Anda di halaman 1dari 2

Usahakan belajar “Guyon”

Suasana hati menuturkan untuk selalu dalam kondisi menenangkan, baik ketika dalam
kondisi marah, risau, gelisah, takut dan terlalu menumpuknya keinginan hati yang tak jelas.
Kesadaran untuk tenang selalu muncul setiap saat dalam situasi apapun, tapi kenapa sulit sekali
untuk meleburkan suasana hati menjadi tenang? Itu mungkin sampean terlalu “nggetu” alias
terlalu serius menghadapi situasi apapun, bisa dikatakan dalam situasi apapun sikap dingin atau
kaku lebih menguasai diri. Didalam sendagurau bahasa atau kalimat tawa seringkali mampu
meleburkan suasana kelompok dan suasana hati menjadi lebih ringan dan rileks karena dalam
tawa tidak memandang nilai strata sosial dan tidak ada tuntutan harus bernilai. Bisa kita lihat
bahwa seorang komedian senior, begitu mudahnya menangkap sebuah kejadian dan dijadikan
bahan lelucon, itu memandakan kecakapan seseorang memaknai kejadian menjadi bingkai tawa.

Terlepas dari seorang yang berprofesi komedian, orang awam pun memiliki kepekaan
dalam menangkap nilai-nilai tawa, bisa kita rasakan sendiri ketika melamunkan tentang diri kita
sendiri begitu banyak hal kejadian masa lalu yang membuat tertawa sendiri. Perlu sedikit keluar
dari rutinitas yang kaku dan bercengkrama dengan aneka guyonan membantu untuk melemaskan
seluruh syaraf tubuh tanpa perlu ada dokter spesialis syaraf. Abraham maslow berpendapat
bahwa dalam diri pribadi yang matang ada kesadaran humor yang filsafi, artinya kesadaran ini
cenderung tidak memiliki permusuhan atau benci terhadap suatu hal selalu memiliki nilai positif
dalam memaknai kejadian apapun.

Ada kalanya kesanggupan untuk bersendagurau dibutuhkan dalam menghadapi


permasalahan-permasalahan yang sulit, bukan berarti tidak serius dalam menghadapi masalah
hanya saja ada keuntungan yang didapatkan dari permasalahan tersebut yaitu keuntungan
bahagia sendagurau. Hanya saja menampilkan respon tawa tak sepatutnya tertawa keras hingga
terkekeh-kekeh atau berlebihan dalam batas-batas kewajaran karena akan mengakibatkan tak
terkontrolnya emosi dan mengundang kalimat-kalimat spontan yang megandung kemarahan
kawan.

Spontanitas berfikir humor memang perlu di renungkan sedalam perasaan mencintai


seorang perempuan, ciiiyee.. Tidak cukup mengandalkan diri sendiri dalam mempelajari ilmu
guyonan, karena ada kaitannya ungkapan kalimat humor dengan kesadaran aktualisasi diri untuk
diperhatikan dan di apresiasi oleh lawan bicara. Lucu juga kalo belajar guyonan dengan diri
sendiri, bisa saja sihh.. Cuma terlalu dalam guyon dengan diri sendiri jadi rada miring otaknya,
terlalu lebar imajinasi dan tak memiliki pelampiasan humor. Kalimat humor juga perlu di
apresiasi loh..
Menurut Gordon W. Allport seorang teoritikus kepribadian mengatakan bahwa Individu
dewasa harus memiliki orientasi yang realistik terhadap dirinya sendiri salah satunya dengan
menggunakan orientasi humor, perasaan humor bukan hanya menunjukkan adanya kesenangan
dan gelak tawa, tetapi juga adanya kemampuan untuk membina hubungan yang positif dengan
diri sendiri dan objek yang dicintai. Selain itu masih banyak lagi fungsi humor tidak hanya
sebagai motivasi diri melainkan bisa digunakan untuk media kritik sosial dan media dakwah.

Pembahasan ini erat kaitannya dengan salah satu sufi islam yang terkenal dengan humor-
humornya yang menggelitik yaitu Nasrudin Hoja, menurut Nasrudin Hoja hidup ini banyak yang
lucu disekelilingmu, manusia itu makhluk intelektual dan paling mulia tapi perilakunya membuat
orang tertawa. Senada juga dengan salah satu bait puisi jalaludin rumi yaitu, Tataplah wajah
manusia tatap sedalam-dalamnya, dibalik tertawanya ada hakikat kebenaran yang sejati. Jangan
lupa di baca kembali dari atas sampai bawah, ada cashback 200 kata kembali. Selamat belajar
guyon.. :D