Sutrisna, E.M. (2012). Potensi daun salam
(syzigium polyanthum walp.) Dan biji jinten hitam (nigella sativa linn) sebagai
kandidat obat herbal terstandar asam urat. Fakultas Farmasi Universitas
Muhammadiyah Surakarta : Pharmacon,vol.13 no 1.
4. Ananggadipa, Muhammad. (2012). Lansia dengan Asam Urat (Artritis Gout/ Pirai).
http://muhammadanggadipa.wordpress.com.Surabaya: Stikes Hang Tuah

XII. Lampiran Materi dan Media

Semarang, 11 Desember 2019

Penyuluh
Lampiran Materi
ASAM URAT

A. Pengertian asam urat


Asam urat adalah penyakit yang menyerang persendian dan jaringan tulang oleh
penumpukan kristal asam urat sehingga menimbulkan peradangan. Asam urat adalah sisa
metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi dan juga hasil
samping dari pemecahan sel darah.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan
urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan
kadarnya meningkat dalam tubuh. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang
mengandung banyak purin dapat meningkatkan kadar asam urat. Asam urat yang
berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan nyeri atau
bengkak.

B. Tanda dan gejala dari asam urat


1. Sendi bengkak, merah, lunak pada perabaan
2. Tidak tahan terhadap tekanan
3. Timbul demam
4. Rasa sakit yang hilang timbul pada sendi
5. Nyeri terutama pada malam hari atau pagi hari saat bangun tidur

C. Penyebab dari asam urat


1. Faktor dari luar
Penyebab asam urat yang paling utama adalah makanan atau faktor dari luar. Asam
urat dapat meningkat dengan cepat antara lain disebabkan karena nutrisi dan
konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi.
2. Faktor dari dalam
Adapun faktor dari dalam adalah terjadinya proses penyimpangan metabolisme yang
umumnya berkaitan dengan faktor usia, dimana usia diatas 40 tahun atau manula
beresiko besar terkena asam urat. Selain itu, asam urat bisa disebabkan oleh penyakit
darah, penyakit sumsum tulang dan polisitemia, konsumsi obat–obatan, alkohol,
obesitas, diabetes mellitus juga akibat peningkatan pergantian sel (leukimia,
multiplemyeloma, psoriasis), kegagalan ginjal dalam mengekskresikan asam urat bisa
menyebabkan asam urat.
Makanan penyebab asam urat dan pantangan bagi penderita asam urat:
a. Makanan jeroan: hati, otak, babat, ginjal, limpa, usus,dan paru.
b. Daging: daging sapi, daging kuda dan daging kambing.
c. Ekstrak daging: dendeng dan abon.
d. Seafood: kepiting, cumi-cumi, kerang, sotong, remis, ikan sarden, ikan teri,tiram,
udang.
e. Bebek: kalkun dan angsa.
f. Makanan kaleng: sarden, kornet sapi dll.
g. Buah-buahan: nanas dan durian.
h. Sayuran: bayam, buncis, kembang kol, jamur kuping, daun pepaya, daun
singkong, kangkung dan asparagus.
i. Kacang-kacangan: kacang tanah, tauge, kacang hijau, melinjo, emping, kacang
kedelai termasuk kedelai olahan seperti tempe,susu kedelai, oncom dan tauco.
j. Makanan gorengan, makanan yang dimasak dengan mentega atau margarin,
makanan bersantan.
k. Makanan yang mengandung lemak dan protein tinggi.
l. Keju, kaldu, kuah daging yang kental, es krim, air kelapa dan telur.

D. Cara pencegahan asam urat


1. Diit yang baik untuk mencegah asam urat dengan cara menghindari atau mengurangi
makanan yang tinggi kadar asam urat, diantaranya adalah:
a. makanan yang berprotein tinggi khususnya protein hewani, seperti: udang,
kerang, seafood.
b. Minuman yang mengandung alkohol seperti tape, bir, tuak pahit.
c. Makanan kaleng seperti sarden, kornet, jeroan seperti usus, hati, limpa, paru,
otak, jantung, ginjal.
d. Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, air kelapa muda, empin, mlinjo
e. Kaldu daging
2. Mengkonsumsi makanan yang mengandung basa, seperti: susu, kentang, jeruk.
3. Hindari penggunaan obat-obatan: diuretic, aspirin.
4. Memeriksa kesehatan terutama kesehatan sendi dan tulang.
E. Pengobatan secara komplementer
Gout merupakan masalah yang sering dialami oleh kebanyakan orang dewasa saat
ini. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit gout menyebabkan penyakit
ini menjadi penyakit akut hingga kronik. Salah satu penyebab penyakit ini yaitu banyak
mengkonsumsi makanan tinggi purin seperti hati, ginjal atau jeroan (Sjamsuhidajat,
2012). World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 335 juta orang di
dunia mengidap penyakit gout (Bobaya, 2016). Ketika seseorang telah mengalami
hiperuresemia maka dapat dikatakan pula seseorang tersebut mengalami gout artritis,
yang mana gout artritis merupakan salah satu penyakit rematik yang menduduki urutan
ketiga setelah rematoid artritis. Prevalensi penyakit gout di negara maju pada populasi
seperti di USA diperkirakan 13,6/100.000 penduduk (Sukarmin, 2015). Prevalensi gout
di negara berkembang seperti Cina dan Taiwan pun setiap tahunnya semakin
berkembang, sedangkan di Indonesia diperkirakan hampir 80% penduduk yang berusia
40 tahun atau lebih (Junaidi, 2013; Misnadiarly, 2007). Prevalensi penyakit sendi
berdasarkan Riskesdas diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia sebesar 11,9% dan
berdasarkan diagnosis atau gejala sebesar 24,7%. Kalimantan Barat memiliki prevalensi
penyakit sendi sebesar 22,3% (Trihono, 2013).
Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada penderita gout meliputi farmakologi dan
non farmakologi. Pengobatan farmakologi pada gout dapat berupa OAINS, kolkisin dan
kortikosteroid selama episode akut (Brooker, 2008). Penatalaksanaan non farmakologi
atau pengobatan tradisional yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam jangka waktu
panjang tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya yaitu salah satunya tumbuhan
untuk menurunkan kadar asam urat adalah daun seledri (Dhalimarta, 2006; As-sayyid,
2013). Tanaman seledri terdiri atas komponen metabolit sekunder yang berhasil diisolasi
di antaranya apiin dan apigenin. Seledri diketahui memiliki antirematik, obat penenang,
diuretik ringan dan antiseptik pada saluran kemih. Kemudian seledri juga dapat
digunakan untuk radang sendi dan rheumatoid. Selain itu, herbal seledri sering
digunakan sebagai obat peluruh keringat, penurun demam, rematik, sukar tidur, dan
darah tinggi, asam urat dan memperbaiki fungsi darah yang terganggu yang berfungsi
sebagai antiinflamasi. Apigenin merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam
seledri dan dapat digunakan sebagai obat asam urat (Kowalak, 2012). Kemudahan dalam
mendapatkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mendukung seledri
untuk digunakan dalam obat alternatif tradisional dalam penurunan kadar asam urat
dalam tubuh (Dhalimarta, 2006). Seledri yang sangat mudah ditemukan dan harganya
juga sangat terjangkau oleh masyarakat serta lingkungan tempat tinggal masyarakat yang
rata-rata mengembangbiakkan tanaman seledri di area pekarangan rumah sangat
disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Saat ini belum ada penelitian yang
menjelaskan tentang efek samping berbahaya dari mengkonsumsi air rebusan seledri
yang sangat baik sebagai terapi penurunan kadar asam urat (Kertia, 2009). Belum ada
pula penelitian secara ilmiah yang menyebutkan bahwa air rebusan seledri dapat secara
efektif menurunkan asam urat yang dilakukan pada manusia, oleh sebab itu peneliti
memandang perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh pemberian
air rebusan seledri terhadap kadar asam urat pada penderita gout. kadar asam urat
sesudah intervensi pemberian air rebusan seledri (Apium Graveolens L.) cenderung lebih
rendah dibandingkan kadar asam urat sebelum intervensi pemberian air rebusan seledri
(Apium Graveolens L.) yang nilai normal kadar asam urat pada laki-laki ≤ 7 mg/dl dan
pada perempuan ≤ 6 mg/dl.