Laporan Praktikum Pengalamatan Ipv4 Modul 3
Laporan Praktikum Pengalamatan Ipv4 Modul 3
MODUL 3
PENGALAMATAN IPV4
2019
MODUL III
PENGENALAN PENGALAMATAN IPV4
Setiap mesin (machine) di Internet memiliki nomor unik yang ditetapkan untuknya, yang disebut
alamat IP. Tanpa alamat IP, kita tidak akan dapat berkomunikasi dengan perangkat lain, pengguna,
dan komputer di Internet. Kita dapat melihat alamat IP seolah-olah itu adalah nomor telepon, masing-
masing unik dan digunakan untuk mengidentifikasi cara untuk menjangkau kita.
I. Tujuan
Mengerti tentang IPv4, Subnetting, dan Variable Length Subnet Mask (VLSM)
o Dapat melakukan subnetting IP Address.
IPv4
Dua bagian utama IPv4:
Network ID
Menyatakan alamat Network.
Host ID
Menyatakan alamat host.
Alamat IP
Alamat IP selalu terdiri dari 4 angka yang dipisahkan oleh titik-titik, dengan angka yang
memiliki kisaran 0 hingga 255. Contoh bagaimana alamat IP muncul adalah: 172.16.0.0
Representasi alamat IP ini disebut notasi desimal dan seperti apa umumnya digunakan oleh
manusia untuk merujuk ke alamat IP untuk tujuan keterbacaan. Dengan rentang untuk setiap
angka antara 0 dan 255 ada total 4.294.967.296 kemungkinan alamat IP. Di luar dari alamat
ini ada 3 rentang khusus yang dicadangkan untuk keperluan khusus. Yang pertama adalah
alamat 0.0.0.0 dan merujuk ke jaringan default dan alamat 255.255.255.255 yang disebut
alamat broadcast. Alamat-alamat ini digunakan untuk perutean. Alamat ketiga, 127.0.0.1,
adalah alamat loopback, dan merujuk ke mesin Kita. Setiap kali Kita melihat, 127.0.0.1, Kita
sebenarnya merujuk ke mesin Kita sendiri. Itu berarti jika Kita mengklik tautan ini,
http://127.0.0.1, Kita benar-benar mencoba untuk terhubung ke komputer Kita sendiri, dan
kecuali Kita memiliki server web yang berjalan, Kita akan mendapatkan kesalahan koneksi.
Ada beberapa pedoman untuk bagaimana alamat IP dapat muncul. Keempat angka harus
antara 0 dan 255, dan alamat IP 0.0.0.0 dan 255.255.255.255 dicadangkan, dan tidak dianggap
sebagai alamat IP yang dapat digunakan. Alamat IP harus unik untuk setiap komputer yang
terhubung ke jaringan. Itu berarti bahwa jika Kita memiliki dua komputer di jaringan Kita,
masing-masing harus memiliki alamat IP yang berbeda untuk dapat berkomunikasi satu sama
lain. Jika secara tidak sengaja alamat IP yang sama diberikan ke dua komputer, maka
komputer-komputer itu akan memiliki apa yang disebut "Konflik IP" dan tidak dapat
berkomunikasi satu sama lain.
Kelas alamat IP
Alamat IP ini selanjutnya dapat dipecah menjadi kelas-kelas. Kelas-kelas ini adalah A, B, C,
D, E dan rentang yang dapat dilihat di bawah.
Sisa kelas dialokasikan untuk perusahaan dan organisasi berdasarkan jumlah alamat IP yang
mereka butuhkan. Di bawah ini adalah uraian kelas IP dan organisasi yang biasanya akan
menerima jenis alokasi tersebut.
Kelas A: Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ada 126 jaringan kelas A. Jaringan ini terdiri
dari 16.777.214 kemungkinan alamat IP yang dapat ditetapkan ke perangkat dan komputer.
Jenis alokasi ini umumnya diberikan kepada jaringan yang sangat besar seperti perusahaan
multi-nasional.
Loopback: Ini adalah jaringan 127.0.0.0 khusus yang dicadangkan sebagai loopback ke
komputer Kita sendiri. Alamat-alamat ini digunakan untuk menguji dan men-debug program
atau perangkat keras Kita.
Kelas B: Kelas ini terdiri dari 16.384 jaringan individu, masing-masing alokasi terdiri dari
65.534 kemungkinan alamat IP. Blok ini umumnya dialokasikan untuk Internet Service
Provider (ISP) dan jaringan besar, seperti perguruan tinggi atau rumah sakit besar.
Kelas C: Ada total 2.097.152 jaringan Kelas C tersedia, dengan masing-masing jaringan
terdiri dari 255 alamat IP individu. Jenis kelas ini umumnya diberikan kepada perusahaan
kecil hingga menengah.
Kelas D: Alamat IP di kelas ini dicadangkan untuk layanan yang disebut Multicast.
Broadcast: Ini adalah jaringan khusus 255.255.255.255, dan digunakan untuk menyiarkan
pesan ke seluruh jaringan tempat komputer Kita berada.
Alamat Privat
Ada juga blok alamat IP yang disisihkan untuk penggunaan pribadi internal untuk komputer
yang tidak terhubung langsung ke Internet. Alamat IP ini tidak seharusnya dirutekan melalui
Internet, dan sebagian besar penyedia layanan akan memblokir upaya untuk melakukannya.
Alamat IP ini digunakan untuk penggunaan internal oleh perusahaan atau jaringan rumah
yang perlu menggunakan TCP/IP tetapi tidak ingin langsung terlihat di Internet. Rentang IP
ini adalah:
Kelas Alamat privat awal Alamat privat akhir
A 10.0.0.0 10.255.255.255
B 172.16.0.0 172.31.255.255
C 192.168.0.0 192.168.255.255
Jika Kita berada di jaringan pribadi di rumah/kantor dan ingin menggunakan TCP/IP, Kita
harus menetapkan alamat IP komputer/perangkat Kita dari salah satu dari tiga rentang ini.
Dengan begitu router/firewall Kita akan menjadi satu-satunya perangkat dengan alamat IP
yang benar yang membuat jaringan Kita lebih aman.
Subnetting
Subnetting adalah teknik membagi Network ID menjadi dua atau lebih Network ID yang lebih
kecil. Sehingga Network ID dapat diperbanyak dengan cara mengorbankan sebagian Host ID.
Hal ini berguna untuk mengurangi ukuran domain broadcast, meningkatkan efisiensi routing,
dan meningkatkan keamanan jaringan. Network ID hasil dari subnetting disebut dengan
subnet, dan komunikasi antar subnet harus menggunakan router.
Subnet Mask
Subnet mask adalah selubung bit dari subnet, prinsip subnetting adalah kita memperbanyak
jumlah selubung/masking bit pada subnet mask.
Subnetting IP Kelas A
IP 99.0.0.0/8 dengan kebutuhan 8 subnet.
Subnet mask default 255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000 atau /8
2N ≥ 8, N = 3
Subnet mask menjadi 255.224.0.0 = 11111111.11100000.00000000.00000000 atau /11
256-224 = 32
Kelipatan 32 di oktet ke 2 sebanyak 8 kali.
Sisa bit 0 sebanyak 21 bit, jadi host per subnet 221 – 2 = 2097150 host per subnet.
N Alamat Subnet Notasi Host Alamat Alamat Host Alamat
o Subnet Mask Prefix per Host terakhir Broadcast
Length Subnet pertama
1 99.0.0.0 255.224.0. 99.0.0.0/11 209715 99.0.0.1 99.31.255.254 99.31.255.255
0 0
2 99.32.0.0 255.224.0. 99.32.0.0/11 209715 99.32.0.1 99.63.255.254 99.63.255.255
0 0
3 99.64.0.0 255.224.0. 99.64.0.0/11 209715 99.64.0.1 99.95.255.254 99.95.255.255
0 0
4 99.96.0.0 255.224.0. 99.96.0.0/11 209715 99.96.0.1 99.127.255.25 99.127.255.25
0 0 4 5
5 99.128.0. 255.224.0. 99.128.0.0/1 209715 99.128.0. 99.159.255.25 99.159.255.25
0 0 1 0 1 4 5
6 99.160.0. 255.224.0. 99.160.0.0/1 209715 99.160.0. 99.191.255.25 99.191.255.25
0 0 1 0 1 4 5
7 99.192.0. 255.224.0. 99.192.0.0/1 209715 99.192.0. 99.223.255.25 99.223.255.25
0 0 1 0 1 4 5
8 99.224.0. 255.224.0. 99.224.0.0/1 209715 99.224.0. 99.255.255.25 99.255.255.25
0 0 1 0 1 4 5
Subnetting IP Kelas B
IP 180.10.0.0/16 dengan kebutuhan 30 subnet.
Subnet mask default 255.255.0.0 atau /16
2𝑁 ≥ 30, N = 5
Subnet mask menjadi 255.255.248.0 atau /21
256 – 248 = 8
Kelipatan 8 di oktet ke 3
Sisa bit 0 sebanyak 11 bit, jadi host per subnet 211 − 2 = 2046
No Subnet Subnet Mask Notasi Prefix Host Host Range Broadcast
Length
1 180.10.0.0 255.255.248.0 180.10.0.0/21 2046 180.10.0.1 to 180.10.7.255
180.10.7.254
2 180.10.8.0 255.255.248.0 180.10.8.0/21 2046 180.10.8.1 to 180.10.15.255
180.10.15.254
3 180.10.16.0 255.255.248.0 180.10.16.0/21 2046 180.10.16.1 to 180.10.23.255
180.10.23.254
4 180.10.24.0 255.255.248.0 180.10.24.0/21 2046 180.10.24.1 to 180.10.31.255
180.10.31.254
5 180.10.32.0 255.255.248.0 180.10.32.0/21 2046 180.10.32.1 to 180.10.39.255
180.10.39.254
6 180.10.40.0 255.255.248.0 180.10.40.0/21 2046 180.10.40.1 to 180.10.47.255
180.10.47.254
7 180.10.48.0 255.255.248.0 180.10.48.0/21 2046 180.10.48.1 to 180.10.55.255
180.10.55.254
8 180.10.56.0 255.255.248.0 180.10.56.0/21 2046 180.10.56.1 to 180.10.63.255
180.10.63.254
9 180.10.64.0 255.255.248.0 180.10.64.0/21 2046 180.10.64.1 to 180.10.71.255
180.10.71.254
10 180.10.72.0 255.255.248.0 180.10.72.0/21 2046 180.10.72.1 to 180.10.79.255
180.10.79.254
11 180.10.80.0 255.255.248.0 180.10.80.0/21 2046 180.10.80.1 to 180.10.87.255
180.10.87.254
12 180.10.88.0 255.255.248.0 180.10.88.0/21 2046 180.10.88.1 to 180.10.95.255
180.10.95.254
13 180.10.96.0 255.255.248.0 180.10.96.0/21 2046 180.10.96.1 to 180.10.103.255
180.10.103.254
14 180.10.104.0 255.255.248.0 180.10.104.0/21 2046 180.10.104.1 180.10.111.255
to
180.10.111.254
15 180.10.112.0 255.255.248.0 180.10.112.0/21 2046 180.10.112.1 180.10.119.255
to
180.10.119.254
16 180.10.120.0 255.255.248.0 180.10.120.0/21 2046 180.10.120.1 180.10.127.255
to
180.10.127.254
17 180.10.128.0 255.255.248.0 180.10.128.0/21 2046 180.10.128.1 180.10.135.255
to
180.10.135.254
18 180.10.136.0 255.255.248.0 180.10.136.0/21 2046 180.10.136.1 180.10.143.255
to
180.10.143.254
19 180.10.144.0 255.255.248.0 180.10.144.0/21 2046 180.10.144.1 180.10.151.255
to
180.10.151.254
20 180.10.152.0 255.255.248.0 180.10.152.0/21 2046 180.10.152.1 180.10.159.255
to
180.10.159.254
21 180.10.160.0 255.255.248.0 180.10.160.0/21 2046 180.10.160.1 180.10.167.255
to
180.10.167.254
22 180.10.168.0 255.255.248.0 180.10.168.0/21 2046 180.10.168.1 180.10.175.255
to
180.10.175.254
23 180.10.176.0 255.255.248.0 180.10.176.0/21 2046 180.10.176.1 180.10.183.255
to
180.10.183.254
24 180.10.184.0 255.255.248.0 180.10.184.0/21 2046 180.10.184.1 180.10.191.255
to
180.10.191.254
25 180.10.192.0 255.255.248.0 180.10.192.0/21 2046 180.10.192.1 180.10.199.255
to
180.10.199.254
26 180.10.200.0 255.255.248.0 180.10.200.0/21 2046 180.10.200.1 180.10.207.255
to
180.10.207.254
27 180.10.208.0 255.255.248.0 180.10.208.0/21 2046 180.10.208.1 180.10.215.255
to
180.10.215.254
28 180.10.216.0 255.255.248.0 180.10.216.0/21 2046 180.10.216.1 180.10.223.255
to
180.10.223.254
29 180.10.224.0 255.255.248.0 180.10.224.0/21 2046 180.10.224.1 180.10.231.255
to
180.10.231.254
30 180.10.232.0 255.255.248.0 180.10.232.0/21 2046 180.10.232.1 180.10.239.255
to
180.10.239.254
31 180.10.240.0 255.255.248.0 180.10.240.0/21 2046 180.10.240.1 180.10.247.255
to
180.10.247.254
32 180.10.248.0 255.255.248.0 180.10.248.0/21 2046 180.10.248.1 180.10.255.255
to
180.10.255.254
Subnetting IP Kelas C
IP 194.20.10.0/24 dengan kebutuhan 6 subnet.
Subnet mask default 255.255.255.0 atau /24
2𝑁 ≥ 6, N = 3
Subnet mask menjadi 255.255.255.224 atau /27
256 – 224 = 32
Kelipatan 32 di oktet ke 4
Sisa bit 0 sebanyak 5 bit, jadi host per subnet 25−2= 30
No Subnet Subnet Mask Notasi Prefix Host Host Range Broadcast
Length
1 194.20.10.0 255.255.255.224 194.20.10.0/27 30 194.20.10.1 194.20.10.31
to
194.20.10.30
2 194.20.10.32 255.255.255.224 194.20.10.32/27 30 194.20.10.33 194.20.10.63
to
194.20.10.62
3 194.20.10.64 255.255.255.224 194.20.10.64/27 30 194.20.10.65 194.20.10.95
to
194.20.10.94
4 194.20.10.96 255.255.255.224 194.20.10.96/27 30 194.20.10.97 194.20.10.127
to
194.20.10.126
5 194.20.10.128 255.255.255.224 194.20.10.128/27 30 194.20.10.129 194.20.10.159
to
194.20.10.158
6 194.20.10.160 255.255.255.224 194.20.10.160/27 30 194.20.10.161 194.20.10.191
to
194.20.10.190
7 194.20.10.192 255.255.255.224 194.20.10.192/27 30 194.20.10.193 194.20.10.223
to
194.20.10.222
8 194.20.10.224 255.255.255.224 194.20.10.224/27 30 194.20.10.225 194.20.10.255
to
194.20.10.254
VLSM
Variable Length Subnet Mask (VLSM) adalah bentuk lain dari subnetting, perbedaannya
terletak pada jumlah host yang dihasilkan dari setiap subnet. Subnetting akan menghasilkan
subnet dengan jumlah host yang sama banyak, sedangkan VLSM akan menghasilkan subnet
dengan jumlah host yang berbeda sesuai dengan kebutuhan skema jaringan.
Suatu kantor menggunakan IP Private 192.168.0.0/24 yang akan dibagi menjadi beberapa
segmen jaringan untuk beberapa departemen dengan jumlah host yang berbeda. Departemen
SDM membutuhkan 12 host, Akuntansi 6 host, Teknik 30 host, Pemasaran 62 host, dan point-
to-point antar router 2 host.
2. Tentukan.
Teknik
2n-2≥8000=213-2=8190≥8000
n=13,
32-n(13)=19
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 19 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11100000.00000000=255.255.224.0
Bengkel
2n-2≥4000=212-2=4094≥4000
n=12,
32-n(12)=20
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 20 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11110000.00000000=255.255.240.0
Sales
2n-2≥2000=211-2=2046≥2000
n=11,
32-n(11)=21
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 21 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111000.00000000=255.255.248.0
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 248 yang terletak pada oktet ke 3.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-248=8
Subnet keempat adalah: 172.16.104.0/21
Pemasaran
2n-2≥1000=210-2=1022≥1000
n=10,
32-n(10)=22
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 22 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111100.00000000=255.255.252.0
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 252 yang terletak pada oktet ke 3.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-252=4
Subnet kelima adalah: 172.16.108.0/22
Akuntansi
2n-2≥500=29-2=510≥500
n=9,
32-n(9)=23
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 23 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111110.00000000=255.255.254.0
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 254 yang terletak pada oktet ke 3.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-254=2
Subnet kelima adalah: 172.16.110.0/23
Subnet A
2n-2≥200=28-2=254≥200
n=8,
32-n(8)=24
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 24 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111111.00000000=255.255.255.0
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 255 yang terletak pada oktet ke 3.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-255=1
Subnet pertama adalah: 172.16.0.0/24
Host Pertama: 172.16.0.1/24
Host Terakhir: 172.16.0.254/24
Broadcast: 172.16.0.255 /24
Subnet B
2n-2≥150=28-2=254≥150
n=8,
32-n(8)=24
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 24 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111111.00000000=255.255.255.0
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 255 yang terletak pada oktet ke 3.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-255=1
Subnet kedua adalah: 172.16.0.1/24
Host Pertama: 172.16.0.2/24
Host Terakhir: 172.16.0.254/24
Broadcast: 172.16.0.255 /24
Subnet C
2n-2≥100=27-2=126≥100
n=7,
32-n(7)=25
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 25 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111111.10000000=255.255.255.128
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 128 yang terletak pada oktet ke 4.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-128=128
Subnet ketiga adalah: 172.16.0.2/25
Host Pertama: 172.16.0.3/25
Host Terakhir: 172.16.0.126/25
Broadcast: 172.16.0.127/25
Subnet D
2n-2≥80=27-2=126≥80
n=7,
32-n(7)=25
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 25 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111111.10000000=255.255.255.128
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 128 yang terletak pada oktet ke 4.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-128=128
Subnet keempat adalah: 172.16.0.128/25
Host Pertama: 172.16.0.129/25
Host Terakhir: 172.16.0.254/25
Broadcast: 172.16.0.255/25
Subnet E
2n-2≥60=26-2=62≥60
n=6,
32-n(6)=26
Sehingga panjang bit 1 untuk subnet mask pada subnet ini adalah 26 bit. Dalam
bentuk binary:
11111111.11111111.11111111.11000000=255.255.255.192
Oktet terakhir yang di mask adalah angka desimal 192 yang terletak pada oktet ke 4.
Rentang subnet:
256-Nilai oktet terakhir yang di mask
256-192=64
Subnet keempat adalah: 172.16.1.0/26
Host Pertama: 172.16.1.1/26
Host Terakhir: 172.16.1.62/26
Broadcast: 172.16.1.63/26
N Kebutuh Alamat Notasi Prefix Subnet Mask Host Alamat Alamat Alamat
o an Host Subnet Length yang Host Host Broadcast
tersed Pertama Terakhir
ia per
subne
t
1 200 172.16.0. 172.16.0.0/2 255.255.255. 200 172.16.0. 172.16.0. 172.16.0.
0 4 0 1 254 255
2 150 172.16.0. 172.16.0.1/2 255.255.255. 150 172.16.0. 172.16.0. 172.16.0.
1 4 0 2 254 255
3 100 172.16.0. 172.16.0.2/2 255.255.255. 100 172.16.0. 172.16.0. 172.16.0.
2 5 128 3 126 127
4 80 172.16.0. 172.16.0.12 255.255.255. 80 172.16.0. 172.16.0. 172.16.0.
128 8/25 128 129 254 255
5 60 172.16.1. 172.16.1.0/2 255.255.255. 60 172.16.1. 172.16.1. 172.16.1.
0 6 192 1 62 63
Link skema jaringan: http://bit.ly/skemajaringanno8
IV. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa subnetting IP Address
dilakukan guna mengurangi ukuran domain broadcast, meningkatkan efisiensi routing, dan
meningkatkan keamanan jaringan.
DAFTAR PUSTAKA