Anda di halaman 1dari 3

ADOPSI SARBANES-OXLEY ACT 2002 PADA PASAR MODAL INDONESIA

Badan Pengawas Kantor Akuntan Publik (Public Company Accounting Oversight Board –
PCAOB)

Bapepam – LK sebagai pengatur pasar modal, mewajibkan registrasi dari akuntan yang ingin
terlibat dalam kegiatan pasar modal. Selain itu, Bapepam – LK memiliki kewenangan untuk
menyutujui, menunda, dan menolak registrasi akuntan.

Auditor Independen

Untuk meningkatkan tingkat independensi auditor, Bapepam – LK menerbitkan aturan


No.VIII.A.2 tentang independensi akuntan yang memberikan jasa audit di pasar modal. Aturan
ini berusaha meningkatkan independensi akuntan publik melalui beberapa aturan. Salah satunya
adalah melarang auditor untuk memberikan jasa non-audit kepada klien mereka. Jasa-jasa ini
meliputi jasa tata buku, desain dan implementasi sistem informasi, jasa penilain atau jasa
aktuaria, internal audit, konsultasi perpajakan, konsultasi investasi dan keuangan, serta jasa-jasa
lain yang bisa menyebabkan adanya benturan kepentingan. Oleh karena itu kantor akuntan harus
memutuskan apakah mereka akan memberikan jasa audit atau jasa non audit kepada sebuah
perusahaan, sebab mereka tidak bisa melakukan keduanya pada perusahaan yang sama.

Tanggung Jawab Perusahaan

Peraturan Bapepam – LK No.IX.1.5 tentang petunjuk pembentukan dan implementasi tugas dari
komite audit telah mewajibkan perusahaan penerbit atau perusahaan terbuka untuk memilki
komite audit. Komite audit memiliki paling sedikit satu orang komite independen yang berperan
sebagai ketua komite audit dan paling sedikit dua anggota komite audit berasal dari luar
perusahaan. Salah satu anggota komite audit harus memiliki latar belakang pendidikan akuntansi
atau keuangan komite audit bertanggung jawab untuk memberikan saran atau pertimbangan
kepada dewan komisaris mengenai laporan atau hal-hal lain yang diajukan oleh dewan direksi,
mengindetifikasi isu-isu yang membutuhkan penanganan, dan penyelesaian tugas yang terkait
dengan tanggung jawab dewan komisaris.

Peraturan Bapepam-LK nomor VIII.G.11 menyatakan bahwa baik direktur utama


maupun direktur keuangan dari setiap perusahaan penerbit dan terbuka harus menandatangani
laporan keuangan yang akan di serahkan pada Bapepam-LK.

Peningkatan Pengungkapan Keuangan

Pasal 402 dari SOX menyatakn bahwa untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan,
maka perusahaan dilarang untuk memberikan pinjaman pribadi kepada seluruh direksi atau staff
eksekutif. Sejalan pelarangan tersebut, peraturan Bapepam –LK Nomor IX.E.I Tahun 2000
menyatakan bahwa transaksi yang memiliki benturan kepentingan adalah transaksi yang
memiliki perbedaan titik pandangan secara ekonomis antara perusahaan dan direksi, komisaris,
pemilik saham mayoritas, atau pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa transaksi yang
memiliki benturan kepentingan harus mendapat persetujuan dari pemegang saham independen.

Pasal 404 dari SOX menyatakan bahwa laporan tahunan dari perusahaan penerbit harus
terdiri atas laporan pengendalian internal yang di buat oleh manajemen di mana laporan itu
menilai pengendalian internal perusahaan terhadap keberadaan dan efisiensi dalam penyusunan
laporan keuangan, sementara auditor eksternal perusahaan juga harus menerbitkan laporan audit
yang berhubungan dengan penilaian manajemen terhadap pengendalian internalnya. Tidak ada
persyaratan seperti ini untuk pasar modal di Indonesia.

PERSYARATAN PENGUNGKAPAN

Diskusi dan Analisis Manajemen

Diskusi dan analisis manajemen mengenai kondisi keuangan perusahaan dan hasil kegiatan
operasional adalah informasi dasar yang di minta oleh Bapepam-LK. Bapepam-LK berhak
meminta manajemen untuk melakukan analisis dan diskusi tentang laporan keuangan bagi
investor, di mana hasil diskusi ini akan dipaparkan dalam 4 halaman atau lebih pada laporan
tahunan. Laporan keuangan merupakan bentuk pernyataan manajemen atas konsekuensi ekonomi
dari semua keputusan yang telah di ambil selama satu priode tertentu. Elemen kunci yang
terdapat dalam diskusi dan analisis manajemen adalah pengambaran pandangan terhadap masa
lalu dan masa datang peruahaan dalam hal likuiditas dan solvabilitasnya. Bapepam-LK
menyadari bahwa investor adalah pihak yang sangat peduli terhadap kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan jumlah kas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
maupun jangka panjang.

Hal-hal yang harus diungkapkan dalam diskusi dan analisis manajemen adalah sebagai
berikut.

1. Telaah atas segmen usaha


2. Analisis atas kinerja keuangan perusahaan, termasuk analisis komparatif atas tahun
berjalan dan tahun sebelumnya.
3. Analisis atas kemampuan pembayaran utang dan tingkat pelunasan piutang.
4. Diskusi mengenai komitmen dalam pengeluaran modal
5. Menggambarkan dan mendiskusikan transaksi yang tidak biasa dan tidak sering terjadi
yang mempengaruhi informasi keuangan.
6. Komponen – komponen penting atas pendapatan dan biaya.
7. Kenaikan yang signifikan pada tingkat penjualan, pengaruh terhadap kenaikan harga dan
kenaikan volume penjualannya, serta diskusi mengenai dampak peluncuran produk baru.
8. Diskusi tentang pengaruh perubahan harga pada penjualan dan pendapatan.
9. Informasi penting dan fakta – fakta yang muncul setelah auditor memberikan laporan.
10. Diskusi tentang prospek usaha dengan didukung oleh data kuantitatif yang memadai.
11. Strategi pemasaran produk perusahaan.
12. Diskusi dan gambaran mengenai kebijakan  dividen serta pembayaran dividen untuk 2
tahun yang akan datang.
13. Penggunaan dan hasil penawaran publik.
14. Informasi penting lainnya yang terkait dengan aturan dan hukum yang memengaruhi
kondisi keuangan perusahaan.
15. Perubahan dalam kebijakan akuntansi dan pengaruhnya terhadap kondisi keuangan.

Pengungkapan Proforma

Pengungkapan proforma merupakan penyajian informasi keuangan “jika seandainya terjadi” dan
biasanya disajikan dalam bentuk laporan keuangan ringkas. Laporan proforma digunakan untuk
menunjukkan pengaruh dari transaksi utama yang terjadi setelah akhir periode fiskal atau yang
terjadi sepanjang tahun tetapi tidak mencerminkan laporan keuangan historis perusaan secara
penuh. Bapepam-LK mengharuskan laporan proforma disajikan jika perusahaan melakukan
transaksi penggabungan usaha atau pelepasan usaha, melakukan reorganisasi perusahaan, juga
perubahan aset yang tidak bias terjadi atau restrukturisasi utang piutang yang dimiliki
perusahaan.

Jika kejadian tersebut terjadi setelah tanggal neraca tetapi sebelum auditor
menandatangani laporan keuangan, maka informasi keuagan proforma harus disajikan pada
catatan atas laporan keuangan seolah-olah transaksi tersebut telah terjadi pada tanggal neraca
atau pada awal tahun periode sebelumnya.