Anda di halaman 1dari 4

CONTOH PERHITUNGAN

Contoh 1: Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 23 atas dividen

PT Persada berdasarkan pemungutan dividen melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
sebelumnya, melakukan pembayaran dividen tunai kepada PT Agung sebesar Rp 30.000.000
(penyertaan modal 15%)

Jawab

PPh Pasal 23 = 15% x Rp 30.000.000 = Rp 4.500.000

Contoh 2 : Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 23 atas royalti

Pada Mei 2011 PT BIntang Cemerlang membayar royalti kepada Tuan Zakaria Haris sebagai penulis buku
sebesar Rp 50.000.000. Zakaria Haris mempunyai NPWP.

Jawab

PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT Bintang Cemerlang adalah:

15% x Rp 50.000.000 = Rp 7.500.000

Contoh 3 : Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 23 atas bunga obligasi

Pada Oktober 2011 PT Panorama membayar bungan obligasi kepada PT Angkasa sebesar Rp75.000.000.
Obligasi tersebut tidak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Jawab

PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT panorama adalah:

15$ x Rp75.000.000 = Rp11.250.000

Contoh 4 : Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 23 atas hadiah dan penghargaan perlombaan

PT Kusuma memberikan hadiah perlombaan kepada PT Sentosa sebagai juara umum lomba senam
sebesar Rp 150.000.000.

Jawab

PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT Kusuma adalah:


15% x Rp 150.000.000 = Rp 22.500.000

SAAT TERUTANG, PENYETORAN, DAN PELAPORAN PPH PASAL 23

Saat Terutang dan Pemmotongan Pajak PPh Pasal 23

Undang-Undang PPh Pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran atau pada saat
terutang, tergantung peristiwa mana yang terjadi terlebih dahulu. Pengertian dibayarkan atau terutang
haruslah disesuaikan dengan metode pembukuan pihak pemotongan pajak. Jika pemotongan pajak
menggunakan basis kas maka terutang PPh Pasal 23 dan pemotongannya adalah pada saat
pembayaran., sedangkan jika pemotongan pajak menggunakan basis akrual maka terutang PPh Pasal 23
dan harus dipotong pada saat pembebanan.

Tata Cara Penyetoran dan Pelaporan

Tata cara penyetoran dan pelaporan adalah:

1. Pajak Penghasilan Pasal 23 disetorkan selama satu bulan takwim ke bank persepsi

atau Kantor Pos dengan menggunakan SSP paling lambat tanggal sepuluh bulan takwim
berikutnya setelah bulan saat terutang pajak, bila tanggal sepuluh jatuh pada hari libur, maka
penyetoran dilakukan pada hari kerja berikutnya.

2. Pelaporan pemotongan PPh Pasal 23 dengan menggunakan SPT Masa PPh Pasal 23 dengan
dilampiri:

a. lembar ketiga SSP bukti setoran PPh Pasal 23;

b. daftar bukti pemotongan PPh Pasal 23; dan

c. lembar kedua bukti pemotongan PPh Pasal 23,

Selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya.

Pada prinsipnya pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh pasal 23 dilakukan secara
desentralisasi, yaitu di tempat terjadinya pembayaran atau terutangnya penghasilan yang merupakan
objek pemotongan PPh Pasal 23. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan terhadap objek
pemotongan PPh Pasal 23. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan terhadap pelaksanaan
pemotongan PPh 23 tersebut. Sesuai dengan prinsip di atas, maka:
1. atas transaksi-transaksi yang merupakan objek pemotongan PPh Pasal 23 yang
pembayarannya dilakukan oleh kantor pusat, maka PPh Pasal 23 dipotong, disetor, dan
dilaporkan oleh kantor pusat;

2. atas transaksi-transaksi yang merupakan objek pemotongan PPh Pasal 23 yang


pembayarannya dilakukan oleh kantor cabang, PPh Pasal 23 dipotong, disetor, dan
dilaporkan oleh kantor cabang yang bersangkutan.

CONTOH KASUS

Kasus I Pemotongan PPh Pasal 23

PT Sinar Mentari bergerak di bidang industri minuman kesehatan beralamat di Jl. Kemangi No. 5, Kota
Ternate. Berikut data perusahaan dan transaksi yang terjadi terkait dengan pembayaran yang harus
dipotong PPh Pasal 23 selama JUli 2011.

I. Data perusahaan

Nama Perusahaan : PT Sinar Mentari

NPWP : 16.111.444.8-942.000

Telepon : (0921) 877766

Jenis Usaha : Industri MInuman Kesehatan

Nama Pimpinan: Ahmad Zakaria

II. Transaksi Pembayaran

6 Juli Memberikan hadiah dan penghargaan sebesar Rp 50.000.000 kepada PT


Intisari sebagai juara umum lomba jalan sehat yang diadakan oleh perusahaan
untuk memperingati 50 tahun berdirinya PT Sinar Mentari. PT Intisari
beralamat di Jl. Ceplukan No. 3, Kota Ternate. NPWP 01.432.444.8.942.000.

15 Juli Membayar sewa kendaraan yang dipakai untuk operasional perusahaan di


dalam Kota Ternate sebesar Rp 5.000.000 kepada Sugianto Thamris yang
beralamat di Jl. Bengkoang No. 4, Kota Ternate. NPWP 01.123.256.8.942.000.

19 Juli Membayar dividen tunai sebesar Rp 10.000.000 kepada PT Berdikari atas penyertaan
modal di dalam perusahaan. Jumlah penyertaan modal PT Berdikari adalah 20 persen dari total saham
yang beredar. PT Berdikari beralamat di Jl. Ahmad Dahlan No. 8 Kota Ternate, NPWP
01.578.111.8.942.000.
Diminta:

1. Hitunglah PPh Pasal 23 yang dipotong.

2. Buatlah bukti pemotongan PPh Pasal 23.

3. Buatlah SSP utnuk setoran Pemotongan PPh Pasal 23.

4. Buatlah SPT Masa PPh Pasal 23.