Anda di halaman 1dari 11

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KONSUMEN

Faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan :

Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu barang
dengan jumlah barang yang diminta. Sedangkan dalam kenyataanya banyak faktor lain.

HARGA BARANG-BARANG LAIN :

Hubungan antara sesuatu barang dengan berbagai jenis-jenis barang lainnyadapat


dibedakan menjadi 3 golongan :

- Barang Pengganti :

Sesuatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia dapat
menggantikan fungsi barang lain tersebut. Minyak goreng dan margarine adalah barang
yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seorang yang sedang memasak jika tidak ada
minyak goreng maka dia akan menggunakan margarine begitu juga sebaliknya. Harga
barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya.
Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan
mengalami pengurangan dalam permintaan. Dengan demikian apabila harga margarine
turun maka permintaan terhadap minyak goreng akan berkurang. Begitu juga sebaliknya.

- Barang Pelengkap :

Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang
tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Saat memasak, Anda
tentu menggunakan 2 alat utama yaitu kompor dan gas yang berada di dalam tabung. Jika
salah satu di antara keduanya tidak ada, misalnya gas dalam tabung habis, maka kompor
pasti tidak akan bisa menyala dan Anda pun pasti tidak jadi memasak. Begitupula
sebaliknya. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu
sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya. Kalua permintaan kompor
terhadap bertambah permintaan terhadap gas cendrung bertambah juga, begitu juga
sebaliknya.

- Barang Netral

Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai hubungan sama sekali
Maksudnya, Perubahan permintaan dan harga beras tidak akan mempengaruhi permintaan
buku tulis dan begitu pula sebaliknya. Apabila dua macam barang tidak mempunyal
hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut
tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti itu dinamakan barang
netral.

PENDAPATAN PARA PEMBELI :

Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak
permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan
perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan kepada sifat
perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat
dibedakan menjadi 4 golongan yaitu :

- Barang Inferior

Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang
berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap
barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang. Para pembeli yang
mengalami kenaikan pendapatan akan mengurangi pengeluarannya terhadap barang-
barang inferior dan menggantikannya dengan barang-barang yang lebih baik mutunya.
Sandal jepit adalah suatu contoh barang inferior. Pada pendapatan yang rendah orang-
orang akan memilih sandal jepit yang kualitasnya rendah. Kalau pendapatan meningkat
maka konsumen mempunyai kemampuan untuk membeli barang sandal jepit yang memiliki
kualitas yang lebih bermutu.

- Barang Esensial

Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti
makanan (beras, kopi dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak
berubah walaupun pendapatan meningkat.

- Barang Normal

Sesuatu barang dinamakan barang normal apabila ia mengalami kenaikan dalam


permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang ada dalam
masyarakat termasuk dalam golongan ini. Beberapa contohnya adalah pakaian, sepatu,
berbagai jenis peralatan rumah tangga, dan berbagai jenis makanan. Ada dua faktor yang
menyebabkan barang-barang seperti itu permintaannya akan mengalami kenaikan kalau
pendapatan para pembeli bertambah, yaitu (i) pertambahan pendapatan menambah
kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan pertambahan pendapatan
memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari barang yang kurang baik
mutunya kepada barang-barang yang lebih baik.
- Barang Mewah

Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relatif tinggi
termasuk dalam golongan ini. Emas, mobil SUV adalah beberapa contoh barang mewah.
Selain itu, perabot dan hiasan rumah yang mahal adalah contoh yang lain. Biasanya barang-
barang tersebut baru dibeli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang pokok
seperti makanan, pakaian, dan perumahan.

BEBERAPA FAKTOR LAIN

Beberapa faktor lain yang cukup penting peranannya dalam mempengaruhi permintaan
terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumlah penduduk dan
ekspektasi mengenai keadaan masa depan. Efek faktor-faktor ini terhadap permintaan
diterangkan dalam uraian berikut.

- Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan juga dapat metnpengaruhi corak permintaan dalam berbagai


barang. Sejumlah pendapatan masyarkat yang tertentu besarnya akan menimbulkan corak
permintaan masyarakat apabila pendapatan tersebut diubah distribusinaya. Sekiranya
pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-orang kaya dan kemudian menggunkan hasil
pajak ini untuk menaikkan pendapatan pekerja yang bergaji rendah maka corak perminat
terhadap berbagai barang akan mengalami perubahan. Barang-barang yang digunakan oleh
orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang
digunakan orang yang pendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan
bertambah permintaannya. Misalnya, permintaan terhadap mobil mewah akan berkurang
tetapi permintaan terhadap rumah harga murah akan bertambah.

- Cita Rasa Masyarakat

Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk
membeli barang-barang pada tahun 1960-an sedikit sekali orang suka menggunakan mobil
buatan Jepang . Tetapi semenjak tahun 1970-an suasananya sudah sangat berubah. Di
mana negara di dunia didapati mobil buatan Jepang semakin populer dan banyak digunakan
orang. Contoh ini menggambarkan bagaimana perubahan citarasa masyarakat dapat
mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang.

- jumlah Penduduk

Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan


permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam
kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini
menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah
permintaan.

- Ekspektasi Tentang Masa Depan

Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan


datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga
akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli
lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang.
Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan keria akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan
ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam
pengeluarannya dan mengurangi permintaan.

ELASTISITAS DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ELASTISITAS


PERMINTAAN KONSUMEN

Elastisitas

Elastisitas permintaan adalah suatu alat atau konsep yang digunakan untuk
mengukur derajat kepekaan/respons perubahan jumlah/kuantitas barang yang dibeli sebagai
akibat perubahan factor yang mempengaruhi. Elastisitas permintaan dibedakan kepada tiga
konsep berikut :

1. Elastisitas permintaan harga : derajat kepekaan jumlah permintaan akibat perubahan


harga barang tersebut.
2. Elastisitas permintaan pendapatan : koefisien yang menunjukan sampai dimana
besarnya perubahan sesuatu barang sebagai akibat daripada perubahan
pendapatan pembeli.
3. Elastisitas permintaan silang : koefisien yang menunjukan sampai dimana besarnya
perubahan permintaan terhadap suatu barang apabila terjadi perubahan harga
terhadap barang lain.

Tingkat Elastisitas Permintaan

Nilai koefisien elastisitas berkisar diantara nol dan tak terhingga. Elastisitas adalah
nol apabila perubahan harga tidak akan mengubah jumlah yang diminta, yaitu yang diminta
tetap saja jumlahnya walaupun harga mengalami kenaikan atau menurun. Berikut ini tingkat
elastisitas berdasarkan nilai koefisien elastisitas permintaan :
Koefisien elastisitas permintaan harga

Koefisien elastisitas permintaan adalah nilai perbandingan antara presentasi


perubahan jumlah diminta dengan presentasi perubahan harga.

 Rumus perhitungan
Ed = Presentasi perubahan jumlah barang yang diminta
Presentasi perubahan harga

Misalkan harga berubah dari P menjadi P1 dan jumlah barang yang diminta berubah
dari Q menjadi Q1 dengan pemisahan ini rumus diatas dapat dinyatakan sebagai berikut :

Q1 – Q
Q
E d = P1 – P
P
 Kasus Harga Menurun

Misalkan kita ingin mengetahui besarnya koefisien elastisitas permintaan ke atas


beras. Didapati bahwa pada waktu harga beras adalah Rp. 4.000 sekilogram, jumlah beras
yang dibeli konsumen adalah 10.000 kg dan pada waktu haga Rp. 3.000 sekilogram, jumlah
beras yang ingin dibeli adalah 15.000 kg. dengan menggunakan rumus yang telah
diteangkan dan dengan menggantikan nilai di atas dalam rumus tersebut dapatlah elastisitas
permintaan beras dihitung. Nilai koefisien elastic yang diperoleh adalah :
15.000 – 10.000 5.000
10.000 10.000 1/2
Ed = 3.000 – 4.000 = -1.000 = - 1/4 = -2
4.000 4.000

 Kasus harga meningkat

Didalam perhitungan di atas dimisalkan bahwa harga mengalami penurunan dari Rp.
4.000 menjadi Rp. 3.000 oleh sebab itu permintaan telah bertambah dari 10.000 kg menjadi
15.000 kg. bagaimana jika sebaliknya yaitu misalkan harga naik dari Rp. 3.000 menjadi Rp.
4.000 dan oleh karenya permintaan bekurang dari 15.000 kg menjadi 10.000 kg.

10.000 – 15.000 -5.000


15.000 15.000 -1/3
Ed = 4.000 – 3.000 = 1.000 = 1/3 = -1
3.000 3.000

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan Konsumen

Pada dasarnya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan


suatu produk, antara lain:

1. Banyaknya Produk Substitusi yang Tersedia di Pasar Pada Tingkat Harga Kompetitif

Di mana semakin banyak produk substitusi yang tersedia di pasar akan


menyebabkan elastisitas permintaan untuk suatu produk tertentu menjadi semakin
elastis. Dalam situasi ini apabila terjadi kenaikan harga sebesar 1% pada suatu
produk tertentu, kuantitas produk yang diminta akan berkurang lebih dari 1%, karena
konsumen akan mengganti penggunaan produk itu dengan produk substitusi.

2. Penyesuaian Periode Waktu


Di mana secara umum elastisitas permintaan untuk suatu produk tertentu
cenderung menjadi lebih elastis dalam jangka panjang dibandingkan dengan dalam
jangka pendek. Apabila periode waktu bertambah panjang akan memberikan
kesempatan lebih besar kepada produk-produk substitusi untuk memasuki pasar dan
ketertinggalan waktu dari konsumen dalam menanggapi perubahan harga produk itu.
Dalam situasi ini sering tampak bahwa dampak kenaikan harga suatu produk tertentu
tidak langsung terlihat dalam jangka pendek, tetapi baru akan terlihat setelah suatu
periode waktu tertentu yang lebih panjang, katakanlah setelah enam bulan, satu
tahun, dll, sementara pada saat pengaruh kenaikan harga dari produk itu terlihat,
telah bermunculan produk - produk substitusi baru di pasar.
3. Masa Pakai dari Produk
Di mana semakin lama masa pakai suatu produk tertentu akan memberikan
kemungkinan penundaan pembelian produk itu oleh konsumen untuk keperluan
penggantian, hal ini menyebabkan elastisitas permintaan untuk produk yang
bermasa pakai lama akan menjadi semakin elastis.
4. Derajat Kepentingan atau Kebutuhan Konsumen Terhadap Produk
Di mana semakin tinggi derajat kepentingan atau kebutuhan konsumen
terhadap produk tertentu, elastisitas permintaan dari produk itu menjadi semakin
inelastis. Dalam situasi ini sering tampak bahwa elastisitas permintaan untuk produk-
produk yang memenuhi kebutuhan primer (seperti: pasta gigi, sabun, beras, daging,
dll.) pada umumnya inelastis, dibandingkan produk-produk kebutuhan sekunder
(seperti: mobil, telepon genggam, komputer, dll.) yang pada umumnya elastis.
5. Derajat Kejenuhan Pasar dari Produk
Di mana semakin tinggi derajat kejenuhan pasar bagi suatu produk tertentu,
elastisitas permintaan terhadap produk itu menjadi semakin inelastis. Dalam situasi
ini, meskipun harga diturunkan, tetapi karena pasar dari produk itu telah jenuh, maka
tidak akan mempengaruhi permintaan terhadap produk itu.
6. Range Penggunaan dari Produk
Di mana semakin lebar atau semakin luas range penggunaan dari suatu
produk tertentu akan menyebabkan elastisitas permintaan untuk produk itu menjadi
semakin elastis. Penggunaan yang semakin luas dari suatu produk tertentu (seperti:
kertas, plastik, aluminium, kaca, dll.), akan memberikan peluang munculnya beragam
produk sejenis yang dijual di pasar, sehingga kenaikan harga pada produk tertentu
dapat disubstitusi oleh konsumen dengan produk-produk alternatif
7. Persentase Anggaran Konsumen yang Dibelanjakan untuk Produk
Di mana semakin tinggi persentase dari anggaran konsumen yang
dibelanjakan untuk suatu produk tertentu akan menyebabkan elastisitas permintaan
untuk produk itu semakin elastis. Produk-produk yang mahal (seperti: berlian,
pakaian mahal, mobil, dll.), yang pembeliannya menuntut pengeluaran anggaran
besar dari konsumen, pada umumnya memiliki elastisitas permintaan yang bersifat
elastis.

APLIKASI ELASTISITAS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL

Analisis dari kekuatan atau variabel-variabel yang memengaruhi permintaan dan


estimasinya memberi dampak kepada kuantitas penjualan. Beberapa kekuatan yang
memengaruhi permintaan dapat dikontrol oleh perusahaan, tetapi yang lainnya tidak dapat.
Sebuah perusahaan biasanya dapat menentukan harga dari komoditas yang mereka jual
dan menentukan tingkat pengeluarannya dalam iklan, kualitas produk, dan pelayanan
pelanggan, tetapi mereka tidak mempunyai kontrol terhadap tingkat dan pertumbuhan
pendapatan konsumen, harapan harga kepada konsumen, keputusan harga para pesaing,
dan keputusan pesaing dalam pengeluaran untuk iklan, kualitas produk, dan pelayanan
pelanggan. Perusahaan dapat memperkirakan elastisitas permintaan terhadap semua
kekuatan yang memengaruhi permintaan komoditas yang mereka jual. Perusahaan
memerlukan estimasi terhadap berbagai elastisitas untuk menentukan kebijakan optimal
bagi proses operasionalnya dan jalan yang paling positif untuk merespons berbagai
kebijakan perusahaan pesaing. Sebagai contoh, jika permintaan untuk produknya inelastis
terhadap harga, perusahaan tidak akan menurunkan harganya karena akan mengakibatkan
penurunan penerimaan total, dan meningkatkan biaya totalnya (berhubungan dengan
bertambah banyaknya komoditas yang dijual pada harga yang lebih rendah) dan, karenanya
memberikan laba yang lebih rendah. Sama halnya jika elastisitas penjualan perusahaan
terhadap iklannya positif dan tinggi daripada terhadap pengeluaran untuk kualitas dan
pelayanan pelanggan, maka perusahaan akan berkonsentrasi dalam usaha penjualannya
lewat periklanan dan tidak terhadap kualitas produk dan pelayanan pelanggan.

Elastisitas dari penjualan perusahaan terhadap variabel-variabel yang berada di luar


kontrol perusahaan juga sangat penting bagi perusahaan agar dapat merespons kebijakan
perusahaan pesaing secara efektif dan merencanakan strategi perkembangan yang terbaik.
Sebagai contoh, jika perusahaan sudah menduga bahwa tingkat elastisitas silang antara
permintaan dan produknya terhadap harga dari barang pesaing sangat tinggi, maka harus
cepat bertindak terhadap penurunan harga dari pesaing, atau perusahaan akan mengalami
kerugian yang cukup besar dalam penjualannya. Tetapi, perusahaan akan berpikir dua kali
lebih dahulu sebelum menurunkan harganya, karena dapat berakibat terhadap terjadinya
perang harga. Lebih jauh lagi, jika elastisitas terhadap pendapatan sangat rendah untuk
produk perusahaan, pihak manajemen mengetahui bahwa perusahaan tidak akan begitu
diuntungkan dengan adanya peningkatan pendapatan dan mungkin mempunyai keinginan
untuk memperbaiki produknya atau beralih ke jajaran produk baru yang permintaannya lebih
elastis terhadap pendapatan.

Jadi, perusahaan pertama harus mengidentifikasi semua variabel penting yang


memengaruhi permintaan produk yang ia jual. Lalu, perusahaan harus mendapatkan
estimasi efek marginal dari perubahan semua variabel tersebut terhadap permintaan.
Perusahaan tersebut akan menggunakan informasi ini untuk mengestimasi elastisitas
permintaan dari produk yang ia jual terhadap semua variabel fungsi permintaan. Hal ini
sangat penting untuk keputusan manajerial yang optimal pada jangka pendek dan dalam
perencanaan untuk pertumbuhan pada jangka panjang. Sebagai contoh, misalkan
perusahaan bernama Tasty Company memasarkan kopi merek X dan mengestimasi regresi

dari permintaan akan kopinya, sebagai berikut: = 1,5 – 3,0 + 0,8 I + 2,0 - 0,6 +

1,2 A

Dimana

: penjualan kopi merek X di Amerika Serikat, jutaan pon per tahun

: harga kopi merek X, dolar per pon

I : pendapatan personal disposable, triliun dolar per tahun

: harga kopi pesaing , dolar per pon

: harga gula , dolar per pon

A : pengeluaran iklan untuk kopi merek X , ratusan ribu dolar per tahun

Misalkan juga pada tahun ini , = $2 ; I = $2,5; = $1,80; = $0,50; dan A = $1.

Memasukan nilai-nilai terhadap persamaan akan menghasilkan :

: 1,5 – 3 (2) + 0,8(2,5) + 2(1,80) – 0,6(0,50) + 1,2 (1) = 2

Sehingga, pada tahun ini perusahaan akan menjual 2 juta pon kopi merek X.

Perusahaan dapat menggunakan infomasi di atas untuk menemukan elastisitas


permintaan kopi merek X terhadap harganya, pendapatan, harga kopi pesaing, harga gula,
dan periklanan. Sehingga

= -3 = -3 =2 = 1,8

= 0,8 =1 = 0,6 = -0,15


= 1,2 = 0,6

Perusahaan dapat menggunakan beberapa elastisitas ini untuk meramalkan


permintaan kopinya pada tahun yang akan datang. Sebagai contoh, misalkan tahun dengan
perusahaan ingin meningkatkan harganya sebesar 5% dan pengeluaran iklannya sebesar
12%. Misalkan juga bahwa perusahaan memperkirakan pendapatan personal disposable
meningkat 4% , Py meningkat 7%, dan Ps menurun 8%. Menggunakan tingkat penjualan (

) sebesar 2 juta pon pada tahun ini, nilai elastisitas yang dihitung di atas, kebijakan

perusahaan pada tahun depan, dan ekspektasi perusahaan tentang perubahan variabel-

variabel di atas, perusahaan tersebut dapat menentukan penjualannya di tahun depan ( )

sebesar :

= + + + + +

= 2 + 2 (5%)(-3) + 2(4%) (1) + 2(7%) (1,8) + 2(-8%)(0-15) + 2(12%) (0,6)

= 2 (1 - 0,5 + 0,004 + 0,216 + 0,012 + 0,072)

= 2 (1,1)

= 2,2 atau 2.200.000 pon

Jadi, total penjualan kopi X tahun depan diramalakan sebesar 2,2 juta pon kopi
DAFTAR PUSTAKA

1. Salvatore, Dominick.2011.Ekonomi Manajerial dalam perekonomian Global,Edisi Kelima,


buku 1 (terjemahan), Jakarta:Salemba Empat

2. Sukirno, Sadono.2016.Mikro Ekonomi.Edisi 3.Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada

3. Gaspersz, D.Sc.,CFPIM,CIQA, Dr. Vincent. Ekonomi Manajerial Pengambilan


Keputusan Bisnis,Edisi Revisi & Perluasan.Jakarta:Gramedia