100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
508 tayangan3 halaman

SOP Mual Muntah Ibu Hamil

Standar operasional prosedur untuk mual muntah berlebihan pada ibu hamil meliputi: (1) memberikan penjelasan kepada ibu hamil tentang gejala normal kehamilan dan cara mengatasi mual muntah, (2) memberikan infus cairan dan nutrisi untuk mengganti kehilangan cairan dan elektrolit, serta mengatasi defisiensi gizi, (3) memberikan obat anti mual sesuai instruksi dokter untuk mengurangi rasa mual dan muntah.

Diunggah oleh

chiya siauta15
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
508 tayangan3 halaman

SOP Mual Muntah Ibu Hamil

Standar operasional prosedur untuk mual muntah berlebihan pada ibu hamil meliputi: (1) memberikan penjelasan kepada ibu hamil tentang gejala normal kehamilan dan cara mengatasi mual muntah, (2) memberikan infus cairan dan nutrisi untuk mengganti kehilangan cairan dan elektrolit, serta mengatasi defisiensi gizi, (3) memberikan obat anti mual sesuai instruksi dokter untuk mengurangi rasa mual dan muntah.

Diunggah oleh

chiya siauta15
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL

OLEH:

HASDINA RATIH JENA SIAUTA

201910461011066

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2020
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL

1. Pengertian Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berkelebihan di saat


kehamilan yang menyebabkan dehidrasi, defesiensi nutrisi, penurunan berat badan dan
mengganggu aktifitas sehari hari
2. Tujuan
a. Mengurangi rasa mual dan muntah
b. Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit
c. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu
3. Kebijakan Bidan, Perawat
4. 33Prosedur Persiapan alat:
 Infus set
 Cairan infus Dextrose 5 % atau sesuai instruksi Dokter.
 Kapas alkohol, spuit 5 cc, 2,5 cc, bethadine cair, plester, dll
 Nierbeken
 Tissue makan / Tissue Rol dalam tempatnya Persiapan penolong:
- Memberikan penerangan tindakan apa yang akan dilakukan pada pasien tentang
kehamilannya, agar perasaan pasien tenang
- Cara bekerja septik aseptik
5. Langkah-langkah Penatalaksanaan:
a. Menjelaskan pada pasien bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis
b. Menjelaskan pada pasien bahwa mual dan muntah adalah gejala yang normal terjadi pada
kehamilan muda, dan akan menghilang setelah usia kehamilan 4 bulan.
c. Anjurkan untuk makan dalam jumlah yang sedikit tapi dengan frekuensi yang lebih
sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk
makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.
d. Hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak, dan makanan atau minuman
sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
e. Makan makanan yang banyak mengandung gula dianjurkan untuk menghindari
kekurangan karbohidrat
f. Defekasi yang teratur.
g. Pada pasien dengan muntah-muntah sering, pasien dipuasakan dalam 24 jam, kemudian
di infus dextrose, 5% RL 2:1pada kolf I/IV diisi neurobion 5000 ui. Dan vitamin C 200
mg IV, kebutuhan cairan ± 3000 cc dalam 24 jam (sebelumnya dalam pemberian obat-
obatan kolaborasi dulu dengan Dokter yang merawat.
h. Intake dan output di catat tiap aplusan
i. Pemeriksaan laboratorium DL leucosit, LED, urine aceton, trombosit
j. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital tiap aplusan
k. Pemberian obat-obatan anti muntah
l. Setelah pasien puasa 24 jam, boleh diberikan teh, biscuit bertahap setiap 3 jam, diet
bubur tak merangsang, buah manis.
m. Bila pasien tidak muntah, jumlah dan macam makanan dapat di tambah.
n. Jika kebutuhan cairan terpenuhi infus boleh diaf atau jika kebutuhan cairan belum
terpenuhi infus di teruskan (sebelumnya kolaborasi dengan Dokter yang merawat) Yang
perlu diperhatikan:
- Jika pasien tidak dapat turun dari tempat tidur pasien dapat di mandikan, mobilisasi
bertahap.
- Kebersihan pasien dan lingkungan di jaga kebersihannya
- Membantu memenuhi segala kebutuhan pasien. Jika setelah perawatan & pengobatan
baik, muntah berkurang atau pasien tidak muntah lagi pasien dapat dipulangkan,
sebelumnya kolaborasi dengan Dokter yang merawat

Anda mungkin juga menyukai